Berita Terbaru
Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa BCB Kenalkan Program BAZNAS Ajak Muda Mudi Berzakat
Mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS mengenalkan program pemberdayaan mustahik yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta mengajak muda mudi untuk berzakat, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
"Alhamdulillah, di Hari Sumpah Pemuda ini BAZNAS berupaya membangkitkan kembali semangat pemuda dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan, di antaranya kegiatan Aktivasi Sumpah Pemuda dan Aktivasi kegiatan mahasiswa SCB dengan mengenalkan program-program BAZNAS," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Saidah mengatakan, keterlibatan mahasiswa penerima BCB ini juga menunjukkan komitmen para pemuda dalam menyiarkan dakwah zakat.
"Hal ini juga menunjukkan bahwa para pemuda mampu berkontribusi bagi masyarakat, dan menjadi bukti bahwa BAZNAS juga mampu memberikan dampak bagi pembangunan bangsa melalui pemberian beasiswa kepada para pemuda," jelasnya.
Sebelumnya, kegiatan Aktivasi Hari Sumpah Pemuda tersebut diselenggarakan di Taman Suropati, Jakarta, Minggu (27/10/2024).
"Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa BCB membagikan produk pemberdayaan mustahik berupa ZCoffee dan ZChicken bagi masyarakat," ujar Saidah.
Lebih lanjut, Saidah berharap, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi zakat kepada masyarakat, serta menguatkan kembali semangat pemuda.
Sementara kegiatan Aktvasi Sumpah Pemuda BAZNAS ialah mengajak masyarakat yang berkunjung disilakan untuk melafalkan teks Sumpah Pemuda dan menyampaikan makna Sumpah Pemuda bagi dirinya di depan kamera.
Tidak hanya itu, mahasiswa BCB juga membagikan kartu ucapan bagi para pemuda yang telah ikut serta, yang mana di dalamnya terdapat ajakan "Pemuda Berzakat".
BERITA29/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Jelang Hari Sumpah Pemuda, BAZNAS Ajak Volunteer Aksi Membantu Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak para pemuda beraksi nyata melalui program BAZNAS Volunteer dalam kegiatan BAZNAS VolunTrip, sebuah kegiatan aksi sosial berpadu perjalanan yang menginspirasi untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat di daerah yang membutuhkan, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda.
Kegiatan yang mengusung tema "Pemuda Peduli, Pemuda Beraksi" ini diikuti sebanyak 30 peserta, diselenggarakan di Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Sabtu-Minggu, 26-27 Oktober 2024.
Kepala Divisi Promosi BAZNAS RI Budi Margono mengatakan, tujuan dari kegiatan bersama BAZNAS Volunteer dalam BAZNAS VolunTrip adalah menumbuhkan semangat kepemudaan sekaligus solidaritas melalui aksi nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Budi menjelaskan, konsep BAZNAS VolunTrip ini adalah memberikan ruang bagi para BAZNAS volunteer yang terdiri dari para muzaki dan masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat sehingga ikatan emosional dapat terjalin lebih kuat.
“BAZNAS ingin memberikan pengalaman yang tidak hanya bermakna bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi para volunteer yang berpartisipasi,” ucap Budi.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan, kegiatan BAZNAS VolunTrip kali ini dilaksanakan bersama tim Kesehatan BAZNAS dan Kemanusiaan BAZNAS, yang nantinya akan memberikan layanan kesehatan serta edukasi bagi warga Desa Sinarjaya, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Selain itu, bantuan logistik berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya turut disalurkan untuk membantu meringankan beban hidup warga yang membutuhkan.
"Desa Sirnajaya memiliki sejumlah kebutuhan dasar yang belum terpenuhi secara optimal. Dengan memilih Desa Sirnajaya yang terletak di kawasan pegunungan, BAZNAS ingin menunjukan komitmennya untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah yang seringkali termarginalkan," ujar Budi.
Budi berharap, kegiatan ini bisa memberikan dampak positif sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut serta membangun masyarakat.
Secara terpisah, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A. dalam keterangannya mengatakan, BAZNAS VolunTrip adalah langkah strategis BAZNAS dalam meningkatkan keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial.
"Dengan terjun langsung, kami ingin para BAZNAS volunteer merasakan arti dari solidaritas dan empati. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan sosial yang ada," tutur Saidah.
Saidah menambahkan, pengalaman interaksi langsung dengan para penerima manfaat diyakini mampu memberikan dampak mendalam bagi diri para volunteer untuk lebih peka terhadap persoalan sosial di masa depan.
Saidah menyampaikan, kegiatan BAZNAS VolunTrip di Desa Sirnajaya bertujuan untuk mengingatkan kembali nilai luhur Sumpah Pemuda kepada peserta. BAZNAS berharap semangat persatuan para pemuda di tahun 1928, dapat menginspirasi para volunteer untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam aksi peduli sesama.
“Kami akan mengupayakan kegiatan ini agar terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak daerah yang membutuhkan,” kata Saidah.
Sementara itu, Ketua RT 03 Desa Sirnajaya Dedi Raharjo, menyambut baik kedatangan tim BAZNAS beserta para volunteer. Menurutnya, kehadiran mereka sangat berarti bagi masyarakat desa, yang mayoritas masih berada dalam kondisi keterbatasan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan BAZNAS. Semoga kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi para pemuda untuk terus peduli dan berkontribusi pada masyarakat,” kata Dedi.
Dedi menyampaikan, program VolunTrip yang digagas BAZNAS ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Selain mendapat pemeriksaan kesehatan, warga juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya pola hidup sehat.
“Masyarakat sangat antusias dengan edukasi kesehatan yang diberikan, terutama dalam hal menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berbagai penyakit,” jelas Dedi.
"Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas kegiatannya sehingga akan semakin banyak masyarakat yang terbantu," pungkasnya.
BERITA28/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS LOBAR PEDULI: Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Penderita HIV/AIDS
Lombok Barat, 24 Oktober 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran Bantuan Biaya Hidup untuk penderita HIV/AIDS atau disebut Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). Acara yang berlangsung di Aula Dinas PMD Lombok Barat ini dihadiri oleh Komisioner BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Lombok Barat, serta beberapa perwakilan dari Dinas terkait. Sebanyak 42 penerima manfaat mendapatkan bantuan dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari Banjar Dharma Praja, yang juga menyalurkan bantuan khusus untuk KDS yang beragama Hindu. Dukungan ini merupakan wujud solidaritas lintas agama dalam membantu penderita HIV/AIDS di Lombok Barat.
Dalam laporannya, Ketua KPA Kabupaten Lombok Barat, H. Muhammad Junaidi, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 507 kasus HIV/AIDS yang tercatat di Kabupaten Lombok Barat, menjadikannya wilayah dengan jumlah penderita tertinggi kedua setelah Kota Mataram. "Pencegahan penularan HIV terus kami upayakan melalui berbagai langkah, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin yang bekerja sama dengan Kementerian Agama, serta pemeriksaan pada ibu hamil," jelas Junaidi.
