Berita Terbaru
Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS, Pimpinan BAZNAS Lombok Barat Silaturahmi dengan Kepala Kemenag Baru
GIRI MENANG – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat mengadakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Barat pada Kamis (2/4/2026).
Kunjungan kelembagaan ini disambut langsung oleh Kepala Kemenag Lombok Barat yang baru saja dilantik pada 26 Maret lalu, H. Muliadi, M.Pd.I. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Kepala Seksi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Lombok Barat, H. Marzuki Umar, M.Pd.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini membahas berbagai agenda strategis. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan keberlanjutan kolaborasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara BAZNAS dan Kemenag, serta mencari inovasi baru untuk optimalisasi potensi ZIS di wilayah Lombok Barat.
Sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang dalam pengelolaan zakat, BAZNAS menyadari bahwa dukungan penuh dari Kementerian Agama sangatlah krusial. Sinergi kedua lembaga ini diharapkan dapat memaksimalkan pengumpulan dana umat, sekaligus memastikan pendistribusiannya tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
H. Muliadi, M.Pd.I, selaku Kepala Kemenag Lobar yang baru, menyambut baik langkah proaktif dari jajaran Pimpinan BAZNAS Lombok Barat. Kolaborasi yang erat di tingkat kabupaten ini diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat di Gumi Patut Patuh Patju.
Melalui pertemuan ini, BAZNAS Kabupaten Lombok Barat dan Kemenag Lombok Barat berkomitmen untuk terus berjalan beriringan, menjaga amanah umat, dan menjadikan zakat sebagai pilar utama kesejahteraan masyarakat.
BERITA02/04/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Lombok Barat Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pimpinan BAZNAS RI Periode 2026–2031
Lombok Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Pimpinan BAZNAS Republik Indonesia periode 2026–2031 oleh Presiden Republik Indonesia.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat dan pembangunan nasional. Kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai program strategis BAZNAS serta meningkatkan pengelolaan zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Ketua dan seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Lombok Barat turut menyampaikan doa dan harapan agar amanah yang diberikan kepada para pimpinan BAZNAS RI dapat dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab, serta komitmen dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Dengan semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS di seluruh daerah, termasuk BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, siap bersinergi untuk terus meningkatkan pengumpulan, pengelolaan, dan penyaluran zakat agar semakin memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
“Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan membawa BAZNAS untuk selalu menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” demikian harapan yang disampaikan.
BERITA12/03/2026 | Humas Baznas Lobar
Bantu Pulihkan Sumatra, LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta Melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menerima donasi kemanusiaan senilai Rp160. 000. 000 dari Yayasan LIA, yang merupakan hasil penggalangan dana dari keluarga besar LIA, termasuk peran aktif para siswa dan mahasiswa, bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh bencana alam di Sumatra. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Kantor Yayasan LIA, yang terletak di Jalan Pengadegan Timur, Jakarta Selatan.Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M. Si. , CFRM. , selaku pimpinan BAZNAS RI di bidang Pengumpulan, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan LIA yang telah mempercayakan kepada BAZNAS RI dalam pengelolaan serta penyaluran bantuan bagi para korban bencana.“Kami sangat menghargai dukungan dari Yayasan LIA untuk teman-teman kita yang terkena dampak bencana di Sumatra. Dana sebesar Rp160. 000. 000 ini akan kami salurkan dalam bentuk Paket Logistik Keluarga dan akan secepatnya kami distribusikan sesuai dengan kebutuhan yang paling mendesak di lapangan,” ungkap Rizaludin dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (24/02/2026).Rizaludin menjelaskan, bencana sering kali menciptakan jumlah mustahik baru, sehingga penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Oleh karena itu, kehadiran BAZNAS bersama mitra-mitra seperti Yayasan LIA menjadi sangat krusial untuk mendukung usaha pemerintah dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.Dia juga menambahkan bahwa BAZNAS telah melaksanakan program pemulihan yang menyeluruh, termasuk program kembali ke sekolah, proses pengembalian ke rumah, restorasi tempat ibadah, hingga pemulihan ekonomi agar kegiatan sosial masyarakat bisa pulih secara bertahap.Lebih lanjut, Rizaludin menekankan bahwa BAZNAS RI berkomitmen untuk menyalurkan bantuan tersebut dengan amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra.“Kami juga mengucapkan terima kasih atas sumbangan kemanusiaan yang diberikan oleh Yayasan LIA melalui BAZNAS RI. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para korban, baik di Aceh maupun di daerah lain di Sumatra,” kata Rizaludin.Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan LIA, Prof. Dr. Ilza Mayuni, M. A. , menyatakan bahwa bantuan ini adalah wujud solidaritas dari keluarga besar Yayasan LIA kepada masyarakat Sumatra yang terkena bencana.“Kami menyalurkan donasi ini lewat BAZNAS dengan harapan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan di Sumatra. Kami yakin BAZNAS memiliki jaringan dan manajemen yang baik untuk memastikan bantuan ini sampai ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama dalam menyediakan kebutuhan logistik keluarga yang sangat mendesak saat ini,” ujar Prof. Ilza.
BERITA25/02/2026 | Humas Baznas Lobar
Ramadan Berbagi, Dan+Dan Bersama BAZNAS RI Salurkan Paket Makanan dan Paket Logistik Keluarga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, berkolaborasi dengan perusahaan ritel di sektor kecantikan dan kesehatan, Dan+Dan, melaksanakan penyaluran bantuan berupa paket makanan yang terdiri dari Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga (PLK) di Jakarta, pada hari Selasa (24/2/2026).Paket bantuan berupa Sajian Berkah Bergizi ini ditujukan kepada empat yayasan yang mendukung yatim dan dhuafa di daerah Matraman, Jakarta Timur, hingga Johar Baru, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian sosial bersama. Sementara itu, Paket Logistik Keluarga diberikan kepada mustahik di area Jakarta Timur.Saidah Sakwan, M. A. , yang menjabat sebagai Pimpinan BAZNAS RI di Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menyatakan bahwa program Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga, yang berasal dari donasi konsumen Dan+Dan, merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu di lingkungan panti asuhan dan yayasan sosial.“Kami meyakini bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh makanan yang bergizi. Melalui program Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga, kami berupaya memastikan bahwa kehadiran Dan+Dan dan BAZNAS dapat memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis.Saidah juga menjelaskan bahwa kerjasama antara Dan+Dan dan BAZNAS RI diharapkan dapat menjadi bantuan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat menginspirasi kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pemerintah untuk menurunkan angka malnutrisi serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anak di panti asuhan.“Kami berharap bahwa melalui kolaborasi ini, semangat berbagi akan terus berlanjut. Kami berharap tindakan kecil ini dapat mendorong aksi gotong royong yang lebih besar dalam memastikan kecukupan gizi dan memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim maupun dhuafa,” tuturnya.Respon positif terhadap program ini disampaikan oleh para pengasuh yayasan yang mendukung yatim dan dhuafa. Tiara, salah satu pengasuh di Yayasan Al-Kahfi Cabang Jakarta Pusat, menyatakan bahwa Johar Baru, yang merupakan salah satu kawasan terpadat di Asia Tenggara, sangat memerlukan perhatian, terutama terkait kebutuhan pangan.“Program Sajian Berkah Bergizi ini membantu anak-anak untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga terhindar dari stunting dan mendukung pertumbuhan mereka secara baik. Semoga BAZNAS dan Dan+Dan dapat terus memberikan manfaat besar bagi masyarakat di masa mendatang,” tambahnya.Pengasuh Pondok Yatim dan Dhu'afa, Ayu, juga mengungkapkan apresiasi yang serupa. Ia mengucapkan terima kasih yang tulus kepada BAZNAS dan Dan+Dan, karena bantuan ini datang pada saat yang sangat dibutuhkan. “Paket makanan ini sangat berarti bagi anak-anak, terutama karena saat bantuan datang, kami belum memiliki persediaan untuk makan malam,” tuturnya.
