Berita Terbaru
Respons Paparan Abu Vulkanik, BAZNAS Bagikan Masker
Respons Paparan Abu Vulkanik, BAZNAS Bagikan Masker
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bertindak dengan cepat dalam mendistribusikan bantuan berupa masker kepada warga yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mulai dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung.
Kepala BAZNAS RI di bidang pendistribusian, pemanfaatan, dan pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa upaya tersebut merupakan bentuk respons cepat dan tanggap darurat yang dilakukan BAZNAS untuk melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh abu vulkanik.
"Aksi cepat ini kami lakukan agar dampak negatif abu vulkanik tidak terlalu berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat yang masih harus bekerja di luar rumah," jelas Idy Muzayyad dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Di area Jabodetabek, tim BAZNAS membagikan masker kepada para pengguna jalan di sepanjang Jalan Raya Matraman, Jakarta, serta masyarakat yang sedang beraktivitas di wilayah Sawangan dan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat.
Sementara itu, di Provinsi Lampung, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran juga melakukan aksi sosial yang sama dengan membagikan masker langsung kepada masyarakat yang terdampak di Desa Sukabanjar, Kabupaten Pesawaran.
Idy mengatakan bahwa masyarakat diminta terus memperhatikan kesehatan mereka dan selalu memakai masker ketika berada di luar ruangan selama masih terpapar abu vulkanik.
BERITA09/09/2026 | Humas
BAZNAS RI Bagikan Makanan Siap Saji bagi Pekerja Rentan Terdampak Abu Vulkanik di Jakarta
BAZNAS melalui Program Bank Makanan mendistribusikan 250 paket makanan siap saji kepada para pekerja rentan di beberapa lokasi di Jakarta, termasuk mereka yang terkena dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau.
Pendistribusian makanan siap saji dilakukan di beberapa lokasi di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.Makanan tersebut dikirimkan kepada pekerja yang rentan, seperti pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir bajaj dan angkot, serta pedagang kaki lima.
Kepala BAZNAS RI di bidang pendistribusian, pemanfaatan, dan pemberdayaan h. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan bantuan yang diberikan adalah bentuk perhatian BAZNAS terhadap masyarakat yang tetap harus bekerja meskipun lingkungannya masih terkena abu vulkanik.
Dalam pendistribusian makanan siap saji ini, BAZNAS juga membantu mustahik binaan untuk mempersiapkan makanan tersebut. "Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban para pekerja yang rentan di tengah situasi yang sedang terjadi," kata Idy dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menurut Idy, pekerja rentan adalah salah satu kelompok yang harus diperhatikan karena penghasilan mereka sangat tergantung pada kondisi lapangan. Ketika ada gangguan karena bencana atau peristiwa alam, kelompok tersebut mungkin mengalami penurunan pendapatan dan juga membutuhkan tambahan kebutuhan.
BAZNAS tidak hanya datang saat masyarakat sedang dalam situasi darurat, tetapi juga berusaha memberikan bantuan agar mereka tetap bisa menjalani kehidupan sehari-hari meski dalam kondisi yang berbeda dari biasanya. "Hal itu menjadi komitmen BAZNAS dalam memberikan manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Idy mengatakan, BAZNAS akan terus mengawasi kondisi masyarakat yang terdampak agar bantuan dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka."Untuk tahap awal, proses pendistribusian bantuan ini akan berlangsung selama tiga hari." Jumlah bantuan akan terus kami tingkatkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan," terangnya.
Sebelumnya, BAZNAS juga memberikan masker di berbagai daerah di Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung yang terkena abu vulkanik karena letusan Gunung Anak Krakatau.
BERITA09/09/2026 | Humas
BAZNAS Distribusikan Air Bersih untuk Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan air bersih itu diberikan sebagai bentuk perhatian BAZNAS terhadap masyarakat yang terkena dampak, serta untuk memastikan kebutuhan pokok penyintas tetap terpenuhi meski kondisi setelah gempa masih membuat aktivitas dan akses ke kebutuhan dasar menjadi sulit.
Kepala BAZNAS RI di bidang distribusi, penggunaan, dan pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa distribusi air bersih adalah salah satu langkah yang dilakukan BAZNAS untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya di tengah situasi setelah gempa.
BAZNAS hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, salah satunya adalah kebutuhan air bersih. Kami berharap bantuan ini bisa memberi sedikit kemudahan bagi para penyintas dan mendukung mereka melewati masa tanggap darurat," kata Idy dalam siaran tertulis di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, BAZNAS akan terus berusaha memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana. Bantuan diberikan dengan memperhatikan kebutuhan terdesak para korban di daerah yang terkena gempa.
Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan warga masyarakat perlu diperhatikan secara bersama-sama. "BAZNAS akan terus berkomunikasi dan berusaha memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lokasi yang diperlukan," ujarnya.
Selain memberikan air bersih, BAZNAS juga terus memberikan berbagai bantuan bagi korban gempa NTT, seperti paket logistik dan makanan, pembuatan dapur umum, pelayanan kesehatan, hingga pembangunan masjid sementara.
Berbagai layanan itu digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung para korban selama masa tanggap darurat.
BERITA09/09/2026 | Humas
BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Vokasi Menjahit untuk Mustahik di Majalengka
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan bantuan Program Beasiswa Vokasi berupa pelatihan menjahit kepada 120 mustahik.Acara peluncuran bantuan ini diadakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/9/2026).
Program ini adalah hasil kerja sama antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, dan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM) yang bertujuan membekali lulusan agar langsung dapat bekerja di perusahaan garmen mitra, seperti PT GloryStar Wisesa.
Kepala BAZNAS RI di bidang pendistribusian, penggunaan, dan pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyatakan program ini muncul karena penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dielola BAZNAS, dengan tujuan memberdayakan para mustahik agar memperoleh keterampilan kerja dan mampu mencapai kemandirian ekonomi.
"Inisiatif Beasiswa Vokasi ini berkat pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah oleh BAZNAS, yang bertujuan untuk melatih mustahik agar memiliki keterampilan dan bisa mandiri, bahkan bisa menjadi muzaki di masa depan," jelas Idy Muzayyad.
Selanjutnya, Idy mengajak para muzaki di Majalengka untuk membayar zakat mereka melalui lembaga resmi seperti BAZNAS agar bisa membantu memperbaiki kondisi miskin secara lebih teratur.
Menurutnya, distribusi dana ZIS dari para muzaki di Majalengka diharapkan bisa menunjang kelanjutan berbagai program pengembangan masyarakat seperti Beasiswa Vokasi ini.
"Kami mendorong muzaki di Majalengka untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi agar program produktif dapat mencapai lebih banyak orang, karena BAZNAS tidak bisa mengangkat orang miskin sendirian tanpa kerja sama yang baik," ujar Idy.
Sementara itu, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen untuk terus mendukung BAZNAS sebagai mitra strategis daerah dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial dan mempercepat akses warga terhadap lapangan kerja.
