Berita Terbaru
Bupati LAZ: ASN Harus Peka Terhadap Lingkungan Sosialnya dalam Acara Santunan Anak Yatim
Gerung, BAZNAS Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dalam kerjasama dengan PGRI, Wanita Muslimah, dan Baznas Lobar, menyelenggarakan acara “Ngaji, Berbagi, dan Santunan Anak Yatim” pada hari Rabu, 23 Juli 2025 di Aula Kantor Bupati Lobar. Dalam acara ini tampak hadir Bupati LAZ, Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Ketua Baznas TGH Taisir Al Azhar, Kadis Dikbud M. Hendrayadi, Ketua Dewan Pendidikan, Ketua serta Pengurus PGRI, Ketua Umum PW Wanita Islam NTB, beberapa pejabat lainnya, dan ratusan anak yatim dari seluruh penjuru Lombok Barat.
Bupati LAZ memberikan penghargaan atas kolaborasi yang terjalin. Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini memiliki dampak yang signifikan baik secara spiritual maupun sosial. Ia menyoroti pentingnya perhatian ASN kepada masyarakat di sekitarnya. “Setiap rezeki yang kita miliki memiliki hak bagi orang lain. Semua ASN harus sensitif dan peduli terhadap lingkungan sosial,” ujarnya.
Bupati LAZ pun mengajak ASN, khususnya para guru PGRI, untuk berperan dalam menyantuni anak-anak yatim sebagai manifestasi kepedulian sosial. Ia berharap agar setiap guru PGRI dapat membimbing satu anak yatim agar mereka mendapatkan masa depan serta pendidikan yang lebih baik. “Tidak hanya mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, tetapi juga sebagai amal jariyah,” imbuhnya.
Ketua PGRI Lobar, Dr. H. Ahmad Sujai, S. Pd., M. Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang digagas oleh PGRI bersama Wanita Islam dan Baznas. Acara ini mencerminkan kepedulian terhadap sesama serta upaya untuk menjadikan Lobar lebih maju, mandiri, dan berkeadilan. Sebanyak 150 anak yatim dari 10 kecamatan mendapatkan santunan berupa alat tulis dan uang tunai sebesar Rp200. 000.
Acara ini juga dilengkapi dengan tausiah dari Dr. H. Lalu Ahmad Zainuri yang menggarisbawahi pentingnya memberikan dukungan kepada anak yatim dan dhuafa sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.
BERITA24/07/2025 | Humas Baznas Lobar
LAZ Bupati Lobar Serahkan 468 Penerima Bantuan Modal Usaha dan 11 Gerobak Produktif
Lombok Barat_ Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Barat baru saja melounching program gerobak produktif dan bantuan modal usaha pada acara yang digelar di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat. Dalam acara ini, hadir sejumlah tokoh terkemuka, termasuk Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Kepala OPD, serta wakil dari masyarakat dan lembaga lainnya. 22/7/2025 Ketua BAZNAS Lombok Barat, TGH. Taisir Al-Azhar, mengungkapkan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari usaha yang lebih besar untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi kemiskinan serta memajukan kesejahteraan ekonomi masyarakat. “Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan secara efektif oleh penerima untuk meningkatkan pendapatan keluarga mereka,” jelas TGH. Taisir. Ia juga menggarisbawahi betapa pentingnya partisipasi aktif dari penerima dalam mengelola usaha mereka. Program ini memberikan dukungan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang tersebar di 10 kecamatan, melibatkan 64 kelompok dengan total 468 individu yang mendapatkan manfaat. Bantuan yang diberikan bervariasi antara Rp 700.000 hingga Rp 1.000.000, ditambah dengan pengadaan 11 unit gerobak produktif senilai total Rp 88.825.000. Ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pelaku usaha mikro dan kecil di daerah tersebut. TGH. Taisir menjelaskan bahwa proses verifikasi proposal dilakukan dengan cermat melalui wawancara dengan ketua serta anggota kelompok usaha di masing-masing kecamatan. “Kami membentuk tim verifikasi untuk memastikan bahwa KUBE yang tercantum dalam proposal benar-benar ada dan kemudian kami menentukan sasaran bantuan yang tepat,” ujarnya. Untuk memastikan penyaluran bantuan berlangsung dengan baik, BAZNAS bekerja sama dengan Bank BSI dalam melakukan pembayaran langsung ke rekening penerima. Pendekatan ini bertujuan mendigitalisasi proses dan mengurangi risiko penyalahgunaan. “Kami bekerja sama dengan Bank BSI untuk mempertahankan transparansi dan akuntabilitas, sehingga tidak timbul isu atau fitnah,” sambungnya. Acara penyerahan bantuan ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan sosial dan gerobak produktif oleh Bupati Lombok Barat, didampingi Ketua MUI Lombok Barat dan Ketua BAZNAS Lombok Barat. “Langkah nyata ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dan berkontribusi pada perekonomian lokal, serta mendukung tujuan besar menciptakan kesejahteraan dari desa” tambahnya. TGH. Taisir menjelaskan ada lima fokus utama sesuai dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT): pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi. Dalam konteks usaha mikro, BAZNAS juga meluncurkan Baznas Mikro Finance Desa (BMD) yang baru terakreditasi di Gunungsari, dengan anggaran mencapai Rp 800.000.000 pada tahun 2025 dan menawarkan pinjaman mulai dari Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman tak resmi dan praktik rentenir, yang kerap merugikan masyarakat. Dengan adanya program bantuan ini, diharapkan masyarakat Lombok Barat dapat mengoptimalkan potensi ekonomi mereka dan menuju kemandirian yang lebih baik. BAZNAS yakin bahwa dengan dukungan yang sesuai, masyarakat tidak hanya akan menjadi mustahiq (penerima bantuan), tetapi juga bisa berperan sebagai mumfiq (pemberi) dan muzaki (penuna zakat). Demikian disampaikan.
BERITA22/07/2025 | Humas Baznas Lobar
Lewat BAZNAS Microfinance Desa, Mustahik Diberdayakan untuk Mandiri dan Lawan Jerat Riba
Lombok Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat perannya sebagai pendorong ekonomi masyarakat dengan tidak hanya menyalurkan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga mengimplementasikan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Salah satu terobosan kunci adalah BAZNAS Microfinance Desa (BMD), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberikan akses permodalan tanpa bunga kepada sejumlah mustahik, dan sekaligus melindungi mereka dari praktik riba yang merugikan. Program ini muncul sebagai solusi untuk masalah yang dihadapi oleh pengusaha mikro di desa-desa, yang sering memiliki potensi besar namun terbatasi oleh kekurangan modal dan kesulitan dalam mengakses lembaga keuangan formal yang berbasis syariah. BMD, yang dijalankan di bawah naungan BAZNAS Microfinance (BMFi), beroperasi dengan memberikan pembiayaan melalui skema Qardhul Hasan, yaitu pinjaman baik hati tanpa bunga atau imbalan. Direktur program menjabarkan bahwa tujuan utama BMD tidak hanya terfokus pada penyaluran dana. "Tujuan utama BMD adalah untuk menyediakan akses permodalan bagi mitra sekaligus mendampingi mereka dalam mengembangkan usaha. Kami ingin memberikan lebih dari sekadar bantuan, tetapi juga alat dan pengetahuan untuk membangun usaha," demikian pernyataan resmi dari BAZNAS. Untuk menjaga akuntabilitas, pengelola BMD diharuskan menyampaikan laporan bulanan sebagai bahan untuk evaluasi dan perencanaan strategis ke depan. Sebagai contoh nyata di lapangan, penerapan BMD di Gunungsari menjadi ilustrasi yang jelas tentang bagaimana program ini dijalankan dengan terorganisir dan penuh pertimbangan. Untuk mengakses pembiayaan, mustahik diharuskan membentuk kelompok yang terdiri dari 5 hingga 10 orang, bukan mengajukan permohonan secara individu. Metode ini terbukti efektif dalam membangun solidaritas, tanggung jawab bersama, serta memudahkan proses pendampingan yang dilakukan oleh tim BAZNAS. Persyaratan administratif yang ditetapkan mencerminkan komitmen BAZNAS terhadap prinsip kehati-hatian dan ketepatan sasaran. Setiap anggota kelompok diwajibkan untuk menyerahkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), serta foto yang menunjukkan tempat usaha mereka. Verifikasi melalui dokumen tersebut memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar diberikan kepada mereka yang memenuhi syarat dan memiliki usaha nyata yang dapat dikembangkan. Kehadiran BMD dikatakan memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekonomi umat Islam. Pertama, program ini secara aktif melawan pengaruh riba yang sering kali menjadi penyebab kemiskinan dan tekanan utang. Kedua, BMD berkontribusi pada kemandirian ekonomi dengan mengubah mustahik dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi yang produktif. Ketiga, program ini merupakan bukti nyata dari keadilan sosial dalam Islam, di mana dana zakat, infak, dan sedekah didistribusikan secara produktif untuk mengurangi kesenjangan ekonomi. Keberhasilan program seperti BMD ini sangat bergantung pada partisipasi dan kepercayaan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dukungan dari umat menjadi sumber utama yang memungkinkan program pemberdayaan ini berlanjut, menjangkau lebih banyak mustahik, serta menciptakan lebih banyak cerita sukses tentang kemandirian ekonomi. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS bertujuan untuk mengubah posisi mustahik menjadi muzakki di masa depan, demi terciptanya pilar ekonomi umat yang kuat dan adil.