BERITA25/02/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Menetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Sebesar Rp7. 640. 144 per bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah mengumumkan nisab untuk zakat penghasilan dan jasa tahun 2026, yang ditetapkan sebesar Rp7. 640. 144 setiap bulan atau setara dengan Rp91. 681. 728 dalam setahun. Keputusan ini diambil setelah melakukan musyawarah mengenai nisab zakat pendapatan dan jasa pada hari Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan faktor syariah, regulasi, serta keadaan ekonomi masyarakat.
Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M. Ag. , Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag RI), menegaskan bahwa Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan tetap menjadi acuan untuk menetapkan nisab zakat penghasilan di Indonesia.
Ia menekankan bahwa penggunaan standar emas sebagai referensi adalah langkah untuk menciptakan ukuran yang lebih objektif dengan mempertimbangkan kebaikan bagi Mustahik dan muzaki.
Nisab yang ditetapkan didasarkan pada harga emas 14 karat setara dengan 85 gram emas, sehingga diperoleh nilai Rp91. 681. 728 per tahun atau Rp7. 640. 144 per bulan. Harga tersebut diambil dari rata-rata harga emas selama tahun 2025. Nilai ini menjadi patokan minimal penghasilan seorang muslim yang wajib membayar zakat sebesar 2,5 persen.
Tahun ini, nilai nisab mengalami peningkatan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2025. Penyesuaian ini sejalan dengan kenaikan upah tahunan yang tercatat sebesar 6,17 persen.
Ia menambahkan bahwa penetapan emas 14 karat konsisten dengan peraturan yang ada saat ini. Dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak dijelaskan secara rinci mengenai jenis karat emas, sehingga pada praktiknya BAZNAS memiliki kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat berdasarkan 85 gram emas dengan tetap memperhatikan kebaikan bagi mustahik.
Dikatakannya bahwa perkembangan kajian mengenai standar nisab adalah bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil selalu relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, pelaksanaannya perlu terus dipantau melalui kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan semua pihak yang terlibat dalam zakat agar pengelolaan zakat nasional berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M. A. , menegaskan bahwa penetapan nisab tidak boleh ditunda karena penting untuk kepastian hukum dan keseragaman dalam pengelolaan zakat nasional.
“Kita tidak dapat membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena BAZNAS adalah regulator dalam hal ini. Standar ini akan menjadi acuan bagi semua pengelola zakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam diskusi tersebut BAZNAS tidak hanya memperhatikan aspek normatif, tetapi juga dampaknya terhadap pelayanan kepada Mustahik yang selama ini telah dijalankan melalui berbagai program untuk mengatasi kemiskinan.
Oleh karena itu, keputusan untuk menggunakan emas 14 karat merupakan langkah yang seimbang antara kepatuhan pada syariah dan kebaikan umat, sambil tetap melihat rata-rata pendapatan masyarakat agar tidak memberatkan muzaki tetapi tetap memberi manfaat bagi pemberdayaan mustahik.
Penetapan standar emas 14 karat dianggap relevan karena nilainya cukup sebanding dengan harga beras premium, sambil tetap memperhatikan parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). Dengan demikian, kebijakan ini dianggap dapat menjaga keseimbangan antara prinsip keadilan untuk muzaki dan perlindungan bagi mustahik.
"Jadi, keputusan tentang nisab ini telah memenuhi aspek Aman Syar’i, Aman Regulasi, serta mempertimbangkan kepentingan Muzaki dan mustahik," ujar Kiai Noor.
Keputusan yang dihasilkan dari musyawarah ini kemudian dicantumkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS nomor 15 tahun 2026 mengenai Besaran Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2026 yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Februari 2026.
Acara ini dihadiri oleh Ketua dan Pimpinan BAZNAS RI, termasuk Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M. A. ; Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, S. E. , M. Ec. ; Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, M. S. , M. Ec. , Ph. D. ; Saidah Sakwan, M. A. ; Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag. , M. Si. , CFRM; Kolonel CAJ (Purn. ) Drs. Nur Chamdani; KH. Achmad Sudrajat, Lc. , M. A. ; Deputi I BAZNAS Mohamad Arifin Purwakananta; Deputi II BAZNAS Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M. Si. ; dan Sekretaris BAZNAS H. Subhan Cholid, Lc. , M. A.
Juga hadir para ahli syariah, di antaranya Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik yang merupakan Dekan FEM IPB dan Dr. Oni Sahroni, Lc. , M. A. , yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS Kabupaten Bogor, BAZNAS Kabupaten Tangerang, dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta Dewan Pengawas Syariah dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis ASFA, LAZ Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Rumah Zakat. Selain itu, BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi secara online
BERITA24/02/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Perpanjang Layanan Kesehatan Gratis “Selter Ojek Sehat“ selama Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melanjutkan inisiatif Selter Ojek Sehat (SOS) melalui Rumah Sehat BAZNAS, yang menawarkan layanan kesehatan tanpa biaya bagi masyarakat, terutama bagi pengemudi ojek dan angkutan umum. Program ini diperpanjang selama bulan Ramadan sebagai respons terhadap tingginya permintaan layanan kesehatan dan semangat masyarakat.
Saidah Sakwan, M. A. , kepala Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, mengungkapkan bahwa Selter Ojek Sehat merupakan salah satu bagian dari serangkaian program Ramadan yang diperpanjang karena banyaknya dukungan dari masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari perayaan Ramadan. Awalnya kami mulai sebelum Ramadan, namun kami memutuskan untuk melanjutkannya selama bulan Ramadan karena tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat,” ujar Saidah dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Saidah menambahkan, sebelumnya program Selter Ojek Sehat menyasar 1. 000 penerima manfaat, namun dengan perpanjangan selama Ramadan, BAZNAS optimis dapat mencapai hingga 3. 000 penerima manfaat.
Peningkatan layanan juga dilakukan dengan menambah lokasi pelayanan, termasuk di Terminal Kampung Melayu. Menurut Saidah, penambahan ini dilakukan karena sebelumnya BAZNAS belum hadir di lokasi tersebut. Ia berpendapat bahwa terminal memiliki karakteristik pengunjung yang lebih bervariasi dibandingkan dengan tempat lain.