Ia juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan turut serta melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat. Junaidi mengingatkan pentingnya tiga target utama yang disebut sebagai "3 Zero", yaitu:
1. Tidak ada lagi kasus baru HIV,
2. Mencegah kematian akibat HIV,
3. Menghapus diskriminasi terhadap penderita HIV.
Ia mencontohkan kisah inspiratif dari salah satu penerima manfaat, Ahyar, yang bersama istrinya mengidap HIV namun berhasil menjaga kesehatan keluarganya. "Dengan disiplin mengonsumsi obat setiap hari, Ahyar dan istrinya tetap sehat, dan kedua anak mereka dinyatakan negatif HIV," tambahnya.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, Tgh. Muh. Surur Ibrahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini adalah kali ketiga BAZNAS bekerja sama dengan KPA Lombok Barat untuk menyalurkan bantuan biaya hidup kepada penderita HIV/AIDS. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000, dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp12.600.000.
Ia juga memberikan nasihat penuh hikmah kepada para penerima manfaat. “Kita harus pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dicatat sebagai amal kebaikan. Jangan pernah berputus asa," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, Tgh. M. Taisir Al Azhar, dalam sambutannya mengajak para penderita HIV/AIDS untuk tetap semangat dalam menjalani hidup. “Kita tidak boleh berputus asa. Teruslah percaya diri, teruslah hidup. Sembahlah Tuhanmu sampai kematian menjemput. Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. ‘Ganbatte Kudasai’ (jangan pernah berputus asa),” serunya dengan semangat.
Acara ini juga mencerminkan kerja sama berbagai pihak dalam mendukung penderita HIV/AIDS di Lombok Barat. Banjar Dharma Praja memberikan perhatian khusus kepada Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) yang beragama Hindu, menunjukkan kepedulian lintas agama dalam membantu sesama.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada beberapa penerima bantuan oleh Komisioner BAZNAS Lombok Barat, Ketua KPA Lombok Barat, dan Ketua Banjar Dharma Praja Lombok Barat.
BERITA24/10/2024 | Humas Baznas Lobar
LAZNAS Syarikat Islam Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS
Ketua Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syarikat Islam, H. David Chalik memuji perkembangan signifikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam beberapa tahun dalam menjalankan tugasnya mengelola dana umat.
“Saya bangga melihat perkembangan BAZNAS saat ini. Artinya dibandingkan dengan satu dekade yang lalu, BAZNAS yang sekarang memang agresif dan inovatif untuk melakukan tugasnya mengelola dana umat melalui ragam program dan inovasi yang disiapkan,” ujar David Chalik saat Rapat Kerja Nasional (Rakornas) LAZ se-Indonesia di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Menurut David Chalik, peran BAZNAS dalam mengelola dana umat sangat penting, terlebih untuk LAZ-LAZ baru seperti Syarikat Islam. Katanya, BAZNAS sudah seperti induk dan rumah bagi LAZNAS Syarikat Islam.
“Kami sebagai sebagai LAZNAS yang baru lahir jadi merasa mempunyai induk, walaupun tidak terafiliasi langsung, tapi jelas ada arahannya, bimbingannya, dan rumahnya,” katanya.
David Chalik mengapresiasi BAZNAS yang terus semangat untuk menjadikan lembaga zakat yang ada di Indonesia untuk taat dan tertib dalam pengumpulan dan pengelolaan zakatnya. Semangat tersebut penting ditanamkan kepada setiap lembaga zakat di seluruh Indonesia.
“Terus meningkatkan kesadaran ini yang penting, yang jadi akhirnya ke depannya LAZ di seluruh Indonesia semuanya siap menjadi lembaga amil zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Dia mengakui bahwa sebagai lembaga zakat yang baru lahir, LAZNAS Syarikat Islam banyak belajar dari BAZNAS terkait inovasi program pengumpulan maupun pendistribusian. Banyak program-program yang dimiliki Syarikat Islam yang terinspirasi dari BAZNAS.
“Inovasi-inovasi yang kami lakukan tidak hanya dari sisi pengumpulannya, tetapi juga pendistribusiannya baik program-program ekonomi, pemberdayaan umat, beasiswa, tebar beras, hingga dukungan untuk ustaz-ustazah di pedalaman,” ungkapnya.
David Chalik berharap, BAZNAS lebih rutin menggelar pertemuan yang memperkuat koordinasi LAZ se-Indonesia, sehingga upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin mudah dilakukan.
“Acara seperti ini sangat bagus dan penting sebagai ajang saling support dan kolaborasi, karena sekarang era kolaborasi. Kekuatan itu tidak datang dari masing-masing, tetapi dari kolaborasi supaya bisa saling menguatkan,” pungkasnya.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Segera Daftar, Beasiswa Santri BAZNAS Tahun 2024 Sudah dibuka
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya di Indonesia. BAZNAS bertanggung jawab dalam penyaluran dana tersebut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi. Salah satu program unggulannya adalah Beasiswa Santri, yang bertujuan untuk mendukung pendidikan para santri di berbagai pesantren di Indonesia.
Pada tahun 2024 ini, BAZNAS kembali membuka pendaftaran Beasiswa untuk 10.000 Santri diseluruh indonesia, bagi para santri yang memenuhi syarat. Program beasiswa ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan para santri, serta memberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pendidikan yang layak. Pendaftaran sudah dibuka dan akan berlangsung hingga 25 Oktober 2024.
Para santri yang berminat dapat mengajukan pendaftaran secara online melalui situs resmi BAZNAS. Persyaratan dan informasi lebih lanjut terkait beasiswa ini dapat dilihat di panduan yang sudah disiapkan dibawah.
Beasiswa Santri BAZNAS adalah beasiswa persiapan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Favorit yang diperuntukkan bagi santri aktif berprestasi dan/atau dari kalangan dhuafa yang sedang menempuh pendidikan formal di kelas 12 tingkat Madrasah Aliyah/Sederajat. Beasiswa diajukan secara kolektif oleh pihak Pesantren.
????Fasilitas Beasiswa:
1. Biaya persiapan masuk PTN sebesar Rp4.000.000,- untuk setiap santri
2. Kegiatan Pembinaan
Persyaratan Umum
Santri warga Negara Indonesia
Santri berasal dari Pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama, dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP)
Santri adalah siswa aktif kelas 12 MA/Sederajat di sekolah formal, dibuktikan dengan Surat Keterangan Aktif
Santri memiliki akhlak terpuji dan layak mengikuti seleksi program Beasiswa Santri BAZNAS dan direkomendasikan oleh Pimpinan Pesantren
Santri memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman
Santri memiliki prestasi akademik dan non akademik dengan melampirkan rata-rata nilai rapor, sertifikat atau piagam penghargaan
Persyaratan Khusus
Santri yang diajukan merupakan santri berprestasi dari keluarga dhuafa, namun santri umum yang berkeinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/Favorit diperbolehkan
Santri telah mendapat izin dan persetujuan dari orang tua/wali untuk melanjutkan pendidikan ke PTN/Favorit
Santri tidak terikat kewajiban pengabdian di pesantren setelah lulus dari tingkat MA/Sederajat
Santri bersedeia mengikuti seluruh rangkaian program Beasiswa Santri BAZNAS tahun 2024
Jika lulus sebagai peserta beasiswa, santri tidak diperkenankan menerima beasiswa lain yang serupa
Persyaratan Dokumen
Proposal disertai lampiran dokumen:
1). Izin Operasional Pesantren dari kementerian Agama
2). Piagam Statistik Pesantren terlampir NSP (Nomor Statistik Pesantren)
3). Struktur Organisasi Pesantren
4). SK Pengangkatan Pimpinan
5). Foto KTP Pimpinan
6). Foto Buku Rekening Pesantren
7). NPWP Pesantren
8). Sertifikat Akreditasi Sekolah
9). Surat Keterangan Aktif Sekolah
10). Surat Keterangan Tidak Ada Kewajiban Mengabdi
11). Dokumentasi Bangunan/Gedung Pesantren
Data Terpadu Santri (DTS)
Berisi data individu, data sekolah, dan data Kampus Tujuan
Strategi Pelaksanaan Program
a) Rencana pelaksanaan program
b) Data Santri ajuan
c) Data lulusan 3 (tiga) tahun terakhir
d) Rencana Anggaran Biaya (RAB)
ormat dokumen Persyaratan dapat diunduh di tombol dibawah, di tata cara pendaftaran
Tata Cara Pendaftaran
Langkah 1:
Pesantren pendaftar mempelajari petunjuk teknis pendaftaran dan mengunduh dokumen format persyaratan pada link di bawah ini:
https://drive.google.com/drive/folders/11os1bnz_jGo0ndm6SXa586VXORPAF4o-
Langkah 2:
Pesantren pendaftar mengisi formulir online dan mengupload seluruh dokumen pesyaratan sesuai format melalui link di bawah ini:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdAJKutkXRx70BMShaDTmyl6VdmHoYrltDBYPWpLBxpDr3txA/viewform?pli=1
Timeline:
Pendaftaran di buka 15-25 Oktober 2024
Seleksi Administrasi 28 Oktober - 8 November 2024
Seleksi Substansi 11-15 November 2024
Pengumuman SK Kelulusan 25 November 2024
#BerkahBerzakat #GerakanCintaZakat
#BAZNASINDONESIA #BeasiswaSantriBAZNAS
#PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Rakornas LAZ Se-Indonesia, BAZNAS Dorong Penguatan Tiga Pilar Utama Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong tiga pilar utama dalam penguatan pengelolaan zakat di tanah air. Ketiga hal tersebut yaitu sumber daya manusia (SDM) profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia di Jakarta, pada Selasa (15/10/2024).
