Berita Terbaru
BAZNAS Lobar dan BAZNAS NTB Menyerahkan Program Gerobak ZKUP dan Modal Usaha sebagai Upaya Entaskan Kemiskinan
Lombok Barat NTB, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Barat berkerjasama dengan Baznas Provinsi NTB menyerahkan bantuan gerobak produktif dan modal usaha bagi kelompok usaha produktif. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis, 12 Desember 2024 di Kantor Baznas Lobar. Hadir dalam kegiatan ini Pj Sekda Lobar H. Fauzan Husniadi, kepala OPD, Ketua Baznas Propinsi NTB, Ketua dan anggota Baznas Lombok Barat serta para penerima bantuan zakat produktif.
Ketua Baznas Lombok Barat TGH Taisir Al Azhar mengatakan bantuan ini diberikan oleh Baznas Provinsi untuk mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Bantuan yang diberikan adalah gerobak produktif dan modal usaha. Hal ini dimaksud untuk dapat membantu masyarakat agar dapat produktif. "Ini adalah bantuan zakat untuk usaha produktif dari Baznas Provinsi untuk membantu masyarakat kecil khususnya kelompok usaha produktif" ujarnya
TGH Taisir mengatakan selain program bantuan usaha produktif, pihaknya juga banyak dibantu dan berkolaborasi dengan baznas Provinsi. Salah satunya adalah program Bantuan Rumah Layak Huni. Ia menambahkan bahwa pihak juga akan melaksanakan program serupa yaitu bantuan usaha produktif. Hal ini untuk mendukung kebijakan Pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan. "Kami akan terus bergerak untuk memberikan bantuan usaha produktif dan alhmdulillah kita sudah banyak berkolaborasi dengan baznas propinsi" ujarnya.
Wakil Ketua III Baznas NTB, Drs. H. Maad Umar, M.Pdmenyampaikan, melalui program tersebut ratusan PKL diberikan gerobak dan modal usaha kepada masing-masing PKL. Saat ini jumlah yang diberikan sebanyak 20 gerobak untuk 20 usaha produktif di wilayah Lobar. Selain itu pihaknya juga telah menyalurkan bantuan gerobak kepada masyarakat secara langsung melalui komisioner baznas propinsi. Bantuan gerobak yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pedagang. Artinya, bentuk gerobak yang diberikan berbeda-beda sesuai dengan jenis jualannya. "Bantuan diberikan PKL, pedagang asongan, dan bedagang bakulan. Ini adalah yang sesuai dengan aturan atau SOP Baznas NTB,” katanya
Sementara itu Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Fauzan Husniadi mengatakan pihaknya mengapresiasi program ini. Hal tersebut karena program bantuan ini dapat mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan di Lobar. Pihaknya berharap program ini dapat terus dilaksanakan. "Semoga tahun depan jumlah bantuannya dapat ditambah sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Lobar" ujarnya.
BERITA12/12/2024 | humas
Rakorda se-NTB, BAZNAS Optimalkan Digitalisasi Pengelolaan Zakat di Daerah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan zakat di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan jangkauan layanan zakat kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec, Ph.D dalam Rapat Koordinasi (Rakorda) BAZNAS dan LAZ se-Provinsi NTB di Mataram, NTB, Rabu (4/12/2024).
Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen mengatakan, digitalisasi menjadi kunci dalam modernisasi pengelolaan zakat. Digitalisasi tidak hanya terbatas pada sistem informasi manajemen, tetapi juga mencakup seluruh aspek pengelolaan zakat, mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga penyaluran.
"Dengan sistem digital yang terintegrasi, kita dapat memantau seluruh proses pengelolaan zakat secara real-time dan memastikan bahwa zakat tersalurkan kepada yang berhak," ujarnya.
Menurut Prof. Nadra, digitalisasi merupakan fondasi untuk menyelenggarakan pengelolaan zakat ke tingkat berikutnya. Dengan teknologi, tidak hanya mempermudah proses pengumpulan dan penyaluran zakat, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.
"Digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat," tuturnya.
Prof. Nadra juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola ZIS. Menurutnya, aplikasi SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan ZIS, mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga penyaluran.
"Dengan SIMBA, kita dapat memantau secara real-time pengelolaan ZIS dan memastikan bahwa dana zakat disalurkan kepada yang berhak secara tepat dan transparan," ujar Prof. Nadra.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Nadra juga mengapresiasi atas pencapaian BAZNAS kabupaten/kota Provinsi NTB, yang aktif mengoptimalkan digitalisasi pengelolaan zakat dengan rutin melakukan pelaporan lewat aplikasi SIMBA.
"Kinerja BAZNAS se-NTB patut diapresiasi lantaran BAZNAS Provinsi NTB dan seluruh BAZNAS kab/kota nya sudah mengisi laporan kinerja via SIMBA, baik triwulan 1, 2, dan 3,” ucapnya.
Selain itu, kata Prof Nadra, dari 11 BAZNAS di Provinsi NTB, terdapat 5 BAZNAS yang mengisi IZN pada tahun 2023, mayoritas nilai IZN yang berada pada kategori bertumbuh.
"Secara detail, BAZNAS Kota Mataram memiliki nilai IZN tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai 0,70 yang masuk pada kategori Bertumbuh. Disusul oleh BAZNAS Prov. Nusa Tenggara Barat dan BAZNAS Kota Bima yang juga masuk dalam kategori Bertumbuh. Selanjutnya BAZNAS Kab. Lombok Utara dan BAZNAS Kab. Sumbawa Barat yang berada pada kategori Stabil," katanya.
BAZNAS RI akan memberikan dukungan penuh, termasuk pelatihan teknis dan bantuan pengembangan infrastruktur digital. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh daerah, termasuk wilayah terpencil, dapat memanfaatkan transformasi digital,” tambahnya.
Prof. Nadra berharap dengan semakin optimalnya digitalisasi pengelolaan zakat, khususnya di NTB, maka akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaat zakat.
"Zakat tidak hanya sekedar kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen yang sangat efektif untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
BERITA05/12/2024 | Humas Baznas Lobar
Optimalkan Pengelolaan ZIS, Jokowi Dukung BAZNAS RI Berkantor di IKN
Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi) mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN), untuk mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Indonesia.
Pernyataan tersebut menanggapi adanya keinginan BAZNAS untuk bisa berkantor di IKN, dan diajukan saat Rakornas BAZNAS pada September lalu yang dibuka oleh Jokowi di IKN.
Kunjungan dan silaturahmi Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. kepada Presiden Indonesia ke-7 tersebut diselenggarakan di Solo, Senin (2/12/2024).
Hadir mendampingi, Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum BAZNAS RI Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat Lc. MA., serta Plt Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati.
“Kehadiran BAZNAS di IKN akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung transformasi sosial dan ekonomi, terutama untuk memastikan distribusi zakat, infak, dan sedekah yang lebih merata dan tepat sasaran,” ujar Jokowi.
Menurutnya, BAZNAS RI perlu mengirimkan surat langsung kepada Kepala Otorita IKN. "Saat ini sudah banyak investor masuk di IKN, seperti perusahaan, perguruan tinggi, maupun rumah sakit. Ini dalam waktu dekat akan segera penuh,” katanya.