BERITA19/06/2025 | Humas Baznas Lobar
Kurban Berkah BAZNAS 2025
Kurban adalah sebuah kegiatan sosial yang juga memiliki aspek ekonomi serta mendukung peternak. Kegiatan kurban bukan hanya sekadar ritual ibadah pribadi yang dianjurkan bagi umat Muslim, melainkan juga merupakan sumbangan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para peternak kecil. Para peternak biasanya hanya berfungsi sebagai penggembala tanpa bisa menikmati daging atau mendapatkan keuntungan signifikan dari penjualan hewan yang mereka miliki. Dengan adanya program ini, ada potensi peningkatan kesejahteraan bagi peternak kecil melalui aktivitas ekonomi yang berlangsung selama perayaan Idul Adha 1442 H | 2021 M. ???? Dalil dari Al-Qur’an ???? Surah Al-Kawtsar (108): 2 “Fa shalli li rabbika wanhar.” Artinya: “Oleh karena itu, dirikanlah salat untuk Tuhanmu dan lakukanlah kurban.” → Ayat ini menegaskan bahwa kurban adalah ibadah yang dianjurkan setelah melaksanakan salat Iduladha sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya. ???? Surah Al-Hajj (22): 36-37 “Dan Kami telah menjadikan unta-unta itu sebagai simbol bagi Allah... Daging dan darah unta tidak akan mencapai (keridaan) Allah, melainkan ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” → Ini menekankan bahwa yang paling utama dalam pelaksanaan kurban bukanlah ukuran hewan, tetapi niat dan kepatuhan kepada Allah. ???? Dalil dari Hadis Nabi ? ???? HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi “Tiada suatu tindakan dari anak Adam pada hari Nahr (Iduladha) yang lebih diutamakan di sisi Allah selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darahnya akan sampai kepada Allah sebelum menetes ke bumi. Oleh karena itu, lakukanlah penyembelihan dengan ikhlas.” (HR. Tirmidzi, hasan) ???? HR. Muslim “Siapa pun yang memiliki kemampuan (rezeki) tetapi tidak berkurban, hendaknya tidak mendekati tempat salat kami.” → Hadis ini menunjukkan bahwa kurban merupakan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bahkan sebagian ulama menganggapnya wajib bagi yang mampu.
perbedaan ketentuan pembagian kurban
???? 1. Kurban (Udhiyyah) - Ibadah Sunnah Kurban ini dilaksanakan oleh umat Islam pada Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik (11-13 Zulhijjah). ? Ketentuan Pembagian Dagingnya: 1/3 bagian untuk orang yang berkurban dan keluarganya (boleh dimakan). 1/3 bagian untuk diberikan kepada kerabat atau tetangga. 1/3 bagian untuk disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan. ???? Catatan: Pembagian 1/3 tidak harus kaku, namun penting ada bagian yang disedekahkan dan bukan semuanya hanya untuk konsumsi pribadi. ???? 2. Kurban Nazar Jika seseorang berjanji untuk berkurban, maka dia diwajibkan untuk melakukannya. ? Ketentuan: Tidak boleh ada bagian yang diambil oleh orang yang berkurban. Semua daging dan hasil kurban (termasuk kulit) harus disedekahkan. ???? 3. Kurban Kolektif (Seperti Sapi untuk 7 Orang) Kurban ini dapat dilakukan oleh maksimal tujuh orang untuk satu ekor sapi. Setiap peserta harus memiliki niat untuk berkurban, bukan sekadar sedekah. ???? Ketentuan Pembagian: Sama seperti kurban individu, yaitu: Boleh dimakan oleh peserta. Harus ada bagian yang disedekahkan. ??Siapa yang Tidak Boleh Menerima Daging Kurban? Orang yang kaya tidak dianjurkan untuk menerima kecuali sebagai hadiah. Panitia kurban tidak diperbolehkan menerima bagian tertentu sebagai imbalan. Upah bagi panitia harus diambil dari sumber lain, bukan dari bagian kurban.
BERITA07/05/2025 | Humas Baznas Lobar
338 MAHASISWA MENERIMA BEASISWA BERPRESTASI BAZNAS LOBAR DIBERIKAN OLEH BUPATI DAN WABUP LOMBOK BARAT
Alhadulilah dalam acara Dzikir dan Do'a dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Barat ke 67, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat memberikan beasiswa pada ratusan mahasiswa Lobar yang kuliah di dalam dan luar negeri. Kegiatan yang dirangkai dengan acara dzikir dan doa bersama ini berlangsung di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lombok Barat, pada Selasa, 15 April 2025.
Kegiatan yang merupakan rangkaian HUT Lombok Barat ke 67 ini dihadiri oleh Bupati Lobar H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, Forkopimda, Sekretaris Daerah H.Ilham, para asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Ketua MUI Lobar, Ketua BAZNAS dan jajaran komisioner, Ketua FKSPP, Ketua TP PKK, Ketua DWP Lobar, ASN dan Masyarakat Lobar serta para mahasiswa penerima beasiswa.
Dalam sambutannya Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan pemberian beasiswa bantuan pendidikan bagi mahasiswa S1,S2 dan S3 serta mahasiswa yang berkuliah di Luar negeri ini sangat positif. Hal ini diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi mahasiswa dalam melaksanakan studi atau pendidikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah berzakat melalui BAZNAS. “Tentu ini sangat positif dan membantu putra putri Lombok Barat dalam melangsungkan studi. Kami berharap para mahasiswa dapat semakin semangat dalam menempuh studi,”harapnya.