Ia menjelaskan bahwa semua pengemudi angkutan umum, sopir busway, pengemudi Transjakarta, ojek online, serta masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan mereka selama bulan puasa, bisa memanfaatkan layanan ini.
“Kami berharap kehadiran layanan seperti ini dapat membuat kesehatan tetap terjaga selama puasa. Jika ada keluhan seperti sakit, pegal, atau kekurangan vitamin, dapat langsung berkonsultasi dengan dokter,” tambah Saidah.
Saidah juga mengungkapkan bahwa untuk pelayanan di Terminal Kampung Melayu, BAZNAS menargetkan 100 orang sebagai penerima manfaat dengan jam pelayanan dari pukul 13. 00 hingga 17. 00 WIB. Namun, meskipun jumlah pendaftar melebihi target, pelayanan tetap akan diberikan. “Kami akan terus menjalankan layanan ini selama ada waktu dan dana yang memadai,” tegasnya.
Saidah berharap layanan kesehatan ini dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan selama Ramadan, dan ke depannya bisa menjangkau lebih banyak area agar manfaatnya semakin luas.
“Kami terbuka untuk siapa pun yang membutuhkan perawatan. Silakan datang dan manfaatkan layanan yang ada. Bagi yang memerlukan pemeriksaan lebih lengkap, BAZNAS juga menyediakan layanan di Rumah Sehat BAZNAS Indonesia di Jatinegara yang merupakan Klinik Pratama dengan fasilitas pemeriksaan umum, perawatan gigi, dan layanan USG,” ujar Saidah.
Di sisi lain, Sarjono (68), seorang pengemudi ojek online yang telah beroperasi selama lima tahun, mengaku mendapatkan banyak keuntungan dari layanan kesehatan gratis ini. “Terima kasih BAZNAS. Saya sangat senang ada fasilitas kesehatan untuk sopir ojek dan angkut. Jika bisa dijadwalkan secara rutin, misalnya sebulan sekali, akan sangat membantu karena pekerjaan kami sering berada di jalan dan berisiko,” kata Sarjono.
Senada, Agusman (45), pengemudi Mikrobus Jaklingko yang telah berpengalaman selama enam tahun, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya setelah menggunakan layanan kesehatan gratis tersebut untuk pertama kalinya. “Ini sangat membantu dan gratis. Diharapkan bisa ada lebih banyak layanan supaya banyak orang yang mendapat manfaat,” ucapnya.
BERITA23/02/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Berhasil Memberdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin sampai Dapat Omzet Rp1 Juta per Hari
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, melalui inisiatif BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Banjarmasin, telah berhasil memberdayakan pedagang nasi kuning dan lontong, Rabiyatul Adawiyah, yang kini dapat menghasilkan omzet sebesar Rp1 juta setiap harinya.
Menanggapi pencapaian ini, Pimpinan BAZNAS RI yang menangani Distribusi dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M. A. , menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kemajuan usaha dari para mustahik yang dibina oleh BAZNAS.
Ia berpendapat bahwa keberhasilan ini adalah bukti bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS dengan benar dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi para mustahik.
“Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan bahwa zakat yang dikelola secara produktif dapat mendukung kemandirian ekonomi. BAZNAS berusaha memastikan bahwa para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ucap Saidah dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Program BAZNAS Microfinance Desa tidak hanya menyediakan pembiayaan untuk modal usaha, tetapi juga memberikan pendampingan yang intensif agar usaha para mustahik bisa berkembang secara berkelanjutan.
Saidah menambahkan, salah satu keunggulan dari program ini adalah sistem pembiayaan tanpa bunga yang tidak memberatkan pelaku usaha kecil. "Bagi kami, pembiayaan bukan cuma soal modal. Ini merupakan upaya untuk memperkuat ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal," ungkap Saidah.
Ke depannya, Saidah menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperbanyak cakupan Program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan usaha mereka hingga bisa bertransformasi menjadi muzaki. “Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika hal itu terwujud, BAZNAS bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia,”ujarnya.
Sementara itu, Rabiyatul Adawiyah yang merupakan penerima manfaat dari Program BMD Banjarmasin mengungkapkan bahwa ia merasakan langsung dampak positif dari program tersebut terhadap usahanya. Ia bersyukur atas bantuan pembiayaan yang diberikan sehingga usahanya kini semakin maju. “Sebelum dibantu BAZNAS, omzet harian saya hanya Rp800 ribu, kini alhamdulillah omzet saya meningkat menjadi Rp1 juta per hari berkat perbaikan fasilitas usaha dan peningkatan kapasitas produksi,” katanya.
Rabiyatul menyatakan bahwa program pembiayaan dari BAZNAS sangat membantu pedagang kecil seperti dirinya karena tidak memberikan beban tambahan. Skema tanpa bunga membuat pelaku usaha dapat berkembang tanpa tekanan biaya ekstra. "Bantuan pada tahap awal langsung saya gunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, sedangkan sisanya saya gunakan untuk menambah stok bahan baku," jelasnya.
Ia juga berharap program serupa dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak pedagang kecil yang terdukung. “Program BAZNAS ini sangat membantu. Tanpa bunga, hanya infak. Dan infak tersebut juga memberi kita ruang untuk bersedekah,” ujarnya.
BERITA20/02/2026 | Humas Baznas Lobar
Ramadan Tiba, BAZNAS RI Meluncurkan Program Santri untuk Memperkuat Desa di 26 Lokasi Strategis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI lewat Direktorat Pengembangan dan Layanan UPZ serta CSR, Divisi Program Ekonomi Desa, menggagas sebuah inisiatif baru dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Dengan nama "Santri Memberdayakan Desa", program ini bertujuan untuk menggabungkan peningkatan spiritual bagi mustahik dengan pengalaman nyata di dalam agribisnis untuk kaum muda.
Sebanyak 78 santri terpilih akan ditugaskan dalam 26 kelompok di 8 provinsi, yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Saidah Sakwan, M. A. , Pimpinan BAZNAS RI di bidang Distribusi dan Pendayagunaan, mengungkapkan bahwa program ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem ekonomi pedesaan dengan nuansa nilai-nilai keagamaan.
"Kami meluncurkan Program Santri Memberdayakan Desa untuk meningkatkan dimensi spiritual dari binaan yang berada di lokasi Balai Ternak, ZCD, dan Lumbung Pangan. Kami berharap petani dan peternak tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat dan bertanggung jawab. Selain itu, ini adalah tempat belajar langsung bagi santri milenial tentang cara mengelola agribisnis dan peternakan di lapangan," kata Saidah Sakwan saat meluncurkan program secara online, Kamis (19/2/2026).
Dia menjelaskan bahwa santri dipilih sebagai penggerak karena mereka berpotensi sebagai agen perubahan. Santri tingkat akhir atau lulusan pondok pesantren dengan usia antara 17-22 tahun diharapkan dapat menjadi mentor keagamaan, memberikan pengajaran, kultum subuh, serta literasi agama untuk masyarakat desa. Para santri juga akan mendapatkan ilmu praktis mengenai manajemen agribisnis dan UMKM secara langsung.