Selain itu, Jokowi berharap BAZNAS RI terus meningkatkan transformasi digital, sehingga informasi yang diterima masyarakat bisa lebih cepat, akurat, dan terbuka.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang telah mendukung penuh BAZNAS RI, sehingga dalam waktu singkat bisa berkembang pesat.
“Kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada Bapak Jokowi yang selama menjabat sebagai Presiden RI selalu mendukung BAZNAS, sehingga BAZNAS seluruh Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 30 persen setiap tahunnya. Bahkan pada Rakorda di Papua dua hari lalu, Papua pengumpulannya tumbuh mencapai 60 persen,” tambahnya.
Kiai Noor berharap, langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola ZIS yang mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi bangsa.
Menurut Kiai Noor, dengan keberadaan BAZNAS di IKN, diharapkan pengelolaan ZIS dapat lebih terintegrasi dengan berbagai program strategis pemerintah di kawasan tersebut.
"IKN juga memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh negara lain. Kami akan terus berupaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional dengan semangat yang sejalan dengan kebangkitan Indonesia melalui adanya IKN," ucapnya.
BERITA03/12/2024 | Humas Baznas Lobar
Wapres Gibran Rakabuming Apresiasi Kinerja BAZNAS RI
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang telah meningkatkan kesejahteraan umat dan membantu peran pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
Hal itu disampaikan wapres dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden RI, di Jakarta, Kamis (21/11/2024), yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA, Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, LC. MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec, Ph.D, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta, Deputi 2 BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, MSi, dan Sekretaris Utama BAZNAS RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A.
Sejumlah program BAZNAS RI yang menyasar para mustahik dari perkotaan hingga pelosok daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) mendapat perhatian positif dari Wapres Gibran.
Ke depan, Wapres Gibran turut meminta BAZNAS agar terus membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan ekstrem, stunting, dan makan siang bergizi. Menurutnya, seluruh elemen harus berkolaborasi demi menyukseskan program pemerintah.
Pada pertemuan itu, Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA, turut memaparkan kinerja BAZNAS yang dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun.
"Alhamdulillah Wapres RI sangat mengapresiasi pencapaian yang kita raih. BAZNAS RI juga memaparkan 10 Program Prioritas BAZNAS Tahun 2025 yaitu, Rumah Sehat BAZNAS (RSB), BAZNAS Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Alhamdulillah Mas Wapres sangat mengapresiasi," ujar Noor.
Saat menjabat sebagai wali kota Surakarta, menurut Noor, Wapres Gibran sangat membantu BAZNAS Surakarta dalam menjalankan fungsi dan peran meningkatkan kesejahteraan umat. Hal itu terbukti dari peningkatan pengumpulan dari Rp4 miliar ke Rp12 miliar. Kepedulian Wapres Gibran itu, diharapkan Noor dapat diaplikasikan ke tingkat nasional, sehingga makin banyak masyarakat yang akan terbantu serta BAZNAS RI dapat maksimal menyokong sejumlah program Pemerintahan Prabowo Subianto.
"Dengan dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta, kami optimistis, target pengentasan kemiskinan dapat tercapai. BAZNAS yakin zakat sebagai solusi efektif dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
BERITA22/11/2024 | Humas Baznas Lobar
Penuhi Gizi Mustahik, BAZNAS RI Distribusikan 2.500 Paket Sajian Berkah Bergizi di Depok
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan melakukan pendistribusian 2.500 paket Sajian Berkah Bergizi untuk masyarakat miskin di wilayah Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. mengatakan, BAZNAS mengoperasionalkan dapur umum lapangan di daerah Kelurahan Pengasinan dengan melibatkan masyarakat sekitar, dengan menyediakan paket Sajian Berkah Bergizi, lengkap dengan sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan gizi mustahik.
"Selanjutnya paket makanan tersebut didistribusikan kepada masyarakat miskin di wilayah Kelurahan Pengasinan. Rata-rata mereka adalah para pekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu," kata Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Menurut Saidah, program ini menjadi ikhtiar BAZNAS dalam rangka memberikan bantuan yang diperlukan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Pihaknya juga berharap, BAZNAS dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat dalam meringankan kebutuhan asupan makanan bergizi bagi masyarakat.
"Semoga pendistribusian paket Sajian Berkah Bergizi ini dapat membantu meringankan kebutuhan asupan makanan bergizi bagi masyarakat yang masih hidup dengan kondisi ekonomi terbatas," imbuhnya.
Saidah mengatakan, bantuan ini merupakan buah dari kebaikan yang terus dilakukan masyarakat melalui BAZNAS, yang mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Program Bank Makanan BAZNAS merupakan salah satu upaya memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan dan membutuhkan melalui pendekatan kolaboratif, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga terdampak dengan menyediakan makanan bergizi dalam situasi darurat.
BERITA31/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pengumpulan ZIS BAZNAS Tahun 2024
Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terkait pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) hingga triwulan III tahun 2024 yang telah mencapai Rp28,7 triliun secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, M.Si, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/10/2024). Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Ketua BWI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA., serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
“Komisi VIII DPR RI mengapresiasi pengumpulan zakat nasional yang hingga triwulan III tahun 2024 mencapai Rp28.749.783.717.985,” ujar Marwan.
Marwan menyampaikan, BAZNAS RI perlu meningkatkan koordinasi dan sinergisitas pengumpulan zakat dengan lembaga amil zakat lainnya, sehingga target pengumpulan tahun 2025 yang mencapai Rp50 triliun dapat terealisasikan.
“BAZNAS perlu memastikan penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, jaringan, dan teknologi pengelolaan zakat agar target yang telah ditetapkan tahun 2025, sebesar Rp49.999.769.495.000 dapat terealisasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, koordinasi BAZNAS RI dengan BAZNAS Daerah dan lembaga amil zakat berjalan baik. Katanya, hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan Rakornas BAZNAS maupun Rakornas LAZ yang berjalan sukses.
“Rakornas BAZNAS RI tahun 2024 yang dibuka oleh Bapak Presiden Joko Widodo telah berjalan dengan sukses, menghasilkan 17 resolusi. Sementara Rakornas LAZ tahun 2024 yang digelar belum lama ini juga menghasilkan 11 resolusi,” katanya.
Kiai Noor menyampaikan, terkait pengumpulan ZIS tahun 2025, BAZNAS Pusat, BAZNAS Daerah, dan LAZ se-Indonesia telah menyepakati target sebesar Rp50 triliun yang tercantum dalam Resolusi Rakornas LAZ 2024.
"Untuk pengumpulan ZIS triwulan III tahun 2024 sudah mencapai Rp28,7 triliun, masih ada waktu dua bulan, dan akan terus bertambah. Sementara dalam Rakornas LAZ 2024 kemarin, kita telah menyepakati untuk target tahun 2025 menjadi Rp50 triliun," pungkasnya.
