Berita Terbaru
Sekolah Cendekia BAZNAS Kembali Raih Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional
Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional yang diberikan oleh Nyalanesia, platform yang bergerak dalam penyelenggaraan program literasi terpadu. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi SCB dalam mendukung dan menyukseskan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB).
Capaian tersebut menjadi penghargaan nasional yang berhasil diraih SCB selama lima tahun berturut-turut. Prestasi ini tidak terlepas dari keterlibatan aktif para santri dan guru dalam menghasilkan berbagai karya literasi, seperti antologi puisi, cerita pendek, buku pengalaman, hingga karya ilmiah.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bagian penting dari upaya SCB dalam menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Di SCB, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membaca. Para santri juga didorong untuk menulis, menuangkan gagasan, dan menghasilkan karya. Budaya belajar seperti inilah yang terus kami kembangkan di lingkungan sekolah,” ujar Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan menulis memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengasah kreativitas, menyampaikan ide dan pemikiran, serta menghasilkan karya yang dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar mereka.
Menurut Idy, pencapaian tersebut juga menjadi gambaran bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan secara tepat sasaran dapat memberikan dampak nyata dalam bidang pendidikan. Dukungan tersebut turut membuka ruang bagi para penerima manfaat untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul, kompetitif, serta produktif dalam berkarya melalui penguatan budaya literasi.
Sebagai salah satu program pendidikan BAZNAS, Sekolah Cendekia BAZNAS hingga 2025 telah membina sebanyak 363 siswa yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Program ini dirancang untuk membentuk generasi yang unggul, produktif, dan memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.
BERITA21/09/2026 | Humas
BAZNAS dan LPAI Ajak Masyarakat Bersedekah untuk Lindungi Anak Rentan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) untuk meluncurkan inisiatif penggalangan dana yang bertujuan mendukung perlindungan serta kesejahteraan anak-anak yang menghadapi kerentanan di Indonesia.Masyarakat dapat memberikan sedekah untuk membantu perlindungan dan kesejahteraan anak-anak yang terancam melalui situs kitabisa.com/lindungianakrentan.Dana yang terkumpul nantinya akan didistribusikan melalui berbagai program perlindungan anak di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan lainnya, untuk meningkatkan kesejahteraan serta memastikan keamanan bagi anak-anak yang memerlukan bantuan.Acara peluncuran tersebut dibuka oleh Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag., M.Si. , CFRM. , dan Ketua Umum LPAI, Samsul Ridwan, S. Ag., SH., MH., di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada hari Rabu (16/9/2026).Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag., M.Si. , CFRM. , menjelaskan bahwa penggalangan sedekah ini akan melibatkan jaringan kolaborasi antara BAZNAS dan LPAI, termasuk kampanye bersama melalui berbagai saluran digital.Rizaludin menyoroti kekuatan kolaborasi antar dua lembaga sebagai aset krusial untuk memperluas jangkauan kampanye perlindungan anak. Ia menyatakan bahwa BAZNAS memiliki ekosistem zakat, sumber daya, dan konektivitas yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan dampak program.“BAZNAS menyediakan berbagai alternatif pembayaran yang dapat dimanfaatkan untuk penggalangan dana, mencakup saluran digital, perbankan, kolaborasi dengan perusahaan, serta dalam acara atau kegiatan,” jelas Rizaludin.Ia menambahkan, di saluran digital, BAZNAS telah menjalin kemitraan dengan sekitar 120 mitra digital. Untuk saluran perbankan, BAZNAS berkolaborasi dengan sekitar 28 mitra bank. Selain itu, BAZNAS juga memiliki hampir 100 Kemitraan dengan perusahaan yang berperan dalam penggalangan dana lewat program tanggung jawab sosial maupun unit pengumpul zakat (UPZ).“Kita semua berkolaborasi, demi masa depan anak-anak Indonesia. Rencana program ini akan kita bahas lebih lanjut. Namun yang pasti, misi kita adalah melindungi anak-anak,” ucap Rizaludin.Ia juga menekankan bahwa kerjasama penggalangan dana ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dan LPAI untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang rentan.Rizaludin berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan dalam program-program yang fokus, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi anak-anak yang memerlukan perhatian lebih.Ketua Umum LPAI, Samsul Ridwan, mengungkapkan rasa terima kasih atas kolaborasi strategis dengan BAZNAS. Ia menegaskan, kerjasama ini merupakan langkah untuk memperkuat perlindungan bagi anak-anak rentan serta mencegah segala bentuk kekerasan yang bisa mengancam masa depan anak Indonesia.Samsul menjelaskan bahwa jaringan LPAI kini mencakup 29 provinsi, 78 kabupaten/kota, dan 40 kecamatan. Ia percaya bahwa jaringan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya perlindungan anak, sesuai dengan ketentuan Pasal 72 UU Nomor 35 Tahun 2014 mengenai Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.Lebih jauh, Samsul menuturkan bahwa sinergi antara LPAI dan BAZNAS akan difokuskan pada 15 kategori Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK), sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 59 Undang-Undang Perlindungan Anak.“Semoga upaya ini bisa ikut serta dalam melindungi anak-anak di wilayah perbatasan dan seluruh Indonesia, serta mengakhiri berbagai bentuk kekerasan yang ada,” imbuh Samsul.Dalam acara peluncuran itu, tampak hadir Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakanata, S. Ikom. , M. Ikom. , CWC., CFRM. , Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, S. Sos., M. Ikom. , CFRM. , Kepala Divisi Digital BAZNAS RI, Fahrudin, S. Sos., M. M., dan Wakil Ketua Umum LPAI Ir. Fadiah Machmud, M.Pd., Wakil Sekretaris Umum LPAI Mukhammad Zainuddin, beserta jajaran.
