
Berita Terkini
BAZNAS RI Perpanjang Layanan Kesehatan Gratis “Selter Ojek Sehat“ selama Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melanjutkan inisiatif Selter Ojek Sehat (SOS) melalui Rumah Sehat BAZNAS, yang menawarkan layanan kesehatan tanpa biaya bagi masyarakat, terutama bagi pengemudi ojek dan angkutan umum. Program ini diperpanjang selama bulan Ramadan sebagai respons terhadap tingginya permintaan layanan kesehatan dan semangat masyarakat.
Saidah Sakwan, M. A. , kepala Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, mengungkapkan bahwa Selter Ojek Sehat merupakan salah satu bagian dari serangkaian program Ramadan yang diperpanjang karena banyaknya dukungan dari masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari perayaan Ramadan. Awalnya kami mulai sebelum Ramadan, namun kami memutuskan untuk melanjutkannya selama bulan Ramadan karena tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat,” ujar Saidah dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Saidah menambahkan, sebelumnya program Selter Ojek Sehat menyasar 1. 000 penerima manfaat, namun dengan perpanjangan selama Ramadan, BAZNAS optimis dapat mencapai hingga 3. 000 penerima manfaat.
Peningkatan layanan juga dilakukan dengan menambah lokasi pelayanan, termasuk di Terminal Kampung Melayu. Menurut Saidah, penambahan ini dilakukan karena sebelumnya BAZNAS belum hadir di lokasi tersebut. Ia berpendapat bahwa terminal memiliki karakteristik pengunjung yang lebih bervariasi dibandingkan dengan tempat lain.
Ia menjelaskan bahwa semua pengemudi angkutan umum, sopir busway, pengemudi Transjakarta, ojek online, serta masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan mereka selama bulan puasa, bisa memanfaatkan layanan ini.
“Kami berharap kehadiran layanan seperti ini dapat membuat kesehatan tetap terjaga selama puasa. Jika ada keluhan seperti sakit, pegal, atau kekurangan vitamin, dapat langsung berkonsultasi dengan dokter,” tambah Saidah.
Saidah juga mengungkapkan bahwa untuk pelayanan di Terminal Kampung Melayu, BAZNAS menargetkan 100 orang sebagai penerima manfaat dengan jam pelayanan dari pukul 13. 00 hingga 17. 00 WIB. Namun, meskipun jumlah pendaftar melebihi target, pelayanan tetap akan diberikan. “Kami akan terus menjalankan layanan ini selama ada waktu dan dana yang memadai,” tegasnya.
Saidah berharap layanan kesehatan ini dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan selama Ramadan, dan ke depannya bisa menjangkau lebih banyak area agar manfaatnya semakin luas.
“Kami terbuka untuk siapa pun yang membutuhkan perawatan. Silakan datang dan manfaatkan layanan yang ada. Bagi yang memerlukan pemeriksaan lebih lengkap, BAZNAS juga menyediakan layanan di Rumah Sehat BAZNAS Indonesia di Jatinegara yang merupakan Klinik Pratama dengan fasilitas pemeriksaan umum, perawatan gigi, dan layanan USG,” ujar Saidah.
Di sisi lain, Sarjono (68), seorang pengemudi ojek online yang telah beroperasi selama lima tahun, mengaku mendapatkan banyak keuntungan dari layanan kesehatan gratis ini. “Terima kasih BAZNAS. Saya sangat senang ada fasilitas kesehatan untuk sopir ojek dan angkut. Jika bisa dijadwalkan secara rutin, misalnya sebulan sekali, akan sangat membantu karena pekerjaan kami sering berada di jalan dan berisiko,” kata Sarjono.
Senada, Agusman (45), pengemudi Mikrobus Jaklingko yang telah berpengalaman selama enam tahun, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya setelah menggunakan layanan kesehatan gratis tersebut untuk pertama kalinya. “Ini sangat membantu dan gratis. Diharapkan bisa ada lebih banyak layanan supaya banyak orang yang mendapat manfaat,” ucapnya.
23/02/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Berhasil Memberdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin sampai Dapat Omzet Rp1 Juta per Hari
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, melalui inisiatif BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Banjarmasin, telah berhasil memberdayakan pedagang nasi kuning dan lontong, Rabiyatul Adawiyah, yang kini dapat menghasilkan omzet sebesar Rp1 juta setiap harinya.
