Berita Terbaru
LAZNAS Syarikat Islam Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS
Ketua Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syarikat Islam, H. David Chalik memuji perkembangan signifikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam beberapa tahun dalam menjalankan tugasnya mengelola dana umat.
“Saya bangga melihat perkembangan BAZNAS saat ini. Artinya dibandingkan dengan satu dekade yang lalu, BAZNAS yang sekarang memang agresif dan inovatif untuk melakukan tugasnya mengelola dana umat melalui ragam program dan inovasi yang disiapkan,” ujar David Chalik saat Rapat Kerja Nasional (Rakornas) LAZ se-Indonesia di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Menurut David Chalik, peran BAZNAS dalam mengelola dana umat sangat penting, terlebih untuk LAZ-LAZ baru seperti Syarikat Islam. Katanya, BAZNAS sudah seperti induk dan rumah bagi LAZNAS Syarikat Islam.
“Kami sebagai sebagai LAZNAS yang baru lahir jadi merasa mempunyai induk, walaupun tidak terafiliasi langsung, tapi jelas ada arahannya, bimbingannya, dan rumahnya,” katanya.
David Chalik mengapresiasi BAZNAS yang terus semangat untuk menjadikan lembaga zakat yang ada di Indonesia untuk taat dan tertib dalam pengumpulan dan pengelolaan zakatnya. Semangat tersebut penting ditanamkan kepada setiap lembaga zakat di seluruh Indonesia.
“Terus meningkatkan kesadaran ini yang penting, yang jadi akhirnya ke depannya LAZ di seluruh Indonesia semuanya siap menjadi lembaga amil zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Dia mengakui bahwa sebagai lembaga zakat yang baru lahir, LAZNAS Syarikat Islam banyak belajar dari BAZNAS terkait inovasi program pengumpulan maupun pendistribusian. Banyak program-program yang dimiliki Syarikat Islam yang terinspirasi dari BAZNAS.
“Inovasi-inovasi yang kami lakukan tidak hanya dari sisi pengumpulannya, tetapi juga pendistribusiannya baik program-program ekonomi, pemberdayaan umat, beasiswa, tebar beras, hingga dukungan untuk ustaz-ustazah di pedalaman,” ungkapnya.
David Chalik berharap, BAZNAS lebih rutin menggelar pertemuan yang memperkuat koordinasi LAZ se-Indonesia, sehingga upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin mudah dilakukan.
“Acara seperti ini sangat bagus dan penting sebagai ajang saling support dan kolaborasi, karena sekarang era kolaborasi. Kekuatan itu tidak datang dari masing-masing, tetapi dari kolaborasi supaya bisa saling menguatkan,” pungkasnya.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Segera Daftar, Beasiswa Santri BAZNAS Tahun 2024 Sudah dibuka
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Indonesia. BAZNAS bertanggung jawab dalam penyaluran dana tersebut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi. Salah satu program unggulannya adalah Beasiswa Santri, yang bertujuan untuk mendukung pendidikan para santri di berbagai pesantren di Indonesia.
Pada tahun 2024 ini, BAZNAS kembali membuka pendaftaran Beasiswa untuk 10.000 Santri diseluruh indonesia, bagi para santri yang memenuhi syarat. Program beasiswa ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan para santri, serta memberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pendidikan yang layak. Pendaftaran sudah dibuka dan akan berlangsung hingga 25 Oktober 2024.
Para santri yang berminat dapat mengajukan pendaftaran secara online melalui situs resmi BAZNAS. Persyaratan dan informasi lebih lanjut terkait beasiswa ini dapat dilihat di panduan yang sudah disiapkan dibawah.
Beasiswa Santri BAZNAS adalah beasiswa persiapan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Favorit yang diperuntukkan bagi santri aktif berprestasi dan/atau dari kalangan dhuafa yang sedang menempuh pendidikan formal di kelas 12 tingkat Madrasah Aliyah/Sederajat. Beasiswa diajukan secara kolektif oleh pihak Pesantren.
????Fasilitas Beasiswa:
1. Biaya persiapan masuk PTN sebesar Rp4.000.000,- untuk setiap santri
2. Kegiatan Pembinaan
Persyaratan Umum
Santri warga Negara Indonesia
Santri berasal dari Pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama, dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP)
Santri adalah siswa aktif kelas 12 MA/Sederajat di sekolah formal, dibuktikan dengan Surat Keterangan Aktif
Santri memiliki akhlak terpuji dan layak mengikuti seleksi program Beasiswa Santri BAZNAS dan direkomendasikan oleh Pimpinan Pesantren
Santri memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman
Santri memiliki prestasi akademik dan non akademik dengan melampirkan rata-rata nilai rapor, sertifikat atau piagam penghargaan
Persyaratan Khusus
Santri yang diajukan merupakan santri berprestasi dari keluarga dhuafa, namun santri umum yang berkeinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/Favorit diperbolehkan
Santri telah mendapat izin dan persetujuan dari orang tua/wali untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/Favorit
Santri tidak terikat kewajiban pengabdian di pesantren setelah lulus dari tingkat MA/Sederajat
Santri bersedeia mengikuti seluruh rangkaian program Beasiswa Santri BAZNAS tahun 2024
Jika lulus sebagai peserta beasiswa, santri tidak diperkenankan menerima beasiswa lain yang serupa
Persyaratan Dokumen
Proposal disertai lampiran dokumen:
1). Izin Operasional Pesantren dari kementerian Agama
2). Piagam Statistik Pesantren terlampir NSP (Nomor Statistik Pesantren)
3). Struktur Organisasi Pesantren
4). SK Pengangkatan Pimpinan
5). Foto KTP Pimpinan
6). Foto Buku Rekening Pesantren
7). NPWP Pesantren
8). Sertifikat Akreditasi Sekolah
9). Surat Keterangan Aktif Sekolah
10). Surat Keterangan Tidak Ada Kewajiban Mengabdi
11). Dokumentasi Bangunan/Gedung Pesantren
Data Terpadu Santri (DTS)
Berisi data individu, data sekolah, dan data Kampus Tujuan
Strategi Pelaksanaan Program
a) Rencana pelaksanaan program
b) Data Santri ajuan
c) Data lulusan 3 (tiga) tahun terakhir
d) Rencana Anggaran Biaya (RAB)
ormat dokumen Persyaratan dapat diunduh di tombol dibawah, di tata cara pendaftaran
Tata Cara Pendaftaran
Langkah 1:
Pesantren pendaftar mempelajari petunjuk teknis pendaftaran dan mengunduh dokumen format persyaratan pada link di bawah ini:
https://drive.google.com/drive/folders/11os1bnz_jGo0ndm6SXa586VXORPAF4o-
Langkah 2:
Pesantren pendaftar mengisi formulir online dan mengupload seluruh dokumen pesyaratan sesuai format melalui link di bawah ini:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdAJKutkXRx70BMShaDTmyl6VdmHoYrltDBYPWpLBxpDr3txA/viewform?pli=1
Timeline:
Pendaftaran di buka 15-25 Oktober 2024
Seleksi Administrasi 28 Oktober - 8 November 2024
Seleksi Substansi 11-15 November 2024
Pengumuman SK Kelulusan 25 November 2024
#BerkahBerzakat #GerakanCintaZakat
#BAZNASINDONESIA #BeasiswaSantriBAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Rakornas LAZ Se-Indonesia, BAZNAS Dorong Penguatan Tiga Pilar Utama Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong tiga pilar utama dalam penguatan pengelolaan zakat di tanah air. Ketiga hal tersebut yaitu sumber daya manusia (SDM) profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia di Jakarta, pada Selasa (15/10/2024).