BERITA21/09/2026 | Humas
BAZNAS dan Kemenag RI Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia secara kolaboratif dengan Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyalurkan bantuan sejumlah Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan dan tempat tinggal untuk santri di 700 pesantren yang tersebar di seluruh Nusantara.Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M. Sc., selaku Ketua BAZNAS RI, menyatakan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar adalah salah satu komponen dari 13 Program Prioritas BAZNAS untuk periode 2026 hingga 2031. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana zakat dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang layak untuk santri.“Sasaran dari program ini adalah menjadikan dana zakat sebagai alat strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang sesuai untuk santri. Secara teoritis, upaya ini juga sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah, terutama dalam melindungi akal dan menjaga keselamatan jiwa generasi muda kita,” jelas Sodik saat meluncurkan program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) di Auditorium H. M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, pada hari Rabu (16/9/2026).Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K. H. Nasaruddin Umar, M. A., menambahkan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar tidak hanya sekadar renovasi asrama, melainkan juga merupakan usaha untuk membangun ekosistem pesantren yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak.Menteri Nasaruddin mengakui bahwa kebutuhan di kalangan pesantren masih sangat besar, sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), UPZ, komunitas bisnis, pemerintah daerah, para muzaki, dan masyarakat luas. Ia berharap agar program ini dapat dilaksanakan sesuai dengan sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan data serta informasi yang valid mengenai pesantren dari Kementerian Agama.Sementara itu, H. Idy Muzayyad, S. H. I., M.Si. , yang menjabat sebagai Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, mengungkapkan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar adalah upaya BAZNAS untuk berkontribusi dalam menciptakan suasana pesantren yang nyaman dan aman, sehingga proses belajar santri menjadi lebih efektif. Program ini memfokuskan perhatian pada pesantren yang memiliki sedikitnya 35 persen santri dhuafa, pesantren yang menangani kelompok rentan, serta pesantren yang terletak di daerah 3T dan wilayah yang rawan bencana.
BERITA21/09/2026 | Humas
Pesantren Nyaman Belajar, Menag: Dukungan BAZNAS Perkuat Pendidikan Pesantren
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K. H. Nasaruddin Umar, M. A., menyatakan bahwa dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merupakan elemen krusial dalam memperkuat pendidikan pesantren di tanah air.Pernyataan ini disampaikan oleh Menag Nasaruddin saat peluncuran Program Pesantren Nyaman Belajar 2026 yang diprakarsai oleh BAZNAS dan Kementerian Agama Republik Indonesia, yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu (16 September 2026).Nasaruddin menjelaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian Agama dan BAZNAS bukan hanya terjadi dalam bentuk struktural, tetapi juga dalam aspek fungsional melalui program-program yang memberikan dukungan langsung kepada pesantren.Ia menambahkan bahwa berbagai kebutuhan yang ada di pesantren dapat diselaraskan dengan inisiatif BAZNAS, sehingga bantuan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran dan bermanfaat untuk para santri."Oleh sebab itu, insya Allah penyaluran dana dari umat melalui BAZNAS bisa dipertanggungjawabkan secara nyata dan terukur," ungkap Nasaruddin."Oleh karena itu, saya meminta kepada para muzaki, marilah menyalurkan sumbangannya ke BAZNAS, supaya kemudian bisa memberikan bantuan kepada santri-santri kita. Semoga dengan adanya Direktorat Jenderal Pondok Pesantren dan dukungan dari BAZNAS, santri-santri kita bisa hidup dengan lebih baik," jelasnya.Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 adalah inisiatif bantuan stimulan dari BAZNAS RI sebesar Rp25 juta per lembaga untuk pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama. Program ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam merenovasi fasilitas asrama agar menjadi tempat tinggal santri yang lebih layak, sehat, aman, dan nyaman.
BERITA21/09/2026 | Humas
BAZNAS Bersama Mitsui Leasing Salurkan Layanan Kesehatan dan Dapur Air bagi 1.100 Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan PT Mitsui Leasing Capital Indonesia (Mitsui Leasing) untuk memberikan bantuan kemanusiaan berupa layanan kesehatan dan fasilitas dapur air sebagai dukungan bagi pemulihan warga yang selamat dari gempa bumi di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi tanggap bencana ini ditujukan bagi setidaknya 1.100 individu yang terdampak, termasuk 350 anak-anak dan 750 orang dewasa.Dalam kerjasama yang sedang berlangsung, BAZNAS dan Mitsui Leasing mengedepankan dua aspek utama bantuan yang disalurkan secara terpadu. Pertama, Layanan Kesehatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi medis langsung dengan dokter, penyediaan obat-obatan gratis sesuai dengan keluhan, serta dukungan pemulihan trauma untuk membantu kondisi psikologis warga dan anak-anak pascabencana, dengan 25 warga dilayani pada hari pertama dan 5 pasien dirujuk. Layanan ini juga dilengkapi dengan armada ambulans yang siap siaga. Kedua, Fasilitas Dapur Air yang menyediakan minuman hangat serta makanan ringan bergizi secara gratis untuk menjaga kekuatan dan kecukupan nutrisi masyarakat yang terdampak selama proses pemulihan.H. Idy Muzayyad, S. H. I., M.Si. , selaku Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, menyatakan bahwa penyediaan layanan kesehatan merupakan salah satu aspek dari usaha BAZNAS untuk membantu masyarakat yang terkena bencana, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah tahap pemulihan.“BAZNAS berkomitmen untuk menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena dampak bencana. Selain memenuhi kebutuhan kesehatan, sinergi ini juga merupakan simpati bersama untuk meringankan beban para penyintas gempa di NTT,” jelas Idy.“Kami sangat berterima kasih kepada Mitsui Leasing atas dukungan dan kontribusinya dalam penanganan masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Kerjasama ini menjadi hal penting dalam usaha bersama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di area yang terkena dampak," tutur Idy.Di sisi lain, Wasistyo Adi Saras Putro, Corporate Secretary Mitsui Leasing, menekankan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam kegiatan sosial ini.“Kami menyadari bahwa masyarakat yang terdampak bencana sangat memerlukan perlindungan kesehatan medis, pendampingan psikologis, serta jaminan asupan gizi harian. Kerja sama dengan BAZNAS dalam memberikan Layanan Kesehatan komprehensif dan Dapur Air ini adalah bentuk nyata kepedulian Mitsui Leasing untuk mendampingi masyarakat Manggarai Timur pulih pascabencana," tambah Wasistyo Adi.
