WhatsApp Icon

Bersama UPZ, BAZNAS Capai Pengelolaan ZIS Menuju Jabar Istimewa

14/08/2026  |  Penulis: Humas Baznas Lobar

Bagikan:URL telah tercopy
Bersama UPZ, BAZNAS Capai Pengelolaan ZIS Menuju Jabar Istimewa

Dokumentasi BAZNAS RI/Humas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat bersinergi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh Jawa Barat berkomitmen untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah secara efektif demi menuju Jawa Barat yang istimewa. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Graha Pos Indonesia, Kota Bandung, pada Kamis (13/8/2026).

Kerjasama ini sangat penting karena Provinsi Jawa Barat memiliki potensi zakat sebesar Rp30,69 triliun, sementara 3,55 juta penduduk atau 6,78 persen dari total penduduk masih tergolong miskin.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M. Sc. memberikan penghargaan kepada BAZNAS Jawa Barat atas pelaksanaan rapat koordinasi yang bertujuan untuk menyelaraskan strategi pengelolaan dan pengembangan dana umat di provinsi yang memiliki banyak UPZ tersebut.

"Dengan demikian, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua dan seluruh tim yang telah mengadakan acara Koordinasi UPZ untuk menggali serta mewujudkan potensi demi kebaikan umat," ungkap Sodik Mudjahid.

Ia menambahkan bahwa Jawa Barat terus menunjukkan kepemimpinan yang signifikan dalam ekosistem zakat di tingkat nasional dengan menjadi salah satu provinsi yang memiliki jumlah Unit Pengumpul Zakat terbanyak.

Dari total 111. 924 UPZ yang ada di seluruh Indonesia, BAZNAS Provinsi Jawa Barat telah mendirikan 52 UPZ aktif, yang sebagian besar berasal dari sektor yayasan dan perguruan tinggi.

"Kita perlu berkolaborasi antar UPZ, bekerja sama dengan LAZ, dan BAZNAS juga, karena semuanya akan terasa berat jika dilakukan sendiri-sendiri," jelas Sodik.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Jawa Barat Dr. H. Anang Jauharuddin, M. M. Pd. menekankan pentingnya fungsi Unit Pengumpul Zakat di perguruan tinggi untuk mendukung mahasiswa yang menghadapi masalah dalam pembiayaan pendidikan.

Anang Jauharuddin menegaskan bahwa kehadiran lembaga pengumpul zakat di kampus diharapkan dapat memberikan dampak yang nyata dan bukan sekadar formalitas administratif, khususnya untuk para mustahik di lingkungan kampus.

"Diharapkan UPZ di perguruan tinggi dapat membantu teman-teman mahasiswa yang sedang menghadapi kendala dalam pembiayaan," ujar Anang.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (ASDA I) Setda Pemprov Jawa Barat Drs. H. Asep Sukmana, M. Si. menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan BAZNAS untuk mengoptimalkan potensi zakat sebesar Rp30 triliun, yang bisa membantu percepatan pembangunan serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di daerah ini.

Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan dana umat yang baik akan memberikan dampak positif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dan pendidikan di Jawa Barat.

"Ini merupakan potensi zakat yang juga berpeluang untuk mendukung pembangunan di Jawa Barat," kata Asep.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat H. Andrie Kustria Wardana, S. STP. , M. Si. , CRBD, Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Dr. H. Jajang Apipudin, M. Ag. , Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dr. H. Ijang Faisal, S. Ag. , M. Si. , Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat Zaki Hilmi, M. H. , Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Ruri Badariyah Ramadhan, M. T. , serta Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S. IP. , M. M. , M. Hum.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lombok Barat.

Lihat Daftar Rekening →