"Program ini akan dilaksanakan di 26 lokasi yang tersebar di 26 desa, 12 kecamatan, dan 25 kabupaten/kota. Tempat-tempat ini dipilih khusus karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakan yang ada sudah cukup stabil, sehingga layak untuk menjadi Pusat Studi Tiru bagi para santri," jelasnya.
Saidah menambahkan, selama dua minggu, satu kelompok santri yang terdiri dari 3 orang akan menerapkan metode tinggal bersama kelompok binaan BAZNAS, mulai dari petani lumbung pangan, pelaku usaha mikro (UMKM), hingga peternak di Balai Ternak BAZNAS.
Dengan adanya program ini, BAZNAS berharap akan lahir generasi baru "santripreneur" yang mahir tidak hanya dalam membaca kitab, tetapi juga terampil dalam mengelola lumbung pangan dan peternakan. Kehadiran para santri di masyarakat diharapkan dapat membawa suasana Ramadan yang lebih bermakna, serta mendukung keberlanjutan ekonomi para mustahik melalui pendampingan yang lebih manusiawi dan religius.
BERITA20/02/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berkah Ramadan ke Beberapa Panti Asuhan dan Musala di Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan program Hidangan Berkah Ramadan kepada panti asuhan, pondok pesantren, serta musala dan masjid di berbagai lokasi pusat perbelanjaan di Jakarta dan sekitarnya pada hari pertama bulan Ramadan 1447 H, Kamis (19/2/2026).
Sebanyak 250 kotak nasi dan 400 paket takjil dibagikan kepada anak yatim, santri, serta jemaah yang berpuasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif BAZNAS RI untuk menghadirkan keceriaan Ramadan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di lingkungan edukasi dan area publik perkotaan.
Saidah Sakwan, M. A. , selaku pimpinan BAZNAS RI di bidang distribusi dan pemanfaatan, menyatakan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat rasa kepedulian dan kebersamaan melalui zakat, infak, dan sedekah.
“Ramadan adalah kesempatan untuk berbagi. Dengan program ini, BAZNAS RI ingin memastikan bahwa anak yatim, santri, dan jemaah dapat berbuka puasa dengan baik dan merasa bahagia. Ini adalah amanah dari para muzaki yang kami salurkan agar manfaatnya dapat dirasakan dengan baik,” kata Saidah.
Saidah berharap Hidangan Berkah Ramadan dapat meringankan beban para mustahik di bulan suci ini.
Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Yatim Piatu Rasulullah, Rusdiyanti, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian BAZNAS RI yang selalu membantu anak-anak asuhnya setiap Ramadan.
“Alhamdulillah, dengan adanya Hidangan Berkah Ramadan ini sangat membantu, sehingga di hari pertama puasa, anak-anak tidak perlu membeli makanan untuk berbuka. Semoga para donatur selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezekinya,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, pimpinan Al-Qalam Islamic Boarding School, Imad, Lc. , juga memberikan apresiasi terhadap bantuan ini.
“Bantuan ini sangat berguna, terutama di pondok pesantren yang kegiatan harian berlangsung 24 jam dan memerlukan dukungan bahan pangan. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur,” katanya.
Sementara itu, Rafi (17), salah satu santri yang menerima manfaat, menyatakan rasa syukurnya atas perhatian dari para donatur.
“Alhamdulillah, masih ada yang peduli. Semoga donatur selalu diberikan berkah oleh Allah dan terus berkontribusi dalam kebaikan ini,” katanya.
Pengurus Masjid Bahrul Ulum di Pacific Place, Shodiqin, juga menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa bantuan ini akan disalurkan kepada jemaah yang berbuka di masjid.
BERITA20/02/2026 | Humas Baznas Lobar
Tarhib Ramadan 2026, BAZNAS RI Ajak Seluruh Amil Gencarkan Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melaksanakan Tarhib Ramadan melalui penguatan spiritual dan doa bersama yang dihadiri oleh semua pemimpin serta amil BAZNAS di seluruh Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam rangka Zakat Menguatkan Indonesia.Hal ini terungkap dalam acara Tarhib Ramadan BAZNAS 2026 yang mengusung tema "Zakat Menguatkan Indonesia". Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. , Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S. I. K. , M. Si. , Ketua MUI Bidang Fatwa Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, serta seluruh amil BAZNAS di Indonesia yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (17/2/2026).Juga berpartisipasi dalam acara ini adalah Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph. D. , Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M. A. , Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag. , M. Si. , CFRM. , serta Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc. , M. A. , CFRM.Dalam pidatonya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. , menegaskan bahwa Tarhib Ramadan ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi merupakan pengingat bagi semua amil untuk menjalankan peran utama mereka dalam memastikan zakat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya."Ramadan bagi kami semua adalah waktu untuk berjuang dan berikhtiar dalam menghubungkan orang-orang yang berkecukupan dengan mereka yang membutuhkan," ungkap Kiai Noor.Dia juga menjelaskan bahwa tugas amil mencakup lebih dari sekadar memfasilitasi orang-orang berkelimpahan harta untuk membayar zakat, tetapi juga mencakup kegiatan untuk menyucikan harta, menyucikan jiwa, dan mendoakan para muzaki. Menurutnya, peran ini adalah tanggung jawab mulia yang berkontribusi dalam menciptakan keadilan sosial di tengah masyarakat.Oleh karena itu, Kiai Noor meminta semua lini BAZNAS untuk memastikan bahwa layanan bantuan tersedia secara maksimal selama bulan Ramadan. Ia juga menekankan agar tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar di bulan suci ini.Kiai Noor menyatakan bahwa bulan Ramadan memiliki arti yang besar bagi BAZNAS, sehingga diperlukan upaya dan kerja keras yang tinggi agar tidak ada orang yang merasa terabaikan."Jangan sampai ada anak yatim yang kekurangan, orang miskin yang merasa tidak cukup, dan apalagi hingga ada yang kelaparan dan tidak dapat sahur atau berbuka dengan baik,” tegasnya.Sejalan dengan semangat tersebut, Kiai Noor mengungkapkan bahwa BAZNAS menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp515 miliar selama Ramadan tahun ini. Ia yakin target ini dapat tercapai berkat kerja sama dan sinergi dari semua amil di seluruh Indonesia.Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat agar sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pengelolaan Zakat.Menurutnya, ada dua tujuan utama dalam pengelolaan zakat, yaitu menyediakan layanan yang efisien dan efektif serta memberikan kontribusi konkret terhadap mengatasi kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan mustahik.“Keberhasilan suatu lembaga zakat tidak hanya diukur dari besarnya pengumpulan, tetapi juga seberapa jauh zakat tersebut dapat mengurangi kemiskinan dan mengubah mustahik menjadi muzaki,” ujarnya.Dukungan juga diberikan oleh Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono. Ia mengucapkan selamat atas datangnya Ramadan dan berharap bulan suci ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat iman, kerjasama, dan kepedulian sosial.Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh menekankan betapa pentingnya persiapan administratif dan substansial bagi para amilin dalam memberikan pelayanan kepada muzaki. Ia juga menggarisbawahi bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat syiar melalui kerjasama dan inovasi dalam layanan zakat di ruang publik."Zakat perlu memberikan dampak, Ramadan harus penuh keceriaan melalui jaringan. Salah satu caranya adalah dengan memperkenalkan aktivitas Ramadan di tempat-tempat ibadah dan ruang publik," tuturnya.Pada acara tersebut, semua Pimpinan BAZNAS RI yang hadir turut mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan berharap agar Ramadan kali ini semakin memperkuat gerakan zakat nasional demi kebaikan umat serta memberikan kontribusi nyata untuk memperkuat Indonesia.