Ia berharap program Beasiswa Vokasi ini bisa berjalan bersamaan dengan Program Matahati, sehingga adik-adik yang saat ini mendapatkan manfaat bisa menjadi lebih mandiri dan suatu hari nanti bisa menjadi pemberi manfaat bagi orang lain.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., mengapresiasi komitmen pemerintah kabupaten Majalengka dalam mendukung gerakan zakat dengan menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 92 Tahun 2025 tentang pembinaan dan pengawasan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS DSKL).
"Program Beasiswa Vokasi ini hadir sejalan dengan Program Matahati dari Bupati Majalengka untuk membuka akses pekerjaan yang layak secara merata bagi seluruh masyarakat," ujar Agus.
Pada acara tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan simbolis untuk korban gempa NTT dari Bupati kepada BAZNAS RI, serta penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara PT Harapan Global Apparel dan PT GloryStar Wisesa dengan DK2UKM.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI Agus Siswanto, M.AP., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., serta Kepala DK2UKM Kabupaten Majalengka H. Solehudin, S.Hut., M.Si., serta anggota Forkopimda, pejabat Pemerintah Kabupaten Majalengka, unsur MUI dan Kementerian Agama, Forum HRD Perusahaan Kabupaten Majalengka, dan perwakilan perusahaan mitra.
BERITA09/09/2026 | Humas
Jelang Rakornas 2026, BAZNAS RI Perkuat Pengelolaan Muzaki yang Profesional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional. Hal ini menjadi strategi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Langkah ini juga bertujuan mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) secara nasional.
Hal ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., dalam Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS dengan tema “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota”. Acara ini berlangsung bersama Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., secara daring pada Selasa, 8 September 2026.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan pengelolaan muzaki perlu dilakukan secara lebih berkelanjutan dan profesional. Ia menempatkan muzaki sebagai mitra penting dalam ekosistem filantropi Islam.
Rizaludin mengatakan, sekarang muzaki tidak hanya ingin kemudahan saat membayar zakat. Mereka juga ingin tahu manfaat dari zakat yang mereka berikan. Para muzaki ingin dilibatkan dan merasakan langsung dampak nyata program zakat yang dijalankan dari zakat yang mereka bayarkan.
Karena itu, kita perlu mengubah cara kita mengelola muzaki. Kita harus terus membina hubungan dengan muzaki, lewat pelayanan yang baik, komunikasi yang terbuka, dan menunjukkan dampak nyata dari zakat yang mereka berikan, ujarnya.
Rizaludin mengatakan bahwa sampai sekarang masih banyak orang yang menyalurkan zakat ke lembaga nonformal.
"Ini tugas kita. Kita harus bisa mengubah cara mengelola muzaki. Ke depan, kita perlu membuat BAZNAS menjadi pilihan utama bagi para muzaki. Membayar zakat sebaiknya dilakukan lewat lembaga formal seperti BAZNAS, bukan langsung, melalui ustaz, masjid, atau lembaga nonformal lainnya," kata Rizaludin.
Rizaludin mengatakan bahwa fundraising yang berfokus pada nilai juga perlu diperkuat oleh semua BAZNAS dan LAZ di Indonesia. Hal ini bisa dilakukan dengan memperkuat dakwah zakat dan memastikan penyaluran zakat memberikan manfaat nyata serta perubahan yang bisa dirasakan masyarakat. Dengan cara ini, para muzaki akan terus percaya dan memilih BAZNAS untuk menyalurkan amanahnya.
Untuk menjaga keberlanjutan dan kepercayaan publik, ada empat pilar utama value-driven fundraising. Pilar tersebut meliputi transparansi dan laporan dampak nyata, pembinaan relasi yang personal dan inklusif, penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit, serta pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan, jelas Rizaludin.
Ia mengatakan, penerapan empat pilar tersebut perlu diperkuat dengan konsep 5D BAZNAS. Konsep ini meliputi Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan. Hal ini diharapkan bisa memberikan pengalaman berzakat yang lebih bermakna. Selain itu, konsep ini juga bertujuan memperluas dampak zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Rizaludin mengatakan bahwa saat membuat program, BAZNAS harus memastikan program itu sesuai dengan kebutuhan dan harapan muzaki. Program juga harus bisa memberi manfaat yang jelas dan luas.
"Karena program itu harus diingat dan dicintai muzaki. Program juga harus terasa dekat dengan muzaki. Perubahannya harus terlihat oleh muzaki dan manfaatnya juga terasa. Jadi, saat membuat program, kita harus memandangnya dari sudut pandang muzaki," ujarnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A. juga hadir dalam acara tersebut. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan H. Syarifuddin, S.Ag., M.E. ikut hadir. Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM. pun datang. Seluruh pimpinan BAZNAS daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia juga hadir.
BERITA09/09/2026 | Humas
Bantu Pekerja Rentan Terdampak Abu Vulkanik, BAZNAS RI Kembali Salurkan Masker dan Makanan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembalimendistribusikan250 masker dan 200 paket makanan siap saji kepada pekerja rentan di sejumlah wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat yangterdampakabu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau.Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, SHI, M.Si.,menyatakan bahwapenyaluran bantuanitu merupakan bentukrespon BAZNAS RI terhadap kondisi masyarakat yangterjangkit Dampakabu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau.“Kami melihat para pekerja rentan tetap harus keluar rumah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, meskipun kondisi saat ini kurang baik akibat abu vulkanik. Oleh karena itu, BAZNAS memberikan masker dan makanan siap saji yang diharapkan dapat membantu mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di lapangan,” ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).Sementara itu, Kepala Divisi Penanganan Fakir Miskin dan Siaga Dhuafa, Iqbal Rachmat, mengatakanbahwa penhanmasker dan makanan siap saji akan terus dilakukan selama tiga hari untuk menjangkau pekerja rentan yang terdampak abu vulkanik.“Untuk agenda penyaluran masker dan makanan siap saji ini akan kami laksanakan selama tiga hari, dimulai pada tanggal 7 hingga 9 September 2026. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak akibat letusan Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.Salah seorang penerima manfaat, Nanang Prihadi, pekerja ojek online (ojol), mengaku bersyukur mendapatkan bantuan masker dan makanan dari BAZNAS RI. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi pekerja yang tetap harus mencari penghasilan di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat paparan abu vulkanik."Alhamdulillah kita sudah diberikan nasi kotak ini buat nambah energi kita lagi buat nyari duit lagi untuk sore ini. Terima kasih BAZNAS.Semoga kegiatan ini terus berjalan, jadi membantu kita kaum rentan. Terima kasih BAZNAS dan para muzaki,” ujar Nanang.Hal senada juga disampaikan oleh driver ojol, Zaki. Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah peduli kepada para pekerja rentan.“Karena sekarang kan suasananya lagi kurang baik ya (dampak paparan abu vulkanik). Dan dengan adanya bantuan ini ya, sangat bermanfaat bagi kami. Karena kita pun di sini juga bukan hanya fokus nyari duit, ya, pasti ada kesehatan juga buat kami. Sekali lagi terima kasih BAZNAS,” ucap Zaki.