Menurut Rizaludin, tanpa dukungan SDM berkualitas, teknologi yang kuat, serta infrastruktur yang solid, Lembaga Amil Zakat (LAZ) akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini.
"Lembaga zakat harus memiliki tim yang kompeten, memiliki integritas, serta mampu mengikuti perkembangan tren dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Selain itu, SDM juga perlu dibekali dengan pelatihan berkelanjutan untuk menjaga kualitas pelayanan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Rizaludin menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, LAZ harus fokus pada inovasi layanan dan penggunaan teknologi agar bisa mengelola zakat secara efisien tanpa “menjual air mata mustahik”. Hal ini akan menciptakan kenyamanan dan kepuasan bagi para muzaki (pemberi zakat) sehingga semakin banyak yang percaya pada lembaga zakat di Indonesia.
“Organisasi pengelola zakat bukan sekadar menghimpun dana, melainkan menawarkan jasa pengelolaan amal yang profesional,” katanya.
Rizaludin juga menyoroti pentingnya SDM yang profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, tanpa dukungan SDM berkualitas dan teknologi yang kuat, LAZ akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini.
Rizaludin menekankan bahwa ada beberapa isu strategis yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah literasi zakat, kinerja fundraising, layanan pasca donasi, kualitas SDM fundraising, digitalisasi, dan branding kelembagaan. Hal ini dianggap penting agar zakat dapat dihimpun dengan lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Perwakilan LAZ Rabbani, Muhammad Faried, menyoroti tantangan literasi zakat di Indonesia. Menurutnya, minat baca masyarakat Indonesia yang rendah menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan kesadaran akan zakat. Faried menjelaskan bahwa di era media sosial, masyarakat lebih suka konten visual yang singkat dan padat, sehingga edukasi zakat harus disesuaikan dengan tren ini.
Sebagai solusi, Faried menyampaikan bahwa LAZ Rabbani telah mulai membuat konten-konten edukatif yang ringkas dan menarik untuk diunggah di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Namun, ia mengakui bahwa dampaknya masih kecil karena konten tersebut belum didukung dengan promosi berbayar (ads) yang lebih luas. “Kami berusaha untuk terus meningkatkan literasi zakat di masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan Faried, pimpinan LAZ Al-Hilal, Iwan Setiawan, membahas tantangan dalam fundraising. Menurutnya, strategi penggalangan dana melalui WhatsApp (WA) yang telah digunakan selama beberapa tahun kini mulai menunjukkan kejenuhan. Selain itu, ia menambahkan bahwa pelemahan ekonomi nasional juga berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk berdonasi melalui lembaga zakat.
"Penurunan fundraising Lembaga pengelolaan zakat terjadi karena beberapa hal yaitu kejenuhan strategi WA fundraising (internal), masyarakat memilih donasi di kegiatan lembaga terdekat, bahkan tetangga/keluarganya, pelemahan ekonomi nasional, menurunnya berdonasi ke lembaga. Hal itu tentu harus kita carikan solusi bersama," paparnya.
Jajang Nurjaman, pimpinan LAZ Daarut Tauhid, menyoroti pentingnya kepedulian yang didasarkan pada tauhid dalam pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa semakin kuat keimanan seseorang, semakin besar kepeduliannya terhadap sesama.
“Sebagaimana disebutkan dalam hadits, ‘Tidaklah beriman seseorang yang kenyang semalaman, sementara tetangganya kelaparan,’ kepedulian yang kita tanamkan harus berasal dari iman,” ungkap Jajang.
Jajang menambahkan bahwa kepedulian tidak diukur dari banyaknya donasi yang diberikan, melainkan dari pemahaman bahwa di dalam harta seseorang terdapat hak bagi mustahik. Dengan memahami ini, para muzaki akan lebih terdorong untuk memberikan zakat mereka dan memperkuat tauhid mereka dalam prosesnya.
Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia berlangsung pada Selasa, 15 Oktober 2024, di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh pimpinan LAZ dari seluruh Indonesia dengan agenda utama membahas strategi pengelolaan zakat untuk mencapai target nasional dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penghimpunan zakat.
Rakornas juga membahas pentingnya inovasi dalam layanan zakat. Dalam era digital, LAZ didorong untuk memanfaatkan teknologi agar pengelolaan zakat lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengan teknologi yang tepat, penyaluran dana zakat dapat dilakukan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan mustahik di berbagai daerah.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat Bersama 167 Perwakilan LAZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional dengan 167 perwakilan Lembaga Amil Zakat (Rakornas LAZ 2024) dari seluruh Indonesia, pada 14-16 Oktober 2024.
Rakornas LAZ 2024 diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat integrasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara nasional.
Turut hadir membuka acara, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua Umum MUI Dr. K.H. Marsudi Syuhud, MM., Direktur Eksekutif KNEKS: KH. Sholahudin Al Aiyub, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI, Direktur Eksekutif POROZ Nur Hasan, serta 167 perwakilan LAZ dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan terima kasih kepada seluruh LAZ yang telah hadir, kemudian menjelaskan urgensi untuk bersinergi dalam memaksimalkan potensi zakat di Indonesia demi mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan umat.
“Kami sangat berharap agar nanti masing-masing LAZ mempunyai kekuatan sendiri-sendiri. Potensi zakat kita sekarang di Indonesia lebih dari Rp300 triliun, tetapi kemarin kita baru bisa mendapatkan 41 triliun untuk 2024, insya Allah,” ujar Kiai Noor, di Jakarta, Selasa, (15/10/24).
"Saya berharap, dalam Rakornas LAZ kali ini, BAZNAS dan LAZ dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dalam menyongsong tahun 2025 mendatang. Insya Allah apa yang kita lakukan ini mengikuti jejak-jejak amirul mukminin," ucapnya.