RDP tersebut juga dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Arifin Purwakananta, serta Deputi II BAZNAS RI Dr H. M Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA30/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Ungkap Kiat Sukses Pengumpulan Zakat dan Infak Perusahaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengungkapkan kiat-kiat sukses dalam pengumpulan zakat dan infak perusahaan.
Hal tersebut mengemuka pada Pengajian BAZNAS Selasa Pagi yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dengan Tema "Sukses Pengumpulan Zakat Infak Perusahaan (Fundraising CSR)” disiarkan melalui BAZNAS TV, Selasa (29/10/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., menjelaskan zakat perusahaan merupakan zakat yang wajib dikeluarkan atas hasil usaha yang telah memenuhi ketentuan zakat yakni telah mencapai nisab (batas minimal zakat) sebesar 85 gram emas dan telah mencapai haul (satu tahun).
Zakat perusahaan ini, kata Prof. Nadra dapat membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, yakni membantu mengurangi kemiskinan serta memberikan masa depan yang lebih berkah bagi perusahaan dan seluruh karyawan yang bekerja di dalamnya.
"Sehingga dibutuhkan strategi pengumpulan yang baik agar zakat perusahaan dapat dikelola dengan maksimal," kata Prof Nadra.
Sementara itu, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta menyampaikan beberapa tips dalam menggalang zakat perusahaan.
"Pertama, sosialisasi dan edukasi zakat perusahaan. Banyak perusahaan yang harus diingatkan, maka jangan sampai BAZNAS tidak mengajak mereka tentang kewajiban berzakat. Beri penjelasan bahwa bisa berzakat perusahaan melalui BAZNAS," kata Arifin.
Kedua, lanjut Arifin, pendekatan personal dan layanan program yang sesuai misi perusahaan. "Kita harus bertemu dengan pengambil keputusan di perusahaan dengan memberikan informasi dan menawarkan ajakan berzakat," ujarnya.
"Ketiga, pemberian label taat zakat dan insentif pengurang obyek pajak. Ini perlu dilakukan agar mereka mendapat reward dan insentif bahwa mereka telah melaksanakan zakat perusahaan," imbuhnya.
Arifin menambahkan, kiat keempat, laporan transparan dan akuntabilitas. "Jangan sampai tidak ada laporan. Ini menjadi reputasi BAZNAS untuk bisa membangun kepercayaan kepada perusahaan."
"Kelima, penghargaan untuk perusahaan yang berzakat. Bisa dengan memberikan reward maupun sertifikat yang secara konsisten menunaikan zakat," jelasnya.
Adapun poin keenam, integrasi dengan program CSR perusahaan. "BAZNAS bisa bekerja sama dengan perusahaan untuk menyelaraskan zakat dengan program CSR perusahaan," pungkasnya.
BERITA30/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa BCB Kenalkan Program BAZNAS Ajak Muda Mudi Berzakat
Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS mengenalkan program pemberdayaan mustahik yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta mengajak muda mudi untuk berzakat, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
"Alhamdulillah, di Hari Sumpah Pemuda ini BAZNAS berupaya membangkitkan kembali semangat pemuda dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan, di antaranya kegiatan Aktivasi Sumpah Pemuda dan Aktivasi kegiatan mahasiswa SCB dengan mengenalkan program-program BAZNAS," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Saidah mengatakan, keterlibatan mahasiswa penerima BCB ini juga menunjukkan komitmen para pemuda dalam menyiarkan dakwah zakat.
"Hal ini juga menunjukkan bahwa para pemuda mampu berkontribusi bagi masyarakat, dan menjadi bukti bahwa BAZNAS juga mampu memberikan dampak bagi pembangunan bangsa melalui pemberian beasiswa kepada para pemuda," jelasnya.
Sebelumnya, kegiatan Aktivasi Hari Sumpah Pemuda tersebut diselenggarakan di Taman Suropati, Jakarta, Minggu (27/10/2024).
"Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa BCB membagikan produk pemberdayaan mustahik berupa ZCoffee dan ZChicken bagi masyarakat," ujar Saidah.
Lebih lanjut, Saidah berharap, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi zakat kepada masyarakat, serta menguatkan kembali semangat pemuda.
Sementara kegiatan Aktvasi Sumpah Pemuda BAZNAS ialah mengajak masyarakat yang berkunjung disilakan untuk melafalkan teks Sumpah Pemuda dan menyampaikan makna Sumpah Pemuda bagi dirinya di depan kamera.
Tidak hanya itu, mahasiswa BCB juga membagikan kartu ucapan bagi para pemuda yang telah ikut serta, yang mana di dalamnya terdapat ajakan "Pemuda Berzakat".
BERITA29/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Jelang Hari Sumpah Pemuda, BAZNAS Ajak Volunteer Aksi Membantu Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak para pemuda beraksi nyata melalui program BAZNAS Volunteer dalam kegiatan BAZNAS VolunTrip, sebuah kegiatan aksi sosial berpadu perjalanan yang menginspirasi untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat di daerah yang membutuhkan, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda.
Kegiatan yang mengusung tema "Pemuda Peduli, Pemuda Beraksi" ini diikuti sebanyak 30 peserta, diselenggarakan di Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Sabtu-Minggu, 26-27 Oktober 2024.
Kepala Divisi Promosi BAZNAS RI Budi Margono mengatakan, tujuan dari kegiatan bersama BAZNAS Volunteer dalam BAZNAS VolunTrip adalah menumbuhkan semangat kepemudaan sekaligus solidaritas melalui aksi nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Budi menjelaskan, konsep BAZNAS VolunTrip ini adalah memberikan ruang bagi para BAZNAS volunteer yang terdiri dari para muzaki dan masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat sehingga ikatan emosional dapat terjalin lebih kuat.
“BAZNAS ingin memberikan pengalaman yang tidak hanya bermakna bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi para volunteer yang berpartisipasi,” ucap Budi.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan, kegiatan BAZNAS VolunTrip kali ini dilaksanakan bersama tim Kesehatan BAZNAS dan Kemanusiaan BAZNAS, yang nantinya akan memberikan layanan kesehatan serta edukasi bagi warga Desa Sinarjaya, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Selain itu, bantuan logistik berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya turut disalurkan untuk membantu meringankan beban hidup warga yang membutuhkan.
"Desa Sirnajaya memiliki sejumlah kebutuhan dasar yang belum terpenuhi secara optimal. Dengan memilih Desa Sirnajaya yang terletak di kawasan pegunungan, BAZNAS ingin menunjukan komitmennya untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah yang seringkali termarginalkan," ujar Budi.
Budi berharap, kegiatan ini bisa memberikan dampak positif sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut serta membangun masyarakat.
Secara terpisah, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A. dalam keterangannya mengatakan, BAZNAS VolunTrip adalah langkah strategis BAZNAS dalam meningkatkan keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial.
"Dengan terjun langsung, kami ingin para BAZNAS volunteer merasakan arti dari solidaritas dan empati. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan sosial yang ada," tutur Saidah.
Saidah menambahkan, pengalaman interaksi langsung dengan para penerima manfaat diyakini mampu memberikan dampak mendalam bagi diri para volunteer untuk lebih peka terhadap persoalan sosial di masa depan.