BERITA09/09/2026 | Humas
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Parigi Moutong memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 182 warga yang terkena dampak banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Layanan ini terealisasi berkat kolaborasi antara RSB Parigi Moutong, BAZNAS Sulteng, dan pemerintah daerah, dengan melibatkan tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan analis. Layanan kesehatan yang ditawarkan mencakup pemeriksaan tekanan darah, pengukuran gula darah, pemeriksaan kolesterol, asam urat, konsultasi medis, serta pemberian obat dan vitamin tanpa biaya. Pimpinan BAZNAS RI untuk bidang distribusi, pemanfaatan, dan pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S. H. I. , M. Si. , mengungkapkan bahwa layanan kesehatan ini setelah bencana bertujuan untuk memulihkan kesehatan fisik para korban serta mencegah komplikasi penyakit yang mungkin muncul, terutama untuk kelompok lanjut usia. "Melalui program ini, kami berkeinginan untuk memperbaiki kondisi fisik para korban setelah bencana dan mengingatkan mereka akan pentingnya pemantauan kesehatan, terutama untuk lansia dan individu dengan riwayat penyakit," kata Idy Muzayyad dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (4/9/2026). Dia menekankan bahwa kehadiran layanan kesehatan pascabencana sangatlah krusial dalam membantu masyarakat mendapatkan pemeriksaan dan perawatan, serta memastikan aspek kesehatan mereka tetap menjadi prioritas selama tahap pemulihan. Idy juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan kepada warga yang terdampak banjir bandang di Parigi Moutong. "Ayo kita bersama-sama memberikan bantuan dan mendoakan yang terbaik agar saudara-saudara kita di Parigi Moutong diberikan kekuatan dan ketahanan untuk bangkit dari masa sulit ini," ujar Idy. Dalam hasil pemeriksaan, petugas mendapati beberapa warga yang mengalami keluhan kesehatan serius yang memerlukan perhatian, seperti hipercholesterolemia, hiperglikemia, dan hiperurisemia. Keluhan lainnya yang ditemukan termasuk dispepsia, infeksi saluran pernapasan atas, hipertensi, nyeri otot, serta diare akut. Banjir bandang yang melanda Desa Avolua pada Rabu (26/8/2026) telah menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah dan mengganggu akses Jalan Trans Sulawesi. Menurut data terbaru dari BPBD, sebanyak 32 orang dari 10 Kepala Keluarga masih berada di tenda yang disediakan oleh PMI dan Kemensos.
BERITA07/09/2026 | Humas
Perkuat Budaya Zakat, BAZNAS RI Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag. , M. Si. , CFR. , menekankan betapa krusialnya memperkuat pemahaman tentang filantropi Islam yang kontemporer, khususnya di antara generasi muda, untuk mendorong budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah yang berkelanjutan. Pernyataan ini ia sampaikan ketika menjadi salah satu narasumber di Sesi Inspirasi pada Hari Bermuhammadiyah (HBM) 13 yang berlangsung di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, pada hari Sabtu (5/9/2026). Rizaludin mengungkapkan, peningkatan literasi filantropi Islam mutlak diperlukan karena masih ada kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam memenuhi kewajiban zakat. Ini tercermin dari riset berkala Indeks Literasi Zakat yang dilaksanakan oleh BAZNAS. “Berdasarkan penelitian BAZNAS yang dilakukan pada tahun 2020, 2022, dan 2024, terdapat masalah yang cukup signifikan, yakni adanya perbedaan antara wawasan dan tindakan individu dalam menunaikan zakat. Perbedaan ini dapat diukur," ungkap Rizaludin. Ia menilai, kesenjangan ini penting untuk diperhatikan karena jumlah individu yang memenuhi kewajiban zakat masih terbilang rendah dibandingkan potensi zakat yang ada di Indonesia. “Saya melakukan eksperimen sosial di antara generasi Z dengan bertanya tentang pengertian zakat, infak, dan sedekah. Banyak dari mereka yang tidak memahami. Mereka tidak tahu bagaimana cara membayar zakat fitrah, cara menghitung zakat mal, dan banyak aspek lain yang ternyata belum mereka ketahui. Ini membuat saya merasa khawatir,” ungkapnya. Dari situasi tersebut, Rizaludin berpendapat bahwa pendidikan mengenai filantropi Islam sangat penting untuk diberikan sejak usia dini. Ia menekankan pentingnya pembelajaran yang mengajarkan nilai, makna, inti, dampak, dan manfaat zakat agar pengetahuan yang didapat dapat mendorong perubahan dalam perilaku. Ia juga merekomendasikan agar pendidikan filantropi Islam disertai dengan kegiatan praktis, antara lain manasik zakat dan kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan filantropi Islam. Rizaludin menambahkan, peningkatan literasi filantropi Islam tersebut juga merupakan bagian dari inisiatif yang sedang dikembangkannya di BAZNAS melalui konsep yang berfokus pada nilai dalam pengelolaan zakat. "Dasarnya adalah nilai, yakni bagaimana kita melihat filantropi Islam sebagai amal yang nyata untuk kebangkitan umat Islam,” terang Rizaludin.
BERITA07/09/2026 | Humas
BAZNAS RI Terjunkan Tim Tanggap Bencana Padamkan Karhutla di Kalbar dan Kalsel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bertindak cepat dengan mendistribusikan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk memberikan bantuan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa lokasi di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).Selain berkontribusi dalam pemadaman, BAZNAS juga memberikan dukungan kepada petugas serta masyarakat yang terkena dampak karhutla melalui pendirian dapur air, penyebaran masker, serta makanan ringan.Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyatakan keprihatinannya atas kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di sejumlah area Kalbar dan Kalsel."Sudah beberapa hari usaha pemadaman karhutla dilaksanakan. Tim BTB kami diturunkan untuk mendukung penanganan karhutla yang hingga kini masih meninggalkan titik api dan kabut asap," ungkap Sodik dalam keterangan persnya, Kamis (3/9/2026).Sodik menegaskan, dalam penanganan karhutla, BAZNAS tidak hanya berkontribusi pada proses pemadaman, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para petugas dan masyarakat setempat dapat terpenuhi."BAZNAS terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang terkena bencana. Dapur air disediakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum dan menjaga stamina petugas selama bertugas di lapangan, serta bagi masyarakat yang terdampak karhutla," tambahnya.Sodik menambahkan, di tengah kondisi udara yang terkena dampak asap, BAZNAS menyalurkan masker kepada petugas dan masyarakat sekitar. Selain itu, BAZNAS juga menyuplai makanan ringan untuk membantu memenuhi kebutuhan para petugas dan masyarakat."Akibat kebakaran ini, asap tebal menyelimuti beberapa area, bahkan sampai ke negara tetangga. Oleh karena itu, kebutuhan masker sangat krusial saat ini. Jangan sampai banyak orang yang terdampak mengalami masalah kesehatan pernapasan," ujar Sodik.Lebih lanjut, Sodik menyatakan BAZNAS terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan respons penanganan karhutla berjalan dengan baik. Koordinasi dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan."Hingga saat ini, Tim BTB terus berusaha memadamkan api. Kami berharap kebakaran hutan dan lahan ini segera padam agar dampaknya tidak meluas dan berkepanjangan," jelasnya.