BERITA21/09/2026 | Humas
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS RI Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berupaya merombak pengelolaan zakat di Indonesia lewat peningkatan sumber daya manusia (SDM), perubahan digital, dan penguatan mekanisme kontrol serta pengawasan guna memperbaiki kualitas pengelolaan dan memaksimalkan potensi zakat di tingkat nasional.Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. , selaku Wakil Ketua BAZNAS RI, dalam acara Pra-Rakornas BAZNAS RI yang berlangsung secara virtual pada Rabu (16/9/2026). Acara ini dihadiri oleh para pemimpin dan petugas amil BAZNAS dari Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia melalui daring.Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. , menekankan bahwa perubahan ini penting karena laju pengumpulan zakat dalam beberapa tahun terakhir belum sejajar dengan potensi zakat nasional yang bisa dioptimalkan. Situasi ini menjadi tantangan bagi BAZNAS untuk mendorong penguatan ekosistem pengelolaan zakat dengan lebih cepat."Untuk mengatasi tantangan itu, BAZNAS berfokus pada tiga agenda utama, yaitu transformasi sumber daya manusia (SDM), digitalisasi, dan penguatan pengawasan serta kontrol," ungkap Zainut.Zainut menambahkan, sebagai langkah konkret ke depannya, BAZNAS telah merancang delapan agenda strategis, diantaranya adalah pengembangan National Audit Competency Framework, perluasan roadmap sertifikasi, pembangunan infrastruktur data zakat nasional, penguatan sistem SIMBA berbasis AI, hingga penerapan pedoman anti-fraud dan penguatan independensi audit di level daerah.Hingga saat ini, sebanyak 3.822 amil telah dinyatakan memiliki kemampuan sesuai melalui proses sertifikasi. Namun, jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total amil yang ada dalam ekosistem zakat nasional."Kita perlu melakukan perubahan cara pandang yang mendasar, beralih dari yang hanya berorientasi sertifikasi menjadi yang berpusat pada kompetensi," jelasnya.Selanjutnya, Zainut menyebutkan bahwa di samping SDM, digitalisasi merupakan agenda penting lainnya. Kinerja digital BAZNAS menunjukkan kemajuan yang baik dengan penggalangan dana berbasis digital yang meningkat hingga 398 kali lipat dalam tujuh tahun terakhir dan sekarang menyumbang sekitar 20 persen dari total pengumpulan zakat nasional.“Keberhasilan digitalisasi tidak diukur dari banyaknya aplikasi atau sistem yang kita miliki, tetapi dari apakah keputusan yang diambil menjadi lebih baik, apakah pelayanan kita lebih cepat, dan apakah transparansi serta dampaknya bisa diukur dengan jelas,” tandasnya.Zainut juga menambahakan, saat ini, Satuan Audit Internal (SAI) baru menjangkau 30 persen dari BAZNAS di tingkat kabupaten/kota, sementara lebih dari 380 BAZNAS daerah belum mendapatkan audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) secara memadai."Oleh karena itu, kita perlu mengubah cara pandang pengawasan, dari sekadar pengawas menjadi mitra strategis, dari perbaikan yang bersifat reaktif menjadi langkah pencegahan yang bersifat proaktif, dan dari sistem manual ke pengawasan yang berbasis data," ungkap Zainut.Zainut menekankan bahwa seluruh program besar, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemberian beasiswa, hingga penyediaan rumah layak huni, hanya akan berjalan dengan efektif jika perangkat organisasi berfungsi dengan baik."BAZNAS tidak hanya diharapkan menjadi organisasi yang semakin besar. Namun, BAZNAS harus berkembang menjadi organisasi yang semakin profesional, berbasis data, mampu beradaptasi dengan teknologi, mempunyai sistem pengelolaan yang kuat, dan memberikan dampak yang luas," tuturnya.
BERITA21/09/2026 | Humas
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) untuk perannya dalam memberdayakan peternak kecil di tanah air.Penghargaan itu disampaikan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang digelar di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada hari Kamis tanggal 17 September 2026.Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M. Sc., mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap usahanya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat selama ini."Saya percaya ini adalah sebuah penghargaan yang sangat signifikan karena BAZNAS telah diakui sebagai lembaga pemberdaya bagi masyarakat kecil, khususnya peternak domba," kata Sodik Mudjahid setelah acara tersebut.Ia berpendapat, penghargaan ini menegaskan keberhasilan BAZNAS RI dalam memberikan dukungan kepada para peternak kecil melalui berbagai program bantuan modal dan pelatihan usaha.Selanjutnya, Sodik menekankan komitmen BAZNAS untuk terus menjalankan dan memperluas program Balai Ternak demi mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan ekonomi peternak kecil di berbagai wilayah."Oleh karena itu, mari kita semua pengurus meneruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak, karena dalam skala besar ini membantu ketahanan pangan Indonesia dan dalam skala kecil, ini benar-benar menyokong kehidupan para pengusaha mikro, yaitu para peternak," ujar Sodik.Penghargaan dari HPDKI ini diberikan kepada BAZNAS RI atas upayanya dalam memperkuat ekonomi masyarakat kecil melalui suksesnya program Balai Ternak domba dan kambing. HPDKI menilai bahwa BAZNAS RI secara nyata telah memberdayakan peternak mustahik, mulai dari penyediaan bantuan modal, pembinaan usaha, hingga membuka akses pasar yang lebih luas melalui program Kurban dan Dam BAZNAS.Penghargaan ini juga dihadiri oleh Menteri PPN/Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M. S., Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si. , Ketua Dewan Pembina HPDKI, Teten Masduki, Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksana Kartasasmita, dr., Sp. M(K). , M. Kes., Ph. D., Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, dan para narasumber serta pengurus HPDKI lainnya.