Bupati LAZ mengatakan BAZNAS sebagai Lembaga Amil Zakat diharapkan dapat hadir pada semua aspek kehidupan masyarakat Lombok Barat. Hal ini agar dapat membantu pemerintah daerah dalam berbagai sektor. Untuk itu ia meminta agar BAZNAS dapat dikelola dengan profesional dan menjaga trush atau kepercayaan dari masyarakat. Agar masyarakat tidak ragu untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya melalui BAZNAS Lobar. “BAZAS harus hadir dalam semua aspek kehidupan masyarakat. Selain itu Baznas harus mengelola trust atau kepercayaan publik agar tetap dipercaya oleh masyarakat dalam mengelola ZIS,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Lombok Barat, TGH. M. Taisir Al-Azhar menyampaikan ucapan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan BAZNAS sebagai wadah dalam pengelolaan Zakat Infaq dan Sedekah. Ia menyampaikan bahwa pada hari ini beasiswa diberikan kepada 338 mahasiswa dan total anggaran sebesar Rp. 506 juta. Dengan rincian beasiswa S1 sebanyak 271 orang masing masing mendapatkan 1000 000,beasiswa S2 untuk 40 orang masing masing mendapatkan 2.500.000,beasiswa S3 sebanyak 7 orang masing masing mendapatkan 5.000 000 dan beasiswa luar negeri sebanyak 20 orang masing masing menerima 5.000 000. Taisir juga menyampaikan bahwa total pengumpulan zakat fitrah yang tercatat di Baznas pada bulan Ramadan kemarin berjumlah RP. 2 miliar 65.785.000,- kemudian zakat infaq dan sedekah yang terkumpul dari luar ASN berjumlah RP. 159.370.500,-dan dari ASN terkumpul 646.659.931. “Kami akan terus berusaha untuk mengajak para Muzakki, para owner perusahaan dalam rangka mau berbagi dan berzakat ke BAZNAS Lombok Barat” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2021 hingga tahun 2025, total penerima beasiswa mencapai 1.703 orang. Ia berharap dukungan dari para muzaki terus meningkat agar BAZNAS dapat terus menjadi perantara yang memberikan kemaslahatan bagi umat, “Semakin banyak para muzaki, semakin besar pula yang BAZNAS bisa kelola, sehingga akan semakin banyak pula yang bisa BAZNAS salurkan untuk masyarakat,” harapnya.
Kegiatan Dzikir dan Do’a ini diisi dengan ceramah agama oleh Prof. KH. Zaidi Abdad, Guru Besar UIN Mataram. Dalam pemaparannya ia menyampaikan Dzikir dan Do’a ini sebagai momentum untuk introspeksi diri dan merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan bahwa program sejahtera dari desa sangat tepat untuk dapat mewujudkan ketahanan ummat dan masyarakat desa. Kegiatan yang dirangkai dengan penyerahan beasiswa secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat ini berjalan dengan lancar dan maksimal. (Humas BAZNAS Lobar)
BERITA16/04/2025 | Humas Baznas Lobar
Baznas Lobar Mengajak Anak Yatim dan Dhuafa Berbelanja Baju Lebaran
Giri Menang- Badan Amil Zakat Kabupaten Lombok Barat (Baznas Kab. Lobar) mengajak para anak yatim dan dhuafa yang ada di 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang ada di Kab. Lobar untuk berbelanja baju lebaran di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Sabtu (29/03/2025).
Kegiatan ini di pimpin langsung oleh Ketua Baznas Lobar Tgh. Muhamad Taisir Al Azhar di temani waka 1 bidang pengumpulan Tgh.M.Syukri didampingi oleh General Manager LEM Salim Abdad beserta Pengurus LKSA Lobar dan anak-anak yatim dan dhuafa.
Ketua Baznas Lobar Tgh. Muhamad Taisir Al Azhar menyampaikan rasa bahagianya karena menyaksikan anak-anak yatim dan dhuafa yang ada di LKSA Lobar bisa tersenyum menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan berbelanja baju lebaran.
"Masing-masing LKSA membawa 3 orang sampai 5 orang anak yatim dan dhuafa untuk berbelanja dengan kisaran nilai masing-masing Rp 250.000," Ucapnya.
Tgh Taisir juga menyampaikan dan mendoakan para ASN dan para Muzaki lainnya agar diberikan keberkahan hartanya oleh Allah SWT.
"Kami mohon maaf juga belum bisa menjangkau semua anak yatim dan dhuafa yang ada di Lobar,sebagaimana qoidah fiqhiyah mengatakan, Ma la yudraku kulluhu la yutraku kulluhu dimana maksudnya kalau belum bisa menjangkau semuanya,setidaknya tidak meninggalkan atau mengabaikan semuanya. Hal ini di sebabkan karena masih terbatasnya pengumpulan Baznas Lobar setiap tahunnya. mudah - mudahan nanti kalau pengumpulannya maksimal,maka maksimal juga yang Baznas Lobar berikan,"Pungkasnya.
Sementara GM LEM Salem Abdad mengatakan ia sangat antusias menyambut kegiatan dan kerjasama seperti ini.
"Sudah hampir 1 bulan ini Baznas Lobar telah membuka gerai di LEM. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah Costumer -menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekahnya, " terangnya.
BERITA29/03/2025 | Humas Baznas Lobar
AYU, ALUMNI BEASISWA BAZNAS MENJADI WIRAUSAHAWAN MUDA DI BIDANG PERTANIAN
Ayu Biakhlaqir Rossa, alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018, sukses menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian hortikultura di Kota Gresik, Provinsi Jawa Timur. Lulusan S1 Biologi Fakultas Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang ini mulai menekuni usaha pertanian sejak 2019.
Sejak menerima Beasiswa Cendekia BAZNAS pada tahun 2018, Ayu mendapat banyak inspirasi bahwa menghasilkan uang tidak hanya dengan mencari kerja, tetapi juga dengan menciptakan lapangan kerja. Ide bisnis yang dirintis sejak tahun 2018 kemudian dikembangkan sebagai bagian dari penelitian skripsinya pada tahun 2019.
Usaha yang awalnya fokus pada budidaya tanaman hias kini berkembang menjadi tanaman hortikultura obat serta hortikultura tanaman buah, khususnya melon dan jeruk nipis. Seiring perkembangan bisnisnya, Ayu kini telah mempekerjakan beberapa orang untuk membantu proses budidaya.
BAZNAS berperan penting dalam perjalanan Ayu dengan memberikan pelatihan etos kerja, disiplin, dan mental yang kuat melalui program pelatihan kepemimpinan. Pelatihan tersebut membantu dalam membangun usaha secara lebih profesional.
Ayu meyakini bahwa usaha tidak akan menghasilkan hasil yang baik. Menurutnya, inovasi adalah kunci utama dalam berwirausaha. Setiap risiko yang dihadapi menjadi tantangan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Dengan semangat tersebut, Ayu terus mengembangkan usahanya dan menciptakan peluang baru di sektor pertanian.
BERITA09/03/2025 | Humas Baznas Lobar
Optimalkan Penghimpunan ZIS, BAZNAS RI Serahkan SK UPZ Kemendikdasmen
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dengan menyerahkan SK UPZ BAZNAS Kemendikdasmen sebagai upaya untuk mengoptimalkan perolehan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Penyerahan SK UPZ Kemendikdasmen tersebut diselenggarakan di Masjid Baitut Tholibin, Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (4/03/25).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu`ti, M.Ed., mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah merespons cepat permintaan Kemendikdasmen terkait pembentukan UPZ di lingkungan kementerian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas respons cepat dalam memberikan SK UPZ ini. Ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih baik,” ujar Prof. Mu`ti.
Prof. Mu`ti juga menyampaikan harapannya agar zakat dapat berkembang menjadi kebiasaan di masyarakat, karena zakat memiliki manfaat yang luar biasa, terutama dalam memberikan bantuan pendidikan yang layak.
Di akhir sambutannya, Prof. Mu`ti menekankan pentingnya peran teknologi dalam mempermudah masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat.
