WhatsApp Icon

Pra-Rakornas 2026, BAZNAS RI Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional

21/09/2026  |  Penulis: Humas

Bagikan:URL telah tercopy
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS RI Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional

Dokumentasi BAZNAS RI/Humas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berupaya merombak pengelolaan zakat di Indonesia lewat peningkatan sumber daya manusia (SDM), perubahan digital, dan penguatan mekanisme kontrol serta pengawasan guna memperbaiki kualitas pengelolaan dan memaksimalkan potensi zakat di tingkat nasional.
Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. , selaku Wakil Ketua BAZNAS RI, dalam acara Pra-Rakornas BAZNAS RI yang berlangsung secara virtual pada Rabu (16/9/2026). Acara ini dihadiri oleh para pemimpin dan petugas amil BAZNAS dari Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia melalui daring.
Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. , menekankan bahwa perubahan ini penting karena laju pengumpulan zakat dalam beberapa tahun terakhir belum sejajar dengan potensi zakat nasional yang bisa dioptimalkan. Situasi ini menjadi tantangan bagi BAZNAS untuk mendorong penguatan ekosistem pengelolaan zakat dengan lebih cepat.
"Untuk mengatasi tantangan itu, BAZNAS berfokus pada tiga agenda utama, yaitu transformasi sumber daya manusia (SDM), digitalisasi, dan penguatan pengawasan serta kontrol," ungkap Zainut.
Zainut menambahkan, sebagai langkah konkret ke depannya, BAZNAS telah merancang delapan agenda strategis, diantaranya adalah pengembangan National Audit Competency Framework, perluasan roadmap sertifikasi, pembangunan infrastruktur data zakat nasional, penguatan sistem SIMBA berbasis AI, hingga penerapan pedoman anti-fraud dan penguatan independensi audit di level daerah.
Hingga saat ini, sebanyak 3.822 amil telah dinyatakan memiliki kemampuan sesuai melalui proses sertifikasi. Namun, jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total amil yang ada dalam ekosistem zakat nasional.
"Kita perlu melakukan perubahan cara pandang yang mendasar, beralih dari yang hanya berorientasi sertifikasi menjadi yang berpusat pada kompetensi," jelasnya.
Selanjutnya, Zainut menyebutkan bahwa di samping SDM, digitalisasi merupakan agenda penting lainnya. Kinerja digital BAZNAS menunjukkan kemajuan yang baik dengan penggalangan dana berbasis digital yang meningkat hingga 398 kali lipat dalam tujuh tahun terakhir dan sekarang menyumbang sekitar 20 persen dari total pengumpulan zakat nasional.
“Keberhasilan digitalisasi tidak diukur dari banyaknya aplikasi atau sistem yang kita miliki, tetapi dari apakah keputusan yang diambil menjadi lebih baik, apakah pelayanan kita lebih cepat, dan apakah transparansi serta dampaknya bisa diukur dengan jelas,” tandasnya.
Zainut juga menambahakan, saat ini, Satuan Audit Internal (SAI) baru menjangkau 30 persen dari BAZNAS di tingkat kabupaten/kota, sementara lebih dari 380 BAZNAS daerah belum mendapatkan audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) secara memadai.
"Oleh karena itu, kita perlu mengubah cara pandang pengawasan, dari sekadar pengawas menjadi mitra strategis, dari perbaikan yang bersifat reaktif menjadi langkah pencegahan yang bersifat proaktif, dan dari sistem manual ke pengawasan yang berbasis data," ungkap Zainut.
Zainut menekankan bahwa seluruh program besar, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemberian beasiswa, hingga penyediaan rumah layak huni, hanya akan berjalan dengan efektif jika perangkat organisasi berfungsi dengan baik.
"BAZNAS tidak hanya diharapkan menjadi organisasi yang semakin besar. Namun, BAZNAS harus berkembang menjadi organisasi yang semakin profesional, berbasis data, mampu beradaptasi dengan teknologi, mempunyai sistem pengelolaan yang kuat, dan memberikan dampak yang luas," tuturnya.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.

Lihat Daftar Rekening →