Menanggapi pencapaian ini, Pimpinan BAZNAS RI yang menangani Distribusi dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M. A. , menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kemajuan usaha dari para mustahik yang dibina oleh BAZNAS.
Ia berpendapat bahwa keberhasilan ini adalah bukti bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS dengan benar dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi para mustahik.
“Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan bahwa zakat yang dikelola secara produktif dapat mendukung kemandirian ekonomi. BAZNAS berusaha memastikan bahwa para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ucap Saidah dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Program BAZNAS Microfinance Desa tidak hanya menyediakan pembiayaan untuk modal usaha, tetapi juga memberikan pendampingan yang intensif agar usaha para mustahik bisa berkembang secara berkelanjutan.
Saidah menambahkan, salah satu keunggulan dari program ini adalah sistem pembiayaan tanpa bunga yang tidak memberatkan pelaku usaha kecil. "Bagi kami, pembiayaan bukan cuma soal modal. Ini merupakan upaya untuk memperkuat ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal," ungkap Saidah.
Ke depannya, Saidah menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperbanyak cakupan Program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan usaha mereka hingga bisa bertransformasi menjadi muzaki. “Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika hal itu terwujud, BAZNAS bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia,”ujarnya.
Sementara itu, Rabiyatul Adawiyah yang merupakan penerima manfaat dari Program BMD Banjarmasin mengungkapkan bahwa ia merasakan langsung dampak positif dari program tersebut terhadap usahanya. Ia bersyukur atas bantuan pembiayaan yang diberikan sehingga usahanya kini semakin maju. “Sebelum dibantu BAZNAS, omzet harian saya hanya Rp800 ribu, kini alhamdulillah omzet saya meningkat menjadi Rp1 juta per hari berkat perbaikan fasilitas usaha dan peningkatan kapasitas produksi,” katanya.
Rabiyatul menyatakan bahwa program pembiayaan dari BAZNAS sangat membantu pedagang kecil seperti dirinya karena tidak memberikan beban tambahan. Skema tanpa bunga membuat pelaku usaha dapat berkembang tanpa tekanan biaya ekstra. "Bantuan pada tahap awal langsung saya gunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, sedangkan sisanya saya gunakan untuk menambah stok bahan baku," jelasnya.
Ia juga berharap program serupa dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak pedagang kecil yang terdukung. “Program BAZNAS ini sangat membantu. Tanpa bunga, hanya infak. Dan infak tersebut juga memberi kita ruang untuk bersedekah,” ujarnya.
20/02/2026 | Humas Baznas Lobar
Ramadan Tiba, BAZNAS RI Meluncurkan Program Santri untuk Memperkuat Desa di 26 Lokasi Strategis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI lewat Direktorat Pengembangan dan Layanan UPZ serta CSR, Divisi Program Ekonomi Desa, menggagas sebuah inisiatif baru dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Dengan nama "Santri Memberdayakan Desa", program ini bertujuan untuk menggabungkan peningkatan spiritual bagi mustahik dengan pengalaman nyata di dalam agribisnis untuk kaum muda.
Sebanyak 78 santri terpilih akan ditugaskan dalam 26 kelompok di 8 provinsi, yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Saidah Sakwan, M. A. , Pimpinan BAZNAS RI di bidang Distribusi dan Pendayagunaan, mengungkapkan bahwa program ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem ekonomi pedesaan dengan nuansa nilai-nilai keagamaan.
"Kami meluncurkan Program Santri Memberdayakan Desa untuk meningkatkan dimensi spiritual dari binaan yang berada di lokasi Balai Ternak, ZCD, dan Lumbung Pangan. Kami berharap petani dan peternak tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat dan bertanggung jawab. Selain itu, ini adalah tempat belajar langsung bagi santri milenial tentang cara mengelola agribisnis dan peternakan di lapangan," kata Saidah Sakwan saat meluncurkan program secara online, Kamis (19/2/2026).