“Dengan adanya teknologi, zakat dapat disalurkan dengan lebih cepat dan efisien. Semoga zakat ini tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sumber keberkahan bagi setiap muzaki dan mustahik. Dan kedepannya tidak hanya Kemdikdasmen saja tapi bisa ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi atau menular ke Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS RI, Prof. KH. Noor Achmat, M.A., menyampaikan poin-poin penting terkait keutamaan zakat sebagai kewajiban umat Islam dan bentuk pengabdian kepada Allah Swt.
“Pentingnya berzakat menggambarkan wujud tauhid yang kuat dalam diri setiap individu Muslim. Hal ini menunjukkan bahwa zakat adalah kewajiban yang harus kita tunaikan,” ujarnya.
Selain itu, beliau mengapresiasi keberadaan UPZ yang berperan penting sebagai amil zakat yang memfasilitasi pengumpulan dan penyaluran zakat.
Kiai Noor juga menegaskan, amil zakat harus saling mengisi pelayanan dengan doa yang tulus untuk para muzaki.
Lebih lanjut, Kiai Noor mengajak seluruh umat Islam untuk menunaikan zakat dan memastikan zakat dapat membantu menciptakan ketenangan hidup.
“Berdasarkan riset, 100 persen mereka yang membayar zakat hidupnya lebih tenang, dan doa para amil yang terkabulkan akan membawa antusiasme besar bagi UPZ. Kita akan menciptakan ketenangan di Kemendikdasmen, insya Allah akan tentram,” ucapnya.
Turut Hadir Pimpinan BAZNAS; Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani, Bidang Teknologi dan Informasi Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman, M.S, M.Sc, Ph.D, Deputi I Arifin Purwakananta, Deputi II Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, Direktur Pengumpulan Badan H. Faisal Qosim, Lc.
BERITA05/03/2025 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Lobar bersama Islamic Relief Internasional Bangun 12 Mahyani Tahan Gempa
Gerung, BAZNASLOBAR. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Yayasan Islamic Relief Internasional UK melaksanakan peresmian dan serah terima Rumah Layak Huni (Mahyani) tahan gempa untuk keluarga yatim dan dhuafa tahun 2025 yang dilaksanakan di Dusun Beleka Desa Beleka Kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat, Jum'at 31 Januari 2025 Hadir dalam kegiatan ini PJ. Bupati Lobar H. Ilham. S.Pd .M.Pd, Ketua BAZNAS Lobar TGH. Muhammad Taisir Al Azhar Lc, S.Ag, MA, Direktur Islamic Relief Internasional UK Tufail Hussain Khan, CEO Islamic Relief Indonesia Nanang Subana Dirja, Asda II Lobar, Inspektur Inspektorat Lobar, Camat Gerung, Kepala Desa Beleka, Jajaran komisioner BAZNAS Lobar, Tokoh Agama Desa Beleka dan para mustahik penerima manfaat.
Pj. Bupati Lobar H. Ilham dalam sambutannya mengatakan, atas nama pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyampaikan ucapan selamat kepada 12 keluarga penerimaan manfaat, semoga dengan bantuan rumah yang telah dibangunkan oleh Baznas Lobar maupun Yayasan Islamic Relief Indonesia, semoga bisa menciptakan kedamaian, kesejahteraan, kebahagiaan, keamanan, dan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat sehingga akan bisa melaksanakan segala aktivitas dan kualitas hidup menjadi lebih baik. Ia mengatakan sebagaimana kita ketahui persoalan mendasar bangsa kita saat ini dan salah satu diantaranya adalah masih banyaknya masyarakat kita yang berada dalam kategori miskin. Miskin tidak boleh dibiarkan terus tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat, namun pemerintah dengan segala cara dan kemampuan akan terus berupaya untuk mengentaskan kemiskinan di negeri ini.
"Miskin bisa membuat orang menjadi tidak terdidik, miskin bisa membuat orang menjadi tidak sehat, miskin bisa membuat orang menjadi tidak dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan layak, dan miskin membuat orang akhirnya tidak memiliki tempat tinggal yang layak," jelasnya.
Ilham menambahkan, ada beberapa langkah yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan diantaranya adalah membantu masyarakat miskin dalam mengurangi pengeluarannya, memberikan bantuan sosial dalam bentuk sembako, membantu pendidikan agar memiliki skill dan keterampilan untuk tumbuh berkembang menjadi pribadi yang terampil dan mandiri. Ilham juga mengajak kita semua, baik pemerintah, NJO, dan semua lapisan masyarakat yang ada untuk bahu-membahu dalam membantu dan membasmi kemiskinan. "Kemiskinan ini harus diperangi, kemiskinan ini harus diberantas agar masyarakat dapat tumbuh dengan layak dan berkembang menuju kesejahteraan yang kita cita-citakan", ujarnya.
Lebih lanjut Ilham mengatakan, kita patut bersyukur karena berkat kerjasama antara Baznas Lobar, Baznas Provinsi NTB, Islamic Relief Indonesia, Islamic Relief Internasional, pada kesempatan ini telah mampu membangun 12 rumah dengan standar kualitas yang lebih baik dan layak untuk di huni.
"Kita berharap semoga BAZNAS, Islamic Relief Indonesia dan Islamic Relief internasional dapat tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang dapat lebih luas lagi, sehingga jangkauan untuk membantu masyarakat miskin lebih luas juga." pungkas Ilham.
Sementara itu Ketua Baznas Lobar dalam arahannya mengungkapkan rasa bahagianya yang sangat luar biasa atas kehadiran Mr.Tufail Hussain Khan dan Mr Abdul Basir yang jauh-jauh datang dari Birmingham, Inggris dalam rangka menyaksikan secara langsung peresmian dan pemberian bantuan rumah layak huni (Mahyani) di Lombok Barat. Dalam hal ini Baznas Lombok Barat bekerjasama dengan yayasan Islamic Relief Indonesia dan Islamic Relief Internasional yang berpusat di Birmingham, Inggris dan telah membangun 12 rumah layak huni di wilayah Lombok Barat. yang mana bentuk kerjasama adalah dalam bentuk penyaluran dana yakni Baznas menyalurkan Rp.35 juta dan Islamic Relief Rp. 35 juta, ditambah mereka yang mengisikan isi rumahnya Rp. 6 juta, sehingga nilai rumah Rp. 76 juta / unitnya, Ini merupakan bentuk kerjasama yang baik dalam membangun rumah layak huni untuk masyarakat yang kurang mampu, ungkapnya.
TGH. Taisir berharap semoga kerjasama pembangunan rumah layak huni ini terus bisa berlanjut dan diteruskan karena masih banyak di Lombok Barat ini orang-orang miskin sasaran Baznas yang belum memilki rumah layak huni. Dan semoga hasil pengumpulan zakat, infaq dan sedekah bisa melebihi dari target sebelumnya, yang mana di tahun 2024 Baznas Lobar mampu mengumpulkan dana dari hasil kerjasama dengan berbagai pihak dengan jumlah yang sangat signifikan Rp.10 500.000.000,- (Sepuluh Miliar Lima Ratus Juta Rupiah) dan sudah disalurkan sekitar Rp.9.500.000.000,- (Sembilan Miliar Lima Ratus Juta Rupiah).
"Semoga di tahun 2025 ini bisa melampaui target diatas, semakin besar yang Baznas Lombok Barat bisa kumpulkan maka semakin besar pula yang bisa Baznas berikan untuk masyarakat yang membutuhkan," harapnya.