Menurut Rizaludin, tanpa dukungan SDM berkualitas, teknologi yang kuat, serta infrastruktur yang solid, Lembaga Amil Zakat (LAZ) akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini.
"Lembaga zakat harus memiliki tim yang kompeten, memiliki integritas, serta mampu mengikuti perkembangan tren dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Selain itu, SDM juga perlu dibekali dengan pelatihan berkelanjutan untuk menjaga kualitas pelayanan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Rizaludin menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, LAZ harus fokus pada inovasi layanan dan penggunaan teknologi agar bisa mengelola zakat secara efisien tanpa “menjual air mata mustahik”. Hal ini akan menciptakan kenyamanan dan kepuasan bagi para muzaki (pemberi zakat) sehingga semakin banyak yang percaya pada lembaga zakat di Indonesia.
“Organisasi pengelola zakat bukan sekadar menghimpun dana, melainkan menawarkan jasa pengelolaan amal yang profesional,” katanya.
Rizaludin juga menyoroti pentingnya SDM yang profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, tanpa dukungan SDM berkualitas dan teknologi yang kuat, LAZ akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini.
Rizaludin menekankan bahwa ada beberapa isu strategis yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah literasi zakat, kinerja fundraising, layanan pasca donasi, kualitas SDM fundraising, digitalisasi, dan branding kelembagaan. Hal ini dianggap penting agar zakat dapat dihimpun dengan lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Perwakilan LAZ Rabbani, Muhammad Faried, menyoroti tantangan literasi zakat di Indonesia. Menurutnya, minat baca masyarakat Indonesia yang rendah menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan kesadaran akan zakat. Faried menjelaskan bahwa di era media sosial, masyarakat lebih suka konten visual yang singkat dan padat, sehingga edukasi zakat harus disesuaikan dengan tren ini.
Sebagai solusi, Faried menyampaikan bahwa LAZ Rabbani telah mulai membuat konten-konten edukatif yang ringkas dan menarik untuk diunggah di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Namun, ia mengakui bahwa dampaknya masih kecil karena konten tersebut belum didukung dengan promosi berbayar (ads) yang lebih luas. “Kami berusaha untuk terus meningkatkan literasi zakat di masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan Faried, pimpinan LAZ Al-Hilal, Iwan Setiawan, membahas tantangan dalam fundraising. Menurutnya, strategi penggalangan dana melalui WhatsApp (WA) yang telah digunakan selama beberapa tahun kini mulai menunjukkan kejenuhan. Selain itu, ia menambahkan bahwa pelemahan ekonomi nasional juga berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk berdonasi melalui lembaga zakat.
"Penurunan fundraising Lembaga pengelolaan zakat terjadi karena beberapa hal yaitu kejenuhan strategi WA fundraising (internal), masyarakat memilih donasi di kegiatan lembaga terdekat, bahkan tetangga/keluarganya, pelemahan ekonomi nasional, menurunnya berdonasi ke lembaga. Hal itu tentu harus kita carikan solusi bersama," paparnya.
Jajang Nurjaman, pimpinan LAZ Daarut Tauhid, menyoroti pentingnya kepedulian yang didasarkan pada tauhid dalam pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa semakin kuat keimanan seseorang, semakin besar kepeduliannya terhadap sesama.
“Sebagaimana disebutkan dalam hadits, ‘Tidaklah beriman seseorang yang kenyang semalaman, sementara tetangganya kelaparan,’ kepedulian yang kita tanamkan harus berasal dari iman,” ungkap Jajang.
Jajang menambahkan bahwa kepedulian tidak diukur dari banyaknya donasi yang diberikan, melainkan dari pemahaman bahwa di dalam harta seseorang terdapat hak bagi mustahik. Dengan memahami ini, para muzaki akan lebih terdorong untuk memberikan zakat mereka dan memperkuat tauhid mereka dalam prosesnya.
Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia berlangsung pada Selasa, 15 Oktober 2024, di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh pimpinan LAZ dari seluruh Indonesia dengan agenda utama membahas strategi pengelolaan zakat untuk mencapai target nasional dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penghimpunan zakat.
Rakornas juga membahas pentingnya inovasi dalam layanan zakat. Dalam era digital, LAZ didorong untuk memanfaatkan teknologi agar pengelolaan zakat lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengan teknologi yang tepat, penyaluran dana zakat dapat dilakukan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan mustahik di berbagai daerah.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat Bersama 167 Perwakilan LAZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional dengan 167 perwakilan Lembaga Amil Zakat (Rakornas LAZ 2024) dari seluruh Indonesia, pada 14-16 Oktober 2024.
Rakornas LAZ 2024 diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat integrasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara nasional.
Turut hadir membuka acara, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua Umum MUI Dr. K.H. Marsudi Syuhud, MM., Direktur Eksekutif KNEKS: KH. Sholahudin Al Aiyub, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI, Direktur Eksekutif POROZ Nur Hasan, serta 167 perwakilan LAZ dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan terima kasih kepada seluruh LAZ yang telah hadir, kemudian menjelaskan urgensi untuk bersinergi dalam memaksimalkan potensi zakat di Indonesia demi mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan umat.
“Kami sangat berharap agar nanti masing-masing LAZ mempunyai kekuatan sendiri-sendiri. Potensi zakat kita sekarang di Indonesia lebih dari Rp300 triliun, tetapi kemarin kita baru bisa mendapatkan 41 triliun untuk 2024, insya Allah,” ujar Kiai Noor, di Jakarta, Selasa, (15/10/24).
"Saya berharap, dalam Rakornas LAZ kali ini, BAZNAS dan LAZ dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dalam menyongsong tahun 2025 mendatang. Insya Allah apa yang kita lakukan ini mengikuti jejak-jejak amirul mukminin," ucapnya.
Rakornas LAZ ini pun disambut baik oleh Sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU Moesafa S.Fil.I.
Menurutnya, sebagai LAZ dengan pengumpulan terbanyak, LAZISNU mendukung sinergi pengelolaan zakat pada LAZ seluruh Indonesia.
Moesafa berharap akan ada satu data gabungan dari seluruh LAZ untuk menghindari ‘overlapping’ dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat nantinya.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU), Ahmad Imam Mujadid Rais M. IR. Beliau menyebut upaya ini merupakan tugas besar yang membutuhkan gotong royong dari seluruh stakeholder terkait.
“Saya kira kunci pentingnya adalah bagaimana BAZNAS bisa mengorkestrasi LAZ-LAZ yang berbagai macam ini,” tuturnya.
Demikian juga Wakil Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Assalam fil Alamin (LAZIS ASFA), Anizar Masyhadi menyampaikan, sinergi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS merupakan langkah yang baik untuk melihat dan memaksimalkan tiap potensi yang ada di LAZ seluruh Indonesia.
“Perlu dilakukan pembagian tugas misalnya (lembaga) siapa yang pos kemanusiaannya besar, (lembaga) siapa yang pos pendidikannya lebih besar. Agar tidak terfokus pada salah satu bidang saja,” pungkasnya.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Menlu Retno Lepas Bantuan Kemanusiaan BAZNAS untuk Sudan dan Palestina
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Retno L.P Marsudi melepas bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk masyarakat Sudan, dan Palestina, di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (14/10/2024).
Bantuan ini merupakan gabungan dari bantuan pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan RI, juga bantuan masyarakat Indonesia yang disalukran melalui BAZNAS.
Turut hadir dalam pelepasan bantuan tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
Menlu Retno menjelaskan, bantuan yang dikirimkan tersebut akan disalurkan melalui Jordan Hashimite Charity Organization (JHCO).
Tidak hanya itu, Menlu Retno juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait tantangan dari setiap negara yang diberikan bantuan.