Saidah menyampaikan, kegiatan BAZNAS VolunTrip di Desa Sirnajaya bertujuan untuk mengingatkan kembali nilai luhur Sumpah Pemuda kepada peserta. BAZNAS berharap semangat persatuan para pemuda di tahun 1928, dapat menginspirasi para volunteer untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam aksi peduli sesama.
“Kami akan mengupayakan kegiatan ini agar terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak daerah yang membutuhkan,” kata Saidah.
Sementara itu, Ketua RT 03 Desa Sirnajaya Dedi Raharjo, menyambut baik kedatangan tim BAZNAS beserta para volunteer. Menurutnya, kehadiran mereka sangat berarti bagi masyarakat desa, yang mayoritas masih berada dalam kondisi keterbatasan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan BAZNAS. Semoga kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi para pemuda untuk terus peduli dan berkontribusi pada masyarakat,” kata Dedi.
Dedi menyampaikan, program VolunTrip yang digagas BAZNAS ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Selain mendapat pemeriksaan kesehatan, warga juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya pola hidup sehat.
“Masyarakat sangat antusias dengan edukasi kesehatan yang diberikan, terutama dalam hal menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berbagai penyakit,” jelas Dedi.
"Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas kegiatannya sehingga akan semakin banyak masyarakat yang terbantu," pungkasnya.
BERITA28/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS LOBAR PEDULI: Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Penderita HIV/AIDS
Lombok Barat, 24 Oktober 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran Bantuan Biaya Hidup untuk penderita HIV/AIDS atau disebut Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). Acara yang berlangsung di Aula Dinas PMD Lombok Barat ini dihadiri oleh Komisioner BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Lombok Barat, serta beberapa perwakilan dari Dinas terkait. Sebanyak 42 penerima manfaat mendapatkan bantuan dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari Banjar Dharma Praja, yang juga menyalurkan bantuan khusus untuk KDS yang beragama Hindu. Dukungan ini merupakan wujud solidaritas lintas agama dalam membantu penderita HIV/AIDS di Lombok Barat.
Dalam laporannya, Ketua KPA Kabupaten Lombok Barat, H. Muhammad Junaidi, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 507 kasus HIV/AIDS yang tercatat di Kabupaten Lombok Barat, menjadikannya wilayah dengan jumlah penderita tertinggi kedua setelah Kota Mataram. "Pencegahan penularan HIV terus kami upayakan melalui berbagai langkah, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin yang bekerja sama dengan Kementerian Agama, serta pemeriksaan pada ibu hamil," jelas Junaidi.
Ia juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan turut serta melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat. Junaidi mengingatkan pentingnya tiga target utama yang disebut sebagai "3 Zero", yaitu:
1. Tidak ada lagi kasus baru HIV,
2. Mencegah kematian akibat HIV,
3. Menghapus diskriminasi terhadap penderita HIV.
Ia mencontohkan kisah inspiratif dari salah satu penerima manfaat, Ahyar, yang bersama istrinya mengidap HIV namun berhasil menjaga kesehatan keluarganya. "Dengan disiplin mengonsumsi obat setiap hari, Ahyar dan istrinya tetap sehat, dan kedua anak mereka dinyatakan negatif HIV," tambahnya.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, Tgh. Muh. Surur Ibrahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini adalah kali ketiga BAZNAS bekerja sama dengan KPA Lombok Barat untuk menyalurkan bantuan biaya hidup kepada penderita HIV/AIDS. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000, dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp12.600.000.
Ia juga memberikan nasihat penuh hikmah kepada para penerima manfaat. “Kita harus pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dicatat sebagai amal kebaikan. Jangan pernah berputus asa," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, Tgh. M. Taisir Al Azhar, dalam sambutannya mengajak para penderita HIV/AIDS untuk tetap semangat dalam menjalani hidup. “Kita tidak boleh berputus asa. Teruslah percaya diri, teruslah hidup. Sembahlah Tuhanmu sampai kematian menjemput. Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. ‘Ganbatte Kudasai’ (jangan pernah berputus asa),” serunya dengan semangat.
Acara ini juga mencerminkan kerja sama berbagai pihak dalam mendukung penderita HIV/AIDS di Lombok Barat. Banjar Dharma Praja memberikan perhatian khusus kepada Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) yang beragama Hindu, menunjukkan kepedulian lintas agama dalam membantu sesama.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada beberapa penerima bantuan oleh Komisioner BAZNAS Lombok Barat, Ketua KPA Lombok Barat, dan Ketua Banjar Dharma Praja Lombok Barat.
BERITA24/10/2024 | Humas Baznas Lobar
LAZNAS Syarikat Islam Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS
Ketua Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syarikat Islam, H. David Chalik memuji perkembangan signifikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam beberapa tahun dalam menjalankan tugasnya mengelola dana umat.
“Saya bangga melihat perkembangan BAZNAS saat ini. Artinya dibandingkan dengan satu dekade yang lalu, BAZNAS yang sekarang memang agresif dan inovatif untuk melakukan tugasnya mengelola dana umat melalui ragam program dan inovasi yang disiapkan,” ujar David Chalik saat Rapat Kerja Nasional (Rakornas) LAZ se-Indonesia di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Menurut David Chalik, peran BAZNAS dalam mengelola dana umat sangat penting, terlebih untuk LAZ-LAZ baru seperti Syarikat Islam. Katanya, BAZNAS sudah seperti induk dan rumah bagi LAZNAS Syarikat Islam.
“Kami sebagai sebagai LAZNAS yang baru lahir jadi merasa mempunyai induk, walaupun tidak terafiliasi langsung, tapi jelas ada arahannya, bimbingannya, dan rumahnya,” katanya.
David Chalik mengapresiasi BAZNAS yang terus semangat untuk menjadikan lembaga zakat yang ada di Indonesia untuk taat dan tertib dalam pengumpulan dan pengelolaan zakatnya. Semangat tersebut penting ditanamkan kepada setiap lembaga zakat di seluruh Indonesia.
“Terus meningkatkan kesadaran ini yang penting, yang jadi akhirnya ke depannya LAZ di seluruh Indonesia semuanya siap menjadi lembaga amil zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Dia mengakui bahwa sebagai lembaga zakat yang baru lahir, LAZNAS Syarikat Islam banyak belajar dari BAZNAS terkait inovasi program pengumpulan maupun pendistribusian. Banyak program-program yang dimiliki Syarikat Islam yang terinspirasi dari BAZNAS.
“Inovasi-inovasi yang kami lakukan tidak hanya dari sisi pengumpulannya, tetapi juga pendistribusiannya baik program-program ekonomi, pemberdayaan umat, beasiswa, tebar beras, hingga dukungan untuk ustaz-ustazah di pedalaman,” ungkapnya.
David Chalik berharap, BAZNAS lebih rutin menggelar pertemuan yang memperkuat koordinasi LAZ se-Indonesia, sehingga upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin mudah dilakukan.