Rakornas LAZ ini pun disambut baik oleh Sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU Moesafa S.Fil.I.
Menurutnya, sebagai LAZ dengan pengumpulan terbanyak, LAZISNU mendukung sinergi pengelolaan zakat pada LAZ seluruh Indonesia.
Moesafa berharap akan ada satu data gabungan dari seluruh LAZ untuk menghindari ‘overlapping’ dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat nantinya.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU), Ahmad Imam Mujadid Rais M. IR. Beliau menyebut upaya ini merupakan tugas besar yang membutuhkan gotong royong dari seluruh stakeholder terkait.
“Saya kira kunci pentingnya adalah bagaimana BAZNAS bisa mengorkestrasi LAZ-LAZ yang berbagai macam ini,” tuturnya.
Demikian juga Wakil Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Assalam fil Alamin (LAZIS ASFA), Anizar Masyhadi menyampaikan, sinergi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS merupakan langkah yang baik untuk melihat dan memaksimalkan tiap potensi yang ada di LAZ seluruh Indonesia.
“Perlu dilakukan pembagian tugas misalnya (lembaga) siapa yang pos kemanusiaannya besar, (lembaga) siapa yang pos pendidikannya lebih besar. Agar tidak terfokus pada salah satu bidang saja,” pungkasnya.
BERITA16/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Menlu Retno Lepas Bantuan Kemanusiaan BAZNAS untuk Sudan dan Palestina
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Retno L.P Marsudi melepas bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk masyarakat Sudan, dan Palestina, di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (14/10/2024).
Bantuan ini merupakan gabungan dari bantuan pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan RI, juga bantuan masyarakat Indonesia yang disalukran melalui BAZNAS.
Turut hadir dalam pelepasan bantuan tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
Menlu Retno menjelaskan, bantuan yang dikirimkan tersebut akan disalurkan melalui Jordan Hashimite Charity Organization (JHCO).
Tidak hanya itu, Menlu Retno juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait tantangan dari setiap negara yang diberikan bantuan.
"Korban di Gaza saat ini telah mencapai lebih dari 42.000 orang, 495 ribu orang mengalami kelaparan, dan terdapat wabah polio sejak awal September 2024. Di Yaman, terdapat korban banjir sebanyak lebih dari 258 ribu orang. Sementara di Sudan, banyak terjadi kelaparan sebab adanya konflik yang terjadi di sana," paparnya.
"Bentuk tantangan dari berbagai negara berbeda-beda, ada yang karena bencana banjir, wabah penyakit, dan juga konflik. Sebagai bentuk solidaritas maka tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat melalui BAZNAS memberi bantuan solidaritas kita ke tiga negara tersebut," jelas Menlu Retno.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, BAZNAS RI selalu konsisten menyalurkan bantuan kepada Sudan, dan Palestina secara transparan dan penuh tanggung jawab.
“BAZNAS RI selalu konsisten membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina, Yaman, dan Sudan, karena ini juga bagian dari apa yang diberikan oleh masyarakat untuk dibantukan kepada negara-negara tersebut,” ujar Kiai Noor.
"Saat ini banyak terjadi kelaparan. Apalagi saat ini masuk musim dingin dan ada pula wabah polio," kata Kiai Noor.
"Sudan ini ternyata sangat membutuhkan, karena konflik di antara mereka telah menimbulkan kelaparan dan kematian. Kemudian di Yaman di samping ada konflik, ada juga bencana yang luar biasa itu," tambah Kiai Noor.
Kiai Noor menyampaikan, saat ini BAZNAS masih terus melakukan penerimaan donasi untuk negara-negara tersebut.
“Kami sudah menyampaikan kepada Bu Menlu, Bapak Menko PMK, dan Kepala BNPB kalau ada apa-apa terkait dengan bantuan ke negara-negara tersebut, insya Allah BAZNAS RI siap," pungkasnya.
Pesawat yang membawa sekitar 50,5 ton bantuan tersebut akan berangkat pada pukul 01.00 WIB dini hari kemudian transit di Fujairah United Emirat Arab. Simbolisasi penyerahan akan dilakukan di Yaman dan dilanjutkan dengan pendistribusian bantuan lewat darat.
BERITA15/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Kirim Bantuan Obat-Obatan, Selimut, Jaket untuk Sudan dan Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengirim bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan sebanyak 2 ton untuk Sudan, 2000 selimut dan 2000 jaket musim dingin untuk Palestina, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian dari rakyat Indonesia.
Hadir dalam pelepasan bantuan kemanusiaan antara lain, Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto S.Sos., M.M di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (14/10/2024).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa BAZNAS RI selalu konsisten menyalurkan bantuan kepada Sudan, dan Palestina secara transparan dan penuh tanggung jawab.
“BAZNAS RI selalu konsisten membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina dan Sudan, karena ini juga bagian dari apa yang diberikan oleh masyarakat untuk dibantukan kepada negara-negara tersebut,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor mengatakan, BAZNAS RI selalu berupaya untuk berada di garis depan dalam membantu umat yang tengah menghadapi krisis. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian umat Islam di Indonesia kepada sesama saudara Muslim di dunia, sesuai dengan amanah zakat, infak, dan sedekah yang telah dipercayakan.
Kiai Noor menyampaikan, saat ini BAZNAS masih terus melakukan penerimaan donasi untuk negara-negara tersebut.
“Kami sudah menyampaikan kepada Bu Menlu, Bapak Menko PMK, dan Kepala BNPB kalau ada apa-apa terkait dengan bantuan ke negara-negara tersebut, insyaAllah BAZNAS RI siap,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menambahkan bahwa Indonesia akan terus berada di jalur kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
“Kita akan terus memberikan bantuan untuk berikutnya untuk negara-negara tersebut. Mudah-mudahan bisa diterima dengan baik sehingga dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Yaman, Sudan, dan Palestina atas musibah yang mereka alami,” pungkasnya.
BERITA15/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Wujudkan Indonesia Emas, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia tahun 2024, sebagai bentuk pemanfaatan dana zakat untuk pendidikan dalam mendukung visi Indonesia Emas.
Peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia tahun 2024 berlangsung secara daring di kanal Youtube BAZNAS TV, Kamis (10/10/2024).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Wakil Kepala Perwakilan KBRI Moskow Berlian Helmy.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. menyampaikan, peluncuran beasiswa ini adalah wujud kolaborasi strategis antara BAZNAS dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia, sekaligus menjadi upaya mendukung terwujudkan Indonesia Emas yang dicita-citakan
"Kerja sama antara BAZNAS dan KBRI Rusia memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat kelulusan mahasiswa Indonesia di Rusia dan membentuk karakter ke-Indonesiaan yang kuat yang memiliki keilmuan bertaraf internasional yang dibutuhkan di era persaingan global," ujar Kiai Noor.
"Dipilihnya negara Rusia dalam program beasiswa ini karena Rusia memiliki potensi besar sebagai destinasi pendidikan, dengan keunggulan di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan keterbukaan Rusia terhadap mahasiswa Indonesia, kami berharap program beasiswa ini dapat semakin mempermudah mahasiswa untuk meraih pendidikan berkualitas," lanjutnya.