"Korban di Gaza saat ini telah mencapai lebih dari 42.000 orang, 495 ribu orang mengalami kelaparan, dan terdapat wabah polio sejak awal September 2024. Di Yaman, terdapat korban banjir sebanyak lebih dari 258 ribu orang. Sementara di Sudan, banyak terjadi kelaparan sebab adanya konflik yang terjadi di sana," paparnya.
"Bentuk tantangan dari berbagai negara berbeda-beda, ada yang karena bencana banjir, wabah penyakit, dan juga konflik. Sebagai bentuk solidaritas maka tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat melalui BAZNAS memberi bantuan solidaritas kita ke tiga negara tersebut," jelas Menlu Retno.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, BAZNAS RI selalu konsisten menyalurkan bantuan kepada Sudan, dan Palestina secara transparan dan penuh tanggung jawab.
“BAZNAS RI selalu konsisten membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina, Yaman, dan Sudan, karena ini juga bagian dari apa yang diberikan oleh masyarakat untuk dibantukan kepada negara-negara tersebut,” ujar Kiai Noor.
"Saat ini banyak terjadi kelaparan. Apalagi saat ini masuk musim dingin dan ada pula wabah polio," kata Kiai Noor.
"Sudan ini ternyata sangat membutuhkan, karena konflik di antara mereka telah menimbulkan kelaparan dan kematian. Kemudian di Yaman di samping ada konflik, ada juga bencana yang luar biasa itu," tambah Kiai Noor.
Kiai Noor menyampaikan, saat ini BAZNAS masih terus melakukan penerimaan donasi untuk negara-negara tersebut.
“Kami sudah menyampaikan kepada Bu Menlu, Bapak Menko PMK, dan Kepala BNPB kalau ada apa-apa terkait dengan bantuan ke negara-negara tersebut, insya Allah BAZNAS RI siap," pungkasnya.
Pesawat yang membawa sekitar 50,5 ton bantuan tersebut akan berangkat pada pukul 01.00 WIB dini hari kemudian transit di Fujairah United Emirat Arab. Simbolisasi penyerahan akan dilakukan di Yaman dan dilanjutkan dengan pendistribusian bantuan lewat darat.
BERITA15/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Kirim Bantuan Obat-Obatan, Selimut, Jaket untuk Sudan dan Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengirim bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan sebanyak 2 ton untuk Sudan, 2000 selimut dan 2000 jaket musim dingin untuk Palestina, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian dari rakyat Indonesia.
Hadir dalam pelepasan bantuan kemanusiaan antara lain, Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto S.Sos., M.M di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (14/10/2024).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa BAZNAS RI selalu konsisten menyalurkan bantuan kepada Sudan, dan Palestina secara transparan dan penuh tanggung jawab.
“BAZNAS RI selalu konsisten membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina dan Sudan, karena ini juga bagian dari apa yang diberikan oleh masyarakat untuk dibantukan kepada negara-negara tersebut,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor mengatakan, BAZNAS RI selalu berupaya untuk berada di garis depan dalam membantu umat yang tengah menghadapi krisis. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian umat Islam di Indonesia kepada sesama saudara Muslim di dunia, sesuai dengan amanah zakat, infak, dan sedekah yang telah dipercayakan.
Kiai Noor menyampaikan, saat ini BAZNAS masih terus melakukan penerimaan donasi untuk negara-negara tersebut.
“Kami sudah menyampaikan kepada Bu Menlu, Bapak Menko PMK, dan Kepala BNPB kalau ada apa-apa terkait dengan bantuan ke negara-negara tersebut, insyaAllah BAZNAS RI siap,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menambahkan bahwa Indonesia akan terus berada di jalur kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
“Kita akan terus memberikan bantuan untuk berikutnya untuk negara-negara tersebut. Mudah-mudahan bisa diterima dengan baik sehingga dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Yaman, Sudan, dan Palestina atas musibah yang mereka alami,” pungkasnya.
BERITA15/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Wujudkan Indonesia Emas, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia tahun 2024, sebagai bentuk pemanfaatan dana zakat untuk pendidikan dalam mendukung visi Indonesia Emas.
Peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia tahun 2024 berlangsung secara daring di kanal Youtube BAZNAS TV, Kamis (10/10/2024).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Wakil Kepala Perwakilan KBRI Moskow Berlian Helmy.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. menyampaikan, peluncuran beasiswa ini adalah wujud kolaborasi strategis antara BAZNAS dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia, sekaligus menjadi upaya mendukung terwujudkan Indonesia Emas yang dicita-citakan
"Kerja sama antara BAZNAS dan KBRI Rusia memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat kelulusan mahasiswa Indonesia di Rusia dan membentuk karakter ke-Indonesiaan yang kuat yang memiliki keilmuan bertaraf internasional yang dibutuhkan di era persaingan global," ujar Kiai Noor.
"Dipilihnya negara Rusia dalam program beasiswa ini karena Rusia memiliki potensi besar sebagai destinasi pendidikan, dengan keunggulan di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan keterbukaan Rusia terhadap mahasiswa Indonesia, kami berharap program beasiswa ini dapat semakin mempermudah mahasiswa untuk meraih pendidikan berkualitas," lanjutnya.
Kiai Noor menjelaskan, melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia ini, BAZNAS berharap dapat mencetak ilmuwan-ilmuwan handal yang berpengaruh di Indonesia maupun di dunia internasional. Program ini bukan hanya soal memberikan dana, tetapi juga soal membentuk para mahasiswa menjadi pejuang ilmu yang nantinya akan berperan penting dalam membangun Indonesia.
Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI Imdadun Rahmat menyampaikan, Program Beasiswa Cendekia ini merupakan salah satu prioritas BAZNAS.
"Program Beasiswa adalah salah satu cara strategis untuk mengangkat mustahik menjadi muzaki. Harapan kami, melalui beasiswa ini, para mahasiswa yang kita dampingi akan segera naik kelas menjadi muzaki dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Imdadun menjelaskan, Program Beasiswa Cendekia BAZNAS ini mencakup pendidikan dari jenjang S1, S2, hingga S3, dengan prioritas utama diberikan kepada alumni pesantren yang mengambil jurusan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) . Namun, beasiswa ini juga terbuka untuk mahasiswa non-pesantren dan di luar jurusan STEM.
"Kami fleksibel dalam memberikan beasiswa ini, dengan harapan bahwa semakin banyak mahasiswa Indonesia yang dapat terlibat dalam mencetak prestasi di Indonesia maupun di luar negeri," tambah Imdadun.
Lebih lanjut, Imdadun memaparkan, untuk tahun 2024, BAZNAS mengalokasikan kuota hingga 100 mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa ini, dan jumlah tersebut bisa bertambah sesuai dengan evaluasi dan kebutuhan.
Imdadun juga menyampaikan, program beasiswa ini juga menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata BAZNAS dalam meringankan beban hidup para mahasiswa di luar negeri, terutama di Rusia.
"Kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan semakin memperkuat peran BAZNAS dalam mendukung pendidikan anak bangsa di luar negeri dengan membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga fokus pada studinya," tutupnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Moskow Berlian Helmy, dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif strategis ini.
"Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia di Rusia. Beasiswa ini sangat membantu meringankan beban mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari serta memacu semangat mereka untuk berprestasi akademik," katanya.
Menurutnya, beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk fokus pada capaian akademik yang tinggi.