“Acara seperti ini sangat bagus dan penting sebagai ajang saling support dan kolaborasi, karena sekarang era kolaborasi. Kekuatan itu tidak datang dari masing-masing, tetapi dari kolaborasi supaya bisa saling menguatkan,” pungkasnya.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Segera Daftar, Beasiswa Santri BAZNAS Tahun 2024 Sudah dibuka
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Indonesia. BAZNAS bertanggung jawab dalam penyaluran dana tersebut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi. Salah satu program unggulannya adalah Beasiswa Santri, yang bertujuan untuk mendukung pendidikan para santri di berbagai pesantren di Indonesia.
Pada tahun 2024 ini, BAZNAS kembali membuka pendaftaran Beasiswa untuk 10.000 Santri diseluruh indonesia, bagi para santri yang memenuhi syarat. Program beasiswa ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan para santri, serta memberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pendidikan yang layak. Pendaftaran sudah dibuka dan akan berlangsung hingga 25 Oktober 2024.
Para santri yang berminat dapat mengajukan pendaftaran secara online melalui situs resmi BAZNAS. Persyaratan dan informasi lebih lanjut terkait beasiswa ini dapat dilihat di panduan yang sudah disiapkan dibawah.
Beasiswa Santri BAZNAS adalah beasiswa persiapan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Favorit yang diperuntukkan bagi santri aktif berprestasi dan/atau dari kalangan dhuafa yang sedang menempuh pendidikan formal di kelas 12 tingkat Madrasah Aliyah/Sederajat. Beasiswa diajukan secara kolektif oleh pihak Pesantren.
????Fasilitas Beasiswa:
1. Biaya persiapan masuk PTN sebesar Rp4.000.000,- untuk setiap santri
2. Kegiatan Pembinaan
Persyaratan Umum
Santri warga Negara Indonesia
Santri berasal dari Pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama, dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP)
Santri adalah siswa aktif kelas 12 MA/Sederajat di sekolah formal, dibuktikan dengan Surat Keterangan Aktif
Santri memiliki akhlak terpuji dan layak mengikuti seleksi program Beasiswa Santri BAZNAS dan direkomendasikan oleh Pimpinan Pesantren
Santri memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman
Santri memiliki prestasi akademik dan non akademik dengan melampirkan rata-rata nilai rapor, sertifikat atau piagam penghargaan
Persyaratan Khusus
Santri yang diajukan merupakan santri berprestasi dari keluarga dhuafa, namun santri umum yang berkeinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/Favorit diperbolehkan
Santri telah mendapat izin dan persetujuan dari orang tua/wali untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/Favorit
Santri tidak terikat kewajiban pengabdian di pesantren setelah lulus dari tingkat MA/Sederajat
Santri bersedeia mengikuti seluruh rangkaian program Beasiswa Santri BAZNAS tahun 2024
Jika lulus sebagai peserta beasiswa, santri tidak diperkenankan menerima beasiswa lain yang serupa
Persyaratan Dokumen
Proposal disertai lampiran dokumen:
1). Izin Operasional Pesantren dari kementerian Agama
2). Piagam Statistik Pesantren terlampir NSP (Nomor Statistik Pesantren)
3). Struktur Organisasi Pesantren
4). SK Pengangkatan Pimpinan
5). Foto KTP Pimpinan
6). Foto Buku Rekening Pesantren
7). NPWP Pesantren
8). Sertifikat Akreditasi Sekolah
9). Surat Keterangan Aktif Sekolah
10). Surat Keterangan Tidak Ada Kewajiban Mengabdi
11). Dokumentasi Bangunan/Gedung Pesantren
Data Terpadu Santri (DTS)
Berisi data individu, data sekolah, dan data Kampus Tujuan
Strategi Pelaksanaan Program
a) Rencana pelaksanaan program
b) Data Santri ajuan
c) Data lulusan 3 (tiga) tahun terakhir
d) Rencana Anggaran Biaya (RAB)
ormat dokumen Persyaratan dapat diunduh di tombol dibawah, di tata cara pendaftaran
Tata Cara Pendaftaran
Langkah 1:
Pesantren pendaftar mempelajari petunjuk teknis pendaftaran dan mengunduh dokumen format persyaratan pada link di bawah ini:
https://drive.google.com/drive/folders/11os1bnz_jGo0ndm6SXa586VXORPAF4o-
Langkah 2:
Pesantren pendaftar mengisi formulir online dan mengupload seluruh dokumen pesyaratan sesuai format melalui link di bawah ini:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdAJKutkXRx70BMShaDTmyl6VdmHoYrltDBYPWpLBxpDr3txA/viewform?pli=1
Timeline:
Pendaftaran di buka 15-25 Oktober 2024
Seleksi Administrasi 28 Oktober - 8 November 2024
Seleksi Substansi 11-15 November 2024
Pengumuman SK Kelulusan 25 November 2024
#BerkahBerzakat #GerakanCintaZakat
#BAZNASINDONESIA #BeasiswaSantriBAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Rakornas LAZ Se-Indonesia, BAZNAS Dorong Penguatan Tiga Pilar Utama Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong tiga pilar utama dalam penguatan pengelolaan zakat di tanah air. Ketiga hal tersebut yaitu sumber daya manusia (SDM) profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia di Jakarta, pada Selasa (15/10/2024).
Menurut Rizaludin, tanpa dukungan SDM berkualitas, teknologi yang kuat, serta infrastruktur yang solid, Lembaga Amil Zakat (LAZ) akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini.
"Lembaga zakat harus memiliki tim yang kompeten, memiliki integritas, serta mampu mengikuti perkembangan tren dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Selain itu, SDM juga perlu dibekali dengan pelatihan berkelanjutan untuk menjaga kualitas pelayanan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Rizaludin menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, LAZ harus fokus pada inovasi layanan dan penggunaan teknologi agar bisa mengelola zakat secara efisien tanpa “menjual air mata mustahik”. Hal ini akan menciptakan kenyamanan dan kepuasan bagi para muzaki (pemberi zakat) sehingga semakin banyak yang percaya pada lembaga zakat di Indonesia.
“Organisasi pengelola zakat bukan sekadar menghimpun dana, melainkan menawarkan jasa pengelolaan amal yang profesional,” katanya.
Rizaludin juga menyoroti pentingnya SDM yang profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, tanpa dukungan SDM berkualitas dan teknologi yang kuat, LAZ akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini.
Rizaludin menekankan bahwa ada beberapa isu strategis yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah literasi zakat, kinerja fundraising, layanan pasca donasi, kualitas SDM fundraising, digitalisasi, dan branding kelembagaan. Hal ini dianggap penting agar zakat dapat dihimpun dengan lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Perwakilan LAZ Rabbani, Muhammad Faried, menyoroti tantangan literasi zakat di Indonesia. Menurutnya, minat baca masyarakat Indonesia yang rendah menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan kesadaran akan zakat. Faried menjelaskan bahwa di era media sosial, masyarakat lebih suka konten visual yang singkat dan padat, sehingga edukasi zakat harus disesuaikan dengan tren ini.