BERITA21/09/2026 | Humas
BAZNAS RI Optimalkan UPZ di Kemenhut, Fasilitasi ASN Berzakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia terus meningkatkan pengelolaan zakat di Kementerian Kehutanan melalui penguatan peranan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan promosi zakat kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).Isu ini dibahas dalam acara serah terima kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan untuk periode 2026-2030 yang diadakan di Gedung Kemenhut, Jakarta.Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI, Dr. Mohan, S. E., M. E. I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus sebagai Penasihat UPZ Kemenhut, Dr. Ir. Mahfudz, M. P., dan Kepala Biro Umum serta Ketua UPZ Kementerian Kehutanan, Irfan Mudofar, S. Hut., M. A., M. A. P. Hadir pula Ketua UPZ Kemenhut periode 2018-2025, Ir. Sudjoko Prajitno, beserta anggotanya.Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag., M.Si. , CFRM, yang memimpin bagian Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, menegaskan pentingnya membangun kekuatan UPZ untuk menggali potensi zakat. Dia berharap agar BAZNAS terus membantu ASN kementerian dalam memenuhi kewajiban zakat."Pengelolaan zakat di kementerian dan lembaga, termasuk Kemenhut, membutuhkan dukungan serta kerja sama dari beragam pihak. Oleh karena itu, UPZ harus diperkuat untuk berfungsi sebagai elemen dalam sistem pelayanan zakat, yang mempermudah ASN, serta mendukung tata kelola zakat yang terpercaya dan transparan," kata Rizaludin dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada hari Jumat (18/9/2026).Sementara itu, H. M. Arifin Purwakananta, S. I. Kom., M. I. Kom., CWC., CFRM. , selaku Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, menyampaikan betapa pentingnya persiapan dalam pengelolaan zakat, mulai dari persiapan pengumpulan, organisasi, SDM, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, interaksi dengan muzaki, hingga koordinasi antara BAZNAS dan UPZ."Pengelolaan zakat harus siap memberikan layanan cepat dan efisien ketika muzaki membutuhkan, serta menjamin bahwa setiap tahap pengelolaan dana zakat berlangsung profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariat," ujar Arifin.Dalam kesempatan ini, Dr. Mohan, S. E., M. E. I., Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI, mengungkapkan apresiasi kepada pihak Kementerian Kehutanan atas perhatian dan dedikasi pemimpin dalam mendorong pengelolaan zakat melalui UPZ.Dia menilai pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk Kemenhut RI dan BAZNAS RI, untuk terus memperkuat mekanisme pengelolaan zakat agar terintegrasi dengan baik."Oleh karena itu, optimalisasi zakat tidak akan lengkap hanya dengan membuat sistem pembayaran. Diperlukan juga pendidikan dan pengingat secara berkesinambungan tentang tanggung jawab zakat bagi ASN yang sudah memahami ketentuan syariah, termasuk aspek nisab, haul, objek zakat, dan cara penyerahan zakat," ujarnya.Di waktu yang sama, Irfan Mudofar, S. Hut., M. A., M. A. P., yang menjabat sebagai Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan, mengungkapkan bahwa pengelolaan zakat seharusnya tidak sekadar urusan administratif, melainkan juga bagian dari upaya meningkatkan kesadaran ibadah harta di kalangan ASN.Dr. Ir. Mahfudz, M. P., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan dan juga Penasihat UPZ Kemenhut, menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang dilakukan dengan integritas, ketertiban, profesionalisme, dan keberlanjutan.Dia menyatakan bahwa UPZ dan petugas pelayanan zakat memiliki peranan penting dalam memberikan layanan kepada ASN yang menunaikan zakat serta memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat berjalan dengan baik.
BERITA21/09/2026 | Humas
BAZNAS Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih dan Paket Logistik untuk Warga Keranggan Tangsel
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bekerja sama dengan Satuan Bravo 90 Pasgat dan BPBD Tangerang Selatan mendistribusikan 16.000 liter air bersih serta paket logistik untuk masyarakat yang terdampak kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.Pengiriman air bersih tersebut dibagi menjadi dua lokasi, yaitu 8.000 liter untuk 93 KK atau 368 jiwa di RT 02/RW 01 dan 8.000 liter untuk 86 KK atau 312 jiwa di RT 09/RW 04."Kerjasama BAZNAS dengan berbagai pihak ini adalah bentuk kolaborasi untuk segera memenuhi kebutuhan mendesak air bersih dan logistik bagi masyarakat Keranggan," ungkap Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S. H. I., M.Si. , dalam pernyataan tertulis, Sabtu (19/9/2026).Di samping pasokan air bersih, bantuan ini juga disertai dengan pengiriman paket logistik untuk keluarga dan daging kaleng kepada 50 kepala keluarga di Kelurahan Keranggan."Proses penyerahan bantuan ini menjadi bukti komitmen BAZNAS untuk memenuhi kebutuhan dasar individu yang memerlukan akses terhadap air bersih dan makanan," tuturnya.Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat tim BTB di lapangan dalam menghadapi krisis air bersih yang dialami oleh masyarakat setempat.“BAZNAS lewat BTB akan senantiasa siap bergerak cepat di area yang terdampak untuk memastikan kebutuhan mendesak akan air bersih dan pangan warga dapat segera ditangani,” kata Ahmad Fikri.