"Kami di KBRI Moskow akan terus memantau perkembangan mahasiswa penerima beasiswa dan memberikan laporan terkait keberhasilan program ini. Dengan dukungan beasiswa ini, diharapkan juga mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali ke tanah air untuk berkontribusi," pungkasnya.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
PT Bank Nano Syariah Tunaikan Zakat Penghasilan Karyawan melalui BAZNAS RI
PT Bank Nano Syariah menyerahkan zakat penghasilan karyawan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebesar Rp40 juta dari 358 muzaki.
Penyerahan zakat penghasilan karyawan tersebut diselenggarakan di Kantor Nano Bank Syariah, Jakarta, Kamis (10/10/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Direktur Utama PT Bank Nano Syariah Halim, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr KH Noor Achmad, MA dalam sambutannya menyambut baik zakat penghasilan karyawan yang diberikan PT Bank Nano Syariah. Menurutnya, zakat yang disalurkan karyawan PT Bank Nano Syariah dapat menumbuhkan rasa kepedulian.
"Penyerahan zakat penghasilan karyawan ini merupakan bentuk kepedulian dari manajemen dan karyawan PT Bank Nano Syariah untuk membantu sesama," kata Kiai Noor.
Kiai Noor pun berharap zakat yang diserahkan para muzaki dapat memberikan keberkahan kepada karyawan dan perusahaan PT Bank Nano Syariah. Hal ini dikarenakan zakat merupakan salah satu cara untuk membersihkan harta seseorang.
"Semoga karyawan Bank Nano Syariah sehat dan mendapatkan keberkahan serta amanah dalam menjalankan tugasnya," imbuh Kiai Noor.
Pada kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah Karyawan PT. Bank Nano Syariah.
Menurut Kiai Noor, penandatanganan PKS ini bertujuan agar terjalinnya silaturahim dengan mitra pengumpulan, menambahnya zakat karyawan di lingkungan instansi serta menjadikan peluang penambahan mitra pengumpulan dari segmen
perbankan.
"Melalui kerjasama ini, diharapkan mampu menjadi wadah silaturahmi dan bertambahnya zakat karyawan PT. Bank Nano Syariah," jelas Kiai Noor.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Nano Syariah Halim mengatakan, zakat yang diberikan merupakan inisiatif dari karyawan untuk dapat berbagi kepada sesama.
"Bank Nano Syariah memobilisasi 350 karyawan terkumpul 40 juta tetapi kita dari perusahaan menggenapi menjadi 100 juta," kata dia.
"Ini merupakan inisiatif yang dilakukan dari teman-teman karyawan Bank Nano Syariah agar karyawan memiliki rasa untuk berbagi," imbuhnya.
Acara ini juga dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Makhdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan Faisal Qosim, Kepala Divisi Pengumpulan ZKL Mohan, Kepala Divisi Bank Zakat BAZNAS RI Noor Aziz.
Selain itu, hadir Kepala Divisi Deposit Investment Product Development Benny Baryanto, Corporate Banking Funding Division Head Laily Kodariyah, Sales dan Distribution Enablemen Division Head Shanty Kurniawati Purwaningrum, Human capital management dan general affair Group head Tanu Anggara, Kepala Divisi Digital Ecosystem Dwi Joko Ristiyono.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Dr. Muchlis: ISF dan BAZNAS International Forum Disiapkan untuk Perkokoh Solidaritas Dunia Islam
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkomitmen memperkuat solidaritas dunia Islam dengan mengadakan BAZNAS International Forum dan menjalin kolaborasi aktif dengan Islamic Solidarity Fund (ISF).
Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA. dalam Pembukaan Rapat Kerja dan Evaluasi di Lingkungan Sekretariat Utama, Bogor, Rabu (9/10/2024).
Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA. menyampaikan, BAZNAS International Forum menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi BAZNAS di tingkat internasional dan memperdalam kontribusinya dalam isu-isu kemanusiaan, khususnya di Palestina.
"Untuk mendukung hal ini, kita akan secara aktif menjalin kunjungan dan kerjasama ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah yang menjadi perwakilan tetap kita di OKI untuk meningkatkan partisipasi Indonesia," ucap Muchlis.
Lebih lanjut, Muchlis mengatakan, salah satu agenda besar yang akan diusung BAZNAS di forum internasional ini adalah solidaritas kemanusiaan bagi Palestina.
Muchlis menambahkan, krisis kemanusiaan di Gaza terus berkembang dengan eskalasi yang mengkhawatirkan. Dalam pandangan dunia internasional, situasi di Gaza semakin kritis, dan peran BAZNAS dalam merespons krisis ini sangat penting.
"Kami akan mengedepankan solidaritas kemanusiaan untuk negara-negara lain, terutama Palestina. Bersama dengan mitra-mitra di luar negeri, kita akan berkolaborasi untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita di Palestina," ucapnya.
Menurutnya, forum ini juga akan menjadi penanda peran penting BAZNAS sebagai pelaksana teknis keanggotaan Indonesia di Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC. Hal inimenegaskan posisi strategis BAZNAS dalam kerangka kerja sama internasional yang lebih luas, khususnyadengan Organisasi Kerjasama Islam (OIC).
“Dalam forum ini, juga akan dibahas sejumlah kerjasama BAZNAS-OIC ke depannya yang diharapkan dapat memberikandampak yang lebih besar dalam upaya bantuankemanusiaan, baik di Indonesia maupun negara-negara lainnya yang membutuhkan,” tambahnya.
Muchlis berharap, BAZNAS International Forum yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan November mendatang, dapat menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk memperkuat peran globalnya, terutama dalam mendukung kemanusiaan di Palestina. Dengan mengedepankan kolaborasi lintas negara, BAZNAS siap menjadi pilar solidaritas dunia Islam di masa depan.
"Dengan persiapan matang dan sinergi yang kuat, BAZNAS siap menjalankan peran penting ini," pungkasnya.
Sebelumnya, BAZNAS telah mengadakan kunjungan resmi ke beberapa negara untuk memperkuat jaringan kerja sama dalam penyaluran bantuan ke Palestina. Kunjungan ini meliputi pertemuan dengan mitra-mitra strategis seperti Bayt Zakat Al-Azhar di Mesir, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) dan UNRWA di Yordania, serta Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC di Saudi Arabia.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa zakat berperan penting dalam menangani krisis kemanusiaan global.
Hal itu disampaikan Prof Nadra pada Seminar “Muslim Philanthropy and Humanitarian Aid: Prospects and Challenges”
di Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Rabu, (9/10/2024).
Menurut Prof Nadra, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah selalu konsisten mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Oleh karena itu, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik yang terjadi di Palestina.
"Sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan dan aksi nyata, BAZNAS merespons cepat dengan mengadakan bantuan Kemanusiaan Membasuh Luka Palestina," kata Prof Nadra.
Prof Nadra memaparkan, penggalangan infak kemanusiaan membasuh luka Palestina dari BAZNAS RI sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024 telah mencapai Rp311,9 miliar. Selain itu, nantinya BAZNAS juga akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat kondisi di Gaza Palestina telah kondusif. Maka, BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga BAZNAS tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
"Alhamdulillah atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia telah terkumpul sejumlah Rp311,9 miliar untuk masyarakat Palestina sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024. Di samping itu, BAZNAS juga selalu berupaya memastikan penyaluran infak kemanusiaan dilakukan secara transparan dan akuntabel," kata Prof Nadra.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan BAZNAS untuk Palestina dikirimkan melalui jalur udara dan laut. BAZNAS, kata Prof Nadra, juga telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, TNI, dan KBRI Mesir untuk mengirimkan bantuan.
"Untuk mempermudah penyaluran, BAZNAS juga bekerja sama dengan lembaga di Mesir dan Yordania yaitu melalui lembaga-lembaga yang terbagi menjadi beberapa tahap," katanya.