Kiai Noor menjelaskan, melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia ini, BAZNAS berharap dapat mencetak ilmuwan-ilmuwan handal yang berpengaruh di Indonesia maupun di dunia internasional. Program ini bukan hanya soal memberikan dana, tetapi juga soal membentuk para mahasiswa menjadi pejuang ilmu yang nantinya akan berperan penting dalam membangun Indonesia.
Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI Imdadun Rahmat menyampaikan, Program Beasiswa Cendekia ini merupakan salah satu prioritas BAZNAS.
"Program Beasiswa adalah salah satu cara strategis untuk mengangkat mustahik menjadi muzaki. Harapan kami, melalui beasiswa ini, para mahasiswa yang kita dampingi akan segera naik kelas menjadi muzaki dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Imdadun menjelaskan, Program Beasiswa Cendekia BAZNAS ini mencakup pendidikan dari jenjang S1, S2, hingga S3, dengan prioritas utama diberikan kepada alumni pesantren yang mengambil jurusan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) . Namun, beasiswa ini juga terbuka untuk mahasiswa non-pesantren dan di luar jurusan STEM.
"Kami fleksibel dalam memberikan beasiswa ini, dengan harapan bahwa semakin banyak mahasiswa Indonesia yang dapat terlibat dalam mencetak prestasi di Indonesia maupun di luar negeri," tambah Imdadun.
Lebih lanjut, Imdadun memaparkan, untuk tahun 2024, BAZNAS mengalokasikan kuota hingga 100 mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa ini, dan jumlah tersebut bisa bertambah sesuai dengan evaluasi dan kebutuhan.
Imdadun juga menyampaikan, program beasiswa ini juga menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata BAZNAS dalam meringankan beban hidup para mahasiswa di luar negeri, terutama di Rusia.
"Kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan semakin memperkuat peran BAZNAS dalam mendukung pendidikan anak bangsa di luar negeri dengan membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga fokus pada studinya," tutupnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Moskow Berlian Helmy, dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif strategis ini.
"Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia di Rusia. Beasiswa ini sangat membantu meringankan beban mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari serta memacu semangat mereka untuk berprestasi akademik," katanya.
Menurutnya, beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk fokus pada capaian akademik yang tinggi.
"Kami di KBRI Moskow akan terus memantau perkembangan mahasiswa penerima beasiswa dan memberikan laporan terkait keberhasilan program ini. Dengan dukungan beasiswa ini, diharapkan juga mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali ke tanah air untuk berkontribusi," pungkasnya.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
PT Bank Nano Syariah Tunaikan Zakat Penghasilan Karyawan melalui BAZNAS RI
PT Bank Nano Syariah menyerahkan zakat penghasilan karyawan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebesar Rp40 juta dari 358 muzaki.
Penyerahan zakat penghasilan karyawan tersebut diselenggarakan di Kantor Nano Bank Syariah, Jakarta, Kamis (10/10/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Direktur Utama PT Bank Nano Syariah Halim, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr KH Noor Achmad, MA dalam sambutannya menyambut baik zakat penghasilan karyawan yang diberikan PT Bank Nano Syariah. Menurutnya, zakat yang disalurkan karyawan PT Bank Nano Syariah dapat menumbuhkan rasa kepedulian.
"Penyerahan zakat penghasilan karyawan ini merupakan bentuk kepedulian dari manajemen dan karyawan PT Bank Nano Syariah untuk membantu sesama," kata Kiai Noor.
Kiai Noor pun berharap zakat yang diserahkan para muzaki dapat memberikan keberkahan kepada karyawan dan perusahaan PT Bank Nano Syariah. Hal ini dikarenakan zakat merupakan salah satu cara untuk membersihkan harta seseorang.
"Semoga karyawan Bank Nano Syariah sehat dan mendapatkan keberkahan serta amanah dalam menjalankan tugasnya," imbuh Kiai Noor.
Pada kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah Karyawan PT. Bank Nano Syariah.
Menurut Kiai Noor, penandatanganan PKS ini bertujuan agar terjalinnya silaturahim dengan mitra pengumpulan, menambahnya zakat karyawan di lingkungan instansi serta menjadikan peluang penambahan mitra pengumpulan dari segmen
perbankan.
"Melalui kerjasama ini, diharapkan mampu menjadi wadah silaturahmi dan bertambahnya zakat karyawan PT. Bank Nano Syariah," jelas Kiai Noor.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Nano Syariah Halim mengatakan, zakat yang diberikan merupakan inisiatif dari karyawan untuk dapat berbagi kepada sesama.
"Bank Nano Syariah memobilisasi 350 karyawan terkumpul 40 juta tetapi kita dari perusahaan menggenapi menjadi 100 juta," kata dia.
"Ini merupakan inisiatif yang dilakukan dari teman-teman karyawan Bank Nano Syariah agar karyawan memiliki rasa untuk berbagi," imbuhnya.
Acara ini juga dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Makhdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan Faisal Qosim, Kepala Divisi Pengumpulan ZKL Mohan, Kepala Divisi Bank Zakat BAZNAS RI Noor Aziz.
Selain itu, hadir Kepala Divisi Deposit Investment Product Development Benny Baryanto, Corporate Banking Funding Division Head Laily Kodariyah, Sales dan Distribution Enablemen Division Head Shanty Kurniawati Purwaningrum, Human capital management dan general affair Group head Tanu Anggara, Kepala Divisi Digital Ecosystem Dwi Joko Ristiyono.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Dr. Muchlis: ISF dan BAZNAS International Forum Disiapkan untuk Perkokoh Solidaritas Dunia Islam
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkomitmen memperkuat solidaritas dunia Islam dengan mengadakan BAZNAS International Forum dan menjalin kolaborasi aktif dengan Islamic Solidarity Fund (ISF).
Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA. dalam Pembukaan Rapat Kerja dan Evaluasi di Lingkungan Sekretariat Utama, Bogor, Rabu (9/10/2024).
Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA. menyampaikan, BAZNAS International Forum menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi BAZNAS di tingkat internasional dan memperdalam kontribusinya dalam isu-isu kemanusiaan, khususnya di Palestina.
"Untuk mendukung hal ini, kita akan secara aktif menjalin kunjungan dan kerjasama ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah yang menjadi perwakilan tetap kita di OKI untuk meningkatkan partisipasi Indonesia," ucap Muchlis.
Lebih lanjut, Muchlis mengatakan, salah satu agenda besar yang akan diusung BAZNAS di forum internasional ini adalah solidaritas kemanusiaan bagi Palestina.
Muchlis menambahkan, krisis kemanusiaan di Gaza terus berkembang dengan eskalasi yang mengkhawatirkan. Dalam pandangan dunia internasional, situasi di Gaza semakin kritis, dan peran BAZNAS dalam merespons krisis ini sangat penting.
"Kami akan mengedepankan solidaritas kemanusiaan untuk negara-negara lain, terutama Palestina. Bersama dengan mitra-mitra di luar negeri, kita akan berkolaborasi untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita di Palestina," ucapnya.
Menurutnya, forum ini juga akan menjadi penanda peran penting BAZNAS sebagai pelaksana teknis keanggotaan Indonesia di Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC. Hal inimenegaskan posisi strategis BAZNAS dalam kerangka kerja sama internasional yang lebih luas, khususnyadengan Organisasi Kerjasama Islam (OIC).
“Dalam forum ini, juga akan dibahas sejumlah kerjasama BAZNAS-OIC ke depannya yang diharapkan dapat memberikandampak yang lebih besar dalam upaya bantuankemanusiaan, baik di Indonesia maupun negara-negara lainnya yang membutuhkan,” tambahnya.