BERITA21/09/2026 | Humas
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI Lewat Berbagai Layanan
SIARAN PERS_Nomor: 346/HUM-BAZ/IX/2026_Sabtu, 19 September 2026BAZNAS Memeriahkan MTQ Nasional XXXI Dengan Berbagai LayananBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang untuk menyemarakkan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dengan menghadirkan beragam layanan gratis, pameran kuliner, dan booth interaktif bagi peserta serta pengunjung.Dalam rangkaian acara tersebut, BAZNAS menyediakan booth edukasi digital bertajuk “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, potongan rambut gratis, dan berpartisipasi dalam Halal Food Fest dengan menampilkan berbagai produk olahan dari usaha milik mustahik yang diberdayakan.Sekretaris Utama BAZNAS RI, Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M. A. mengundang masyarakat untuk berkunjung dan memanfaatkan layanan serta edukasi yang ditawarkan BAZNAS selama pameran MTQ Nasional XXXI berlangsung.“Untuk memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS ikut serta dalam pameran yang diadakan dari tanggal 11 sampai 19 September. Ayo datang ke pameran ini, kunjungi booth kami. Kami menawarkan edukasi tentang zakat. Jika beruntung, Anda mungkin akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” jelas Subhan di sela kunjungannya di booth BAZNAS pada acara MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026).Dia melanjutkan, booth BAZNAS tidak hanya berada di bawah BAZNAS RI, tetapi juga melibatkan BAZNAS daerah dan pelaku UMKM yang didukung oleh BAZNAS. Masyarakat bisa mengikuti sesi edukasi mengenai zakat dan berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik yang tersedia di booth tersebut.Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI akan menjadi alat untuk memperluas pemahaman tentang zakat dan sekaligus mengajak masyarakat memahami momentum MTQ sebagai usaha untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.“Silakan berkunjung ke pameran ini dan marilah kita merayakan berkah Al-Qur’an. Kita ambil berkah dari kegiatan ini dengan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” tuturnya.Berbagai layanan, pameran, serta booth edukasi yang dihadirkan oleh BAZNAS mendapat respon yang positif dari para peserta dan pengunjung MTQ Nasional XXXI.Antusiasme pengunjung terlihat jelas dalam partisipasi mereka di berbagai aktivitas di booth BAZNAS. Selain mendapatkan informasi mengenai zakat, pengunjung juga bisa melihat berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh BAZNAS untuk memberikan manfaat dan mendorong kemandirian para penerima manfaat.
BERITA21/09/2026 | Humas
BAZNAS Lombok Barat Survei Calon Penerima Program Gerobak Produktif di Sejumlah Desa
Lombok Barat, Kamis, 17 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat melalui timnya melaksanakan survei dan pendataan calon penerima manfaat Program Gerobak Produktif di sejumlah desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Kamis (17/9/2026).
Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari kegiatan survei berada di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong. Tim BAZNAS Lombok Barat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan sekaligus melihat kondisi usaha dan kebutuhan masyarakat yang menjadi calon penerima manfaat.
Survei ini dilakukan untuk memastikan calon penerima bantuan memenuhi kriteria dan mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan usahanya. Program Gerobak Produktif diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan survei dan pendataan dilakukan secara bertahap di beberapa desa di Kabupaten Lombok Barat sebagai bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui program ini, BAZNAS Lombok Barat terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa, sehingga mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan secara mandiri.
BAZNAS Lombok Barat — Bersama ZIS, Membangun Kesejahteraan dari Desa.
BERITA21/09/2026 | Humas Baznas Lobar,des
BAZNAS Lombok Barat Laksanakan Survey Program Mahyani di Desa Rumak
Lombok Barat, 17 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kabupaten Lombok Barat melaksanakan survei untuk Program Mahyani (Rumah Layak Huni) di Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, pada Kamis (17/9/2026).Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk secara langsung menilai keadaan tempat tinggal warga yang berpotensi menerima manfaat dari Program Mahyani. Survei ini meliputi pengamatan terhadap kondisi fisik rumah serta pengumpulan informasi mengenai situasi dan kebutuhan calon penerima bantuan.Dalam kegiatan ini, tim BAZNAS Kabupaten Lombok Barat hadir bersama mahasiswa PKL dari UIN Mataram dan STID Mustafa Ibrahim Alislahuddiny Kediri. Para mahasiswa berkontribusi dengan membantu proses pelaksanaan kegiatan serta mendokumentasikan aktivitas di lapangan. Tim BAZNAS dan mahasiswa melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga di Desa Rumak. Selain mengecek keadaan bangunan, tim juga berbincang dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail mengenai kondisi tempat tinggal dan kebutuhan mereka.Program Mahyani adalah salah satu inisiatif dari BAZNAS Lombok Barat untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan hunian yang layak dan aman. Melalui program ini, diharapkan masyarakat yang memenuhi kriteria dapat menerima dukungan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka. Survei lapangan merupakan langkah krusial dalam proses pemilihan calon penerima manfaat. Data serta kondisi yang diperoleh di lapangan akan menjadi pertimbangan bagi BAZNAS Lombok Barat dalam merumuskan langkah lanjut untuk Program Mahyani. Proses survei di Desa Rumak berjalan dengan baik. Kehadiran tim BAZNAS dan mahasiswa PKL menunjukkan adanya kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program sosial serta pelayanan kepada masyarakat.
BERITA21/09/2026 | Humas Baznas Lobar, Wid
BAZNAS Lombok Barat Survei Lokasi Program Bantuan Sumur Air di Desa Labuan Tereng
Lombok Barat — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat melakukan survei lokasi Program Bantuan Sumur Air Bidang Kesehatan di Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, pada Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan survei ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan kesiapan lokasi sebelum program bantuan sumur air dilaksanakan.