Dia menambahkan, BAZNAS akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat keadaan kondusif di Gaza, Palestina. Kemudian BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
Turut hadir dalam acara Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Prof. Dr. Zulkifli, M.A, Ketua LP2M, Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D, Peace Research Institute Oslo Dr. Kaja Borchgrevink, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muh. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc, PhD dan President of Human Initiative Tomy Hendrajati.
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Raih Penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024, yang diadakan Business Digest bersama Majalah SWA, di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan terbaik kepada muzaki. Tak hanya itu, prestasi ini juga makin mengukuhkan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang terus berinovasi dalam melayani muzaki, demi mendapat kepuasan dan keberlanjutan hubungan dengan para donatur.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM menyampaikan rasa syukurnya atas kinerja BAZNAS yang mampu meneruskan catatan positif sehingga dapat meraih penghargaan nasional.
Menurutnya, penghargaan ini juga menjadi salah satu bukti pengelolaan zakat di Indonesia mendapat pengakuan berbagai pihak, yang sekaligus menambah semangat BAZNAS untuk terus meningkatkan pelayanan pengelolaan zakat.
"Alhamdulillah, terima kasih pada semua pihak atas dukungan dan partisipasi sehingga BAZNAS bisa meraih penghargaan ini," ujar Rizaludin.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menjelaskan mengenai pentingnya strategi layanan prima dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat. Ia menekankan bahwa layanan yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi zakat.
"Kualitas layanan yang tinggi akan mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan filantropi," kata Rizaludin.
Menurut Rizaludin, strategi layanan prima tidak hanya berkaitan dengan interaksi langsung dengan masyarakat, tetapi juga melibatkan penggunaan teknologi.
"Dengan memanfaatkan platform digital, institusi zakat dapat menjangkau lebih banyak calon donatur dan mempermudah proses pengumpulan zakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam manajemen zakat," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana zakat mereka dikelola dan disalurkan.
"Oleh karena itu, institusi zakat perlu menyediakan laporan yang jelas dan mudah diakses untuk memastikan kepercayaan dan partisipasi masyarakat," tandasnya.
Rizaludin berharap, pencapaian BAZNAS ini semakin memicu perkembangan dunia filantropi di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat dalam skala yang lebih luas dan menguatkan program pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat pengelola zakat di Indonesia. Semoga BAZNAS mampu menjadi lembaga utama bagi pembayar zakat dan lembaga utama yang menyejahterakan umat," tutupnya
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Berdayakan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan ZCoffee di UIN Sunan Kalijaga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan program ZCoffee di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (8/10/2024).
ZCoffee merupakan usaha minuman kopi kekinian yang mengedepankan pemberdayaan, mulai dari biji kopi yang diambil dari petani kopi sampai kepada penggilingan kopi dan barista yang semua peran dilakukan oleh mustahik binaan BAZNAS.
Turut hadir dalam peresmian ZCoffee tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si., beserta jajaran.
"Alhamdulillah kita luncurkan bersama-sama ZCoffee di UIN Sunan kalijaga Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu upaya BAZNAS dalam meningkatkan pendapatan petani kopi serta mengatasi kemiskinan dan pengangguran dengan menyediakan lapangan kerja baru," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA.
Menurut Kiai Noor, ekosistem pemberdayaan mustahik BAZNAS telah berjalan sejak hulu hingga hilir. Ia mencontohkan biji kopi yang digunakan di kedai ZCoffee adalah hasil dari para petani binaan BAZNAS.
"ZCoffee ini dikelola oleh santripreuner, santrinya bisa dari UIN sendiri. Tetapi basicnya bagaimana santri itu punya usaha. ZCoffee seluruhnya dikelola oleh penerima manfaat. Semua keuntungan tidak akan masuk ke BAZNAS tapi terus dikelola oleh para mustahik," ucapnya.
Kiai Noor berharap, ZCoffee ini dapat dikelola dengan baik dan profesional sehingga ke depan dapat terus berkembang di seluruh kampus di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS atas bantuan program ZCoffee yang diberikan.
"Kami UIN Sunan Kalijaga menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada BAZNAS atas program ZCoffee. Mudah-mudahan ini laku keras nantinya. Terima kasih sekali lagi dan selamat untuk ZCoffee mudah-mudahan sukses dan juga berkah bagi banyak orang," pungkasnya.
Hingga tahun 2024, ZCoffee telah memiliki 18 outlet, 2 roastery yang tersebar di 8 kota, dan 4 provinsi di Indonesia. Beberapa lokasi utamanya antara lain Bogor, Tebet, Sentul, Surabaya, dan Mataram. ZCoffee juga mengoperasikan roastery di Bogor dan Mataram untuk menjamin kualitas kopi yang dihasilkan.
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan zakat guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat di seluruh Indonesia.
Hal tersebut dikemukakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, PhD, pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Teknologi Informasi (IT) Nasional dan Zakathon 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI ?H. Rizaludin Kurniawan ?S.Ag, M.Si. CFRM, Pimpinan BAZNAS Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM, serta Deputi I Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi Achmad Setio Adinugroho, serta Direktur Keamanan Informasi, Data dan Layanan Digital BAZNAS RI Andrian.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, PhD, menyampaikan, pertumbuhan donasi online menunjukkan tren yang sangat positif. Menurut riset pada tahun 2020, lebih dari 75 persen pengguna internet di Indonesia mengakses layanan keuangan digital, termasuk donasi online.
Lebih lanjut, pada tahun 2021, sekitar 60 persen transaksi zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS dilakukan melalui platform digital. "Hal ini menunjukkan perubahan perilaku muzaki (pemberi zakat) dan pentingnya teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat," katanya.
Prof. Nadratuzzaman juga menekankan, tidak mungkin amil dapat melayani muzaki dan mustahik hanya dengan cara konvensional, tentu perlu adanya bantuan dari kehadiran teknologi, yang mana saat ini sedang terus dioptimalisasi oleh BAZNAS.
"Oleh karena itu, teknologi menjadi solusi penting untuk mendukung pengelolaan zakat. Beberapa aspek teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain digitalisasi platform zakat online, crowdfunding, big data, AI, mobile apps, fintech, serta sistem monitoring dan pelaporan terpusat," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Keamanan Informasi, Data, dan Layanan Digital BAZNAS RI Andrian menjelaskan, Rakernis ini merupakan acara tahunan kedua yang diselenggarakan oleh BAZNAS sebagai salah satu langkah BAZNAS dalam mendorong penggunaan teknologi dalam pengelolaan zakat.
Menurut Andrian, Rakernis ini bertujuan untuk mengumpulkan para amil zakat dari seluruh Indonesia agar mereka bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengelolaan zakat yang lebih efisien dan modern.
"Rakernis ini berfokus pada penyesuaian sistem digital yang digunakan BAZNAS, terutama dalam memastikan keamanan informasi dalam proses pengelolaan zakat. Dalam era digital seperti saat ini, perlindungan data menjadi sangat penting agar seluruh proses pengelolaan zakat bisa berjalan dengan aman dan lancar," ucapnya.
Selain keamanan informasi, lanjut Andrian, BAZNAS juga mulai menerapkan sistem keamanan dalam proses digital marketing. Hal ini dilakukan untuk melindungi berbagai aktivitas pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang zakat dan menarik lebih banyak muzaki untuk berpartisipasi melalui platform digital.
"Sebagai bagian dari upaya pengembangan teknologi, BAZNAS juga memberikan pelatihan kepada para amil. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang memadai dalam menggunakan teknologi untuk mengelola data di daerah masing-masing secara transparan dan efisien," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI Achmad Setio Adinugroho menambahkan, platform Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) telah menjadi tulang punggung pengelolaan zakat di seluruh Indonesia. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan semua proses pengumpulan, distribusi, dan pelaporan zakat di BAZNAS, sehingga memudahkan pengawasan dan manajemen zakat secara nasional.
