WhatsApp Icon

Dibantu BAZNAS, Omzet Usaha Snack Mustahik di Kalteng Melonjak ke Rp12 Juta

04/09/2026  |  Penulis: Humas

Bagikan:URL telah tercopy
Dibantu BAZNAS, Omzet Usaha Snack Mustahik di Kalteng Melonjak ke Rp12 Juta

Dokumentasi BAZNAS RI/Humas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Palangka Raya berhasil mengembangkan usaha makanan ringan milik mustahik Hatriyawati (50) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dukungan ini membuat omzet penjualan usahanya meningkat hingga dua kali lipat, menjadi sekitar Rp12 juta per bulan.

Bantuan dari BAZNAS meliputi modal usaha, pelatihan, pengembangan kemasan produk, dan fasilitasi perizinan sertifikasi halal. Dengan dukungan tersebut, Hatriyawati memperluas variasi produknya, antara lain makaroni pedas manis karamel, makaroni spiral balado, dan emping jagung karamel.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyatakan perkembangan usaha Hatriyawati mencerminkan keberhasilan program pemberdayaan zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Menurut Idy, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara ketekunan mustahik dan dukungan permodalan serta pelatihan dari BAZNAS.

 

"Inilah tujuan program pemberdayaan BAZNAS: membuat mustahik lebih berdaya dan mandiri, bahkan diharapkan bisa menjadi muzaki. BAZNAS ingin melahirkan lebih banyak muzaki baru dari kalangan mustahik," kata Idy dalam keterangan, Rabu (2/9/2026).

Perjalanan usaha Hatriyawati menunjukkan bahwa bisnis yang dimulai dari skala kecil dapat berkembang ketika pelaku usaha memanfaatkan peluang dan meningkatkan kapasitas produksinya. Idy menambahkan, keberadaan BMD juga memberi akses permodalan yang lebih baik bagi mustahik sehingga mereka terhindar dari praktik rentenir.

Hatriyawati menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya mulai dari modal, pelatihan, pengembangan kemasan, hingga dukungan sertifikasi halal. "Setelah dibantu, banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran," ujarnya.

Sebelum menerima bantuan BAZNAS, ia hanya mampu memproduksi kurang dari 100 bungkus per kali produksi dengan omzet sekitar Rp800.000. Kini kapasitas meningkat menjadi sekitar 200 bungkus per kali produksi. "Alhamdulillah setelah dibantu BAZNAS saya bisa produksi satu sampai dua kali dalam seminggu dengan omzet rata-rata Rp12 jutaan per bulan," kata dia.

Dorongan dari peningkatan produksi membuat Hatriyawati berencana menambah volume produksi dan mengembangkan jenis makanan ringan lain agar pilihan produk lebih banyak dan peluang pemasaran lebih luas. "Terima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki atas semua bantuan sehingga usaha saya terus berkembang. Saya berharap bisa memiliki outlet sendiri dan memperluas produk saya," tambahnya.

BAZNAS Microfinance Desa (BMD) adalah program pembiayaan produktif untuk mustahik dengan prinsip nonprofit, bertujuan mengembangkan usaha dan membantu meningkatkan pendapatan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.

Lihat Daftar Rekening →