Survei tersebut diikuti oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat bersama Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Lombok Barat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lembar dan Kepala Desa Labuan Tereng, sebagai bentuk dukungan dan koordinasi antara BAZNAS dengan pemerintah wilayah setempat.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang direncanakan sebagai titik pembangunan sumur air. Survei menjadi tahapan penting agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dukung Akses Air untuk Kesehatan Masyarakat
Program bantuan sumur air merupakan bagian dari program BAZNAS Lombok Barat di bidang kesehatan, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air.
Ketersediaan air memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Karena itu, BAZNAS Lombok Barat berupaya agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.
Kehadiran Camat Lembar dan Kepala Desa Labuan Tereng dalam survei ini juga menjadi bagian dari sinergi dan koordinasi dengan pemerintah setempat, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
BAZNAS Lombok Barat terus berkomitmen menghadirkan kerja nyata melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari ZIS, hadir manfaat. Dari kepedulian, lahir perubahan.
BERITA16/09/2026 | Humas
MTQ Nasional XXXI 2026, BAZNAS RI Hadirkan Edukasi Interaktif “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut meramaikan ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang, 12–19 September 2026, dengan menghadirkan booth edukasi digital bertajuk “Jelajah Dampak Zakat Nusantara.”
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., menyampaikan bahwa kehadiran booth tersebut menjadi salah satu inovasi BAZNAS dalam memperkenalkan manfaat zakat kepada masyarakat melalui pendekatan digital yang interaktif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurut Subhan, melalui “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, masyarakat dapat melihat berbagai kisah penyaluran zakat BAZNAS sekaligus memahami manfaat yang dirasakan oleh para penerima di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat dapat memberikan manfaat di berbagai wilayah Indonesia. Cerita-cerita tersebut kami hadirkan dengan format yang dekat dengan generasi saat ini,” jelas Subhan Cholid dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
MTQ Nasional dinilai menjadi momentum yang tepat untuk memberikan edukasi mengenai zakat dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan berbagai konten yang tersedia di booth.
Melalui layar sentuh, pengunjung dapat menjelajahi kisah penyaluran zakat dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, tersedia pula kuis harian yang dapat diikuti selama proses penjelajahan.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian, pengunjung berkesempatan mendapatkan digital passport serta kupon untuk memperoleh suvenir gratis.
Kehadiran “Jelajah Dampak Zakat Nusantara” menjadi upaya BAZNAS RI untuk menghadirkan edukasi zakat dengan pengalaman yang informatif, interaktif, dan menyenangkan, sekaligus memperlihatkan bagaimana zakat yang ditunaikan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima di berbagai penjuru Indonesia
BERITA16/09/2026 | Humas
BAZNAS RI dan BCA Syariah Hadirkan Dapur Umum bagi Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BCA Syariah menghadirkan dapur umum bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Dusun Asi, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dapur umum tersebut dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan makanan siap saji sekaligus membantu menjaga asupan gizi masyarakat terdampak. Sebanyak 1.405 penerima manfaat mendapatkan layanan makanan dari dapur umum ini. Dalam prosesnya, warga setempat juga dilibatkan untuk mendukung kegiatan memasak hingga pendistribusian makanan kepada para penyintas.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyampaikan apresiasi kepada BCA Syariah atas kepedulian serta kepercayaannya kepada BAZNAS dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS dan BCA Syariah merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
“BCA Syariah menjadi salah satu mitra strategis BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan kemanusiaan yang dipercayakan kepada BAZNAS telah kami salurkan kepada saudara-saudara kita di NTT melalui penyediaan makanan di Dapur Umum BAZNAS,” ujar Rizaludin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Sementara itu, Plt. Direktur Infak, Sedekah dan DSKL BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, menegaskan bahwa setiap bantuan yang diterima BAZNAS akan disalurkan dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat di wilayah terdampak.
“Setiap dukungan yang dipercayakan kepada BAZNAS kami kelola dan salurkan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lokasi bencana. Bantuan dari BCA Syariah ini diwujudkan dalam bentuk penyediaan makanan melalui Dapur Umum BAZNAS. Semoga bantuan ini memberikan manfaat langsung dan dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur,” jelas Fitriansyah.
Corporate Secretary BCA Syariah, Muhammad Fikri Hudaya, mengatakan keterlibatan BCA Syariah dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan sekaligus respons terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat NTT.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin hadir secara nyata membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas gempa di NTT, khususnya makanan yang layak. Kami berterima kasih kepada BAZNAS yang telah membantu menyalurkan bantuan melalui jaringan yang dimiliki, sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat berlangsung secara efektif dan tepat sasaran,” tutur Fikri.
BERITA16/09/2026 | Humas
BAZNAS Bersama LAN RI Bahas Kolaborasi Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjajaki kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dalam rangka memperkuat tata kelola serta kelembagaan BAZNAS. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih efektif dan akuntabel.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam audiensi BAZNAS RI bersama LAN RI yang berlangsung di Gedung LAN RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., mengatakan BAZNAS memiliki posisi strategis dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Menurut Zainut, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan penguatan kelembagaan dan pembenahan tata kelola BAZNAS secara menyeluruh. Penataan tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara BAZNAS pusat dan daerah, tetapi juga mencakup hubungan dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ), Kementerian Agama, serta kejelasan fungsi BAZNAS sebagai regulator dan operator.
“Potensi zakat nasional sangat besar dan BAZNAS memiliki peran penting dalam ekosistem pengelolaan zakat. Karena itu, penguatan kelembagaan menjadi bagian penting untuk memastikan potensi tersebut dapat dikelola secara optimal,” ujar Zainut.
Ia menjelaskan, penguatan kelembagaan juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam melaksanakan dan menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Hasil kajian bersama LAN nantinya diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis dalam proses penyusunan revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Kolaborasi dengan LAN menjadi langkah penting dalam menindaklanjuti putusan MK. Kami berharap kajian ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk mendukung revisi UU Pengelolaan Zakat, sehingga BAZNAS memiliki landasan hukum yang kuat dan mampu menjalankan fungsi regulator serta operator dengan lebih jelas,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Strategi Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Widhi Novianto, S.Sos., M.Si., menyatakan kesiapan LAN untuk mendukung BAZNAS melalui kajian dan analisis kelembagaan secara bersama-sama.