BERITA19/02/2026 | Humas Baznas Lobar
Masyarakat Pidie Jaya Laksanakan Tarawih Pertama di Meunasah Darurat BAZNAS
Warga Kabupaten Pidie Jaya, yang terletak di Provinsi Aceh, kini telah melaksanakan salat Tarawih yang pertama dalam bulan Ramadan 1447 H di meunasah darurat yang didirikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, pada malam Rabu (18/2/2026).Meunasah berfungsi sebagai tempat ibadah dan aktivitas keagamaan bagi penduduk di tingkat gampong (desa) di Aceh. Selain menjadi lokasi untuk salat berjamaah, meunasah juga berperan sebagai tempat untuk pengajian, pendidikan agama dasar bagi anak-anak, dan pusat kegiatan sosial serta musyawarah masyarakat. Oleh karena itu, ketika meunasah mengalami kerusakan akibat bencana, kegiatan spiritual dan sosial masyarakat juga turut terdampak.Saidah Sakwan, M. A. , yang merupakan pimpinan BAZNAS RI di bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menyatakan bahwa pembangunan meunasah darurat dilakukan untuk memastikan bahwa warga tetap memiliki tempat ibadah yang layak selama proses pemulihan pascabencana ini.“Meunasah ini sangat vital bagi masyarakat Aceh. Oleh karena itu, kami berusaha untuk mengembalikan fungsi tersebut melalui pembangunan meunasah darurat agar warga tetap dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, terutama pada malam pertama salat Tarawih ini,” ungkap Saidah dalam sebuah pernyataan tertulis dari Jakarta, Rabu (18/2/2026).Ia menekankan bahwa pembangunan meunasah darurat merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS RI yang tidak hanya memikirkan kebutuhan fisik namun juga memenuhi kebutuhan spiritual dan sosial bagi masyarakat yang terdampak.Dalam laporan langsung oleh tim BAZNAS TV, pelaksanaan Tarawih perdana berlangsung penuh khidmat meskipun hujan turun di Pidie Jaya sebelum waktu Isya. Suara hujan di atap meunasah darurat tidak menghentikan semangat warga untuk berkumpul berjamaah, menciptakan kehangatan dan harapan di tengah proses pemulihan setelah bencana.Menanggapi situasi tersebut, Saidah mengaku terharu melihat masyarakat yang bersemangat melaksanakan Tarawih meskipun dalam keadaan yang sulit. Ia berpendapat, momen ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus saling mendukung.“BAZNAS akan terus berusaha memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi bencana, agar dapat bangkit dan melanjutkan hidup dengan lebih baik,” tambahnya.Selain pembangunan meunasah darurat, BAZNAS RI juga mendistribusikan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, termasuk layanan dapur umum, penyediaan sumur bor dan pompa air, dukungan psikososial, paket kebersihan, fasilitas MCK darurat, perlengkapan ibadah, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak.
BERITA19/02/2026 | Humas Baznas Lobar
Jelang Ramadan, BAZNAS RI Salurkan Paket Logistik dan Santunan bagi Keluarga Prasejahtera di Kota Tangerang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan dukungan berupa Paket Logistik Keluarga (PLK) dan santunan untuk masyarakat yang kurang mampu di wilayah Kota Tangerang, Banten, menjelang bulan Ramadan.
Saidah Sakwan, M. A. , selaku Pimpinan BAZNAS RI di Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini ditujukan untuk masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi yang rentan, terutama bagi pekerja informal yang memiliki pendapatan yang tidak menentu dan terbatas.
"Kami sangat memahami bahwa menjelang bulan Ramadan atau Lebaran, harga-harga di pasar seringkali mengalami kenaikan. Kehadiran BAZNAS di Kota Tangerang bertujuan agar masyarakat, termasuk para buruh harian dan pedagang kecil, tidak merasa sendirian dalam menghadapi kondisi yang sulit ini," ujar Saidah dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Saidah menambahkan bahwa Paket Logistik Keluarga tidak semata-mata berupa pembagian sembako, tetapi juga merupakan usaha untuk memastikan kebutuhan dasar keluarga prasejahtera tetap terpenuhi sehingga mereka dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih fokus, menjaga kesehatan fisik, dan tidak merasa khawatir dalam menyiapkan makanan sehari-hari.
Lebih lanjut, Saidah menekankan bahwa zakat yang diberikan oleh para muzaki melalui BAZNAS harus bisa memenuhi kebutuhan nyata masyarakat, khususnya bagi kelompok yang kurang mampu yang menghadapi tingginya biaya hidup di kota akibat ketidakpastian pendapatan harian.
"Ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan bahwa manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang bulan Ramadan," tegasnya.
Dia juga memastikan bahwa proses penyaluran dilakukan dengan tepat sasaran melalui pendataan dan verifikasi yang teliti, sehingga zakat dapat memberikan dampak yang maksimal bagi para mustahik.
“Melalui santunan dan Paket Logistik Keluarga tersebut, kami berharap kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dapat terpenuhi. Setidaknya, mereka memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan,” kata Saidah.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Yuyun, warga Kecamatan Benda, Kota Tangerang, mengaku merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diterimanya. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh cuci dan setrika dengan penghasilan yang tidak menentu, serta tinggal di rumah kontrakan yang sederhana bersama anaknya.
Selain Yuyun, bantuan juga diterima oleh Ibu Lina, warga Ciledug, yang mengandalkan penghasilan dari berjualan nasi di pagi hari. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan dapur keluarganya menjelang bulan Ramadan.
BERITA19/02/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Lombok Barat Gelar Bimtek UPZ Desa, Siapkan Strategi Maksimal Sambut Ramadhan 1447 H
Gerung, Kamis (12/02/2026) — Menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal enam hari lagi, BAZNAS Kabupaten Lombok Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Kabupaten Lombok Barat di Aula Kantor Bupati Lombok Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 122 Desa UPZ dengan total sekitar 200 pengurus UPZ yang hadir. Kehadiran ratusan pengurus ini menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di tingkat desa.
Acara dibuka dengan sambutan dari Asisten III yang mewakili Bupati Lombok Barat, yang menyampaikan apresiasi atas peran strategis BAZNAS dan UPZ Desa dalam mendukung pembangunan daerah melalui optimalisasi pengelolaan zakat.
Selanjutnya, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat memberikan arahan sekaligus penegasan pentingnya kesiapan UPZ Desa dalam menyambut Ramadhan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan untuk memperkuat strategi pengumpulan zakat, meningkatkan kapasitas amil desa, serta memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai prinsip syariat dan tata kelola yang baik.