Pada kesempatan ini pula Direktur Islamic Relief Internasional UK Tufail Hussain Khan (Birmingham Inggris) mengatakan, saya bangga berada disini, orang Indonesia sangat ramah dan sangat bersahabat dalam hal menyambut tamu. Ia juga memaparkan Islamic Relief merupakan organisasi global, di mana saat ini Islamic Relief bekerja di sekitar 30 negara, Islamic Relief adalah organisasi yang independen, berdiri sendiri. Seperti saat ini kami bekerja untuk Gaza yang memberikan bantuan makanan untuk anak-anak di Gaza sebanyak 60 juta porsi makanan, Kami hadir untuk menjadi salah satu project inti yaitu membantu anak yatim. "Barang siapa yang melindungi atau mensejahterakan anak yatim akan bersama Rasulullah berdampingan sampai ke surga". Ucapnya."Ia merasa sangat terhormat bisa bekerjasama dengan Baznas Lobar dan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat yang sudah mensupport Islamic Relief, dan Ia berharap bagaimana kita bekerja ke depan untuk kerja sama ini bisa tetap berlanjut dalam membantu masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Lombok Barat, tutupnya.
Kegiatan ini dirangkai dengan penanda tanganan berita acara penyerahan rumah yang dilanjutkan dengan penyerahan kunci secara simbolis kepada perwakilan mustahik penerima manfaat sekaligus peresmian rumah layak huni (Mahyani) oleh PJ. Bupati Lobar H.Ilham, S.Pd,.M.Pd didampingi langsung oleh Ketua BAZNAS Lobar, Direktur Islamic Relief Internasional UK, CEO Islamic Relief Indonesia, Asda II Lobar, Camat Gerung dan Kades Beleka.
BERITA02/02/2025 | Humas
Bersama BAZNAS, MUI Tegaskan Komitmen Bantu Perjuangan Palestina
Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui program “Membasuh Luka Palestina” yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Hingga saat ini, melalui program Membasuh Luka Palestina, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., yang mewakili Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, menyampaikan dukungannya agar program ini dapat terus berlanjut.
“Mengusulkan Prof Noor, program Membasuh Luka Palestina masih perlu kita lanjutkan pada tahun ini. Insya Allah, MUI akan senantiasa membersamai acara ini, bantuan kemanusiaan kepada Palestina. Dan sebagai informasi, MUI sudah mengundang pimpinan BAZNAS untuk rapat besok menindaklanjuti acara hari ini yang sungguh sangat penting ini,” ujar Prof. Sudarnoto dalam acara Public Expose Membasuh Luka Palestina, di Gedung MPR RI, Jakarta, Rabu (15/10/2024).
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, Ketua Komisi 8 DPR RI, H. Marwan Dasopang, M.Si, Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. Lutfi Rauf, M.A.
“Alhamdulillah program Membasuh Luka Palestina yang sudah dilakukan tahun lalu, dan MUI membersamai acara yang baik ini, sukses. Paling tidak, seingat saya dengan mengundang 11 syekh dari Palestina yang kemudian kita sebar, kita tugaskan untuk hadir di 11 provinsi selama 21 hari,” ujar Prof. Sudarnoto.
Prof. Sudarnoto memuji kerja sama antara MUI, BAZNAS Pusat, BAZNAS Daerah, dan MUI Daerah, yang berhasil menyelenggarakan program tersebut dengan baik. “Dalam kesaksian saya, program tersebut mendapat sambutan yang luar biasa. Antusiasme karena keterpautan hati antara masyarakat Indonesia dengan Palestina yang sudah makin rekat,” katanya.
Selain menerima informasi terkini dari para syekh, masyarakat Indonesia juga menunjukkan kepedulian mereka melalui donasi besar yang telah terkumpul. “Masyarakat Indonesia di 11 provinsi betul-betul menyambut dengan gembira, mendengarkan informasi mutakhir yang disampaikan oleh para syekh sekaligus memberikan semangat bahwa momentum Ramadan yang lalu tidak sekadar memperkuat ukhuwah Islamiyah tetapi juga ukhuwah basyariyah,” jelasnya.
“Alhamdulillah sebagian bantuan ini sudah disalurkan ke saudara-saudara kita di Palestina. Pada waktu itu saya sempat mengikuti BAZNAS di Mesir beberapa hari. Alhamdulillah, ini adalah bagian penting salah satu cara kita memberikan kepedulian kepada Palestina,” ungkap Prof. Sudarnoto.
Sebagai penutup, Prof. Sudarnoto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini. “Mudah-mudahan ini akan menjadi berkah kita semua sebagai bentuk pembelaan kemanusiaan masyarakat Indonesia. Saya atas nama MUI menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh mitra BAZNAS baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Insya Allah, kita bersatu untuk Palestina,” tutupnya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia H.E. Mr. Sudqi Al Omoush, Duta Besar Mesir untuk Indonesia, HE Yasser Hassan Farag Elshemy, Konselor Kedutaan Mesir untuk Indonesia, Mr. Osama Hamdy, Wakil Ketua, Pimpinan, Sekretaris Utama dan Kedeputian BAZNAS RI, hadir secara online The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), serta King Hussein Cancer Foundation (KHCF).
Public Expose Membasuh Luka Palestina juga dihadiri oleh BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten, Mitra Perusahaan, LAZ, UPZ, dan para munfiq yang telah membersamai BAZNAS menyukseskan Program Membasuh Luka Palestina.
BERITA15/01/2025 | Humas
BAZNAS RI Paparkan Arah Kebijakan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memaparkan arah kebijakan pengelolaan zakat nasional untuk tahun 2025 dalam acara Fundraising Development Program (FDP) yang digelar di BAZNAS Institute, Jakarta, Jumat (27/12/2024).
FDP ini merupakan program pendidikan dan pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetisi para fundraiser di BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/kota.
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, menyampaikan visi strategis untuk meningkatkan pengelolaan zakat yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan umat.
Tidak hanya itu, Mo Mahdum juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk mencapai target pengelolaan zakat di tahun mendatang.
"Tahun 2025 adalah momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat nasional, baik di tingkat pusat maupun daerah. Inovasi digital dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi prioritas utama," ujar Mahdum.
Mo Mahdum mengungkapkan, kinerja pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL Nasional memiliki tren yang positif. Pengumpulan Zakat pada tahun 2023 sebesar Rp32,32 triliun dengan proyeksi pengumpulan 2024 sesuai target sebesar Rp41 triliun. Pertumbuhan pengumpulan tertinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 59.2 persen yoy (year on year), sementara pada tahun 2024 diproyeksikan mencapai angka sebesar 26,86 persen yoy.
"Penyaluran ZIS DSKL Pada tahun 2023 mencapai Rp31,20 triliun dengan proyeksi penyaluran 2024 sebesar Rp38,95 triliun, pertumbuhan penyaluran selama 2018-2024 mengalami fluktuasi. Tahun 2022 dan 2023 menjadi tahun dengan pertumbuhan penyaluran tertinggi yoy," jelas Mo Mahdum.
Lebih lanjut, Mo Mahdum menyoroti pentingnya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. "Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan utama dalam pengelolaan zakat. Dengan kepercayaan yang tinggi, partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat akan meningkat secara signifikan," tambahnya.
Menurutnya, BAZNAS terus berkomitmen untuk menerapkan prinsip 3A dalam pengelolaan ZIS-DSKL yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.
Mo Mahdum juga menekankan bahwa kebijakan pengelolaan zakat pada tahun 2025 akan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi umat.
"Pengumpulan zakat harus berorientasi pada program-program yang dapat mengangkat kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat akan menjadi fokus utama BAZNAS," jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan, BAZNAS RI akan memperkuat integrasi data dan teknologi digital untuk mendukung proses pengumpulan dan pendistribusian zakat.
"Kami akan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mempercepat proses pengelolaan zakat yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat," ujar Mahdum.
"BAZNAS memiliki peran strategis dalam menciptakan keadilan sosial dan pemberdayaan umat. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," pungkasnya.