BERITA04/09/2026 | Humas
Dukung Penyintas Gempa NTT, RedDoorz Salurkan Bantuan Rp25 Juta melalui BAZNAS RI
PT RedDoorz Indonesia telah menyalurkan donasi sebesar Rp25 juta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu program-program kemanusiaan serta penanganan bencana bagi warga yang terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag. , M. Si. , CFRM. , selaku Pimpinan BAZNAS RI dalam Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, memberikan apresiasi terhadap perhatian yang ditunjukkan oleh RedDoorz yang turut berperan dalam penanganan masyarakat yang terkena bencana lewat BAZNAS RI."BAZNAS RI sangat menghargai dan mengucapkan terima kasih kepada RedDoorz atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan. Donasi ini adalah bentuk nyata dari semangat bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana," tutur Rizaludin dalam pernyataannya pada hari Senin (31/8/2026).Dia menekankan bahwa dukungan dari banyak pihak sangat penting untuk memperkuat gerakan kemanusiaan dan memastikan bahwa bantuan berhasil menjangkau mereka yang membutuhkan.Rizaludin juga menyebutkan bahwa dana donasi tersebut akan dikelola dan disalurkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena dampak bencana di NTT dan Kalimantan. Ia berharap kerjasama antara BAZNAS RI dan sektor swasta dapat terus diperkuat demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat."Semoga bantuan ini dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat yang terkena dampak dan menjadi amal baik bagi semua pihak yang terlibat. Kami berharap sinergi kemanusiaan seperti ini dapat terus berkembang," tambahnya.Sebelumnya, acara penyerahan bantuan berlangsung di acara puncak "RedDoorz Spec11al Anniversary Show" yang diadakan di Blok M Hub, Jakarta pada hari Sabtu (29/8/2026). Bantuan tersebut diserahkan oleh Gusti Raganata, Head of Government Relations RedDoorz, yang didampingi oleh Devi Febriana, PR Lead RedDoorz, dan diterima secara resmi oleh Budi Setiawan, S. Pd. , MM, Kepala Divisi CSR BAZNAS RI.Di sisi lain, Gusti Raganata menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen RedDoorz untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang terdampak oleh bencana."RedDoorz bertekad untuk terus memberikan kontribusi positif untuk masyarakat. Kami berharap donasi ini bisa menjadi bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana di NTT dan Kalimantan," ujar Gusti.Melalui kerjasama ini, BAZNAS RI dan RedDoorz berharap bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat bagi masyarakat terdampak sekaligus mempererat semangat kepedulian dan gotong royong dalam penanganan bencana.
BERITA04/09/2026 | Humas
BAZNAS memberikan layanan bantuan jiwa dan sosial untuk anak-anak yang terdampak gempa di NTT.
BAZNAS RI memberikan bantuan dukungan psikososial kepada anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menuturkan bahwa pendampingan psikososial ini bertujuan untuk membantu memulihkan trauma dan meningkatkan kembali kondisi emosional anak-anak di daerah yang terkena dampak."Pendampingan psikososial ini sangat penting agar anak-anak yang terdampak gempa bisa mengurangi rasa takut yang berlebihan dan kembali bahagia meskipun sedang dalam situasi darurat," jelas Idy Muzayyad dalam siaran tertulis, Selasa (1/9/2026).Idy menegaskan bahwa BAZNAS tetap berkomitmen untuk terus mendampingi warga yang terdampak gempa, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan fisik mereka, tetapi juga dalam pemulihan kondisi mental para korban, terutama bagi kelompok yang rentan.Ia juga meminta seluruh lapisan masyarakat untuk terus mempererat kerja sama dan saling bantu dalam menyalurkan bantuan agar proses pemulihan bagi para korban gempa di Nusa Tenggara Timur bisa dipercepat.Kami ingin memastikan semua hak anak-anak yang terkena dampak bencana tetap terpenuhi, termasuk hak mereka untuk merasa aman dan dilindungi secara fisik.Katakan Idy.Hingga 31 Agustus 2026, BAZNAS telah mengirimkan 90 personel lapangan, tim Rumah Sehat BAZNAS, kendaraan operasional, dan Pos BAZNAS Tanggap Bencana untuk membantu warga di enam kabupaten yang terdampak, yaitu Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka.Selain itu, BAZNAS juga telah mengelola 53 pos pelayanan kemanusiaan, menyalurkan 52.550 porsi makanan melalui dapur umum yang mampu menyiapkan 7.450 porsi per hari, 3.500 cup air per hari, 928 paket logistik keluarga, alat kebersihan, selimut, terpal, sekolah darurat, hingga pelayanan kesehatan kepada 619 pasien di 7 lokasi penanggulangan.
BERITA04/09/2026 | Humas
Dibantu BAZNAS, Omzet Usaha Snack Mustahik di Kalteng Melonjak ke Rp12 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Palangka Raya berhasil mengembangkan usaha makanan ringan milik mustahik Hatriyawati (50) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dukungan ini membuat omzet penjualan usahanya meningkat hingga dua kali lipat, menjadi sekitar Rp12 juta per bulan.
Bantuan dari BAZNAS meliputi modal usaha, pelatihan, pengembangan kemasan produk, dan fasilitasi perizinan sertifikasi halal. Dengan dukungan tersebut, Hatriyawati memperluas variasi produknya, antara lain makaroni pedas manis karamel, makaroni spiral balado, dan emping jagung karamel.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyatakan perkembangan usaha Hatriyawati mencerminkan keberhasilan program pemberdayaan zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Menurut Idy, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara ketekunan mustahik dan dukungan permodalan serta pelatihan dari BAZNAS.
"Inilah tujuan program pemberdayaan BAZNAS: membuat mustahik lebih berdaya dan mandiri, bahkan diharapkan bisa menjadi muzaki. BAZNAS ingin melahirkan lebih banyak muzaki baru dari kalangan mustahik," kata Idy dalam keterangan, Rabu (2/9/2026).
Perjalanan usaha Hatriyawati menunjukkan bahwa bisnis yang dimulai dari skala kecil dapat berkembang ketika pelaku usaha memanfaatkan peluang dan meningkatkan kapasitas produksinya. Idy menambahkan, keberadaan BMD juga memberi akses permodalan yang lebih baik bagi mustahik sehingga mereka terhindar dari praktik rentenir.
Hatriyawati menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya mulai dari modal, pelatihan, pengembangan kemasan, hingga dukungan sertifikasi halal. "Setelah dibantu, banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran," ujarnya.