“Ramadhan adalah momentum terbaik dalam optimalisasi pengumpulan zakat. UPZ Desa harus siap dengan strategi yang matang agar potensi zakat dapat dihimpun secara maksimal dan tepat sasaran,” tegasnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga materi utama, yaitu:
Peran Zakat dalam Pembangunan Daerah Berbasis Desa, yang disampaikan oleh perwakilan Bapenda Kabupaten Lombok Barat, menekankan bahwa zakat memiliki kontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Fiqih Zakat dan Perhitungan Zakat Sesuai Syariat, oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan dan Sosialisasi, yang memberikan pemahaman mendalam tentang ketentuan zakat.
Strategi dan Tata Kelola UPZ Desa, oleh Kepala Pelaksana M. Taufik, yang membahas teknis penguatan manajemen, pelaporan, dan transparansi pengelolaan zakat di tingkat desa.
Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan mengikuti setiap sesi materi hingga diskusi interaktif. Para UPZ Desa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, khususnya selama bulan Ramadhan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk terus menguatkan peran zakat sebagai solusi nyata dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
Zakat Menguatkan Indonesia, Sejahtera dari Desa.
BERITA12/02/2026 | Humas Baznas Lobar
Dari Jalan Rentan Jadi Akses Terjamin: BAZNAS Riau Membangun Jembatan Gantung di Nagari Batu Taba
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau kembali melaksanakan program peduli bagi komunitas yang terkena dampak bencana dengan membangun proyek jembatan gantung di Muaro Hijau, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Proyek ini muncul setelah terjadinya bencana banjir bandang yang merusak jalur utama warga menuju lahan pertanian, menyebabkan kesulitan dalam mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Direktur BAZNAS Provinsi Riau, Assoc. Prof. Dr. Yahanan, M. Sy, berharap bahwa pembangunan jembatan gantung ini bisa memperbaiki akses ke lahan pertanian yang mencakup 96 hektare, yang merupakan sumber penghidupan utama bagi penduduk. BAZNAS berhasil menghimpun sumbangan dari berbagai donatur, termasuk dari SMP dan SMA Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru, untuk merealisasikan proyek ini. Diharapkan proyek ini dapat menggerakkan kembali perekonomian masyarakat lokal dan menjadi solusi jangka panjang untuk akses pertanian. Ucapan syukur dan terima kasih disampaikan kepada para donatur atas perhatian yang mereka berikan dalam mendukung proyek ini. Acara peletakan batu pertama untuk pembangunan jembatan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting setempat. Jembatan gantung ini selain berfungsi sebagai infrastruktur baru, juga menjadi simbol harapan bagi warga. Dari bencana yang menghambat akses, kini hadir jembatan baru yang mengaitkan harapan, sesuai dengan tema proyek ini: "Dari Titian Menjadi Jembatan. "
BERITA13/01/2026 | Humas BAZNAS Riau
BAZNAS Lombok Barat Gelar Rapat Pembahasan Draf Perbup Pengelolaan Zakat
Lombok Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat menggelar FGD ( Focus Group Discussion ) dalam rangka pembahasan Draf Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pengelolaan Zakat Indaq dan shodaqah di lingkungan pemda Lombok Barat,yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, Selasa (7/1/2026).
Rapat ini dihadiri oleh Asisten I Setda Kabupaten Lombok Barat, kakankemenag Lombok Barat,Kabag Kesra,kabag hukum,perwakilan dari Bapeda dan BPKAD Lombok Barat, pimpinan dan jajaran BAZNAS Lombok Barat, serta pihak terkait lainnya. Fokus utama pembahasan adalah penetapan besaran zakat yang akan menjadi acuan resmi dalam pengelolaan zakat di wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek penting, mulai dari dasar hukum, kesesuaian dengan regulasi nasional, hingga penyesuaian besaran zakat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Lombok Barat. Diharapkan, Perbup ini nantinya dapat memberikan kepastian hukum serta meningkatkan optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Ketua baznas Lombok Barat, TGH.Muhamad Taisir al Ahar mengatakan dalam sambutan pengantarnya bahwa FGD ZIS ini memiliki peran yang sangat strategis dalam pengumpulan karena selama ini terkendala SIPD ( Sistem Informasi Pemerintahan Daerah )sebuah platform digital terintegrasi yang di kembangkan Kemendagri untuk mengelola perencanaan,penganggaran,pelaksanaan,hingga pelaporan pembangunan dan keuangan pemerintah daerah secara elektronik.Dengan adanya SIPD,BAZNAS Lombok Barat tidak bisa memotong ZIS ASN secara langsung karena ketentuan pemotongan ZIS ASN 2,5% belum diterapkan. Taisir menambahkan semoga dengan adanya perbup terbaru, pemotongan ZIS ASN di Lombok Barat tidak akan mengalami hambatan lagi.
BAZNAS Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam rangka memperkuat tata kelola zakat. Melalui regulasi yang jelas, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik dan mendukung program pengentasan kemiskinan di Lombok Barat.
BERITA07/01/2026 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Lombok Barat Hadiri Rakorda BAZNAS se-NTB Tahun 2025
Lombok Barat — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Nusa Tenggara Barat Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi, koordinasi, serta arah kebijakan pengelolaan zakat di seluruh wilayah NTB.
Rakorda BAZNAS se-NTB tahun 2025 mengusung tema “Pemberdayaan Zakat, Transformasi Digital, Akselerasi Sapta Cita Menuju Masyarakat NTB Makmur Mendunia”. Tema ini menegaskan komitmen bersama BAZNAS dalam mendorong optimalisasi pengelolaan zakat melalui inovasi digital serta penguatan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Kabupaten Lombok Barat hadir bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-NTB, serta para pemangku kepentingan terkait. Rakorda menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, menyelaraskan program kerja, serta membahas strategi penguatan kelembagaan dan peningkatan pelayanan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.
Kehadiran BAZNAS Lombok Barat pada Rakorda ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung transformasi tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi dana ZIS.
Melalui Rakorda BAZNAS se-NTB 2025, diharapkan terbangun sinergi yang semakin solid antar BAZNAS se-NTB guna menghadirkan program-program zakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan, menuju NTB yang makmur dan mendunia.
BERITA23/12/2025 | Humas Baznas Lobar
Melalui BAZNAS RI, Pemkot Bandung dan BJB, Berikan Bantuan kepada Korban Bencana Sumatra Sebesar Rp3,16 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan acara Penyerahan Bantuan untuk Bencana Alam di Sumatra yang berasal dari Pemerintah Kota Bandung dan BJB, melalui BAZNAS Kota Bandung. Kegiatan ini diadakan di Aula Ahmad Subianto, Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada hari Senin (22/12/2025).
Jumlah total bantuan yang diberikan dalam acara tersebut adalah Rp3. 169. 316. 243. Dana ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kota Bandung, Bank BJB, BAZNAS Kota Bandung, Forum RW Kota Bandung, serta partisipasi aktif dari masyarakat yang dengan cepat merespon situasi darurat setelah bencana.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, memberikan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak yang bekerja sama dalam mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana di Sumatra.