Muchlis berharap, BAZNAS International Forum yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan November mendatang, dapat menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk memperkuat peran globalnya, terutama dalam mendukung kemanusiaan di Palestina. Dengan mengedepankan kolaborasi lintas negara, BAZNAS siap menjadi pilar solidaritas dunia Islam di masa depan.
"Dengan persiapan matang dan sinergi yang kuat, BAZNAS siap menjalankan peran penting ini," pungkasnya.
Sebelumnya, BAZNAS telah mengadakan kunjungan resmi ke beberapa negara untuk memperkuat jaringan kerja sama dalam penyaluran bantuan ke Palestina. Kunjungan ini meliputi pertemuan dengan mitra-mitra strategis seperti Bayt Zakat Al-Azhar di Mesir, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) dan UNRWA di Yordania, serta Islamic Solidarity Fund (ISF) OIC di Saudi Arabia.
BERITA11/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS: Zakat Berperan dalam Menangani Krisis Kemanusiaan Global
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa zakat berperan penting dalam menangani krisis kemanusiaan global.
Hal itu disampaikan Prof Nadra pada Seminar “Muslim Philanthropy and Humanitarian Aid: Prospects and Challenges”
di Auditorium Prof. Dr. Suwito, MA Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Rabu, (9/10/2024).
Menurut Prof Nadra, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah yang diamanahkan mengelola zakat, infak, dan sedekah selalu konsisten mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Oleh karena itu, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik yang terjadi di Palestina.
"Sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan dan aksi nyata, BAZNAS merespons cepat dengan mengadakan bantuan Kemanusiaan Membasuh Luka Palestina," kata Prof Nadra.
Prof Nadra memaparkan, penggalangan infak kemanusiaan membasuh luka Palestina dari BAZNAS RI sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024 telah mencapai Rp311,9 miliar. Selain itu, nantinya BAZNAS juga akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat kondisi di Gaza Palestina telah kondusif. Maka, BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga BAZNAS tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
"Alhamdulillah atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia telah terkumpul sejumlah Rp311,9 miliar untuk masyarakat Palestina sejak 14 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2024. Di samping itu, BAZNAS juga selalu berupaya memastikan penyaluran infak kemanusiaan dilakukan secara transparan dan akuntabel," kata Prof Nadra.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan BAZNAS untuk Palestina dikirimkan melalui jalur udara dan laut. BAZNAS, kata Prof Nadra, juga telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, TNI, dan KBRI Mesir untuk mengirimkan bantuan.
"Untuk mempermudah penyaluran, BAZNAS juga bekerja sama dengan lembaga di Mesir dan Yordania yaitu melalui lembaga-lembaga yang terbagi menjadi beberapa tahap," katanya.
Dia menambahkan, BAZNAS akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pada saat keadaan kondusif di Gaza, Palestina. Kemudian BAZNAS telah mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, sehingga tetap menerima bantuan dari masyarakat untuk Gaza Palestina.
Turut hadir dalam acara Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Prof. Dr. Zulkifli, M.A, Ketua LP2M, Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, M.A., Ph.D, Peace Research Institute Oslo Dr. Kaja Borchgrevink, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muh. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc, PhD dan President of Human Initiative Tomy Hendrajati.
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS Raih Penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih penghargaan Indonesia Customer Service Quality & Indonesia Customer Service Champions 2024, yang diadakan Business Digest bersama Majalah SWA, di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan terbaik kepada muzaki. Tak hanya itu, prestasi ini juga makin mengukuhkan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang terus berinovasi dalam melayani muzaki, demi mendapat kepuasan dan keberlanjutan hubungan dengan para donatur.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM menyampaikan rasa syukurnya atas kinerja BAZNAS yang mampu meneruskan catatan positif sehingga dapat meraih penghargaan nasional.
Menurutnya, penghargaan ini juga menjadi salah satu bukti pengelolaan zakat di Indonesia mendapat pengakuan berbagai pihak, yang sekaligus menambah semangat BAZNAS untuk terus meningkatkan pelayanan pengelolaan zakat.
"Alhamdulillah, terima kasih pada semua pihak atas dukungan dan partisipasi sehingga BAZNAS bisa meraih penghargaan ini," ujar Rizaludin.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menjelaskan mengenai pentingnya strategi layanan prima dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat. Ia menekankan bahwa layanan yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi zakat.
"Kualitas layanan yang tinggi akan mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan filantropi," kata Rizaludin.
Menurut Rizaludin, strategi layanan prima tidak hanya berkaitan dengan interaksi langsung dengan masyarakat, tetapi juga melibatkan penggunaan teknologi.
"Dengan memanfaatkan platform digital, institusi zakat dapat menjangkau lebih banyak calon donatur dan mempermudah proses pengumpulan zakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam manajemen zakat," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana zakat mereka dikelola dan disalurkan.
"Oleh karena itu, institusi zakat perlu menyediakan laporan yang jelas dan mudah diakses untuk memastikan kepercayaan dan partisipasi masyarakat," tandasnya.
Rizaludin berharap, pencapaian BAZNAS ini semakin memicu perkembangan dunia filantropi di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat dalam skala yang lebih luas dan menguatkan program pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat pengelola zakat di Indonesia. Semoga BAZNAS mampu menjadi lembaga utama bagi pembayar zakat dan lembaga utama yang menyejahterakan umat," tutupnya
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas Lobar
Berdayakan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan ZCoffee di UIN Sunan Kalijaga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan program ZCoffee di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (8/10/2024).
ZCoffee merupakan usaha minuman kopi kekinian yang mengedepankan pemberdayaan, mulai dari biji kopi yang diambil dari petani kopi sampai kepada penggilingan kopi dan barista yang semua peran dilakukan oleh mustahik binaan BAZNAS.
Turut hadir dalam peresmian ZCoffee tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si., beserta jajaran.
"Alhamdulillah kita luncurkan bersama-sama ZCoffee di UIN Sunan kalijaga Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu upaya BAZNAS dalam meningkatkan pendapatan petani kopi serta mengatasi kemiskinan dan pengangguran dengan menyediakan lapangan kerja baru," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA.
Menurut Kiai Noor, ekosistem pemberdayaan mustahik BAZNAS telah berjalan sejak hulu hingga hilir. Ia mencontohkan biji kopi yang digunakan di kedai ZCoffee adalah hasil dari para petani binaan BAZNAS.
"ZCoffee ini dikelola oleh santripreuner, santrinya bisa dari UIN sendiri. Tetapi basicnya bagaimana santri itu punya usaha. ZCoffee seluruhnya dikelola oleh penerima manfaat. Semua keuntungan tidak akan masuk ke BAZNAS tapi terus dikelola oleh para mustahik," ucapnya.
Kiai Noor berharap, ZCoffee ini dapat dikelola dengan baik dan profesional sehingga ke depan dapat terus berkembang di seluruh kampus di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS atas bantuan program ZCoffee yang diberikan.
"Kami UIN Sunan Kalijaga menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada BAZNAS atas program ZCoffee. Mudah-mudahan ini laku keras nantinya. Terima kasih sekali lagi dan selamat untuk ZCoffee mudah-mudahan sukses dan juga berkah bagi banyak orang," pungkasnya.
Hingga tahun 2024, ZCoffee telah memiliki 18 outlet, 2 roastery yang tersebar di 8 kota, dan 4 provinsi di Indonesia. Beberapa lokasi utamanya antara lain Bogor, Tebet, Sentul, Surabaya, dan Mataram. ZCoffee juga mengoperasikan roastery di Bogor dan Mataram untuk menjamin kualitas kopi yang dihasilkan.