Adapun peserta Fundraising Development Program (FDP) ini terdiri atas amilin dan amilat BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan selama tiga bulan mulai Desember 2024 hingga Februari 2025.
Para peserta juga akan mendapatkan materi terkait Arah kebijakan pengelolaan zakat nasional, dasar-dasar fundraising ZIS, komunikasi fundrising, manajemen strategis dalam fundrising, fundrising UPZ, hingga fundrising digital.
Program FDP ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas lembaga, melaihrkan kader di bidang fundraising, mendorong pertumbuhan dan penguatan penggalangan dana pada lingkup nasional.
BERITA27/12/2024 | Humas Baznas Lobar
Perkuat Kapasitas Institusi Zakat di Indonesia, BAZNAS RI Gelar Fundraising Development Program
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Fundraising Development Program (FDP) sebagai upaya memperkuat institusi zakat dan profesionalisme amil di Indonesia.
FDP ini merupakan program pendidikan dan pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetisi para fundraiser di BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/kota.
Kegiatan ini dilakukan secara hybrid dan dibuka oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Acmad Sudrajat Lc. MA. CFRM, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan BAZNAS RI H. Faisal Qosim dan Kepala Pusdiklat BAZNAS RI Sarniti, di BAZNAS Institute, Jumat, Jakarta (27/12/24).
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., mengatakan tujuan digelarnya FDP adalah untuk memperkuat kelembagaan dan mendorong peningkatan profesionalisme bagi para amil.
"Acara ini menjadi bagian penting dalam rangka untuk penguatan para amil BAZNAS ke depan," kata Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, dalam konteks pengelolaan zakat di Indonesia, peran amil sangatlah penting. Para amil, kata Kiai Noor merupakan ujung tombak dalam memastikan zakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan amanah.
"Karenanya, tantangan fundraising ke depan bukan hanya membutuhkan kemampuan intelektual, tetapi kemampuan skill yang memadai," ujarnya.
Melalui program ini, para peserta akan diberikan pendidikan mengenai bagaimana pengumpulan dan pengelolaan dana zakat yang baik sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal untuk kesejahteraan umat.
"Kita berharap ke depan bagaimana kita tidak hanya meningkatkan jumlah donasi, tetapi juga mampu memperkuat kelembagaan dan jaringan," jelas Kiai Noor.
Kepada para peserta, Kiai Noor berpesan untuk mengikuti seluruh kegiatan dengan semangat agar mampu menyerap ilmu dan pengetahuan yang diberikan.
"Mari ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar mampu mewujudkan pengelolaan zakat yang amanah dan bermanfaat untuk kesejahteraan umat," ucapnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Acmad Sudrajat Lc. MA. CFRM., mengatakan, tugas para peserta yang mengikuti program ini merupakan tugas mulia. Sebab tanpa adanya penguatan fundraising, maka pemberdayaan zakat akan menjadi lemah.
"Ini menjadi pintu masuk kita untuk memulai penguatan fundraising yang berkompeten," kata Achmad.
Karenanya, Achmad berharap, para peserta memiliki komitmen tinggi sesuai visi BAZNAS sebagai lembaga utama menyejahterakan umat.
"Semoga kegiatan ini dapat menciptakan integritas dan komitmen tinggi dalam menjalankan amanah sebagai pengelola zakat," ucapnya.
Adapun peserta Fundraising Development Program (FDP) ini terdiri atas amilin dan amilat BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan selama tiga bulan mulai Desember 2024 hingga Februari 2025.
Para peserta juga akan mendapatkan materi terkait Arah kebijakan pengelolaan zakat nasional, dasar-dasar fundraising ZIS, komunikasi fundraising, manajemen strategis dalam fundraising, fundraising UPZ, hingga fundraising digital.
Program FDP ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas lembaga, melahirkan kader di bidang fundraising, mendorong pertumbuhan dan penguatan penggalangan dana pada lingkup nasional.
BERITA27/12/2024 | Humas Baznas Lobar
Bersama Wapres RI, BAZNAS Salurkan Bantuan Tenda dan Perahu Karet bagi BTB se-Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyerahkan bantuan berupa tenda dan perahu karet untuk BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) di seluruh Indonesia.
Penyerahan secara simbolis diberikan kepada perwakilan BTB yakni BAZNAS kabupaten Cilacap, BAZNAS kabupaten Kudus, BAZNAS kota Semarang, dan BAZNAS Kabupaten Temanggung dalam acara Apel Kesiapsiagaan dan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS Tanggap Bencana & Rumah Sehat BAZNAS 2024, Jumat (13/12/2024).
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menjelaskan, bantuan yang diserahkan berupa 450 tenda dan 30 perahu karet. Bantuan ini akan didistribusikan ke 34 provinsi, khususnya kepada daerah-daerah yang rawan terkena bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kapasitas BTB BAZNAS di seluruh wilayah Indonesia dalam merespons situasi darurat. Tenda dan perahu karet ini adalah kebutuhan dasar dalam penanganan bencana yang sering kali menjadi kendala saat bencana terjadi,” tutur Noor Achmad.
Menurut Kiai Noor, bantuan ini juga merupakan bagian dari program besar BAZNAS untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin yang berkaitan dengan penanganan bencana dan pengentasan kemiskinan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak bencana tidak hanya mendapatkan bantuan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang untuk bangkit kembali,” tambah Noor Achmad.
Dengan adanya bantuan ini, BAZNAS berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pengelolaan zakat, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan.
“Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah rawan bencana,” tuturnya.
Kiai Noor juga berharap semakin banyak tim BTB yang terbentuk di seluruh Indonesia, sehingga makin banyak yang merasakan dampak positif dari adanya tim BTB di tanah air.
"Saat ini, kita baru memiliki 30 tim BTB di provinsi dan 360 kabupaten/kota. Namun Insya Allah, kita menargetkan semua provinsi dan kabupaten di seluruh wilayah Indonesia akan segera dibentuk BAZNAS tanggap bencana," ucapnya.
Apel Kesiapsiagaan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, jajaran pimpinan BAZNAS se-Indonesia, Pj. Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Perwakilan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Inviturlia Andalasiana, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI), serta perwakilan Lembaga Amil Zakat (LAZ).
BERITA13/12/2024 | humas
BAZNAS Lobar dan BAZNAS NTB Menyerahkan Program Gerobak ZKUP dan Modal Usaha sebagai Upaya Entaskan Kemiskinan
Lombok Barat NTB, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Barat berkerjasama dengan Baznas Provinsi NTB menyerahkan bantuan gerobak produktif dan modal usaha bagi kelompok usaha produktif. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis, 12 Desember 2024 di Kantor Baznas Lobar. Hadir dalam kegiatan ini Pj Sekda Lobar H. Fauzan Husniadi, kepala OPD, Ketua Baznas Propinsi NTB, Ketua dan anggota Baznas Lombok Barat serta para penerima bantuan zakat produktif.
Ketua Baznas Lombok Barat TGH Taisir Al Azhar mengatakan bantuan ini diberikan oleh Baznas Provinsi untuk mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Bantuan yang diberikan adalah gerobak produktif dan modal usaha. Hal ini dimaksud untuk dapat membantu masyarakat agar dapat produktif. "Ini adalah bantuan zakat untuk usaha produktif dari Baznas Provinsi untuk membantu masyarakat kecil khususnya kelompok usaha produktif" ujarnya
TGH Taisir mengatakan selain program bantuan usaha produktif, pihaknya juga banyak dibantu dan berkolaborasi dengan baznas Provinsi. Salah satunya adalah program Bantuan Rumah Layak Huni. Ia menambahkan bahwa pihak juga akan melaksanakan program serupa yaitu bantuan usaha produktif. Hal ini untuk mendukung kebijakan Pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan. "Kami akan terus bergerak untuk memberikan bantuan usaha produktif dan alhmdulillah kita sudah banyak berkolaborasi dengan baznas propinsi" ujarnya.