Achmad Setio menjelaskan, platform SIMBA tidak hanya memfasilitasi pengelolaan zakat di tingkat pusat, tetapi juga di tingkat daerah. Sejak tahun 2022, BAZNAS telah membantu kantor-kantor BAZNAS di berbagai daerah untuk membangun website mereka sendiri agar dapat melakukan pengumpulan dana zakat secara lebih mandiri dan efisien.
"Saat ini, sekitar 250 kantor BAZNAS daerah telah bergabung dalam sistem kantor digital. Dengan adanya kantor digital ini, BAZNAS daerah dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam pengelolaan zakat, mulai dari pengumpulan dana, pendistribusian kepada mustahik, hingga pelaporan yang lebih akurat dan transparan," kata Achmad Setio.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang modern, transparan, dan akuntabel.
"Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, BAZNAS berkomitmen untuk terus memanfaatkan inovasi digital demi meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia," tandasnya.
BERITA18/09/2024 | Humas
BPKH Gandeng BAZNAS RI Lakukan Kerja Sama Program Sosialisasi dan Pengembangan SDM Bidang Ekonomi Syariah MUI
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng mitra Kemaslahatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) berupa Program Sosialisasi, Literasi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Ekonomi Syariah.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian acara 'Malam Puncak Tasyakur Milad Ke-49 MUI' yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (26/7/2024).
Seremoni launching kegiatan di lakukan oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah bersama Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. dan Ketua Umum MUI K.H. Anwar Iskandar di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI, K.H. Ma’ruf Amin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menghadiri acara tersebut.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, program ini merupakan kolaborasi strategis antara MUI, BPKH dan BAZNAS dalam meningkatkan sosialisasi, literasi dan pengembangan SDM bidang ekonomi syariah untuk menguatkan kesejahteraan umat.
"Program kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama BPKH, MUI dan BAZNAS dalam kontribusi ekonomi sebagai bagian dari penguatan kesejahteraan umat Islam," kata Kiai Noor.
"Program sosialisasi, literasi dan pengembangan SDM bidang ekonomi syariah ini menggunakan dana program Kemaslahatan BPKH yang disalurkan melalui BAZNAS dan untuk MUI dalam bentuk program peningkatan literasi ekonomi syariah melalui berbagai macam pelatihan," jelasnya.
Kiai Noor berharap, BPKH, BAZNAS bersama MUI dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peningkatan literasi dan pengembangan SDM ekonomi syariah di Indonesia.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyampaikan, pada program ini pihaknya menggandeng BAZNAS sebagai Mitra Kemaslahatan BPKH yang mana memiliki kemampuan dan semangat yang sama dalam mendorong peningkatan kualitas SDM di bidang Ekonomi Syariah.
"Kami percaya bahwa melalui program ini, kami dapat membantu menciptakan lingkungan ekonomi syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. BPKH, BAZNAS, dan MUI akan selalu mendukung upaya-upaya yang memberikan manfaat nyata bagi umat," ujar Fadlul.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI, K.H. Anwar Iskandar, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS dan BPKH atas kerja sama yang terjalin.
"Semoga Program yang sejalan dengan visi MUI untuk memajukan ekonomi syariah di Indonesia ini dapat berjalan maksimal dengan dukungan dari BPKH dan BAZNAS, kami yakin dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan literasi dan pengembangan SDM ekonomi syariah di Tanah Air,” pungkasnya.
Program sosialisasi, literasi dan pengembangan SDM bidang ekonomi syariah yang bersembur dari Nilai Manfaat DAU yang dikelola oleh BPKH bekerja sama dengan BAZNAS untuk Penerima MUI ini akan dikemas dalam berbagai kategori pelatihan seperti Pelatihan Muamalah Maliyah, Pelatihan Pengawas Syariah, Pelatihan Ahli Syariah Pasar Modal, Pelatihan Media Syariah, hingga Literasi Ekonomi Syariah Untuk Alumni Standarisasi MUI.
Peserta dari program ini berasal dari 55 ormas di seluruh Indonesia. Pekan awal orientasi pelatihan dilaksanakan pada hari Senin, 29 Juli 2024 mendatang.
BERITA28/07/2024 | humas
BAZNAS Bersama POROZ Berdayakan Mustahik melalui Program ZAuto
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) terus berupaya memberdayakan mustahik, salah satunya melalui pendistribusian Program ZAuto untuk 133 penerima manfaat di wilayah Jabodetabek.
POROZ merupakan asosiasi lembaga pengelola zakat yang bersifat nirlaba dan independen, sebagai wadah berhimpun Lembaga Amil Zakat (LAZ), terutama yang berbasis ormas Islam seperti, NU Care-LAZISNU, Lazismu, LAZ Persis, LAZNAS Dewan Da’wah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), serta LAZNAS Al-Irsyad.
“Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan peluang kerja dan pelatihan yang diperlukan, sehingga mustahik dapat memiliki keterampilan yang memadai dan mampu bersaing di dunia kerja, terutama di sektor otomotif,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/7/2024).
Saidah menegaskan, program tersebut merupakan wujud nyata dari upaya bersama dalam membantu sesama yang membutuhkan, khususnya para mustahik yang memerlukan bantuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
“Dalam Islam, membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan, adalah suatu kewajiban. Dengan adanya Program ZAuto ini, kita bersama-sama mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Saidah mengajak semua pihak terus mendukung dan berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan mustahik yang diinisiasi oleh BAZNAS dan para mitra, sehingga dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan mustahik di masa depan.
“Kami yakin bahwa dengan pemberdayaan yang tepat, mustahik akan mampu mengubah nasib mereka menjadi lebih baik dan mandiri,” tambahnya.
Saidah mengungkapkan, BAZNAS dan POROZ tidak hanya berkolaborasi dalam program Z-Auto, dan program lainnya saja, tetapi juga melakukan sertifikasi terhadap amil-amil zakat yang ada di bawah naungan POROZ.
"Mudah-mudahan ini menjadi bagian dalam menguatkan gerakan zakat yang bermanfaat dan bermartabat dalam membangun masyarakat Indonesia yang bahagia dan sejahtera,” harapnya.
Program Z-Auto adalah program pemberdayaan UMKM di bidang usaha bengkel motor yang dikelola para mustahik binaan. Pada program Z-Auto, BAZNAS memberikan bantuan modal serta pelatihan dan pendampingan teknis secara berkala demi mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
BERITA27/07/2024 | humas
KUNJUNGAN LEMBAGA ZAKAT NEGERI KEDAH(LZNK) MALAYSIA
Giri Menang, BAZNAS Kabupaten Lombok Barat menerima Kunjungan Kehormatan Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) Malaysia. Selasa (23/07/2024).
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat dihadiri oleh Pj. Bupati Lombok Barat, Pj. Sekda, Kakan Kemenag Lobar, Kepala OPD, Kepala Bagian Kesra, Pimpinan beserta Amilin-amilat BAZNAS Lobar, Pegawai eksekutif beserta delegasi Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) Malaysia.
Dalam Sambutannya Pj.Bupati Lombok Barat H. Ilham menyampaikan Apresiasi dan Ucapan terima kasih kepada Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) yang berkesempatan datang ke kabupaten lombok barat.