“Kerjasama antara BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dalam membantu sesama yang terkena musibah masih sangat kuat,” kata Kiai Noor.
Lebih jauh, Kiai Noor menyatakan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya terfokus pada kebutuhan mendesak, tetapi juga untuk mendukung pemulihan jangka menengah bagi masyarakat yang terdampak.
“Bencana tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga berdampak pada sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, bantuan ini harus dapat meringankan beban mereka sekaligus menyokong proses pemulihan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bandung, Arif Nurrakhman, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kolaborasi cepat antar berbagai pihak di Kota Bandung.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama antara Pemerintah Kota Bandung, BAZNAS Kota Bandung, Forum RW, dan dukungan besar dari Bank BJB, amanah dari masyarakat berhasil terkumpul dan hari ini kami serahkan melalui BAZNAS RI untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatra,” ucapnya.
Dalam acara ini, BAZNAS RI juga dihadiri oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag, M. Si, CFRM dan Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, S. I. Kom. , M. I. Kom. , CWC, CFRM. Kehadiran para pimpinan dan staf BAZNAS RI menunjukkan komitmen penuh untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan.
Dari pihak Pemerintah Kota Bandung, hadir Kabag Kesra Setda, Nasrulloh Jamaludin beserta anggotanya yang terkait. Sementara itu, dari BAZNAS Kota Bandung hadir Wakil Ketua I, Arif Nurrakhman bersama Wakil Ketua II, Irfan Farid Taufik, Wakil Ketua III, Dudit Setiadi, dan Wakil Ketua IV, Arif Ramdani.
Perwakilan dari Bank BJB yang hadir antara lain Manajer Bisnis Komersial Kantor Cabang Tamansari, Ryza Sativa. Anggota Forum RW Kota Bandung juga hadir sebagai perwakilan masyarakat yang aktif berkontribusi dalam pengumpulan dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
BERITA23/12/2025 | Humas Baznas Lobar
Bangun Kepedulian, BAZNAS dan Masjid Nurul Hidayah Luncurkan Program Sedekah Barang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama Masjid Nurul Hidayah yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah meluncurkan Program Sedekah Barang pada hari Selasa, 16 Desember 2025.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong kepedulian bersama. Program ini juga bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan sedekah berupa barang-barang yang berguna dan memiliki nilai ekonomi.
Acara peluncuran Program Sedekah Barang ini dihadiri oleh Kadiv Penguatan Pengumpulan LAZ H. M. Abdul Kahfie, Wakil Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah Rifki Isnanda, Dewan Penasehat Masjid Nurul Hidayah Tatang S, Dewan Syariah Masjid Nurul Hidayah KH Syarif, serta Wakil Camat Kebayoran Baru Sulistyo.
H. M. Abdul Kahfi, Kadiv Penguatan Pengumpulan LAZ, menyatakan dalam sambutannya bahwa Program Sedekah Barang ini merupakan sebuah inovasi positif yang diharapkan dapat menawarkan solusi nyata untuk berbagai permasalahan sosial yang ada.
“Dengan bekerja sama bersama Masjid Nurul Hidayah, barang-barang dari sedekah yang terkumpul akan kami ubah menjadi uang, dan hasil dari konversi ini akan digunakan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ungkap Kahfi di Jakarta pada hari Selasa, 16 Desember 2025.
Karena itu, Abdul Kahfi mengungkapkan rasa terima kasih kepada DKM Nurul Hidayah yang telah membantu dan mendukung program sedekah barang bersama BAZNAS ini.
“Kami dari BAZNAS sangat menghargai DKM Nurul Hidayah yang telah bekerja sama dan berkolaborasi. Semoga momen ini bisa menjadi titik awal yang baik untuk meningkatkan semangat kita dalam berdonasi serta menumbuhkan rasa peduli terhadap orang lain,” tambahnya.
Kahfi juga mengajak para jamaah Masjid Nurul Hidayah dan masyarakat di sekitarnya untuk aktif menyumbangkan barang-barang yang masih berguna dan memiliki nilai ekonomis melalui drop box yang telah disediakan di sekitar masjid.
“Kehadiran drop box ini memudahkan para jamaah dan masyarakat yang ingin berbagi. Jadi, mereka tinggal memasukkan barang ke dalam kotak yang telah disediakan oleh BAZNAS,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DKM Nurul Ustadz Rifqi Isnanda menyambut positif kerjasama dan kolaborasi dengan BAZNAS dalam Program Sedekah Barang.
“Semoga dengan adanya program sedekah barang ini, kita semakin terbiasa untuk bersedekah dengan barang-barang yang mungkin sudah tidak terpakai atau bahkan masih baru. Hal ini diharapkan dapat membudayakan kebiasaan bersedekah,” kata Ustaz Rifqi.
Menurutnya, sedekah adalah tindakan mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ada banyak ayat dalam Al-Qur'an dan hadis yang mendorong umat Muslim untuk bersedekah, baik dalam situasi yang nyaman maupun sulit.
“Kebiasaan bersedekah ini merupakan sunnah Rasul dan menjadi pelajaran bagi semuanya. Setiap kali kita ke masjid, kita juga bisa bersedekah. Di samping masjid juga ada sekolah, jadi kita bisa mengajak anak-anak kita untuk belajar bersedekah dengan apa saja yang kita miliki,” jelasnya.
Rifqi berharap hubungan baik yang telah terjalin antara Masjid Nurul Hidayah dan BAZNAS RI dapat terus berlanjut dan semakin kuat. Dengan begitu, baik BAZNAS maupun Masjid Nurul Hidayah dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan menyebarkan kebaikan melalui berbagai program kerjasama ini.
“Dengan adanya program ini, kami dari masjid Nurul Hidayah berharap bisa memberikan lebih banyak kontribusi bagi masyarakat, serta menyediakan edukasi dan pendidikan, khususnya dalam bidang agama dan akhlak kepada warga sekitar dan para jamaah masjid Nurul Hidayah. Oleh karena itu, semoga kerjasama dengan BAZNAS dapat berlangsung terus bersama masjid Nurul Hidayah,” kata beliau.
BERITA16/12/2025 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Program ini menjadi bagian dari penguatan zakat produktif berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor peternakan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Kuningan, dengan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Desa Sayana. Program Balai Ternak dirancang sebagai model pengelolaan zakat produktif yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., yang diwakili Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo menyampaikan, program ini merupakan model nyata pengelolaan zakat produktif yang berkelanjutan. “Balai Ternak dan Kampung Zakat ini adalah bentuk ikhtiar BAZNAS dalam membangun kemandirian ekonomi mustahik, agar ke depan mereka mampu bertransformasi menjadi muzaki,” ujar Eka.
Ia menambahkan, program Balai Ternak Mukti Raharja diharapkan mampu menjadi pusat ketahanan pangan desa sekaligus sarana edukasi dan pembinaan peternak. “Kami ingin memastikan amanah para muzaki dikelola secara profesional, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Eka Budhi Sulistyo.
