BAZNAS RI Berhasil Memberdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin sampai Dapat Omzet Rp1 Juta per Hari
20/02/2026 | Penulis: Humas Baznas Lobar
Dokumentasi BAZNAS RI/Humas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, melalui inisiatif BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Banjarmasin, telah berhasil memberdayakan pedagang nasi kuning dan lontong, Rabiyatul Adawiyah, yang kini dapat menghasilkan omzet sebesar Rp1 juta setiap harinya.
Menanggapi pencapaian ini, Pimpinan BAZNAS RI yang menangani Distribusi dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M. A. , menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kemajuan usaha dari para mustahik yang dibina oleh BAZNAS.
Ia berpendapat bahwa keberhasilan ini adalah bukti bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS dengan benar dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi para mustahik.
“Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan bahwa zakat yang dikelola secara produktif dapat mendukung kemandirian ekonomi. BAZNAS berusaha memastikan bahwa para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ucap Saidah dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Program BAZNAS Microfinance Desa tidak hanya menyediakan pembiayaan untuk modal usaha, tetapi juga memberikan pendampingan yang intensif agar usaha para mustahik bisa berkembang secara berkelanjutan.
Saidah menambahkan, salah satu keunggulan dari program ini adalah sistem pembiayaan tanpa bunga yang tidak memberatkan pelaku usaha kecil. "Bagi kami, pembiayaan bukan cuma soal modal. Ini merupakan upaya untuk memperkuat ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal," ungkap Saidah.
Ke depannya, Saidah menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperbanyak cakupan Program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan usaha mereka hingga bisa bertransformasi menjadi muzaki. “Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika hal itu terwujud, BAZNAS bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia,”ujarnya.
Sementara itu, Rabiyatul Adawiyah yang merupakan penerima manfaat dari Program BMD Banjarmasin mengungkapkan bahwa ia merasakan langsung dampak positif dari program tersebut terhadap usahanya. Ia bersyukur atas bantuan pembiayaan yang diberikan sehingga usahanya kini semakin maju. “Sebelum dibantu BAZNAS, omzet harian saya hanya Rp800 ribu, kini alhamdulillah omzet saya meningkat menjadi Rp1 juta per hari berkat perbaikan fasilitas usaha dan peningkatan kapasitas produksi,” katanya.
Rabiyatul menyatakan bahwa program pembiayaan dari BAZNAS sangat membantu pedagang kecil seperti dirinya karena tidak memberikan beban tambahan. Skema tanpa bunga membuat pelaku usaha dapat berkembang tanpa tekanan biaya ekstra. "Bantuan pada tahap awal langsung saya gunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, sedangkan sisanya saya gunakan untuk menambah stok bahan baku," jelasnya.
Ia juga berharap program serupa dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak pedagang kecil yang terdukung. “Program BAZNAS ini sangat membantu. Tanpa bunga, hanya infak. Dan infak tersebut juga memberi kita ruang untuk bersedekah,” ujarnya.
Berita Lainnya
Ramadan Tiba, BAZNAS RI Meluncurkan Program Santri untuk Memperkuat Desa di 26 Lokasi Strategis
Bangun Kepedulian, BAZNAS dan Masjid Nurul Hidayah Luncurkan Program Sedekah Barang
Melalui BAZNAS RI, Pemkot Bandung dan BJB, Berikan Bantuan kepada Korban Bencana Sumatra Sebesar Rp3,16 Miliar
BAZNAS RI Resmikan Kampung Zakat dan Balai Ternak di Kuningan
BAZNAS Sediakan Layanan Kesehatan Gratis untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah
BAZNAS Lombok Barat Hadiri Rakorda BAZNAS se-NTB Tahun 2025

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