Wakil Ketua III Baznas NTB, Drs. H. Maad Umar, M.Pdmenyampaikan, melalui program tersebut ratusan PKL diberikan gerobak dan modal usaha kepada masing-masing PKL. Saat ini jumlah yang diberikan sebanyak 20 gerobak untuk 20 usaha produktif di wilayah Lobar. Selain itu pihaknya juga telah menyalurkan bantuan gerobak kepada masyarakat secara langsung melalui komisioner baznas propinsi. Bantuan gerobak yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pedagang. Artinya, bentuk gerobak yang diberikan berbeda-beda sesuai dengan jenis jualannya. "Bantuan diberikan PKL, pedagang asongan, dan bedagang bakulan. Ini adalah yang sesuai dengan aturan atau SOP Baznas NTB,” katanya
Sementara itu Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Fauzan Husniadi mengatakan pihaknya mengapresiasi program ini. Hal tersebut karena program bantuan ini dapat mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan di Lobar. Pihaknya berharap program ini dapat terus dilaksanakan. "Semoga tahun depan jumlah bantuannya dapat ditambah sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Lobar" ujarnya.
BERITA12/12/2024 | humas
Rakorda se-NTB, BAZNAS Optimalkan Digitalisasi Pengelolaan Zakat di Daerah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan zakat di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan jangkauan layanan zakat kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec, Ph.D dalam Rapat Koordinasi (Rakorda) BAZNAS dan LAZ se-Provinsi NTB di Mataram, NTB, Rabu (4/12/2024).
Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen mengatakan, digitalisasi menjadi kunci dalam modernisasi pengelolaan zakat. Digitalisasi tidak hanya terbatas pada sistem informasi manajemen, tetapi juga mencakup seluruh aspek pengelolaan zakat, mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga penyaluran.
"Dengan sistem digital yang terintegrasi, kita dapat memantau seluruh proses pengelolaan zakat secara real-time dan memastikan bahwa zakat tersalurkan kepada yang berhak," ujarnya.
Menurut Prof. Nadra, digitalisasi merupakan fondasi untuk menyelenggarakan pengelolaan zakat ke tingkat berikutnya. Dengan teknologi, tidak hanya mempermudah proses pengumpulan dan penyaluran zakat, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.
"Digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat," tuturnya.
Prof. Nadra juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola ZIS. Menurutnya, aplikasi SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan ZIS, mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga penyaluran.
"Dengan SIMBA, kita dapat memantau secara real-time pengelolaan ZIS dan memastikan bahwa dana zakat disalurkan kepada yang berhak secara tepat dan transparan," ujar Prof. Nadra.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Nadra juga mengapresiasi atas pencapaian BAZNAS kabupaten/kota Provinsi NTB, yang aktif mengoptimalkan digitalisasi pengelolaan zakat dengan rutin melakukan pelaporan lewat aplikasi SIMBA.
"Kinerja BAZNAS se-NTB patut diapresiasi lantaran BAZNAS Provinsi NTB dan seluruh BAZNAS kab/kota nya sudah mengisi laporan kinerja via SIMBA, baik triwulan 1, 2, dan 3,” ucapnya.
Selain itu, kata Prof Nadra, dari 11 BAZNAS di Provinsi NTB, terdapat 5 BAZNAS yang mengisi IZN pada tahun 2023, mayoritas nilai IZN yang berada pada kategori bertumbuh.
"Secara detail, BAZNAS Kota Mataram memiliki nilai IZN tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai 0,70 yang masuk pada kategori Bertumbuh. Disusul oleh BAZNAS Prov. Nusa Tenggara Barat dan BAZNAS Kota Bima yang juga masuk dalam kategori Bertumbuh. Selanjutnya BAZNAS Kab. Lombok Utara dan BAZNAS Kab. Sumbawa Barat yang berada pada kategori Stabil," katanya.
BAZNAS RI akan memberikan dukungan penuh, termasuk pelatihan teknis dan bantuan pengembangan infrastruktur digital. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh daerah, termasuk wilayah terpencil, dapat memanfaatkan transformasi digital,” tambahnya.
Prof. Nadra berharap dengan semakin optimalnya digitalisasi pengelolaan zakat, khususnya di NTB, maka akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaat zakat.
"Zakat tidak hanya sekedar kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen yang sangat efektif untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
BERITA05/12/2024 | Humas Baznas Lobar
Optimalkan Pengelolaan ZIS, Jokowi Dukung BAZNAS RI Berkantor di IKN
Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi) mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN), untuk mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Indonesia.
Pernyataan tersebut menanggapi adanya keinginan BAZNAS untuk bisa berkantor di IKN, dan diajukan saat Rakornas BAZNAS pada September lalu yang dibuka oleh Jokowi di IKN.
Kunjungan dan silaturahmi Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. kepada Presiden Indonesia ke-7 tersebut diselenggarakan di Solo, Senin (2/12/2024).
Hadir mendampingi, Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum BAZNAS RI Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat Lc. MA., serta Plt Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati.
“Kehadiran BAZNAS di IKN akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung transformasi sosial dan ekonomi, terutama untuk memastikan distribusi zakat, infak, dan sedekah yang lebih merata dan tepat sasaran,” ujar Jokowi.
Menurutnya, BAZNAS RI perlu mengirimkan surat langsung kepada Kepala Otorita IKN. "Saat ini sudah banyak investor masuk di IKN, seperti perusahaan, perguruan tinggi, maupun rumah sakit. Ini dalam waktu dekat akan segera penuh,” katanya.
Selain itu, Jokowi berharap BAZNAS RI terus meningkatkan transformasi digital, sehingga informasi yang diterima masyarakat bisa lebih cepat, akurat, dan terbuka.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang telah mendukung penuh BAZNAS RI, sehingga dalam waktu singkat bisa berkembang pesat.
“Kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada Bapak Jokowi yang selama menjabat sebagai Presiden RI selalu mendukung BAZNAS, sehingga BAZNAS seluruh Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 30 persen setiap tahunnya. Bahkan pada Rakorda di Papua dua hari lalu, Papua pengumpulannya tumbuh mencapai 60 persen,” tambahnya.
Kiai Noor berharap, langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola ZIS yang mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi bangsa.
Menurut Kiai Noor, dengan keberadaan BAZNAS di IKN, diharapkan pengelolaan ZIS dapat lebih terintegrasi dengan berbagai program strategis pemerintah di kawasan tersebut.
"IKN juga memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh negara lain. Kami akan terus berupaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional dengan semangat yang sejalan dengan kebangkitan Indonesia melalui adanya IKN," ucapnya.
BERITA03/12/2024 | Humas Baznas Lobar
Wapres Gibran Rakabuming Apresiasi Kinerja BAZNAS RI
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang telah meningkatkan kesejahteraan umat dan membantu peran pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
Hal itu disampaikan wapres dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden RI, di Jakarta, Kamis (21/11/2024), yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA, Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, LC. MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec, Ph.D, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta, Deputi 2 BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, MSi, dan Sekretaris Utama BAZNAS RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A.
Sejumlah program BAZNAS RI yang menyasar para mustahik dari perkotaan hingga pelosok daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) mendapat perhatian positif dari Wapres Gibran.
Ke depan, Wapres Gibran turut meminta BAZNAS agar terus membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan ekstrem, stunting, dan makan siang bergizi. Menurutnya, seluruh elemen harus berkolaborasi demi menyukseskan program pemerintah.