Dia menjelaskan bahwa santri dipilih sebagai penggerak karena mereka berpotensi sebagai agen perubahan. Santri tingkat akhir atau lulusan pondok pesantren dengan usia antara 17-22 tahun diharapkan dapat menjadi mentor keagamaan, memberikan pengajaran, kultum subuh, serta literasi agama untuk masyarakat desa. Para santri juga akan mendapatkan ilmu praktis mengenai manajemen agribisnis dan UMKM secara langsung.
"Program ini akan dilaksanakan di 26 lokasi yang tersebar di 26 desa, 12 kecamatan, dan 25 kabupaten/kota. Tempat-tempat ini dipilih khusus karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakan yang ada sudah cukup stabil, sehingga layak untuk menjadi Pusat Studi Tiru bagi para santri," jelasnya.
Saidah menambahkan, selama dua minggu, satu kelompok santri yang terdiri dari 3 orang akan menerapkan metode tinggal bersama kelompok binaan BAZNAS, mulai dari petani lumbung pangan, pelaku usaha mikro (UMKM), hingga peternak di Balai Ternak BAZNAS.
Dengan adanya program ini, BAZNAS berharap akan lahir generasi baru "santripreneur" yang mahir tidak hanya dalam membaca kitab, tetapi juga terampil dalam mengelola lumbung pangan dan peternakan. Kehadiran para santri di masyarakat diharapkan dapat membawa suasana Ramadan yang lebih bermakna, serta mendukung keberlanjutan ekonomi para mustahik melalui pendampingan yang lebih manusiawi dan religius.
20/02/2026 | Humas Baznas Lobar
Agenda Pimpinan

Wakil Bupati Lombok Barat Dukung Penguatan UPZ: Zakat Harus Dikelola Profesional dan Transparan
Gerung, BAZNAS Lobar – Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha (UNA), menghadiri kegiatan Penguatan Kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang diikuti oleh OPD dan sekolah se-Kabupaten Lombok Barat. Acara ini digelar di Aula Kantor BAZNAS Lombok Barat, Senin (14/07/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati UNA menegaskan pentingnya peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Ia mengatakan, pengelolaan ZIS yang baik sangat berperan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“BAZNAS harus dikelola secara profesional, bertanggung jawab, dan terbuka agar masyarakat semakin percaya,” ujarnya di hadapan para ASN yang hadir.
Acara ini juga dihadiri Ketua BAZNAS Lombok Barat TGH. Taisir Al Azhar, para komisioner BAZNAS, Kepala Dinas Sosial, para camat, bendahara OPD, perwakilan instansi vertikal, serta perwakilan SMP dari seluruh wilayah Lombok Barat.
Wakil Bupati UNA juga menekankan bahwa zakat bukan hanya untuk membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana untuk membantu sesama dan menciptakan keadilan sosial. Karena itu, ia mendorong perluasan sumber pengumpulan zakat, tidak hanya dari ASN, tetapi juga dari pelaku usaha dan perusahaan swasta.
“Kami mengapresiasi inisiatif BAZNAS. Semoga ZIS yang dikelola bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Barat, TGH. Mohammad Syukri, S.Pd.I, melaporkan bahwa perolehan ZIS dari Januari hingga Juni 2025 mencapai Rp4,44 miliar. BAZNAS menargetkan total pengumpulan ZIS tahun ini sebesar Rp11 miliar.
“Kami terus menjalin kerja sama dengan perusahaan besar dan ritel modern agar target ini bisa tercapai,” jelas Syukri.
Kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat perhatian serius dari seluruh peserta. Diharapkan, penguatan kelembagaan UPZ serta pengelolaan ZIS yang baik dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Lombok Barat.
14-07-2025 | Humas Baznas Lobar

BAZNAS Lobar Menyatuni Ratusan Anak Yatim di Program Pemda Menyapa Desa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat melalui program Pemda Menyapa Desa melakukan pendistribusian santunan Anak Yatim sebanyak 100 orang di desa Beleka, kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, Rabu (13/11/2024).
Hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat bersama wk.II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Moh. Surur Ibrahim, Lc, M.Ag. dan wk.III Bagian Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan M. Nurhayat, M.Pd.I mendampini Pj. Bupati Lombok Barat H. Ilham, M.Pd.
dalam sambutannya H.Ilham, M.Pd mengatakan bahwa program Pemda Menyapa Desa bertujuan mendekatkan pelayanan pemerintah dengan masyarakat desa. Program ini memungkinkan pemda, termasuk pejabat dan kepala daerah, untuk turun langsung ke desa-desa, mendengarkan keluhan dan masukan warga, serta memberikan pelayanan dan bantuan langsung di tempat.