Sebelum menerima bantuan BAZNAS, ia hanya mampu memproduksi kurang dari 100 bungkus per kali produksi dengan omzet sekitar Rp800.000. Kini kapasitas meningkat menjadi sekitar 200 bungkus per kali produksi. "Alhamdulillah setelah dibantu BAZNAS saya bisa produksi satu sampai dua kali dalam seminggu dengan omzet rata-rata Rp12 jutaan per bulan," kata dia.
Dorongan dari peningkatan produksi membuat Hatriyawati berencana menambah volume produksi dan mengembangkan jenis makanan ringan lain agar pilihan produk lebih banyak dan peluang pemasaran lebih luas. "Terima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki atas semua bantuan sehingga usaha saya terus berkembang. Saya berharap bisa memiliki outlet sendiri dan memperluas produk saya," tambahnya.
BAZNAS Microfinance Desa (BMD) adalah program pembiayaan produktif untuk mustahik dengan prinsip nonprofit, bertujuan mengembangkan usaha dan membantu meningkatkan pendapatan.
BERITA04/09/2026 | Humas
Bantu NTT, BAZNAS RI Terima Infak Kemanusiaan Rp2 Miliar dari Masyarakat dan BAZNAS Kota Bandung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menerima infak kemanusiaan sebesar Rp2.032.736.809 dari warga, yang dikumpulkan melalui BAZNAS Kota Bandung untuk disalurkan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) di Balai Kota Bandung pada Senin (31/8/2026).Bantuan ini merupakan hasil kepedulian bersama masyarakat Kota Bandung, jajaran Bank BJB, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Bandung.Menanggapi aksi solidaritas tersebut, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian besar masyarakat Kota Bandung terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara di NTT."Kami sangat menghargai kolaborasi luar biasa dari Pemerintah Kota Bandung, Bank BJB, ASN, serta seluruh masyarakat Bandung yang terus menunjukkan perhatian tinggi terhadap saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur," ujar Sodik Mudjahid dalam pernyataan tertulis, Senin (31/8/2026).Sodik Mudjahid berharap aksi solidaritas dan kolaborasi yang luar biasa dari masyarakat, BAZNAS Kota Bandung, serta Pemerintah Kota Bandung ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk ikut serta dalam menggalang bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara yang memerlukan.Ia menegaskan, BAZNAS RI siap untuk mengawasi penyaluran dana donasi ini dengan hati-hati dan memastikan bahwa bantuan ini disalurkan secara tepat dan berdampak langsung bagi pemulihan masyarakat NTT yang membutuhkan."BAZNAS RI berkomitmen untuk menjaga amanah ini agar seluruh dana bantuan terdistribusi secara transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi pemulihan masyarakat NTT," ujar Sodik Mudjahid.Lebih lanjut, Sodik menyatakan, pascagempa pada pertengahan Agustus lalu, BAZNAS RI bergerak cepat untuk menyalurkan Paket Logistik Keluarga di berbagai lokasi yang terkena dampak, mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan, serta menyediakan fasilitas dapur umum, layanan kesehatan mobile RSB, masjid darurat, hingga 1.000 beasiswa bagi mahasiswa sebagai dukungan bagi pemulihan keseluruhan para penyintas.Di sisi lain, Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, S.E. menyatakan bahwa penyaluran donasi kemanusiaan ini merupakan manifestasi kepedulian seluruh elemen masyarakat Kota Bandung terhadap para korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).Aksi kepedulian ini, tutur Farhan, melengkapi rekam jejak solidaritas Kota Bandung yang sebelumnya juga secara konsisten menyalurkan bantuan serupa untuk membantu penanganan bencana alam di kawasan Sumatra."Bantuan ini adalah bentuk kasih sayang dan gotong royong masyarakat Bandung, BJB, serta ASN yang selalu siap untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, sebagaimana yang telah kami lakukan saat bencana di Sumatera sebelumnya," jelasnya.Di tempat lain, Ketua BAZNAS Kota Bandung Drs. H. Momon A. Imron, M.M., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan tinggi masyarakat yang terus memilih BAZNAS sebagai penyalur resmi titipan donasi kemanusiaan mereka."Kami sangat berterima kasih atas besar kepercayaan masyarakat Kota Bandung yang menyalurkan donasi melalui BAZNAS, dan amanah ini akan terus kami jaga sebaik-baiknya," katanya.Hadir dalam acara tersebut Direktur Pengumpulan, Profesi, dan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Bandung, Pimpinan Cabang Tamansari yang mewakili Direktur Bank BJB Adytia Sovana, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat H. Nasrulloh Jamaluddin, S.S.
BERITA04/09/2026 | Humas
BAZNAS RI dan Kemenhaj Bersinergi Dorong Pelaksanaan DAM Haji Jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk meningkatkan kolaborasi dalam memaksimalkan potensi serta pengelolaan pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, termasuk kesempatan untuk memanfaatkan daging DAM bagi masyarakat yang membutuhkan di dalam negeri.Poin ini dibahas dalam pertemuan antara BAZNAS RI dan Kemenhaj RI di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Haji dan Umrah RI Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., M.Si., Dirjen Bina Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Rahardjo, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta perwakilan dari Kemenhaj RI dan BAZNAS RI.Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyatakan bahwa BAZNAS siap memberikan dukungan untuk penunaian DAM Haji Indonesia di dalam negeri.Sodik berpendapat bahwa potensi besar dari DAM dari jemaah haji Indonesia, jika dilaksanakan di Tanah Air, akan membawa dampak positif yang lebih besar. Salah satu cara adalah dengan pemanfaatan daging DAM untuk mendukung program peningkatan gizi, termasuk penanganan stunting di Indonesia."Apabila diperlukan, kita akan membentuk komite syariah untuk mempersiapkan pelaksanaan DAM Haji di Tanah Air. Dengan demikian, jika diizinkan melakukan pemotongan DAM di Tanah Air, pastinya akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih luas," ucap Sodik.Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., menyambut positif rencana pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, dengan selalu memperhatikan sisi hukum, syariah, kesehatan hewan, dan regulasi, termasuk fatwa-fatwa.Ia menjelaskan bahwa MUI mungkin masih bertahan dengan fatwa yang ada, tetapi perlu mengkaji metodologi penentuan hukumnya. Seperti yang dinyatakan oleh MUI, fatwa itu bukan kitab suci sehingga bisa disesuaikan atau diperbarui berdasarkan pembahasan metodologi hukum yang tepat."Mengenai pembayaran DAM, apakah itu dilakukan di Arab Saudi ataupun di Tanah Air? Bagi mereka yang percaya bahwa pembayaran DAM boleh dilakukan di Indonesia maupun di Arab Saudi, kita harus mengikuti ketentuan dan keyakinan yang mereka anut. Jadi, ada pilihan apakah dilakukan di dalam negeri atau di Tanah Suci," paparnya.Dalam kesempatan itu, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyampaikan bahwa selain pelaksanaan DAM di Indonesia, BAZNAS siap menerima daging DAM yang telah diolah di Arab Saudi untuk kemudian diproses dan didistribusikan melalui jaringan BAZNAS di berbagai wilayah."BAZNAS siap menerima daging olahan tersebut untuk dikemas dan disalurkan kepada korban bencana <span id="word_420" class="not_rewrittenWord&q
BERITA04/09/2026 | Humas
Panen Raya Lumbung Pangan BAZNAS di Pesawaran, Petani Tunaikan Zakat Pertanian Rp12,2 juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama para petani binaan berhasil melaksanakan Panen Raya Lumbung Pangan Padi yang sekaligus dihiasi dengan penyerahan zakat pertanian senilai Rp12,2 juta di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (3/9/2026).Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemanfaatan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyatakan program Lumbung Pangan BAZNAS yang bernilai Rp279,5 juta dan telah berjalan sejak tahun 2025 ini sukses dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian di area tersebut."Zakat ini terdiri dari dua jenis, yaitu zakat konsumtif yang langsung dipergunakan, dan zakat produktif. Program lumbung pangan yang saat ini melakukan panen raya adalah contoh zakat produktif yang dapat menyebarluaskan kesejahteraan bagi para mustahik," jelas Idy yang turut hadir dalam acara panen raya tersebut.Di samping menghasilkan panen raya, Idy mengungkapkan keberhasilan program pemberdayaan ini bisa juga dilihat dari kesadaran para petani binaan untuk menunaikan zakat pertanian dengan total nilai mencapai Rp12,2 juta.Idy mengajak seluruh masyarakat dan muzaki di Kabupaten Pesawaran untuk menyalurkan kewajiban zakatnya melalui lembaga amil resmi agar potensi dana yang ada bisa dikelola secara optimal.Langkah ini sangat penting dilakukan karena pengelolaan zakat yang terorganisir dan terkonsolidasi dianggap lebih efektif dalam memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat luas."Penyaluran zakat yang tidak melalui BAZNAS atau lembaga amil resmi kurang tepat karena potensi zakat tidak bisa dikonsolidasikan dan dikolaborasikan menjadi hal yang berdampak," ujar Idy.Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., mengungkapkan apresiasi tinggi atas keberhasilan Program Lumbung Pangan BAZNAS yang dianggap memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah."Zakat kini tidak lagi sekadar bantuan konsumtif, tetapi telah berevolusi menjadi modal kemandirian ekonomi, khususnya dalam sektor pertanian," ujar Nanda Indira.Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran H. A. Hamid S., S.H., M.M. menyatakan program pemberdayaan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan penghasilan dan kesadaran berzakat para petani lokal."Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, program ini tidak hanya memberi makan sehari-hari, melainkan menanam benih kemandirian yang memperkuat ekonomi umat secara berkelanjutan," ujarnya.Acara panen raya tersebut dihadiri oleh Kepala Divisi Usaha Pertanian dan Perikanan BAZNAS RI Tatiek Kancaniati, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Pesawaran.Selain jajaran BAZNAS, aktivitas ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir, S.I.Kom., M.M., jajaran Forkopimda Pesawaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran H. Farid Wajedi, S.Ag., M.Kom.I., Ketua Gapoktan Makarti Jaya Haryanto, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Pesawaran, Pimpinan CWS Penyuluh Kabupaten Pesawaran, Pimpinan Balai Penyuluh Pertanian Gedong Tataan, serta para petani, kelompok tani hingga para tokoh masyarakat setempat.
BERITA04/09/2026 | Humas
BAZNAS Saluran Berbagai Bantuan bagi Penyintas Erupsi Gunung Sinambung di Sumut
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Indonesia bersama dengan BAZNAS Kabupaten Karo bergegas tanggap terhadap erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dengan menyalurkan beragam bantuan serta menyediakan layanan untuk masyarakat yang terdampak.Bantuan yang disalurkan mencakup layanan dapur air, paket kebersihan, selimut, hingga makanan ringan bagi anak-anak yang terdampak oleh erupsi dan terpaksa mengungsi.Pimpinan BAZNAS Indonesia di Bidang Distribusi, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas bencana erupsi Gunung Sinabung yang mengakibatkan banyak warga terpaksa mengungsi.Ia menegaskan komitmen BAZNAS untuk selalu ada dalam membantu masyarakat yang terkena dampak erupsi, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama mereka berada di tempat pengungsian."Akibat bencana ini, banyak warga yang harus berlindung di tenda dengan segala keterbatasan yang ada. Kehadiran BAZNAS melalui berbagai layanan dan bantuan ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak erupsi memenuhi kebutuhan dasar, khususnya makanan," ujar Idy dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).Idy menyatakan bahwa selain menyediakan dapur air, BAZNAS juga menyalurkan paket kebersihan, selimut, dan makanan ringan untuk masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, demi memenuhi kebutuhan dasar, terutama di tengah cuaca ekstrem selama di tenda pengungsian."Hingga saat ini, BAZNAS terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat. Dengan begitu, bantuan yang disalurkan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran," jelas Idy.Idy menegaskan bahwa BAZNAS akan terus memantau kondisi warga yang terdampak dan menyesuaikan jenis bantuan berdasarkan perkembangan kebutuhan di lokasi pengungsian. Ia juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada selama erupsi gunung masih berlangsung.