BERITA10/10/2024 | Humas Baznas Lobar
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan zakat guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat di seluruh Indonesia.
Hal tersebut dikemukakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, PhD, pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Teknologi Informasi (IT) Nasional dan Zakathon 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI ?H. Rizaludin Kurniawan ?S.Ag, M.Si. CFRM, Pimpinan BAZNAS Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM, serta Deputi I Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi Achmad Setio Adinugroho, serta Direktur Keamanan Informasi, Data dan Layanan Digital BAZNAS RI Andrian.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, PhD, menyampaikan, pertumbuhan donasi online menunjukkan tren yang sangat positif. Menurut riset pada tahun 2020, lebih dari 75 persen pengguna internet di Indonesia mengakses layanan keuangan digital, termasuk donasi online.
Lebih lanjut, pada tahun 2021, sekitar 60 persen transaksi zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS dilakukan melalui platform digital. "Hal ini menunjukkan perubahan perilaku muzaki (pemberi zakat) dan pentingnya teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat," katanya.
Prof. Nadratuzzaman juga menekankan, tidak mungkin amil dapat melayani muzaki dan mustahik hanya dengan cara konvensional, tentu perlu adanya bantuan dari kehadiran teknologi, yang mana saat ini sedang terus dioptimalisasi oleh BAZNAS.
"Oleh karena itu, teknologi menjadi solusi penting untuk mendukung pengelolaan zakat. Beberapa aspek teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain digitalisasi platform zakat online, crowdfunding, big data, AI, mobile apps, fintech, serta sistem monitoring dan pelaporan terpusat," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Keamanan Informasi, Data, dan Layanan Digital BAZNAS RI Andrian menjelaskan, Rakernis ini merupakan acara tahunan kedua yang diselenggarakan oleh BAZNAS sebagai salah satu langkah BAZNAS dalam mendorong penggunaan teknologi dalam pengelolaan zakat.
Menurut Andrian, Rakernis ini bertujuan untuk mengumpulkan para amil zakat dari seluruh Indonesia agar mereka bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengelolaan zakat yang lebih efisien dan modern.
"Rakernis ini berfokus pada penyesuaian sistem digital yang digunakan BAZNAS, terutama dalam memastikan keamanan informasi dalam proses pengelolaan zakat. Dalam era digital seperti saat ini, perlindungan data menjadi sangat penting agar seluruh proses pengelolaan zakat bisa berjalan dengan aman dan lancar," ucapnya.
Selain keamanan informasi, lanjut Andrian, BAZNAS juga mulai menerapkan sistem keamanan dalam proses digital marketing. Hal ini dilakukan untuk melindungi berbagai aktivitas pemasaran digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang zakat dan menarik lebih banyak muzaki untuk berpartisipasi melalui platform digital.
"Sebagai bagian dari upaya pengembangan teknologi, BAZNAS juga memberikan pelatihan kepada para amil. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang memadai dalam menggunakan teknologi untuk mengelola data di daerah masing-masing secara transparan dan efisien," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI Achmad Setio Adinugroho menambahkan, platform Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) telah menjadi tulang punggung pengelolaan zakat di seluruh Indonesia. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan semua proses pengumpulan, distribusi, dan pelaporan zakat di BAZNAS, sehingga memudahkan pengawasan dan manajemen zakat secara nasional.
Achmad Setio menjelaskan, platform SIMBA tidak hanya memfasilitasi pengelolaan zakat di tingkat pusat, tetapi juga di tingkat daerah. Sejak tahun 2022, BAZNAS telah membantu kantor-kantor BAZNAS di berbagai daerah untuk membangun website mereka sendiri agar dapat melakukan pengumpulan dana zakat secara lebih mandiri dan efisien.
"Saat ini, sekitar 250 kantor BAZNAS daerah telah bergabung dalam sistem kantor digital. Dengan adanya kantor digital ini, BAZNAS daerah dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam pengelolaan zakat, mulai dari pengumpulan dana, pendistribusian kepada mustahik, hingga pelaporan yang lebih akurat dan transparan," kata Achmad Setio.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang modern, transparan, dan akuntabel.
"Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, BAZNAS berkomitmen untuk terus memanfaatkan inovasi digital demi meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia," tandasnya.
BERITA18/09/2024 | Humas
BPKH Gandeng BAZNAS RI Lakukan Kerja Sama Program Sosialisasi dan Pengembangan SDM Bidang Ekonomi Syariah MUI
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng mitra Kemaslahatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) berupa Program Sosialisasi, Literasi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Ekonomi Syariah.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian acara 'Malam Puncak Tasyakur Milad Ke-49 MUI' yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (26/7/2024).
Seremoni launching kegiatan di lakukan oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah bersama Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. dan Ketua Umum MUI K.H. Anwar Iskandar di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI, K.H. Ma’ruf Amin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menghadiri acara tersebut.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, program ini merupakan kolaborasi strategis antara MUI, BPKH dan BAZNAS dalam meningkatkan sosialisasi, literasi dan pengembangan SDM bidang ekonomi syariah untuk menguatkan kesejahteraan umat.
"Program kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama BPKH, MUI dan BAZNAS dalam kontribusi ekonomi sebagai bagian dari penguatan kesejahteraan umat Islam," kata Kiai Noor.
"Program sosialisasi, literasi dan pengembangan SDM bidang ekonomi syariah ini menggunakan dana program Kemaslahatan BPKH yang disalurkan melalui BAZNAS dan untuk MUI dalam bentuk program peningkatan literasi ekonomi syariah melalui berbagai macam pelatihan," jelasnya.
Kiai Noor berharap, BPKH, BAZNAS bersama MUI dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peningkatan literasi dan pengembangan SDM ekonomi syariah di Indonesia.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyampaikan, pada program ini pihaknya menggandeng BAZNAS sebagai Mitra Kemaslahatan BPKH yang mana memiliki kemampuan dan semangat yang sama dalam mendorong peningkatan kualitas SDM di bidang Ekonomi Syariah.
"Kami percaya bahwa melalui program ini, kami dapat membantu menciptakan lingkungan ekonomi syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. BPKH, BAZNAS, dan MUI akan selalu mendukung upaya-upaya yang memberikan manfaat nyata bagi umat," ujar Fadlul.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI, K.H. Anwar Iskandar, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS dan BPKH atas kerja sama yang terjalin.
"Semoga Program yang sejalan dengan visi MUI untuk memajukan ekonomi syariah di Indonesia ini dapat berjalan maksimal dengan dukungan dari BPKH dan BAZNAS, kami yakin dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan literasi dan pengembangan SDM ekonomi syariah di Tanah Air,” pungkasnya.
Program sosialisasi, literasi dan pengembangan SDM bidang ekonomi syariah yang bersembur dari Nilai Manfaat DAU yang dikelola oleh BPKH bekerja sama dengan BAZNAS untuk Penerima MUI ini akan dikemas dalam berbagai kategori pelatihan seperti Pelatihan Muamalah Maliyah, Pelatihan Pengawas Syariah, Pelatihan Ahli Syariah Pasar Modal, Pelatihan Media Syariah, hingga Literasi Ekonomi Syariah Untuk Alumni Standarisasi MUI.
Peserta dari program ini berasal dari 55 ormas di seluruh Indonesia. Pekan awal orientasi pelatihan dilaksanakan pada hari Senin, 29 Juli 2024 mendatang.