Program Pemda Menyapa Desa adalah inisiatif pemerintah daerah di Kabupaten Lombok Barat, NTB, yang bertujuan mendekatkan layanan publik kepada masyarakat desa. Melalui program ini, pejabat daerah mengunjungi desa-desa setiap bulan untuk menyediakan layanan yang lebih mudah diakses, seperti pembuatan KTP, layanan kesehatan, kependudukan, hingga pasar murah yang menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Hal ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat desa, terutama mereka yang jauh dari pusat layanan kota, dalam mengakses berbagai pelayanan public
Program ini juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi masyarakat serta mempererat hubungan antara pemerintah dan warga desa. Kegiatan tersebut rutin diadakan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Barat dan direncanakan akan terus berjalan setiap bulan untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian dan kesejahteraan desa
13-11-2024 | Humas Baznas Lobar

PENARIKAN MAHASISWA PKL UIN MATARAM
Baznas Kabupaten Lombok Barat,- Penarikan Mahasiswa PKL UIN Mataram Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Manajmen Dakwah, sebanyak 10 Mahasiswa terdiri dari 8 Perempuan dan 2 Laki-laki di Aula Kantyor BAZNAS Kabupaten Lombok Barat. Rabu, 23 Oktober 2024.
Dalam acara tersebut hadir Ketua BAZNAS Lobar, TGH. M. Taisir Al Azhar, Lc.,S.Ag.,MA. Wakil ketua I Bidang Pengumpulan dan Sosialisasi, TGH. Moh. Syukri, S.Pd.I, Wakil Ketia III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Drs, TGH. M. Nurhayat, M.Pd.I dan Wakil Ketua IV, TGH. Muhammad Rasyidi, S.Pd.I, juga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PKL UIN Mataram, Dr. Rendra Kholdun, M.Ag.
Dalam sambutannya, Dr. Rendra Kholdun, mengucapkan banyak terimakasih kepada BAZNAS Lobar wabilkhusus Ketua beserta semua pimpinan atas diperkeenannya menerima mahasiswanya untuk PKL di BAZNAS Lobar dan saatnya hari ini kami Tarik mahasiswa-mahasiswa kami. Beliau juga berpesan kepada seluruh Mahasiswa PKL agar segera menyelesaikan study terakhirnya (Skripsi) setelah ditarik dari BAZNAS Lobar pada hari ini.
Beliau juga menyampaikan agar mengangkat judul skripsi tentang Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) di BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, “karena saya yakin masalah permintaan data untuk kebutuhan skripsi tidaklah akan sulit justru akan dimudahkan oleh para almukarrom pimpinan BAZNAS Kabupaten Lombok Barat yang diketuai oleh Tgh. M. Taisir Al Azhar”, sambungnya.
Dalam sambutan Tgh. Taisir Al Azhar menyampaikan “seperti kata pak DPL bahwa kami semua Pimpinan akan welcome kepada semua Mahasiswa PKL UIN Mataram jikalau ingin mengajukan penelitian di BAZNAS, karena kami selalu sampaikan bahwa kami selalu terbuka (open manajmen) bagi siapa saja yang datang ke BAZNAS untuk keperluan penelitian skripsi.
Dan acara penarikan Mahasiswa PKL UIN Mataram diakhiri dengan Do’a yang di pimpin oleh wakil ketua III Tgh. Nurhayat. Setelah itu penyerahan Bingkisan dari DPL UIN Mataram dan diterima oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, terakhir penyerahan Sertifikat PKL dari BAZNAS Kabupaten Lombok Barat ke para Mahasiwa PKL UIN Mataram yang diserahkan oleh semua pimpinan BAZNAS. Hrf
23-10-2024 | Humas Baznas Lobar
Berita Pendistribusian
Artikel Terbaru
BAZNAS TV
TABLIG AKBAR MEMBENTUK EKOSISTEM ZAKAT DARI DESA
Penulis: Humas BAZNAS Lobar/Harfi