BERITA04/09/2026 | Humas
Percayakan BAZNAS, Mandjha Ivan Gunawan Berikan Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima dan menyalurkan sumbangan kemanusiaan dari Mandjha Ivan Gunawan sebesar Rp250 juta untuk penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).Sumbangan kemanusiaan ini merupakan hasil dari penjualan produk Mandjha Ivan Gunawan, yang sebagian labanya digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT.Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Ivan Gunawan dan diterima langsung oleh Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., di Jakarta International Convention Center, Jakarta.Bagi Mandjha Ivan Gunawan, penyaluran bantuan ini adalah manifestasi dari komitmennya untuk menjadikan aktivitas pembelian produk tidak hanya memberi keuntungan untuk konsumen, tetapi juga menciptakan dampak sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui sebagian laba dari setiap pembelian produk Mandjha, donasi secara terus menerus dialokasikan untuk beragam kegiatan sosial dan kemanusiaan.Kegiatan sosial tersebut sebelumnya sudah menyasar sejumlah komunitas dan daerah yang memerlukan bantuan, termasuk masyarakat yang terimbas konflik di Palestina, guru honorer, serta korban banjir di Sumatera. Kali ini, kepedulian itu kembali diwujudkan melalui sumbangan untuk masyarakat yang terdampak gempa di NTT.Dengan demikian, kontribusi yang diberikan tidak hanya bersumber dari merek, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi konsumen Mandjha yang secara tidak langsung turut berkontribusi dalam setiap aksi sosial melalui pembelian produk.Kepala BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengapresiasi kepercayaan Ivan Gunawan yang kembali menyalurkan sumbangan kemanusiaan melalui BAZNAS RI."Terima kasih kepada Mandjha by Ivan Gunawan yang terus konsisten mendampingi BAZNAS dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, termasuk di NTT. BAZNAS akan segera menyalurkan amanah ini kepada saudara-saudara kita di NTT," kata Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/8/2026).Rizaludin berharap kepedulian ini dapat mendorong lebih banyak pihak untuk berkontribusi membantu masyarakat yang terkena bencana.Tokoh publik Indonesia juga desainer Ivan Gunawan menyatakan, sumbangan ini adalah bentuk kepedulian kolektif melalui merek yang dikelolanya terhadap masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Ia kembali mempercayakan penyaluran sumbangan kepada BAZNAS RI agar tepat sasaran bagi masyarakat yang terkena dampak bencana."Hari ini saya buat momen di mana saya bersama dengan merek-merek saya berniat untuk berdonasi untuk sahabat-sahabat kita yang ada di NTT. Dan seperti biasa, saya mempercayakan donasi saya kepada BAZNAS," ungkap Ivan.Ivan menyatakan, bantuan Rp250 juta tersebut berniat akan dialokasikan untuk pembangunan sumur atau sumber air bersih di sejumlah titik yang memerlukan, terutama daerah yang banyak dihuni pengungsi."Saya tidak spesifik meminta titik-titiknya di mana, tetapi di lokasi yang memang banyak pengungsinya. Saya menitipkan tidak banyak, Rp250 juta, insya Allah bisa bermanfaat," jelas Ivan.Lebih lanjut, Ivan menjelaskan bahwa kepercayaannya kepada BAZNAS RI dalam menyalurkan sumbangan ini tak lepas dari pengalaman kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya.Menurutnya, BAZNAS tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga, tetapi juga memiliki kepedulian untuk memastikan bahwa sumbangan dapat diterima oleh masyarakat yang memerlukan."BAZNAS bukan hanya sekadar lembaga, tetapi juga memiliki hati yang luar biasa. Insya Allah, BAZNAS amanah dalam menerima dan menyalurkan apa pun yang bisa berguna bagi kebutuhan orang banyak," ujar Ivan.Ia berharap fasilitas air bersih yang dibangun nantinya tidak hanya bermanfaat selama masa tanggap darurat, tetapi juga dapat dipakai masyarakat setelah bencana berakhir.Sementara itu, Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan mengapresiasi Ivan Gunawan dan para konsumen Mandjha yang turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini melalui pembelian produk."Setiap belanja di Mandjha, itu berarti ada harapan untuk saudara kita yang tertimpa musibah. Untuk bantuan ini, BAZNAS akan segera mengeksekusi agar manfaatnya dapat dirasakan dan membantu memperkuat saudara kita di NTT," kata Fitriansyah
BERITA30/08/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI menyalurkan ratusan al-Qur'an kepada Lembaga Tarbiyah Muslimin Nahdlatul Ulama Jawa Timur.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan 250 mushaf Al-Qur'an Cordoba dari Gramedia kepada Lembaga Takmir Masjid Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LTM PWNU) Jawa Timur, sebagai upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap sarana ibadah dan meningkatkan pemahaman tentang agama.Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh pimpinan BAZNAS RI di bidang digitalisasi, keuangan, dan operasional sekaligus ketua LTM PBNU Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., kepada Ketua LTM PWNU Jawa Timur Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy. Penyerahan dilakukan dalam acara Workshop Kemasjidan LTM PBNU di kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2026.Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Mokhamad Mahdum menyampaikan bahwa bantuan mushaf Al-Qur’an ini adalah upaya BAZNAS untuk memperluas akses terhadap Al-Qur’an di berbagai wilayah di Indonesia.Ia menilai lingkungan LTM PWNU Jawa Timur menjadi salah satu titik strategis dalam menyebarkan karena memiliki banyak kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat. Adanya mushaf Al-Qur’an diharapkan bisa membantu berbagai kegiatan keagamaan dan memenuhi kebutuhan untuk sarana beribadah."Sebanyak 250 mushaf Al-Qur'an tersebut nantinya akan diberikan kepada jemaah LTM PWNU Jawa Timur, termasuk masjid, mushaf, lembaga pendidikan, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan," jelas Haji Mo Mahdum.“Al-Qur’an adalah kebutuhan dasar umat. Kehadirannya di masjid, mushola, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman agama masyarakat, katanya.Haji Mo Mahdum juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu dalam pengumpulan dan pendistribusian mushaf Al-Qur’an tersebut, sehingga manfaatnya bisa sampai ke masyarakat di Jawa Timur.Ia menjelaskan, al-Qur'an tersebut merupakan bagian dari amanah sedekah berupa 4.933 buah al-Qur'an dengan nilai total Rp500.787.343 yang dikumpulkan dari pelanggan Gramedia dan peserta Happy Family Coloring, untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk di lingkungan Lembaga Tamat Mutaqin Nahdlatul Ulama (LTM NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.Ini menunjukkan kerja sama yang baik antara BAZNAS, kalangan swasta, dan masyarakat. "Ketika kita bersatu, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas," kata Haji Mo Mahdum.Ia berharap kerja sama antara BAZNAS RI, Gramedia Cordoba, dan LTM PWNU Jawa Timur bisa terus diperkuat dan mendorong lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam gerakan berbagi.“Semoga kolaborasi antara BAZNAS, Gramedia Cordoba, dan LTM PWNU Jawa Timur ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut serta berpartisipasi dalam gerakan berbagi dan pemberdayaan masyarakat,” kata Haji Mo Mahdum.Turut hadir Ketua LTM PCNU Jombang Dr. Dhikrul Hakim, M.Pd.I., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang Dr. H. Muharror, M.Ag., beserta jajarannya.