Widhi juga menyampaikan bahwa LAN dapat membantu melakukan survei persepsi masyarakat terhadap kelembagaan BAZNAS apabila diperlukan. Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat memiliki kaitan penting dengan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat.
Dalam penataan organisasi, Widhi menjelaskan terdapat tiga prinsip yang perlu menjadi perhatian. Pertama, structure follows strategy, yakni struktur organisasi harus disusun berdasarkan visi, misi, strategi, dan target kinerja yang hendak dicapai.
Kedua, agile organization, yaitu organisasi harus mampu beradaptasi dan merespons berbagai perubahan lingkungan strategis. Ketiga, compatible organization, yang berarti struktur dan ukuran organisasi perlu disesuaikan dengan kapasitas sumber daya yang dimiliki, baik SDM, anggaran, maupun sarana dan prasarana.
“Ketiga prinsip tersebut menunjukkan bahwa struktur organisasi bukan merupakan tujuan akhir, melainkan alat untuk memastikan strategi dapat dijalankan dan target kinerja dapat dicapai,” kata Widhi.
Penelaah Teknis Kebijakan LAN RI, Evy Trisulo Dianasari, S.H., M.H., menyampaikan bahwa BAZNAS tetap dapat berbentuk lembaga nonstruktural dengan karakteristik khusus atau sui generis.
Menurut Evy, karakteristik tersebut perlu diperjelas dalam rancangan perubahan undang-undang, terutama terkait independensi, dimensi religius, kewenangan pengelolaan zakat, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta pengelolaan sumber daya manusia.
Selain aspek kelembagaan, Evy menilai transparansi dan akuntabilitas juga perlu terus diperkuat. Hal tersebut penting karena BAZNAS mengelola dana yang bersumber dari masyarakat. Karena itu, partisipasi dan keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola kelembagaan BAZNAS.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Mulya Dwi Harto, Kepala Bagian Peraturan dan Produk Hukum Mohammad Indra Hadi, Kepala Divisi Riset, Kajian dan Pengembangan Muzaki Abdul Aziz Yahya Saoqi, serta jajaran terkait.
BERITA16/09/2026 | Humas
BAZNAS Bantu Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) ikut serta dalam upaya pencarian dan penyelamatan rombongan jurnalis yang kehilangan kontak di wilayah perairan Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian di area perairan Selat Sunda.
H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., selaku Pimpinan BAZNAS RI untuk Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, menyatakan bahwa keterlibatan BAZNAS adalah bagian dari respons kemanusiaan untuk mendukung pencarian dan penyelamatan.
“BAZNAS selalu berusaha hadir dalam situasi darurat dan kemanusiaan. Dalam keadaan seperti ini, kami mendukung pencarian dan penyelamatan bersama pihak-pihak terkait agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” ucap Idy dalam pernyataan tertulis.
BERITA14/09/2026 | Humas
BAZNAS RI Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi dengan meraih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan dengan skor 81,8 dan predikat Very Good oleh Majalah SWA Group dan Business Digest dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Capaian ini menjadi penghargaan kedua yang diterima BAZNAS setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa. Proses penilaian dilakukan secara ketat, dengan BAZNAS mendapatkan apresiasi atas kemampuannya dalam mengidentifikasi berbagai persoalan, merancang konsep program dan strategi, serta menghadirkan program yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen dan konsistensi BAZNAS dalam menjaga reputasi sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional.
Rizaludin menyampaikan bahwa penghargaan ini patut disyukuri karena menunjukkan adanya pengakuan publik terhadap BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki reputasi baik, citra positif, serta mampu menjalankan tata kelola secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa mempertahankan reputasi bukanlah hal yang mudah. Karena itu, seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari manajemen hingga amil dan amilat, diharapkan terus menjaga kepercayaan dan citra positif lembaga dalam setiap aktivitasnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga reputasi harus dibarengi dengan upaya menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kepercayaan publik perlu dijawab melalui pengelolaan zakat yang mampu memberikan kebaikan dan dampak positif, baik bagi muzaki maupun mustahik.
Rizaludin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki serta donatur yang selama ini telah mempercayakan zakat dan donasinya kepada BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia turut mengapresiasi para mustahik yang terus berkolaborasi dan berjuang bersama BAZNAS untuk membangun kemandirian serta menciptakan perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pimpinan, amil, dan amilat BAZNAS yang selama ini bekerja bersama dalam menjaga citra positif serta memperkuat reputasi lembaga.
Penghargaan Indonesia Most Reputable Companies Award 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, menjaga kepercayaan masyarakat, dan memperkuat keberlanjutan pengelolaan zakat di Indonesia.
BERITA14/09/2026 | Humas
Perkuat Kolaborasi Kemanusiaan, Akulaku Group Salurkan Rp75 Juta untuk Penyintas Gempa NTT melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima infak kemanusiaan sebesar Rp75 juta dari PT Akulaku Finance Indonesia, PT Akulaku Silvrr Indonesia, dan PT Bank Neo Commerce Tbk yang tergabung dalam Akulaku Group. Bantuan itu diserahkan untuk mendukung program kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diserahterimakan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Masing-masing perusahaan menyumbang Rp25 juta. Dana ini diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Menanggapi aksi solidaritas tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan komitmen Akulaku Group. Menurutnya, dukungan ini menjadi bukti nyata gotong royong dan kepedulian sosial saat menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian Akulaku Group yang telah memercayakan penyaluran bantuan kemanusiaan ini melalui BAZNAS RI. Dukungan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS RI dan Akulaku Group dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis.