Pada pertemuan itu, Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA, turut memaparkan kinerja BAZNAS yang dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun.
"Alhamdulillah Wapres RI sangat mengapresiasi pencapaian yang kita raih. BAZNAS RI juga memaparkan 10 Program Prioritas BAZNAS Tahun 2025 yaitu, Rumah Sehat BAZNAS (RSB), BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Alhamdulillah Mas Wapres sangat mengapresiasi," ujar Noor.
Saat menjabat sebagai wali kota Surakarta, menurut Noor, Wapres Gibran sangat membantu BAZNAS Surakarta dalam menjalankan fungsi dan peran meningkatkan kesejahteraan umat. Hal itu terbukti dari peningkatan pengumpulan dari Rp4 miliar ke Rp12 miliar. Kepedulian Wapres Gibran itu, diharapkan Noor dapat diaplikasikan ke tingkat nasional, sehingga makin banyak masyarakat yang akan terbantu serta BAZNAS RI dapat maksimal menyokong sejumlah program Pemerintahan Prabowo Subianto.
"Dengan dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta, kami optimistis, target pengentasan kemiskinan dapat tercapai. BAZNAS yakin zakat sebagai solusi efektif dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
BERITA22/11/2024 | Humas Baznas Lobar
Penuhi Gizi Mustahik, BAZNAS RI Distribusikan 2.500 Paket Sajian Berkah Bergizi di Depok
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan melakukan pendistribusian 2.500 paket Sajian Berkah Bergizi untuk masyarakat miskin di wilayah Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. mengatakan, BAZNAS mengoperasionalkan dapur umum lapangan di daerah Kelurahan Pengasinan dengan melibatkan masyarakat sekitar, dengan menyediakan paket Sajian Berkah Bergizi, lengkap dengan sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan gizi mustahik.
"Selanjutnya paket makanan tersebut didistribusikan kepada masyarakat miskin di wilayah Kelurahan Pengasinan. Rata-rata mereka adalah para pekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu," kata Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Menurut Saidah, program ini menjadi ikhtiar BAZNAS dalam rangka memberikan bantuan yang diperlukan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Pihaknya juga berharap, BAZNAS dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat dalam meringankan kebutuhan asupan makanan bergizi bagi masyarakat.
"Semoga pendistribusian paket Sajian Berkah Bergizi ini dapat membantu meringankan kebutuhan asupan makanan bergizi bagi masyarakat yang masih hidup dengan kondisi ekonomi terbatas," imbuhnya.
Saidah mengatakan, bantuan ini merupakan buah dari kebaikan yang terus dilakukan masyarakat melalui BAZNAS, yang mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Program Bank Makanan BAZNAS merupakan salah satu upaya memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan dan membutuhkan melalui pendekatan kolaboratif, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga terdampak dengan menyediakan makanan bergizi dalam situasi darurat.
BERITA31/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pengumpulan ZIS BAZNAS Tahun 2024
Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terkait pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) hingga triwulan III tahun 2024 yang telah mencapai Rp28,7 triliun secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, M.Si, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/10/2024). Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Ketua BWI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA., serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
“Komisi VIII DPR RI mengapresiasi pengumpulan zakat nasional yang hingga triwulan III tahun 2024 mencapai Rp28.749.783.717.985,” ujar Marwan.
Marwan menyampaikan, BAZNAS RI perlu meningkatkan koordinasi dan sinergisitas pengumpulan zakat dengan lembaga amil zakat lainnya, sehingga target pengumpulan tahun 2025 yang mencapai Rp50 triliun dapat terealisasikan.
“BAZNAS perlu memastikan penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, jaringan, dan teknologi pengelolaan zakat agar target yang telah ditetapkan tahun 2025, sebesar Rp49.999.769.495.000 dapat terealisasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, koordinasi BAZNAS RI dengan BAZNAS Daerah dan lembaga amil zakat berjalan baik. Katanya, hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan Rakornas BAZNAS maupun Rakornas LAZ yang berjalan sukses.
“Rakornas BAZNAS RI tahun 2024 yang dibuka oleh Bapak Presiden Joko Widodo telah berjalan dengan sukses, menghasilkan 17 resolusi. Sementara Rakornas LAZ tahun 2024 yang digelar belum lama ini juga menghasilkan 11 resolusi,” katanya.
Kiai Noor menyampaikan, terkait pengumpulan ZIS tahun 2025, BAZNAS Pusat, BAZNAS Daerah, dan LAZ se-Indonesia telah menyepakati target sebesar Rp50 triliun yang tercantum dalam Resolusi Rakornas LAZ 2024.
"Untuk pengumpulan ZIS triwulan III tahun 2024 sudah mencapai Rp28,7 triliun, masih ada waktu dua bulan, dan akan terus bertambah. Sementara dalam Rakornas LAZ 2024 kemarin, kita telah menyepakati untuk target tahun 2025 menjadi Rp50 triliun," pungkasnya.
RDP tersebut juga dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Arifin Purwakananta, serta Deputi II BAZNAS RI Dr H. M Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA30/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Ungkap Kiat Sukses Pengumpulan Zakat dan Infak Perusahaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengungkapkan kiat-kiat sukses dalam pengumpulan zakat dan infak perusahaan.
Hal tersebut mengemuka pada Pengajian BAZNAS Selasa Pagi yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dengan Tema "Sukses Pengumpulan Zakat Infak Perusahaan (Fundraising CSR)” disiarkan melalui BAZNAS TV, Selasa (29/10/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., menjelaskan zakat perusahaan merupakan zakat yang wajib dikeluarkan atas hasil usaha yang telah memenuhi ketentuan zakat yakni telah mencapai nisab (batas minimal zakat) sebesar 85 gram emas dan telah mencapai haul (satu tahun).
Zakat perusahaan ini, kata Prof. Nadra dapat membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, yakni membantu mengurangi kemiskinan serta memberikan masa depan yang lebih berkah bagi perusahaan dan seluruh karyawan yang bekerja di dalamnya.
"Sehingga dibutuhkan strategi pengumpulan yang baik agar zakat perusahaan dapat dikelola dengan maksimal," kata Prof Nadra.
Sementara itu, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta menyampaikan beberapa tips dalam menggalang zakat perusahaan.
"Pertama, sosialisasi dan edukasi zakat perusahaan. Banyak perusahaan yang harus diingatkan, maka jangan sampai BAZNAS tidak mengajak mereka tentang kewajiban berzakat. Beri penjelasan bahwa bisa berzakat perusahaan melalui BAZNAS," kata Arifin.
Kedua, lanjut Arifin, pendekatan personal dan layanan program yang sesuai misi perusahaan. "Kita harus bertemu dengan pengambil keputusan di perusahaan dengan memberikan informasi dan menawarkan ajakan berzakat," ujarnya.
"Ketiga, pemberian label taat zakat dan insentif pengurang obyek pajak. Ini perlu dilakukan agar mereka mendapat reward dan insentif bahwa mereka telah melaksanakan zakat perusahaan," imbuhnya.
Arifin menambahkan, kiat keempat, laporan transparan dan akuntabilitas. "Jangan sampai tidak ada laporan. Ini menjadi reputasi BAZNAS untuk bisa membangun kepercayaan kepada perusahaan."
"Kelima, penghargaan untuk perusahaan yang berzakat. Bisa dengan memberikan reward maupun sertifikat yang secara konsisten menunaikan zakat," jelasnya.
Adapun poin keenam, integrasi dengan program CSR perusahaan. "BAZNAS bisa bekerja sama dengan perusahaan untuk menyelaraskan zakat dengan program CSR perusahaan," pungkasnya.
BERITA30/10/2024 | Humas Baznas Lobar

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.
Lihat Daftar Rekening →