"Saya berharap Kedatangan BAZNAS Negeri Kedah Malaysia ke kabupaten lombok barat bisa bersinergi, berkolaborasi dan bekerjasama dengan BAZNAS Lobar dalam hal memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak kurang mampu yang tersebar di berbagai wilayah di kabupaten lombok barat"ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama ketua pegawai eksekutif Lembaga Zakat Negeri kedah (LZNK), Dato' Syeikh Haji Zakaria Bin Othman menjelaskan sekilas bagaimana sistem lembaga zakat di Malaysia, khususnya di Kedah berjalan. Dijelaskan bahwa lembaga zakat disana berjalan secara otonom, artinya lembaga zakat berjalan masing-masing di setiap negara bagian dan pengumpulannya betul betul maksimal. Dimana pengumpulan ZIS yang berhasil di kumpulkan dari Januari sampai Juli 154 Juta Ringgit Malaysia atau sekitar 530 Milyar Rupiah.. Jumlah yang luar biasa fantastis..
Dato' Musa menambahkan : "Pendistribusian kita tujukan kepada fakir miskin, anak-anak kurang mampu juga sudah mendirikan sekolah gratis bagi masyarakat yang kurang mampu menyekolahkan anaknya". Jelasnya.
Di akhir kunjungan, Ketua Pegawai Eksekutif menyampaikan rasa terima kasihnya sekaligus mengundang Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan BAZNAS untuk berkunjung ke Kedah Malaysia, untuk membahas tentang peluang beasiswa bagi anak kurang mampu dan menawarkan Sistem Pengelolaan Zakat Berbasis Online secara cuma-cuma (gratis) untuk bisa diterapkan di BAZNAS Kabupaten Lombok Barat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat TGH. Muhammad Taisir Al Azhar, Lc., S.Ag., MA., menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Lombok Barat mendapat kehormatan luar biasa, bisa dikunjungi oleh Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK). Dengan adanya kunjungan LZNK diharapkan BAZNAS Kabupaten Lombok Barat bisa berkolaborasi, bersinergi dan bekerjasama. untuk mengantarkan anak-anak kurang mampu dalam mendapatkan beasiswa serta mendapatkan pengalaman dan mengimplementasikan bagaimana pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh di Malaysia, untuk di terapkan di Lombok Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya..
"Alhamdulillah saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada saudara kami dari Lembaga Zakat Negeri Kedah yang melihat BAZNAS Kabupaten Lombok Barat semakin terdepan dalam program dan lainnya, semoga apa yang menjadi hajat kami bisa dikerjasamakan, dan secepat mungkin kami akan membalas kunjungan ini dalam rangka perbincangan yang lebih panjang lagi"jelasnya.
BERITA23/07/2024 | humas
LEBARAN YATIM Berbagi Cinta Berlimpah Berkah, Santunan Anak Yatim & Difabel
10 Muharram 1446 H./ 16 Juli 2024 M. Baznas Kabupaten Lombok Barat menyantuni ratusan Anak Yatim dan juga kaum diffabel di Kabupaten Lombok Barat.
Memberi santunan anak yatim merupakan salah satu amalan yang dapat dilakukan oleh muslim di bulan Muharram. Terutama pada 10 Muharram yang sering disebut sebagai Lebaran Anak Yatim/ hari Anak Yatim sedunia.
Santunan anak yatim adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Anak yatim adalah mereka yang kehilangan ayah sebelum mencapai usia baligh dan memerlukan perhatian khusus dari masyarakat sekitar. Membantu anak yatim dengan ikhlas tidak hanya memberikan manfaat bagi anak tersebut, tetapi juga memberikan pahala yang besar bagi yang memberikan santunan.
Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk menyantuni anak yatim. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu mereka, salah satunya adalah dengan memberikan santunan. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah berbunyi "Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Orang yang menyantuni anak yatim, baik dia anak sendiri atau bukan, dia dan aku di surga Bersama."
di momentum 10 Muharram 1446 H. ini BAZNAS Kabupaten Lombok Barat menyantuni ratusan anak yatim di kabupaten Lombok Barat... Kegiatannya di pusatkan di kantor baznas Lombok Barat dan di hadiri seluruh unsur pimpinan baznas dan semua staf.(Arf)
BERITA16/07/2024 | humas
224 MAHASISWA DARI BERBAGAI UNIVERSITAS MENERIMA BEASISWA BAZNAS LOMBOK BARAT
Lombok Barat– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lobar serahkan zakat, infaq, sedekah dalam bentuk beasiswa pendidikan kepada 224 orang Mahasiswa/I (mustahik) atau orang yang berhak menerima zakat. Total zakat, infaq, sedekah dalam bentuk beasiswa yang telah diserahkan Baznas Lobar pun mencapai Rp266.500.000.
Rinciannya, mahasiswa S1 yang menerima beasiswa tersebut berjumlah 209 orang dengan nominal masing-masing memperoleh Rp1 juta, kemudian mahasiswa S2 sebanyak 7 orang masing-masing Rp2,5 juta, mahasiswa S3 sebanyak 3 orang masing-masing Rp3,5 juta, dan beasiswa untuk mahasiswa luar negeri berjumlah 5 orang dengan nominal masing-masing Rp5 juta.
“Ini untuk hari ini saja, tapi kalau kita hitung dari Januari sudah ada hampir 50-an orang yang diberikan. Terutama yang mengejar wisuda kemarin menjelang Ramadan, itu kita berikan terlebih dahulu,” tutur Ketua Baznas Lobar, Tgh. M. Taisir Al-Azhar saat ditemui usai acara, Rabu (08/05/2024).
Untuk tahun 2024 ini target penyerahan zakat infaq sedekah dalam bentuk beasiswa pendidikan itu diharapkan bisa menyasar 500 hingga 600 orang mahasiswa Lobar, dengan total anggaran kurang lebih Rp1 miliar. Terlebih, diakuinya sudah banyak mahasiswa yang mengajukan proposal ke Baznas.
Taisir menyebut, dengan adanya program beasiswa pendidikan tersebut diharapkan dapat menjadi upaya akselerasi perubahan dari status mereka yang hari ini menjadi penerima zakat, suatu saat nanti akan berubah menjadi orang-orang yang berzakat. Sehingga pelaksanaannya pun juga sengaja dilakukan pada Mei ini, yang menjadi bulan pendidikan nasional. “Jadi memang pendidikan lah salah satu pintu untuk bisa cepat merubah nasib seseorang,” terangnya.
Tahap selanjutnya, jadwal penyerahan beasiswa untuk para mahasiswa itu pun direncanakan akan dilaksanakan kembali pada November atau Desember mendatang. Taisir menegaskan bantuan tersebut bisa terus diperoleh sekali dalam setahun, selama mereka masih menjadi mahasiswa, dengan melengkapi persyaratan-persyaratan yang diminta Baznas sehingga mahasiswa yang memperoleh beasiswa tersebut bisa saling bergiliran. “Tetapi di samping itu, yang perlu diketahui, kita (Baznas, Red) juga membantu anak-anak kita yang SD, SMP dan SMA,” imbuhnya.
Anggaran santunan tersebut salah satunya bersumber dari dana bagi hasil dengan Baznas provinsi. Karena untuk para guru ASN di tingkat SMA/SMK, zakatnya akan dikelola oleh Baznas NTB, yang kemudian dalam setahun akan diberikan sebanyak dua kali kepada para murid dan siswa di Lobar dalam bentuk beasiswa dari dana bagi hasil tersebut. “Nah, kami di Baznas kabupaten hanya boleh membaginya untuk anak SD dan SMP saja. Kalau yang SMA, itu wewenangnya Baznas Provinsi,” beber Taisir.