BERITA28/07/2024 | humas
BAZNAS Bersama POROZ Berdayakan Mustahik melalui Program ZAuto
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) terus berupaya memberdayakan mustahik, salah satunya melalui pendistribusian Program ZAuto untuk 133 penerima manfaat di wilayah Jabodetabek.
POROZ merupakan asosiasi lembaga pengelola zakat yang bersifat nirlaba dan independen, sebagai wadah berhimpun Lembaga Amil Zakat (LAZ), terutama yang berbasis ormas Islam seperti, NU Care-LAZISNU, Lazismu, LAZ Persis, LAZNAS Dewan Da’wah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), serta LAZNAS Al-Irsyad.
“Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan peluang kerja dan pelatihan yang diperlukan, sehingga mustahik dapat memiliki keterampilan yang memadai dan mampu bersaing di dunia kerja, terutama di sektor otomotif,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/7/2024).
Saidah menegaskan, program tersebut merupakan wujud nyata dari upaya bersama dalam membantu sesama yang membutuhkan, khususnya para mustahik yang memerlukan bantuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
“Dalam Islam, membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan, adalah suatu kewajiban. Dengan adanya Program ZAuto ini, kita bersama-sama mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Saidah mengajak semua pihak terus mendukung dan berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan mustahik yang diinisiasi oleh BAZNAS dan para mitra, sehingga dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan mustahik di masa depan.
“Kami yakin bahwa dengan pemberdayaan yang tepat, mustahik akan mampu mengubah nasib mereka menjadi lebih baik dan mandiri,” tambahnya.
Saidah mengungkapkan, BAZNAS dan POROZ tidak hanya berkolaborasi dalam program Z-Auto, dan program lainnya saja, tetapi juga melakukan sertifikasi terhadap amil-amil zakat yang ada di bawah naungan POROZ.
"Mudah-mudahan ini menjadi bagian dalam menguatkan gerakan zakat yang bermanfaat dan bermartabat dalam membangun masyarakat Indonesia yang bahagia dan sejahtera,” harapnya.
Program Z-Auto adalah program pemberdayaan UMKM di bidang usaha bengkel motor yang dikelola para mustahik binaan. Pada program Z-Auto, BAZNAS memberikan bantuan modal serta pelatihan dan pendampingan teknis secara berkala demi mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
BERITA27/07/2024 | humas
KUNJUNGAN LEMBAGA ZAKAT NEGERI KEDAH(LZNK) MALAYSIA
Giri Menang, BAZNAS Kabupaten Lombok Barat menerima Kunjungan Kehormatan Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) Malaysia. Selasa (23/07/2024).
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat dihadiri oleh Pj. Bupati Lombok Barat, Pj. Sekda, Kakan Kemenag Lobar, Kepala OPD, Kepala Bagian Kesra, Pimpinan beserta Amilin-amilat BAZNAS Lobar, Pegawai eksekutif beserta delegasi Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) Malaysia.
Dalam Sambutannya Pj.Bupati Lombok Barat H. Ilham menyampaikan Apresiasi dan Ucapan terima kasih kepada Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) yang berkesempatan datang ke kabupaten lombok barat.
"Saya berharap Kedatangan BAZNAS Negeri Kedah Malaysia ke kabupaten lombok barat bisa bersinergi, berkolaborasi dan bekerjasama dengan BAZNAS Lobar dalam hal memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak kurang mampu yang tersebar di berbagai wilayah di kabupaten lombok barat"ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama ketua pegawai eksekutif Lembaga Zakat Negeri kedah (LZNK), Dato' Syeikh Haji Zakaria Bin Othman menjelaskan sekilas bagaimana sistem lembaga zakat di Malaysia, khususnya di Kedah berjalan. Dijelaskan bahwa lembaga zakat disana berjalan secara otonom, artinya lembaga zakat berjalan masing-masing di setiap negara bagian dan pengumpulannya betul betul maksimal. Dimana pengumpulan ZIS yang berhasil di kumpulkan dari Januari sampai Juli 154 Juta Ringgit Malaysia atau sekitar 530 Milyar Rupiah.. Jumlah yang luar biasa fantastis..
Dato' Musa menambahkan : "Pendistribusian kita tujukan kepada fakir miskin, anak-anak kurang mampu juga sudah mendirikan sekolah gratis bagi masyarakat yang kurang mampu menyekolahkan anaknya". Jelasnya.
Di akhir kunjungan, Ketua Pegawai Eksekutif menyampaikan rasa terima kasihnya sekaligus mengundang Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan BAZNAS untuk berkunjung ke Kedah Malaysia, untuk membahas tentang peluang beasiswa bagi anak kurang mampu dan menawarkan Sistem Pengelolaan Zakat Berbasis Online secara cuma-cuma (gratis) untuk bisa diterapkan di BAZNAS Kabupaten Lombok Barat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat TGH. Muhammad Taisir Al Azhar, Lc., S.Ag., MA., menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Lombok Barat mendapat kehormatan luar biasa, bisa dikunjungi oleh Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK). Dengan adanya kunjungan LZNK diharapkan BAZNAS Kabupaten Lombok Barat bisa berkolaborasi, bersinergi dan bekerjasama. untuk mengantarkan anak-anak kurang mampu dalam mendapatkan beasiswa serta mendapatkan pengalaman dan mengimplementasikan bagaimana pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh di Malaysia, untuk di terapkan di Lombok Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya..
"Alhamdulillah saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada saudara kami dari Lembaga Zakat Negeri Kedah yang melihat BAZNAS Kabupaten Lombok Barat semakin terdepan dalam program dan lainnya, semoga apa yang menjadi hajat kami bisa dikerjasamakan, dan secepat mungkin kami akan membalas kunjungan ini dalam rangka perbincangan yang lebih panjang lagi"jelasnya.
BERITA23/07/2024 | humas
LEBARAN YATIM Berbagi Cinta Berlimpah Berkah, Santunan Anak Yatim & Difabel
10 Muharram 1446 H./ 16 Juli 2024 M. Baznas Kabupaten Lombok Barat menyantuni ratusan Anak Yatim dan juga kaum diffabel di Kabupaten Lombok Barat.
Memberi santunan anak yatim merupakan salah satu amalan yang dapat dilakukan oleh muslim di bulan Muharram. Terutama pada 10 Muharram yang sering disebut sebagai Lebaran Anak Yatim/ hari Anak Yatim sedunia.
Santunan anak yatim adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Anak yatim adalah mereka yang kehilangan ayah sebelum mencapai usia baligh dan memerlukan perhatian khusus dari masyarakat sekitar. Membantu anak yatim dengan ikhlas tidak hanya memberikan manfaat bagi anak tersebut, tetapi juga memberikan pahala yang besar bagi yang memberikan santunan.
Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk menyantuni anak yatim. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu mereka, salah satunya adalah dengan memberikan santunan. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah berbunyi "Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Orang yang menyantuni anak yatim, baik dia anak sendiri atau bukan, dia dan aku di surga Bersama."
di momentum 10 Muharram 1446 H. ini BAZNAS Kabupaten Lombok Barat menyantuni ratusan anak yatim di kabupaten Lombok Barat... Kegiatannya di pusatkan di kantor baznas Lombok Barat dan di hadiri seluruh unsur pimpinan baznas dan semua staf.(Arf)
BERITA16/07/2024 | humas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.
Lihat Daftar Rekening →