Sebagai solusi, Faried menyampaikan bahwa LAZ Rabbani telah mulai membuat konten-konten edukatif yang ringkas dan menarik untuk diunggah di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Namun, ia mengakui bahwa dampaknya masih kecil karena konten tersebut belum didukung dengan promosi berbayar (ads) yang lebih luas. “Kami berusaha untuk terus meningkatkan literasi zakat di masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan Faried, pimpinan LAZ Al-Hilal, Iwan Setiawan, membahas tantangan dalam fundraising. Menurutnya, strategi penggalangan dana melalui WhatsApp (WA) yang telah digunakan selama beberapa tahun kini mulai menunjukkan kejenuhan. Selain itu, ia menambahkan bahwa pelemahan ekonomi nasional juga berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk berdonasi melalui lembaga zakat.
"Penurunan fundraising Lembaga pengelolaan zakat terjadi karena beberapa hal yaitu kejenuhan strategi WA fundraising (internal), masyarakat memilih donasi di kegiatan lembaga terdekat, bahkan tetangga/keluarganya, pelemahan ekonomi nasional, menurunnya berdonasi ke lembaga. Hal itu tentu harus kita carikan solusi bersama," paparnya.
Jajang Nurjaman, pimpinan LAZ Daarut Tauhid, menyoroti pentingnya kepedulian yang didasarkan pada tauhid dalam pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa semakin kuat keimanan seseorang, semakin besar kepeduliannya terhadap sesama.
“Sebagaimana disebutkan dalam hadits, ‘Tidaklah beriman seseorang yang kenyang semalaman, sementara tetangganya kelaparan,’ kepedulian yang kita tanamkan harus berasal dari iman,” ungkap Jajang.
Jajang menambahkan bahwa kepedulian tidak diukur dari banyaknya donasi yang diberikan, melainkan dari pemahaman bahwa di dalam harta seseorang terdapat hak bagi mustahik. Dengan memahami ini, para muzaki akan lebih terdorong untuk memberikan zakat mereka dan memperkuat tauhid mereka dalam prosesnya.
Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia berlangsung pada Selasa, 15 Oktober 2024, di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh pimpinan LAZ dari seluruh Indonesia dengan agenda utama membahas strategi pengelolaan zakat untuk mencapai target nasional dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penghimpunan zakat.
Rakornas juga membahas pentingnya inovasi dalam layanan zakat. Dalam era digital, LAZ didorong untuk memanfaatkan teknologi agar pengelolaan zakat lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengan teknologi yang tepat, penyaluran dana zakat dapat dilakukan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan mustahik di berbagai daerah.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat Bersama 167 Perwakilan LAZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional dengan 167 perwakilan Lembaga Amil Zakat (Rakornas LAZ 2024) dari seluruh Indonesia, pada 14-16 Oktober 2024.
Rakornas LAZ 2024 diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat integrasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara nasional.
Turut hadir membuka acara, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua Umum MUI Dr. K.H. Marsudi Syuhud, MM., Direktur Eksekutif KNEKS: KH. Sholahudin Al Aiyub, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI, Direktur Eksekutif POROZ Nur Hasan, serta 167 perwakilan LAZ dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan terima kasih kepada seluruh LAZ yang telah hadir, kemudian menjelaskan urgensi untuk bersinergi dalam memaksimalkan potensi zakat di Indonesia demi mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan umat.
“Kami sangat berharap agar nanti masing-masing LAZ mempunyai kekuatan sendiri-sendiri. Potensi zakat kita sekarang di Indonesia lebih dari Rp300 triliun, tetapi kemarin kita baru bisa mendapatkan 41 triliun untuk 2024, insya Allah,” ujar Kiai Noor, di Jakarta, Selasa, (15/10/24).
"Saya berharap, dalam Rakornas LAZ kali ini, BAZNAS dan LAZ dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dalam menyongsong tahun 2025 mendatang. Insya Allah apa yang kita lakukan ini mengikuti jejak-jejak amirul mukminin," ucapnya.
Rakornas LAZ ini pun disambut baik oleh Sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU Moesafa S.Fil.I.
Menurutnya, sebagai LAZ dengan pengumpulan terbanyak, LAZISNU mendukung sinergi pengelolaan zakat pada LAZ seluruh Indonesia.
Moesafa berharap akan ada satu data gabungan dari seluruh LAZ untuk menghindari ‘overlapping’ dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat nantinya.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU), Ahmad Imam Mujadid Rais M. IR. Beliau menyebut upaya ini merupakan tugas besar yang membutuhkan gotong royong dari seluruh stakeholder terkait.
“Saya kira kunci pentingnya adalah bagaimana BAZNAS bisa mengorkestrasi LAZ-LAZ yang berbagai macam ini,” tuturnya.
Demikian juga Wakil Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Assalam fil Alamin (LAZIS ASFA), Anizar Masyhadi menyampaikan, sinergi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS merupakan langkah yang baik untuk melihat dan memaksimalkan tiap potensi yang ada di LAZ seluruh Indonesia.
“Perlu dilakukan pembagian tugas misalnya (lembaga) siapa yang pos kemanusiaannya besar, (lembaga) siapa yang pos pendidikannya lebih besar. Agar tidak terfokus pada salah satu bidang saja,” pungkasnya.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Menlu Retno Lepas Bantuan Kemanusiaan BAZNAS untuk Sudan dan Palestina
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Retno L.P Marsudi melepas bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk masyarakat Sudan, dan Palestina, di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (14/10/2024).
Bantuan ini merupakan gabungan dari bantuan pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan RI, juga bantuan masyarakat Indonesia yang disalukran melalui BAZNAS.
Turut hadir dalam pelepasan bantuan tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
Menlu Retno menjelaskan, bantuan yang dikirimkan tersebut akan disalurkan melalui Jordan Hashimite Charity Organization (JHCO).
Tidak hanya itu, Menlu Retno juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait tantangan dari setiap negara yang diberikan bantuan.
"Korban di Gaza saat ini telah mencapai lebih dari 42.000 orang, 495 ribu orang mengalami kelaparan, dan terdapat wabah polio sejak awal September 2024. Di Yaman, terdapat korban banjir sebanyak lebih dari 258 ribu orang. Sementara di Sudan, banyak terjadi kelaparan sebab adanya konflik yang terjadi di sana," paparnya.
"Bentuk tantangan dari berbagai negara berbeda-beda, ada yang karena bencana banjir, wabah penyakit, dan juga konflik. Sebagai bentuk solidaritas maka tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat melalui BAZNAS memberi bantuan solidaritas kita ke tiga negara tersebut," jelas Menlu Retno.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, BAZNAS RI selalu konsisten menyalurkan bantuan kepada Sudan, dan Palestina secara transparan dan penuh tanggung jawab.
“BAZNAS RI selalu konsisten membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina, Yaman, dan Sudan, karena ini juga bagian dari apa yang diberikan oleh masyarakat untuk dibantukan kepada negara-negara tersebut,” ujar Kiai Noor.
"Saat ini banyak terjadi kelaparan. Apalagi saat ini masuk musim dingin dan ada pula wabah polio," kata Kiai Noor.
"Sudan ini ternyata sangat membutuhkan, karena konflik di antara mereka telah menimbulkan kelaparan dan kematian. Kemudian di Yaman di samping ada konflik, ada juga bencana yang luar biasa itu," tambah Kiai Noor.