Namun, nominalnya tentu berbeda dengan beasiswa pendidikan bagi para mahasiswa. Di mana untuk anak-anak sekolah biasanya diberikan Rp250-300 ribu. “Tapi dana bagi hasil dari provinsi itu tidak hanya diberikan untuk murid dan siswa, tapi juga untuk guru-gurunya. Terutama guru yang sifatnya honorer di sekolah swasta atau Ponpes. Dapatnya sekitar Rp400-500 ribu,” pungkasnya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Lobar, Ilham dalam sambutannya pun tak lupa memberikan semangat dan motivasi kepada para mahasiswa penerima beasiswa tersebut. “Kita ketahui bahwa pendidikan adalah gerbang utama yang memiliki kontribusi untuk merubah peradaban sebuah bangsa,” ujar Ilham.
Dia mengatakan, bahwa para mahasiswa yang saat ini menerima beasiswa tersebut adalah semangat dan harapan Lombok Barat di masa depan. Sehingga dia berpesan, agar para mahasiswa tersebut tak bersedih hati atas keadaannya saat ini yang tetap melanjutkan pendidikan dengan masih mengharapkan bantuan.
“Saudara-saudara adalah masa depan Lombok Barat. Ke depan, mudah-mudahan satu diantara ratusan orang (mahasiswa) penerima zakat ini, ke depan ia akan berdiri di sini untuk memimpin Lombok Barat,” harapnya.
Program ini juga dinilai sebagai salah satu upaya Baznas dalam membantu Pemda Lobar untuk mengentaskan kemiskinan. Terlebih angka kemiskinan di Lobar saat ini diakuinya tidak kurang dari 13 persen.atau tidak kurang dari 102 orang penduduk Lobar yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. “Ini menjadi tanggung jawab kita ke depannya, untuk mendorong masyarakat kita yang masih miskin untuk lebih sejahtera dan tidak lagi masuk dalam kategori miskin,” tutup Ilham.
BERITA14/05/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Lobar Mendistribusikan Bantuan Kepada LKSA Se-Kabupaten Lombok Barat.
Giri Menang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Barat (Lobar) mendistribusikan bantuan zakat, infaq, dan sedekah kepada 45 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Lobar. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Lobar, H. Ilham, S.Ps., M.Pd. Bersama Ketua BAZNAS Lombok Barat, TGH. Muhammad Taisir Al-Azhar, Lc., S.Ag., M.A.dan komisioner, Kepala Dinas Sosial, H. Lalu Martajaya kepada para pengurus LKSA di Aula Kantor setempat, Selasa, 23 April 2024.
Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas Lobar menyampaikan bantuan ini menyasar 45 LKSA se-Lobar. “Alhamdulillah kami sudah salurkan bantuan kepada 45 LKSA se Kabupaten Lombok Barat, masing-masing sejumlah Rp5 juta, berarti anggaran yang didistribusikan sekitar Rp225 juta,” kata TGH Taesir.
LKSA penerima bantuan ini telah melalui proses seleksi. Dalam hal ini pihaknya kerjasama dengan Dinas Sosial melakukan akreditasi terhadap LKSA tersebut untuk menghindari LKSA-LKSA bodong.
Di mana yang diberikan bantuan adalah LKSA aktif, bukan LKSA tidak aktif. “Jadi kita selektif juga, tidak ujuk-ujuk berikan bantuan tanpa ada proses seleksi, oleh karena itu kami kerjasama dengan Dinsos untuk memastikan data LKSA dengan valid,” ujarnya.
Selain bantuan kepada LKSA, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan pendidikan berupa beasiswa pada awal Mei ini dengan anggaran Rp300 juta. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa S1, S2, dan S3 dan mahasiswa yang sedang kuliah di luar negeri, khususnya di Timur Tengah.
Program ini sendiri sesuai dengan RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan) yang telah disahkan oleh Baznas RI. Sejauh ini lanjut dia, jumlah zakat, infaq, dan sedekah yang sudah disalurkan Baznas terhitung dari Januari sampai April mencapai Rp3 miliar. Bantuan disalurkan kepada anak yatim, fakir miskin, muhafa, dan ada juga kepada mualaf. Termasuk yang paling besar bantuan kesehatan (berobat) yang setiap hari diberikan kepada warga tak mampu.
Di samping bantuan kepada masjid-masjid, musala, dan pesantren (ponpes). Sebelumnya pihaknya juga telah menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa. “Itu kita berikan ada sekitar 15-an orang dan masing-masing kita berikan Rp5 juta,” sebutnya.
Tambahan informasi terkait sumber zakat infaq dan sedekah, bertambah dari para PPPK yang menerima SK sejumlah 1.116 orang baru-baru ini. “Insyallah bertambah sumber Zakat kita,” sebutnya.
Ia menambahkan, tahun ini Baznas menarget zakat, infaq, dan sedekah mencapai Rp10 miliar. Target ini naik dari tahun lalu mencapai Rp9 miliar.
Di tempat yang sama, Pj Bupati H Ilham berharap agar program bantuan yang diberikan Baznas ini bisa memberikan dampak terhadap penanganan warga tak mampu yang dibina oleh LKSA tersebut. Sebab persoalan kemiskinan menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani Pemda ke depan. Di mana jumlah penduduk miskin saat ini sebanyak 102,71 ribu jiwa atau 13,67 persen.
“Angka 13 persen itu besar, karena itu kami harapkan program ini bisa membantu penanganan kemiskinan ini,” harap Ilham.
BERITA29/04/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI: Rumah Sehat BAZNAS Tanda Keberpihakan Kepada Fakir Miskin
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus mengupayakan layanan kesehatan gratis di berbagai daerah sebagai wujud keberpihakan kepada masyarakat fakir miskin.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., saat membuka Pengajian Selasa Pagi bertajuk Program Rumah Sehat BAZNAS Tahun 2024.
“RSB ini adalah tanda daripada keberpihakan kita pada orang fakir miskin. Kita bangun RSB ini dan yang akan hadir adalah orang-orang fakir miskin,” ujar Nadratuzzaman dalam acara yang dihelat secara daring pada Selasa (23/4).
Nadratuzzaman menjelaskan, program RSB merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS bersama dinas kesehatan daerah serta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Katanya, BAZNAS terus berupaya memperbanyak jumlah RSB untuk menjangkau seluruh daerah.
“Kita berharap orang fakir miskin mendapatkan kartu sehat, sehingga nantinya biaya kesehatannya dicover oleh BPJS. Karena banyak orang tidak mampu membayar iuran BPJS,” katanya.
“Kita tahu masih banyak masyarakat kalangan bawah yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan biaya. Hadirnya RSB diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat fakir miskin untuk mengakses layanan kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh menambahkan, RSB mempunyai sejumlah layanan dalam gedung seperti poli umum, IGD, operasi minor, rawat inap, fisio terapi, psikologi, poli spesialis, poli gigi, hingga layanan KB.
“Sementara layanan di luar gedung mencakup penanganan stunting, tuberkulosis, kesehatan jiwa, UKK, respons bencana, hingga teras sehat,” ucap Siti Masturoh.
Siti Masturoh mengungkapkan, pembangunan RSB berkembang pesat, ditandai dengan jumlah RSB yang awalnya hanya 7, kini telah mencapai 22 unit RSB dengan rincian 17 unit sudah berjalan dan 5 lainnya dalam proses.
“Saat ini, RSB masih kosentrasi masih level klinik pratam. InsyaAllah di tahun 2024 ini kami mulai memasuki tipe rumah sakit, dan RSB Berau menjadi salah satu ikon atau yang pertama menjadi rumah sakit,” katanya.
Dia berharap, RSB semakin tersebar di berbagai daerah, sehingga masyarakat fakir miskin semakin merasakan layanan kesehatan yang diberikan BAZNAS RI.
BERITA29/04/2024 | Humas Baznas Lobar

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.
Lihat Daftar Rekening →