BERITA30/08/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Menjangkau Sudut Pulau Palue, Kirimkan Paket Keluarga Logistik untuk Korban Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengantarkan Paket Keluarga Logistik (PKL) kepada korban gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.Dalam upaya menyalurkan bantuan yang mencakup kebutuhan pangan, seperti beras, minyak, gula, biskuit, dan mi instan, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melintasi lautan selama 3 hingga 4 jam menuju lokasi pulau yang berjarak 65 kilometer dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.Data dari Kecamatan Palue per 23 Agustus mencatat bahwa dampak gempa telah merusak 1.058 rumah warga, menjadikan 19 orang menderita luka berat dan 15 luka ringan, serta satu korban jiwa.Pimpinan BAZNAS RI untuk bidang Distribusi, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengungkapkan bahwa upaya ini dilakukan agar bantuan makanan dan barang sehari-hari dapat menjangkau para penyintas gempa di pulau berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa dan cukup terisolasi."Kami berkomitmen untuk mengatasi batas geografis demi memastikan bantuan logistik ini sampai ke tangan masyarakat yang paling memerlukan di kawasan terpencil Palue," tutur Idy Muzayyad dalam pernyataan tertulis, Sabtu (29/8/2026).Setibanya di darat Palue, para anggota BTB berjalan menyusuri jalan berbukit untuk membagikan paket sembako dan kebutuhan pokok secara langsung ke titik-titik pengungsian.Idy menegaskan bahwa BAZNAS akan terus mendistribusikan pasokan pangan bagi korban bencana, menyiapkan target 1.000 paket sembako yang akan disebarkan secara bertahap ke berbagai titik pengungsian sesuai dengan situasi di lapangan."Kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita, para korban gempa di Pulau Palue dan berbagai lokasi lain di NTT, agar mereka tidak merasa berjuang sendirian di masa-masa yang sulit ini," kata Idy Muzayyad.Warga yang terdampak gempa di Pulau Palue menyambut dengan haru kedatangan Paket Keluarga Logistik yang diserahkan langsung oleh Tim BAZNAS Tanggap Bencana di tempat pengungsian.Perwakilan dari warga penyintas, Y. Sawe, menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam atas kepedulian BAZNAS yang cepat hadir mendukung masyarakat di tengah situasi darurat pascabencana."Terima kasih kepada rekan-rekan BAZNAS atas bantuan yang kami terima sore ini, dan kami sangat bangga dengan dukungan mereka saat kami menghadapi bencana gempa ini," ungkap Y. Sawe.Setelah gempa yang terjadi pada pertengahan Agustus lalu, BAZNAS RI bergerak cepat untuk menyalurkan Paket Keluarga Logistik di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, serta mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di berbagai daerah yang terdampak.BAZNAS juga menghadirkan dapur umum, layanan kesehatan bergerak RSB, masjid darurat, hingga menyiapkan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa untuk mendukung pemulihan secara menyeluruh bagi para penyintasBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengantarkan Paket Keluarga Logistik (PKL) kepada korban gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Dalam upaya menyalurkan bantuan yang mencakup kebutuhan pangan, seperti beras, minyak, gula, biskuit, dan mi instan, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melintasi lautan selama 3 hingga 4 jam menuju lokasi pulau yang berjarak 65 kilometer dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.Data dari Kecamatan Palue per 23 Agustus mencatat bahwa dampak gempa telah merusak 1.058 rumah warga, menjadikan 19 orang menderita luka berat dan 15 luka ringan, serta satu korban jiwa.Pimpinan BAZNAS RI untuk bidang Distribusi, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengungkapkan bahwa upaya ini dilakukan agar bantuan makanan dan barang sehari-hari dapat menjangkau para penyintas gempa di pulau berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa dan cukup terisolasi."Kami berkomitmen untuk mengatasi batas geografis demi memastikan bantuan logistik ini sampai ke tangan masyarakat yang paling memerlukan di kawasan terpencil Palue," tutur Idy Muzayyad dalam pernyataan tertulis, Sabtu (29/8/2026).Setibanya di darat Palue, para anggota BTB berjalan menyusuri jalan berbukit untuk membagikan paket sembako dan kebutuhan pokok secara langsung ke titik-titik pengungsian.Idy menegaskan bahwa BAZNAS akan terus mendistribusikan pasokan pangan bagi korban bencana, menyiapkan target 1.000 paket sembako yang akan disebarkan secara bertahap ke berbagai titik pengungsian sesuai dengan situasi di lapangan."Kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita, para korban gempa di Pulau Palue dan berbagai lokasi lain di NTT, agar mereka tidak merasa berjuang sendirian di masa-masa yang sulit ini," kata Idy Muzayyad.Warga yang terdampak gempa di Pulau Palue menyambut dengan haru kedatangan Paket Keluarga Logistik yang diserahkan langsung oleh Tim BAZNAS Tanggap Bencana di tempat pengungsian.Perwakilan dari warga penyintas, Y. Sawe, menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam atas kepedulian BAZNAS yang cepat hadir mendukung masyarakat di tengah situasi darurat pascabencana."Terima kasih kepada rekan-rekan BAZNAS atas bantuan yang kami terima sore ini, dan kami sangat bangga dengan dukungan mereka saat kami menghadapi bencana gempa ini," ungkap Y. Sawe.Setelah gempa yang terjadi pada pertengahan Agustus lalu, BAZNAS RI bergerak cepat untuk menyalurkan Paket Keluarga Logistik di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, serta mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di berbagai daerah yang terdampak.BAZNAS juga menghadirkan dapur umum, layanan kesehatan bergerak RSB, masjid darurat, hingga menyiapkan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa untuk mendukung pemulihan secara menyeluruh bagi para penyintas
BERITA29/08/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Lombok Barat Gelar Sosialisasi dan Bimtek Program MAHYANI, Dukung Kesembuhan dan Kesehatan Masyarakat
Lombok Barat, 27 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Rumah Layak Huni (MAHYANI) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Lombok Barat dalam menghadirkan rumah yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program MAHYANI tahun 2026 memiliki cakupan penerima manfaat yang tersebar di 15 desa pada 7 kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat khusus bagi masyarakat yang terjangkit TBC dan layak untuk dibantu. Penyebaran penerima manfaat ini menunjukkan komitmen BAZNAS Lombok Barat untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, TGH. M. Taisir Al Azhar, Lc., S.Ag., M.A., menegaskan pentingnya program rumah layak huni sebagai salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu materi penting disampaikan oleh Ns. I Made Santiana, S.Kep., In.Kes., Ketua Tim Kerja Surveilans Dikes Kabupaten Lombok Barat, yang memberikan pemahaman mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC), termasuk pentingnya lingkungan tempat tinggal yang sehat dalam mendukung proses pemulihan dan mencegah penularan.
Dalam kesempatan tersebut, I Made Santiana memberikan pujian dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kabupaten Lombok Barat karena telah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat, terutama mereka yang terjangkit TBC, melalui pembangunan rumah yang layak.
Menurutnya, hunian yang sehat dan layak bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga kesehatan serta membantu proses kesembuhan masyarakat yang sedang menjalani pengobatan TBC.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kabupaten Lombok Barat yang telah memperhatikan masyarakat, khususnya yang terjangkit TBC, dengan membangunkan rumah yang layak. Ini sangat penting untuk mendukung kesehatan dan kesembuhan mereka.”
Sementara itu, materi terakhir disampaikan oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Lombok Barat yang membahas teknis pembangunan Rumah Layak Huni (MAHYANI). Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tahapan, standar, serta teknis pelaksanaan pembangunan agar rumah yang dibangun benar-benar memenuhi kebutuhan dan kelayakan bagi penerima manfaat.
Melalui kegiatan sosialisasi dan bimtek ini, BAZNAS Lombok Barat berharap program MAHYANI dapat terus dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kurang mampu.
Bersama zakat, BAZNAS Lombok Barat terus membangun kesejahteraan dari desa—menghadirkan rumah yang layak, lingkungan yang sehat, dan harapan baru bagi masyarakat.
BERITA27/08/2026 | Arfi, Humas Baznas Lobar

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.
Lihat Daftar Rekening →