Balai Ternak Zakat Mukti Raharja berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi dengan dukungan lahan pakan hijauan seluas 1 hektare. Saat ini, balai ternak tersebut memiliki kapasitas awal sebanyak 244 ekor domba, dilengkapi unit pengelolaan pakan mandiri, area pelatihan, serta sistem pengelolaan ternak yang mengedepankan prinsip kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan hewan.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rahmat Januar, M.Si, yang hadir langsung bersama Wakil Bupati Kuningan,
Tuti Andriani, S.H., M.Kn, mengapresiasi peluncuran Kampung Zakat dan Balai Ternak tersebut.
Menurut dia, program ini tidak hanya berbicara tentang peternakan, tetapi juga tentang masa depan dan kemandirian masyarakat desa. “Ini adalah wujud nyata empati, gotong royong, dan kebersamaan dalam membangun kesejahteraan masyarakat Kuningan,” tutur Bupati Dian.
Lebih lanjut, dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan siap bersinergi dengan BAZNAS dalam mengawal program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Ia berharap Balai Ternak Mukti Raharja dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kuningan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan Drs. HR Yayan Sofyan, MM. menyampaikan, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat. “Program Balai Ternak dan Kampung Zakat ini merupakan wujud kolaborasi yang solid antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kuningan, yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.
Selain pengelolaan ternak, Balai Ternak Mukti Raharja juga dirancang untuk mendorong lahirnya usaha turunan, seperti pengolahan pupuk organik dari limbah ternak. Dengan demikian, manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar Desa Sayana.
Melalui peresmian Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja ini, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program zakat produktif yang berdampak, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.
BERITA16/12/2025 | Humas Baznas Lobar
Amil BAZNAS Ikut Berkontribusi Penulisan Buku Kolaboratif Praktisi Humas 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia turut berperan dalam penulisan buku trilogi yang akan diperkenalkan pada Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2025, yang diadakan pada tanggal 13-14 Desember 2025 di Surabaya, Jawa Timur.
Kepala Biro Komunikasi Publik (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, serta Kepala Bagian Humas BAZNAS RI, Yudhiarma MK, juga berkontribusi dalam Buku Kolaboratif Praktisi Humas 2025 yang disusun oleh Perhumas Indonesia.
"Terima kasih kepada Perhumas yang telah mengundang BAZNAS untuk menyumbangkan artikel dalam penulisan buku sejak Agustus 2025 lalu. Ini adalah suatu kehormatan bagi kami memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan praktik kehumasan yang modern, profesional, dan strategis bagi humas di Indonesia," ungkap Ndari Rumi Widyawati, Kepala BKPU BAZNAS RI.
Sebagai organisasi profesi humas di Indonesia dan anggota Global Alliance for Public Relations and Communication Management, Perhumas kembali mengadakan konvensi dengan tema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global".
Kegiatan tahunan ini berfungsi sebagai platform untuk berbagi pengetahuan, menjalin kolaborasi, dan menguatkan peran komunikasi strategis dalam menghadapi tantangan global.
Dalam rangkaian acara tersebut, Perhumas mengumumkan bahwa proses seleksi dan kurasi buku telah selesai pada sesi Global Communication Knowledge Conference KHI 2025.
Ndari juga menyampaikan rasa terima kasih atas peluang yang diberikan.
“Menjadi bagian dalam buku kolaboratif ini adalah suatu kehormatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhumas atas kepercayaannya. Harapannya, ini dapat menginspirasi serta mendorong kinerja positif BAZNAS dalam memperkuat komunikasi publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat," ujar Ndari.
Demikian pula, Yudhiarma menyampaikan harapan agar prestasi ini dapat membawa pengaruh yang luas bagi layanan kehumasan di BAZNAS.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas penghargaan dan kesempatan yang diberikan. Pengalaman ini semakin memotivasi kami untuk terus berinovasi dalam menyampaikan pesan kebaikan dan transparansi zakat. Semoga BAZNAS semakin dipercayai dan mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat," tambah Yudhiarma.
Perhumas meluncurkan Buku Kolaborasi Praktisi Humas yang berjudul "3 Buku 1 Semangat", sebagai upaya untuk memperkuat literasi dan kompetensi humas Indonesia dalam rangka mencapai daya saing global.
Kerja sama ini dibentuk bersama Perhumas BPC Surabaya dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi AWS (Stikosa).
Tiga buku yang diperkenalkan antara lain, pertama, "Dari Kepatuhan Menuju Aksi Bersama" yang membahas upaya mendorong kolaborasi antar sektor untuk memperkuat ESG dan pengelolaan komunikasi.
Kedua, "Humas untuk Kebanggaan Nasional" yang mengangkat prestasi, budaya, serta keberagaman Indonesia sebagai aset dalam komunikasi global.
Ketiga, "Komunikasi Krisis di Era Digital" yang menjadi strategi untuk mengelola narasi dan isu dalam lanskap digital yang kompleks.
Peluncuran buku trilogi ini berlangsung pada puncak Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2025 pada tanggal 13 Desember 2025. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan selama dua hari pada tanggal 13-14 Desember 2025 di Bumi Surabaya City Resort, Surabaya, Jawa Timur.
Saat membuka KHI, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak semua elemen komunitas untuk berbicara dengan baik. Pernyataan ini juga mencerminkan tagline Perhumas: "Indonesia Berbicara Baik".
Khofifah mengungkapkan bahwa jika Perhumas berkomitmen untuk berbicara secara positif, maka "yang di langit" akan memberikan masyarakat semangat untuk berbicara dengan baik.
Menurutnya, Perhumas harus terus mengkampanyekan “Indonesia Berbicara Baik” meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk disrupsi digital dan lain-lain. Ia menekankan keyakinan bahwa prasangka baik akan terwujud.
Pada awal acara, Fifi Aleda Yahya, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media di Kementerian Komunikasi dan Digital, mengungkapkan bahwa meskipun teknologi berkembang dengan pesat, keputusan dan arah pengembangan tetap ditentukan oleh manusia. Oleh karena itu, peran manusia harus tetap menjadi yang paling penting.
Ia mengajak seluruh profesional humas untuk mengelola konten pesan dengan bijaksana, meskipun kita berada di era digital dan menghadapi kecerdasan buatan (AI). Tugas humas tidak hanya sebagai penyampaian informasi, tetapi juga sebagai pelindung etika dan kurator kepercayaan masyarakat. “Mari kita berupaya untuk menciptakan komunikasi yang menyatukan,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Boy Kelana Soebroto, selaku Ketua Umum Perhumas, menyatakan bahwa profesi kehumasan berperan penting dalam menumbuhkan rasa optimisme.
Menurut Boy, posisi humas adalah sebagai aktor kunci yang bertanggung jawab untuk menjaga komunikasi nasional dengan narasi yang dapat menyatukan dan memajukan.
Dalam menyampaikan pesan atau narasi, para profesional humas harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola), serta polarisasi.
BERITA16/12/2025 | Humas Baznas Lobar

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.
Lihat Daftar Rekening →