Rizaludin berharap langkah kolaboratif Akulaku Group dapat mendorong perusahaan lain di Indonesia untuk ikut membantu saudara-saudara yang membutuhkan. Ia juga menegaskan bahwa bantuan ini menegaskan komitmen jangka panjang Akulaku Group dalam mendukung program kemanusiaan dan penyaluran dana sosial keagamaan yang dikelola BAZNAS RI.
“Bantuan ini akan segera kami distribusikan secara tepat sasaran untuk membantu proses pemulihan serta memenuhi kebutuhan mendasar para penyintas bencana gempa di Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.
Direktur Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM, menyatakan bantuan dari Akulaku Group diharapkan mempercepat pemulihan dan meringankan beban korban agar kondisi di wilayah terdampak segera membaik.
“Kami mendoakan agar Akulaku Group semakin maju, tumbuh, dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui program-program kemanusiaan ini,” kata Fitriansyah.
Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia, Edy Salim, menjelaskan bantuan ini ditujukan untuk mengurangi dampak besar gempa di NTT sekaligus menjadi wujud kepedulian dan solidaritas kepada korban. Bersama BAZNAS RI, fokus dukungan adalah pemenuhan kebutuhan dasar penyintas: dapur umum, layanan kesehatan, air bersih, dan pembangunan hunian sementara.
“Kolaborasi kebaikan bersama BAZNAS RI telah kami lakukan sejak 2023. Kami percaya ketika dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat bergerak bersama, dampak yang dihadirkan akan lebih luas dan berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Data per 7 September 2026 mencatat BAZNAS telah mendistribusikan 79.450 porsi makanan melalui 14 titik dapur umum, mengoperasikan fasilitas penyedia air di delapan lokasi, dan memberikan layanan kesehatan kepada 619 pasien di sembilan wilayah. Selain itu, BAZNAS merampungkan pembangunan empat masjid darurat, satu sekolah darurat, lima unit hunian sementara, dan satu jembatan darurat; serta menyalurkan 1.083 paket logistik keluarga, 553 paket hygiene kit, 51 lembar terpal; memberikan dukungan psikososial untuk 135 jiwa; dan menyediakan satu unit fasilitas internet serta pengisian daya gawai gratis.
Hadir dalam penyerahan bantuan antara lain Kepala Divisi CSR BAZNAS RI Budi Setiawan, Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI Fahruddin, Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia Herryson, serta Direktur Operations & IT PT Bank Neo Commerce Adrian Soewardjo.
BERITA14/09/2026 | Humas
BAZNAS Lombok Barat Gandeng Yayasan Islamic Relief Bangun Rumah Layak Huni bagi Yatim dan Dhuafa
LOMBOK BARAT — Upaya menghadirkan hunian yang layak dan aman bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Lombok Barat memasuki babak baru. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Relief Islami Indonesia atau Islamic Relief Indonesia untuk melaksanakan program pembangunan rumah bagi keluarga yatim dan dhuafa.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pembangunan Rumah Keluarga Yatim dan Dhuafa di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang ditandatangani pada Rabu, 14 September 2026, di Kabupaten Lombok Barat.
Penandatanganan kerja sama menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan organisasi kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dari pihak BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, perjanjian ditandatangani oleh TGH Muhammad Taisir Al-Azhar, Lc., MA, selaku Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat. Sementara pihak Yayasan Relief Islami Indonesia diwakili oleh Teuku Candra Kirana, selaku Head of Operation Yayasan Relief Islami Indonesia.
Rumah Layak Huni untuk Keluarga yang Membutuhkan
Dalam perjanjian tersebut, para pihak sepakat bekerja sama dalam pembangunan rumah layak huni dan aman gempa bagi keluarga yatim dan dhuafa di wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Program ini diharapkan tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga memberikan rasa aman, kenyamanan, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
Kebutuhan akan hunian yang layak menjadi persoalan penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui kolaborasi ini, dana dan sumber daya yang dimiliki masing-masing lembaga diharapkan dapat disinergikan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tingkat keluarga.
BAZNAS Kabupaten Lombok Barat sendiri merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki tugas menerima dan menyalurkan zakat serta infak kepada mustahik yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Sementara itu, Yayasan Relief Islami Indonesia merupakan organisasi kemanusiaan dan pembangunan yang bergerak secara independen. Dalam dokumen kerja sama tersebut disebutkan bahwa program Islamic Relief mencakup sejumlah bidang kemanusiaan dan pembangunan.
Kolaborasi untuk Memperluas Manfaat
Kerja sama BAZNAS Lombok Barat dan Islamic Relief Indonesia menunjukkan bahwa penanganan persoalan sosial membutuhkan kolaborasi lintas lembaga.
Dengan menggabungkan kekuatan lembaga zakat dan organisasi kemanusiaan, program pembangunan rumah diharapkan dapat menjangkau keluarga-keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Penandatanganan PKS ini pun menjadi momentum penting untuk memastikan program berjalan secara terarah, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Lebih dari sekadar pembangunan rumah, program tersebut membawa pesan bahwa keluarga yatim dan dhuafa berhak mendapatkan tempat tinggal yang aman dan manusiawi.
Bagi masyarakat penerima manfaat, rumah yang dibangun nantinya bukan hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga ruang untuk membangun kembali harapan dan kehidupan keluarga yang lebih baik.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari semakin banyaknya program kemanusiaan yang dapat diwujudkan melalui sinergi BAZNAS Kabupaten Lombok Barat bersama para mitra kemanusiaan.
Dari zakat dan kepedulian, lahir hunian yang aman; dari hunian yang layak, tumbuh harapan baru bagi keluarga yatim dan dhuafa di Lombok Barat.
BERITA14/09/2026 | Arfi, Humas Baznas Lobar

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.
Lihat Daftar Rekening →