Kiai Noor menyampaikan, saat ini BAZNAS masih terus melakukan penerimaan donasi untuk negara-negara tersebut.
“Kami sudah menyampaikan kepada Bu Menlu, Bapak Menko PMK, dan Kepala BNPB kalau ada apa-apa terkait dengan bantuan ke negara-negara tersebut, insya Allah BAZNAS RI siap," pungkasnya.
Pesawat yang membawa sekitar 50,5 ton bantuan tersebut akan berangkat pada pukul 01.00 WIB dini hari kemudian transit di Fujairah United Emirat Arab. Simbolisasi penyerahan akan dilakukan di Yaman dan dilanjutkan dengan pendistribusian bantuan lewat darat.
BERITA15/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Kirim Bantuan Obat-Obatan, Selimut, Jaket untuk Sudan dan Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengirim bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan sebanyak 2 ton untuk Sudan, 2000 selimut dan 2000 jaket musim dingin untuk Palestina, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian dari rakyat Indonesia.
Hadir dalam pelepasan bantuan kemanusiaan antara lain, Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto S.Sos., M.M di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (14/10/2024).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa BAZNAS RI selalu konsisten menyalurkan bantuan kepada Sudan, dan Palestina secara transparan dan penuh tanggung jawab.
“BAZNAS RI selalu konsisten membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina dan Sudan, karena ini juga bagian dari apa yang diberikan oleh masyarakat untuk dibantukan kepada negara-negara tersebut,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor mengatakan, BAZNAS RI selalu berupaya untuk berada di garis depan dalam membantu umat yang tengah menghadapi krisis. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian umat Islam di Indonesia kepada sesama saudara Muslim di dunia, sesuai dengan amanah zakat, infak, dan sedekah yang telah dipercayakan.
Kiai Noor menyampaikan, saat ini BAZNAS masih terus melakukan penerimaan donasi untuk negara-negara tersebut.
“Kami sudah menyampaikan kepada Bu Menlu, Bapak Menko PMK, dan Kepala BNPB kalau ada apa-apa terkait dengan bantuan ke negara-negara tersebut, insyaAllah BAZNAS RI siap,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menambahkan bahwa Indonesia akan terus berada di jalur kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
“Kita akan terus memberikan bantuan untuk berikutnya untuk negara-negara tersebut. Mudah-mudahan bisa diterima dengan baik sehingga dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Yaman, Sudan, dan Palestina atas musibah yang mereka alami,” pungkasnya.
BERITA15/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Wujudkan Indonesia Emas, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia tahun 2024, sebagai bentuk pemanfaatan dana zakat untuk pendidikan dalam mendukung visi Indonesia Emas.
Peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia tahun 2024 berlangsung secara daring di kanal Youtube BAZNAS TV, Kamis (10/10/2024).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Wakil Kepala Perwakilan KBRI Moskow Berlian Helmy.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. menyampaikan, peluncuran beasiswa ini adalah wujud kolaborasi strategis antara BAZNAS dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia, sekaligus menjadi upaya mendukung terwujudkan Indonesia Emas yang dicita-citakan
"Kerja sama antara BAZNAS dan KBRI Rusia memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat kelulusan mahasiswa Indonesia di Rusia dan membentuk karakter ke-Indonesiaan yang kuat yang memiliki keilmuan bertaraf internasional yang dibutuhkan di era persaingan global," ujar Kiai Noor.
"Dipilihnya negara Rusia dalam program beasiswa ini karena Rusia memiliki potensi besar sebagai destinasi pendidikan, dengan keunggulan di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan keterbukaan Rusia terhadap mahasiswa Indonesia, kami berharap program beasiswa ini dapat semakin mempermudah mahasiswa untuk meraih pendidikan berkualitas," lanjutnya.
Kiai Noor menjelaskan, melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia ini, BAZNAS berharap dapat mencetak ilmuwan-ilmuwan handal yang berpengaruh di Indonesia maupun di dunia internasional. Program ini bukan hanya soal memberikan dana, tetapi juga soal membentuk para mahasiswa menjadi pejuang ilmu yang nantinya akan berperan penting dalam membangun Indonesia.
Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI Imdadun Rahmat menyampaikan, Program Beasiswa Cendekia ini merupakan salah satu prioritas BAZNAS.
"Program Beasiswa adalah salah satu cara strategis untuk mengangkat mustahik menjadi muzaki. Harapan kami, melalui beasiswa ini, para mahasiswa yang kita dampingi akan segera naik kelas menjadi muzaki dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Imdadun menjelaskan, Program Beasiswa Cendekia BAZNAS ini mencakup pendidikan dari jenjang S1, S2, hingga S3, dengan prioritas utama diberikan kepada alumni pesantren yang mengambil jurusan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) . Namun, beasiswa ini juga terbuka untuk mahasiswa non-pesantren dan di luar jurusan STEM.
"Kami fleksibel dalam memberikan beasiswa ini, dengan harapan bahwa semakin banyak mahasiswa Indonesia yang dapat terlibat dalam mencetak prestasi di Indonesia maupun di luar negeri," tambah Imdadun.
Lebih lanjut, Imdadun memaparkan, untuk tahun 2024, BAZNAS mengalokasikan kuota hingga 100 mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa ini, dan jumlah tersebut bisa bertambah sesuai dengan evaluasi dan kebutuhan.
Imdadun juga menyampaikan, program beasiswa ini juga menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata BAZNAS dalam meringankan beban hidup para mahasiswa di luar negeri, terutama di Rusia.
"Kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan semakin memperkuat peran BAZNAS dalam mendukung pendidikan anak bangsa di luar negeri dengan membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga fokus pada studinya," tutupnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Moskow Berlian Helmy, dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif strategis ini.
"Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia di Rusia. Beasiswa ini sangat membantu meringankan beban mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari serta memacu semangat mereka untuk berprestasi akademik," katanya.
Menurutnya, beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk fokus pada capaian akademik yang tinggi.
"Kami di KBRI Moskow akan terus memantau perkembangan mahasiswa penerima beasiswa dan memberikan laporan terkait keberhasilan program ini. Dengan dukungan beasiswa ini, diharapkan juga mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali ke tanah air untuk berkontribusi," pungkasnya.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
PT Bank Nano Syariah Tunaikan Zakat Penghasilan Karyawan melalui BAZNAS RI
PT Bank Nano Syariah menyerahkan zakat penghasilan karyawan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebesar Rp40 juta dari 358 muzaki.
Penyerahan zakat penghasilan karyawan tersebut diselenggarakan di Kantor Nano Bank Syariah, Jakarta, Kamis (10/10/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Direktur Utama PT Bank Nano Syariah Halim, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr KH Noor Achmad, MA dalam sambutannya menyambut baik zakat penghasilan karyawan yang diberikan PT Bank Nano Syariah. Menurutnya, zakat yang disalurkan karyawan PT Bank Nano Syariah dapat menumbuhkan rasa kepedulian.
"Penyerahan zakat penghasilan karyawan ini merupakan bentuk kepedulian dari manajemen dan karyawan PT Bank Nano Syariah untuk membantu sesama," kata Kiai Noor.
Kiai Noor pun berharap zakat yang diserahkan para muzaki dapat memberikan keberkahan kepada karyawan dan perusahaan PT Bank Nano Syariah. Hal ini dikarenakan zakat merupakan salah satu cara untuk membersihkan harta seseorang.
"Semoga karyawan Bank Nano Syariah sehat dan mendapatkan keberkahan serta amanah dalam menjalankan tugasnya," imbuh Kiai Noor.
Pada kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah Karyawan PT. Bank Nano Syariah.
Menurut Kiai Noor, penandatanganan PKS ini bertujuan agar terjalinnya silaturahim dengan mitra pengumpulan, menambahnya zakat karyawan di lingkungan instansi serta menjadikan peluang penambahan mitra pengumpulan dari segmen
perbankan.
"Melalui kerjasama ini, diharapkan mampu menjadi wadah silaturahmi dan bertambahnya zakat karyawan PT. Bank Nano Syariah," jelas Kiai Noor.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Nano Syariah Halim mengatakan, zakat yang diberikan merupakan inisiatif dari karyawan untuk dapat berbagi kepada sesama.
"Bank Nano Syariah memobilisasi 350 karyawan terkumpul 40 juta tetapi kita dari perusahaan menggenapi menjadi 100 juta," kata dia.
"Ini merupakan inisiatif yang dilakukan dari teman-teman karyawan Bank Nano Syariah agar karyawan memiliki rasa untuk berbagi," imbuhnya.
Acara ini juga dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Makhdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan Faisal Qosim, Kepala Divisi Pengumpulan ZKL Mohan, Kepala Divisi Bank Zakat BAZNAS RI Noor Aziz.
Selain itu, hadir Kepala Divisi Deposit Investment Product Development Benny Baryanto, Corporate Banking Funding Division Head Laily Kodariyah, Sales dan Distribution Enablemen Division Head Shanty Kurniawati Purwaningrum, Human capital management dan general affair Group head Tanu Anggara, Kepala Divisi Digital Ecosystem Dwi Joko Ristiyono.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Dr. Muchlis: ISF dan BAZNAS International Forum Disiapkan untuk Perkokoh Solidaritas Dunia Islam
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkomitmen memperkuat solidaritas dunia Islam dengan mengadakan BAZNAS International Forum dan menjalin kolaborasi aktif dengan Islamic Solidarity Fund (ISF).
Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA. dalam Pembukaan Rapat Kerja dan Evaluasi di Lingkungan Sekretariat Utama, Bogor, Rabu (9/10/2024).
Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA. menyampaikan, BAZNAS International Forum menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi BAZNAS di tingkat internasional dan memperdalam kontribusinya dalam isu-isu kemanusiaan, khususnya di Palestina.
"Untuk mendukung hal ini, kita akan secara aktif menjalin kunjungan dan kerjasama ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah yang menjadi perwakilan tetap kita di OKI untuk meningkatkan partisipasi Indonesia," ucap Muchlis.
Lebih lanjut, Muchlis mengatakan, salah satu agenda besar yang akan diusung BAZNAS di forum internasional ini adalah solidaritas kemanusiaan bagi Palestina.
Muchlis menambahkan, krisis kemanusiaan di Gaza terus berkembang dengan eskalasi yang mengkhawatirkan. Dalam pandangan dunia internasional, situasi di Gaza semakin kritis, dan peran BAZNAS dalam merespons krisis ini sangat penting.
"Kami akan mengedepankan solidaritas kemanusiaan untuk negara-negara lain, terutama Palestina. Bersama dengan mitra-mitra di luar negeri, kita akan berkolaborasi untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita di Palestina," ucapnya.
Menurutnya, forum ini juga akan menjadi penanda peran penting BAZNAS sebagai pelaksana teknis keanggotaan Indonesia di Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC. Hal inimenegaskan posisi strategis BAZNAS dalam kerangka kerja sama internasional yang lebih luas, khususnyadengan Organisasi Kerjasama Islam (OIC).
“Dalam forum ini, juga akan dibahas sejumlah kerjasama BAZNAS-OIC ke depannya yang diharapkan dapat memberikandampak yang lebih besar dalam upaya bantuankemanusiaan, baik di Indonesia maupun negara-negara lainnya yang membutuhkan,” tambahnya.
Muchlis berharap, BAZNAS International Forum yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan November mendatang, dapat menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk memperkuat peran globalnya, terutama dalam mendukung kemanusiaan di Palestina. Dengan mengedepankan kolaborasi lintas negara, BAZNAS siap menjadi pilar solidaritas dunia Islam di masa depan.
"Dengan persiapan matang dan sinergi yang kuat, BAZNAS siap menjalankan peran penting ini," pungkasnya.
Sebelumnya, BAZNAS telah mengadakan kunjungan resmi ke beberapa negara untuk memperkuat jaringan kerja sama dalam penyaluran bantuan ke Palestina. Kunjungan ini meliputi pertemuan dengan mitra-mitra strategis seperti Bayt Zakat Al-Azhar di Mesir, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) dan UNRWA di Yordania, serta Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC di Saudi Arabia.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa zakat berperan penting dalam menangani krisis kemanusiaan global.
Hal itu disampaikan Prof Nadra pada Seminar “Muslim Philanthropy and Humanitarian Aid: Prospects and Challenges”
di Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Rabu, (9/10/2024).
Menurut Prof Nadra, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah selalu konsisten mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Oleh karena itu, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik yang terjadi di Palestina.
"Sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan dan aksi nyata, BAZNAS merespons cepat dengan mengadakan bantuan Kemanusiaan Membasuh Luka Palestina," kata Prof Nadra.
Prof Nadra memaparkan, penggalangan infak kemanusiaan membasuh luka Palestina dari BAZNAS RI sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024 telah mencapai Rp311,9 miliar. Selain itu, nantinya BAZNAS juga akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat kondisi di Gaza Palestina telah kondusif. Maka, BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga BAZNAS tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
"Alhamdulillah atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia telah terkumpul sejumlah Rp311,9 miliar untuk masyarakat Palestina sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024. Di samping itu, BAZNAS juga selalu berupaya memastikan penyaluran infak kemanusiaan dilakukan secara transparan dan akuntabel," kata Prof Nadra.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan BAZNAS untuk Palestina dikirimkan melalui jalur udara dan laut. BAZNAS, kata Prof Nadra, juga telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, TNI, dan KBRI Mesir untuk mengirimkan bantuan.
"Untuk mempermudah penyaluran, BAZNAS juga bekerja sama dengan lembaga di Mesir dan Yordania yaitu melalui lembaga-lembaga yang terbagi menjadi beberapa tahap," katanya.
Dia menambahkan, BAZNAS akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat keadaan kondusif di Gaza, Palestina. Kemudian BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
Turut hadir dalam acara Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Prof. Dr. Zulkifli, M.A, Ketua LP2M, Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D, Peace Research Institute Oslo Dr. Kaja Borchgrevink, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muh. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc, PhD dan President of Human Initiative Tomy Hendrajati.
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas Lobar

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
